NASA dituduh menyembunyikan keberadaan alien sesudah video tayangan langsung dari ISS (International Space Station – Stasiun Ruang Angkasa Internasional) yang nampaknya memperlihatkan UFO berbentuk tapal kuda, tiba-tiba diputuskan.
Kelompok teori konspirasi menyelidiki penampakan benda asing berbentuk U ini melayang di horizon di International Space Station.
FEED CUT AS HORSESHOE UFO APPEARS ON ISS LIVE CAM 4/18/16
Mereka mengatakan NASA "memutuskan tayangan langsung" sesudah benda berpijar biru ini melayang terlalu dekat dengan stasiun ruang angkasa itu.
Sebagian bahkan lebih jauh lagi mengatakan bahwa pendanaan NASA seharusnya dihentikan karena agenda "penyesatan besar alien" yang mereka lakukan selama ini.
UFO misterius ini pertama kali ditemukan oleh Scott Waring dari UFO Sighting Daily ketika dia menyaksikan tayangan live streaming dari ISS.
Dia lalu meneruskan tayangan video ini kepada pemburu alien, Tyler Glockner, yang mengupload video ini di kanal YouTube Secureteam10.
Mengomentari video tersebut, Tyler mengatakan, "Kalau kamu jalankan video ini dengan cepat, nampaknya UFO itu berubah posisi."
"Saat kita lihat pertama itu lebih banyak tampak di sisinya, tapi jika kamu putar ulang tayangan itu nampaknya lebih banyak bermanuver ke arah depan."
"Ini sudah tentu penemuan menarik lainnya dan sekali lagi, segera sesudah itu muncul NASA memutuskan tayangan langsung."
"Itu sebabnya kenapa kamu melihat layar menjadi biru. Mereka melakukan ini, mereka terus melakukan hal ini, tangan mereka ada di 'chicken switch', demikian mereka menyebutnya."
"Aku tahu mereka memantau tayangan ini tapi kadangkala mereka tidak cukup cepat untuk memutuskan tayangan langsung dan UFO itu muncul di layar."
"Kami sudah mendokumentasikan seperti itu di kanal YouTube ini selama bertahun-tahun."
"Satu-satunya waktu ketika tayangan langsung biasanya diputuskan, anehnya, adalah ketika UFO-UFO ini muncul."
Tyler mengatakan tayangan langsung ISS dimatikan tahun 2014 sesudah piringan kuning besar muncul di atas stasiun ruang angkasa itu.
Dan penampakan terakhir disaksikan oleh Jadon Beeson, 20 tahun, yang menangkap obyek berbentuk cerutu dengan corak warna kebiru-biruan melayang dekat dengan ISS.
"Itu benda metalik, itu seperti Millennium Falcon di film Star Wars atau sesuatu dari film Close Encounters of the Third Kind," katanya kepada Mail Online.
"Aku pikir itu semuanya sangat aneh."
Jadon mengirim gambar-gambar itu kepada NASA untuk mengetahui apa kata mereka tentang penampakan-penampakan itu.
Dalam tanggapannya, seorang juru bicara NASA mengatakan, "Refleksi dari jendela-jendela stasiun ruang angkasa, struktur pesawat ruang angkasa itu sendiri atau cahaya dari Bumi sering muncul sebagai artefak-artefak di dalam foto dan video dari laboratorium orbital."
NASA Jet Propulsion Laboratory
Tidak banyak diketahui umum, pendiri NASA JPL, Jack Parson, adalah seorang penganut okultisme. Dia dan rekannya L. Ron Hubbard (pendiri Gereja Scientology) adalah murid-murid Aleister Crowley, bapak Satanisme modern asal Inggris, yang menjuluki dirinya sendiri sebagai "The Great Beast 666" (Binatang Besar 666), dan sering disebut oleh media Inggris sebagai "manusia paling jahat di dunia." Aleister Crowley adalah pendiri kepercayaan Thelema yang para penganutnya hidup dengan motto "do what thou wilt" (lakukan apa yang kamu kehendaki). Inti ajaran Thelema adalah ide tentang cinta bebas, pesta pora seksual, dan "Sex Magick."
Parson mengejar ketertarikannya akan hal-hal okultisme dan sains dengan intensitas yang sama kuat.
Bagian dari sistem kepercayaan Thelema adalah penyembahan dewi-dewi, dan salah satu dewi yang penting, bernama Babalon, yang juga dikenal sebagai "The Scarlet Woman" (Perempuan Pelacur Babylon, yang memakai kain ungu dan merah padam, Wahyu 17:4). Crowley dan Parson percaya bahwa dimungkinkan untuk membangkitkan elemen roh Babalon ke dalam bentuk tubuh manusia menggunakan sex magick. Crowley menyebut elemen keturunan ini sebagai "Anak Bulan." Ritual sex magick meliputi pedofilia, kanibalisme dan pengorbanan bayi-bayi.
Sejak Januari hingga Maret 1946, Parson memulai serangkaian ritual magick dengan bantuan Ron Hubbard yang dikenal sebagai "Babalon Working." Segera sesudah ritual pertama selesai, Parson berjumpa dengan seorang perempuan berambut merah padam dengan "jiwa yang bebas," dan melihat dia sebagai suatu tanda keberhasilan ritualnya. Pendeknya, Parson percaya bahwa dia telah membangkitkan Babalon, Perempuan Merah Padam.
Parsons selanjutnya menuliskan bahwa upacara itu berhasil dan bahwa "Babalon sudah berinkarnasi di atas bumi hari ini menunggu saat yang tepat untuk manifestasinya."
Perilaku okultisme ini nampaknya diwariskan terus kepada NASA.
Dari bukunya yang berjudul "Dark Mission: Secret History of NASA", Richard Hoagland dan Mike Bara menemukan pola tindakan NASA yang menunjukkan obsesi mereka dengan okultisme dan "dewa-dewa" dan "dewi-dewi", yang berasal dari ribuan tahun silam dari sumbernya di Mesir Kuno - Isis, Osiris dan Horus.
Tiga dewa Mesir ini juga merupakan kunci untuk memahami sejarah Masonic Order. Dalam mitologi yang sama ini juga di pusat sistem para "Penyihir" NASA dan Nazi, simbol-simbol ritual Mesir, secara rahasia dipraktekkan oleh mereka sejak didirikannya NASA lebih dari lima dekade silam, dan secara terbuka menunjukkan pilihan yang berulang terhadap desain-desain emblem misi.
Seperti contohnya, emblem Program Apollo, simbol huruf A (untuk Apollo), sebenarnya juga memiliki arti nama "Asar" - nama sebutan orang Mesir untuk dewa "Osiris." Pengungkapan arti tersembunyi Mesir ini juga berarti bahwa emblem program-program luar angkasa Apollo secara berulang mengkonfirmasi hal ini - karena "Asar/Osiris" adalah nama lain dari konstelasi rasi bintang yang dalam bahasa Yunani disebut "Orion" - yang merupakan latar belakang dari emblem Apollo itu sendiri.
Lebih lengkap tentang hubungan NASA dengan okultisme bisa dibaca dalam buku:
Baca juga:
Referensi:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.