Dan tibalah perayaan Pentahbisan di Yerusalem, dan saat itu adalah musim dingin. Dan Yesus sedang berjalan di bait suci, di Serambi Salomo.Yohanes 10:22,23
Tahukah Anda bahwa Yesus, atau Yeshua sebagaimana yang Dia kenal dalam seluruh hidup-Nya, merayakan Hanukkah?
Selama pelayanan-Nya di Bumi, Hanukkah dikenal sebagai perayaan Pentahbisan. Faktanya, hari ini masih dikenal sebagai perayaan Pentahbisan.
Namun, kebanyakan pengikut Yesus hari-hari ini berpikir Hanukkah hanyalah hari libur Yahudi – bukan sesuatu yang perlu mereka pelajari atau pun pahami.
Ada orang Kristen yang berkata bahwa Hanukkah adalah perayaan di luar Kitab Suci – dan tidak disebutkan dalam Alkitab. Jika lain kali Anda mendengarnya, cobalah buka Yohanes 10:22,23.
Menurut saya, jika hal itu layak mendapatkan perhatian Yesus, demikian juga seharusnya kita.
Yesus Kristus bukanlah orang Barat berambut pirang dan bermata biru, seperti karya lukisan Leonardo DaVinci. Tahukah Anda bahwa model yang dilukis sebagai Yesus oleh Leonardo DaVinci itu sebenarnya adalah kekasih homoseksualnya sendiri?
Cesare Borgia, kekasih Leonardo DaVinci’s, adalah model lukisan Yesus yang biasa kita kenal. Cesare Borgia adalah anak Rodrigo Borgia, yang belakangan dikenal sebagai Paus Alexander VI. Di bawah otoritas kekuasaan Gereja Katholik, Paus Alexander VI menjadikan lukisan anaknya sebagai Yesus Kristus di dunia Barat yang kita kenal sekarang ini.
Namun Yesus Kristus yang sebenarnya, berasal dari Nazareth dan dibesarkan dalam keluarga Yahudi di dalam budaya dimana Torah adalah Hukum Nasional.
Jadi apa sebenarnya Hanukkah itu?
Kisah Hanukkah dimulai dengan pemerintahan raja Yunani, Alexander Agung. Alexander menaklukkan Syria, Mesir dan Tanah Israel dan mencaploknya ke dalam kerajaannya. Ketika Alexander Agung mati, kerajaannya dibagi-bagi di antara empat panglimanya.
Tanah Israel diberikan kepada Seleucus. Selama 100 tahun, orang Yahudi mendapatkan kedudukan dan hak yang sama seperti penduduk kerajaan. Namun, Antiochus III, buyut dari Seleucus, dipaksa untuk menjalankan peperangan yang mahal melawan Romawi. Sebagai akibatnya, orang Yahudi kehilangan kedudukannya di mata Antiochus III, sekaligus menjadi awal berakhirnya kesetaraan bagi orang Yahudi di kerajaan Syria-Yunani.
Pada tahun 174 SM, putera Antiochus III, Antiochus IV, memulai pemerintahannya atas kerajaannya, Kerajaan Hellenistik Seleucus. Dia adalah raja yang kasar dan kejam, seorang tiran yang semena-mena dan memandang hina kepercayaan dan budaya yang bukan miliknya.
Ini merupakan penggenapan nubuat Daniel.
Kambing jantan itu sangat membesarkan dirinya, tetapi ketika ia sampai pada puncak kuasanya, patahlah tanduk yang besar itu (Alexander Agung), lalu pada tempatnya tumbuh empat tanduk yang aneh, sejajar dengan keempat mata angin yang dari langit.Maka dari salah satu tanduk itu muncul suatu tanduk kecil, yang menjadi sangat besar (Antiochus IV Epiphanes) ke arah selatan, ke arah timur dan ke arah Tanah Permai.Ia menjadi besar, bahkan sampai kepada bala tentara langit, dan dari bala tentara itu, dari bintang-bintang, dijatuhkannya beberapa ke bumi, dan diinjak-injaknya.Bahkan terhadap Panglima bala tentara itupun ia membesarkan dirinya, dan dari pada-Nya diambilnya korban persembahan sehari-hari, dan tempat-Nya yang kudus dirobohkannya.Suatu kebaktian diadakan secara fasik menggantikan korban sehari-hari, kebenaran dihempaskannya ke bumi, dan apapun yang dibuatnya, semuanya berhasil.Daniel 8:8-12
Antiochus IV – Raja yang kejam
Antiochus IV ingin menyatukan kerajaannya di bawah kepercayaannya, penyembahan ilah Yunani, Zeus. Dia menjalankan Hellenisme, peleburan budaya dan agama kepercayaan Yunani ke dalam budaya dan agama lokal. Dalam kerajaannya dia menindas seluruh Hukum Yahudi. Dia bersekongkol untuk menggulingkan dan menyingkirkan Imam besar Yochanan dari Bait Suci di Yerusalem. Yochanan digantikan oleh saudaranya, Joshua – seorang Yahudi Hellenistik yang menyebut dirinya dengan nama Yunani, Jason. Jason menggunakan kedudukannya yang tinggi sebagai Imam Besar untuk mencemarkan keimaman dan orang Yahudi dengan tradisi dan agama Yunani. Tidak lama Jason digantikan oleh orang lain bernama Menelaus yang menajiskan Bait Suci dengan penyembahan ilah-ilah Yunani.
Yochanan marah karena kelakuan saudaranya dan Menelaus. Ketika Antiochus IV sedang pergi berperang melawan Mesir, Yochanan memulai gerakan supaya orang Yahudi tidak mentaati kebudayaan dan kepercayaan baru yang dipaksakan kepada mereka. Orang Yahudi takut kepada pembalasan Antiochus dan kebanyakan tidak melakukan apa-apa. Namun, ketika orang Romawi menyebarkan rumor bahwa Antiochus IV sudah terbunuh, orang Yahudi memberontak melawan Menelaus dan membuatnya lari.
Kemudian datanglah kengerian bagi orang Yahudi, Antiochus IV kembali dari peperangan, hidup dan murka karena campur tangan Romawi dan pemberontakan Yahudi. Dia memerintahkan tentaranya menyerang orang Yahudi dan membunuh ribuan orang. Antiochus IV memerintahkan serangkaian dekrit yang sangat berat melawan orang Yahudi dan kepercayaannya.
Antiochus membunuh 40.000 penduduk Yerusalem. Semua kurban persembahan, pelayanan di Bait Suci dan penghormatan hari Sabbath, penyunatan, hukum pantangan makanan, dan hari-hari perayaan Yahudi dilarang dengan ancaman hukuman mati. Antiochus akhirnya membunuh imam besar yang benar, Yochanan. Para pengikut Antiochus memerintahkan Rabbi Eliezer yang berusia 90 tahun, untuk makan babi sebagai contoh bagi pengikutnya. Dia menolak dan dijatuhi hukuman mati.
Dia mendirikan patung Zeus (Satan) di Bait Suci, dan mempersembahkan Bait Suci kepada Zeus. Gulungan kitab-kitab suci dirampas dan dibakar, dan orang Yahudi dipaksa ambil bagian dalam ritual penyembahan berhala. Dalam usahanya untuk menghancurkan setiap jejak kepercayaan Yahudi, dia menyembelih babi di atas mezbah korban bakaran di Bait Suci, dan karenanya menajiskan itu. Ini peristiwa yang dinubuatkan dalam Daniel 12:11, kekejian/kejijikan yang membinasakan.
Dalam rencana untuk melemahkan kekuatan keluarga dan moralitas Yahudi, Antiochus mengeluarkan dekrit bahwa setiap anak gadis Yahudi yang akan menikah harus melewatkan malam pertamanya dengan gubernur lokal atau komandan pasukan.
Sementara tentara pergi dari kota ke kota menjarah Tanah Israel, mereka memaksa penduduk Yahudi untuk menyembah ilah-ilah mereka dan makan daging babi. Banyak yang menurut, namun sebagian menolak dan mati karena iman mereka.
Orang-orang Syria, dibawah perintah Holofernes, mengepung kota Bethulia. Sementara para tua-tua kota mendiskusikan rencana untuk menyerah ketika stok bahan makanan mereka menipis, seorang janda muda dan cantik, Yehudit, anak perempuan imam besar Yochanan, mengatakan kepada orang-orang untuk mempertahankan iman kepada Yahweh. Dia mengatakan kepada mereka bahwa dia punya rencana yang harus mereka terima dengan iman.
Yehudit membawa sekeranjang besar keju, roti dan anggur untuk Holofernes. Dia memberitahu komandan bahwa, sebagai ganti untuk belas kasihan bagi rakyatnya, dia akan memberitahukan kepadanya bagaimana merebut kota. Dia menjelaskan bahwa iman rakyatnya kepada Yahweh tetaplah kuat, menjadikan perang terhadap mereka lebih sukar. Namun, dia berkata, tak lama lagi suplai makanan kosher (halal) akan habis. Ketika itu terjadi, orang-orang akan mulai makan daging binatang yang najis, dan sekaligus itu memancing murka Allah dan menyebabkan kota akan jatuh.
Dia setuju untuk tinggal dengan Holofernes, kembali ke Bethulia setiap hari untuk mencari tahu bagaimana persediaan makanan yang tersisa. Dia mendapatkan kepercayaan dari komanan yang berhasrat untuk melewatkan waktu dengan janda cantik ini seperti juga memenangkan pengepungan.
Setelah beberapa hari, Yehudit memberitahu Holofernes bahwa Bethulia sekarang telah kehabisan makanan. Dia hanya perlu menunggu beberapa hari lagi dan orang-orang Yahudi akan mulai makan binatang najis. Holofernes mengundangnya datang sendirian ke tendanya malam itu untuk merayakan. Dia setuju, mengundangnya untuk makan keju kambingnya yang gurih. Sementara Holofernes makan, dia menjadi haus dan Yehudit memberinya anggur yang dia bawa bersamanya. Sementara Yehudit berpura-pura makan dan minum, Holofernes menjadi mabuk. Tak lama, dia jatuh tertidur. Yehudit mengambil pedang Holofernes dan memenggal kepalanya. Dia dan hamba-hambanya perempuan menaruh kepalanya di dalam sehelai kain dan kembali ke Bethulia.
"Sekarang waktunya menyerang orang Syria," katanya. Dalam kekacauan mendapati pemimpin mereka mati, orang-orang Yahudi akhirnya memenangkan peperangan.
Kekalahan-kekalahan seperti ini membuat Antiochus semakin bertekad memusnahkan orang Yahudi, jika perlu, untuk meraih kemenangan.
Hannah dan tujuh anaknya laki-laki dibawa ke hadapannya karena mereka menolak untuk berhenti belajar Torah, menjaga pantangan makanan dan menghormati Sabbath. Antiochus menghendaki mereka bersujud kepada patung berhala di hadapannya. Anak sulungnya melangkah ke depan dan berkata, "Apa yang engkau kehendaki dari kami? Kami lebih baik mati daripada melanggar hukum bapa leluhur kami."
Antiochus memerintahkan dia disiksa. Lidahnya, tangan dan kakinya dipotong dan dia dimasukkan ke dalam kuali berisi air panas. Antiochus berpaling kepada anak kedua dan menuntut dia menyembah berhala itu. Saudaranya juga menolak dan disiksa dengan cara yang sama. Antiochus terus melakukannya secara berurutan dan setiap saudara berpegang teguh pada imannya dan menyerahkan nyawanya hingga tinggal Hannah dan anak bungsunya yang tersisa.
Antiochus memanggil anak itu maju ke depan dan memohon kepadanya supaya tidak menjadi martir hanya karena hal sepele untuk bersujud di hadapan patung berhala. Raja bahkan lebih jauh menjanjikannya kekayaan diluar impiannya jika dia menurut.
Hannah berkata kepada anak bungsunya, "Anakku, aku mengandung engkau selama sembilan bulan, menyusui engkau selama dua tahun, dan telah menyediakan bagimu segala sesuatu hingga sekarang. Pandanglah ke surga dan bumi – Elohim adalah pencipta segala sesuatu. Janganlah takut kepada penyiksa ini, namun jadilah berharga seperti dengan saudara-saudaramu."
Anak ini menolak menuruti perintah raja dan akhirnya dibunuh. Sementara anaknya terbaring mati, ibunya memeluk tubuhnya dan memohon Elohim supaya dia dianggap layak bagi anak-anaknya di dalam dunia yang akan datang. Dia jatuh ke lantai dan mati.
Ada ribuan lainnya yang mengorbankan nyawanya seperti ini sementara orang-orang Antiochus pergi dari kota ke kota dan dari desa ke desa untuk memaksa penduduk supaya menyembah ilah-ilah Yunani.
Satu hari, orang-orang Antiochus tiba di desa Modin dimana Mattiyahu, seorang imam yang tua, hidup. Dia berasal dari garis keturunan Imam Besar Harun. Perwira Syria mendirikan sebuah mezbah di tengah desa dan menghendaki Mattiyahu mempersembahkan kurban kepada ilah-ilah. Mattiyahu menjawab, "Aku, anak-anakku dan saudara-saudaraku bertekad untuk tetap setia kepada perjanjian yang dibuat Elohim kami dengan bapa leluhur kami!"
Ketika ada seorang Yahudi Hellenis yang bersedia mendekati altar untuk mempersembahkan kurban kepada ilah-ilah, Mattiyahu menarik pedangnya dan membunuh dia, dan anak-anaknya dan kawan-kawannya menyerang orang-orang Syria, membunuh banyak dari mereka dan mengejar sisanya. Kemudia mereka menghancurkan mezbah. Mattiyahu dan anak-anaknya dan kawan-kawannya melarikan diri ke perbukitan di Yudea. Banyak orang Yahudi bergabung dengan mereka. Mereka membentuk pasukan gerilya dan menyerang musuh.
Mereka hidup di gua-gua dan menguatkan orang Yahudi yang setia dan berani untuk bergabung. Mereka membentuk pasukan dan dengan berhati-hati meninggalkan gua-gua dan menyerang pos-pos penjagaan tentara Yunani dan Syria serta menghancurkan mezbah-mezbah ilah-ilah lain.
Ketika Mattiyahu yang tua ada di atas ranjang kematiannya, dia memanggil anak-anaknya berkumpul. Dia mendesak mereka mempertahankan Torah Elohim. Dia meminta supaya pemimpin strategi mereka adalah Shimon si Bijaksana, dan dalam peperangan pemimpin mereka adalah Yehuda si Kuat. Yehuda dikenal sebagai Maccabee – kependekan dari "Mi Kamocha Ba'eilim HaShem" yang diterjemahkan "Siapakah seperti Engkau, ya Elohim." Lagu ini dinyanyikan kepada Elohim oleh Mosheh (Musa) dan orang Israel setelah Elohim membelah Laut Merah dan memberikan mereka jalan yang aman sekaligus menghancurkan orang Mesir (Keluaran 15:11). (Kisah kepahlawanan Yehuda dan anak-anak Yakub dapat Anda baca dalam Kitab Yashar, mulai pasal 34.)
Kebangkitan Maccabee dan kejatuhan Antiochus
Pengikut Yehuda akhirnya dikenal sebagai Maccabee, dan menyebabkan kekacauan besar kepada kerajaan. Akhirnya Antiochus mengirim panglima-panglima terbaiknya untuk menghapus gerombolan kecil pejuang Yahudi ini. Meskipun tentara kerajaan jauh lebih banyak dan lengkap persenjataannya, Maccabee memenangkan peperangan demi peperangan.
Antiochus IV sadar bahwa dia perlu mengakhiri pemberontakan ini sekali dan selamanya. Dia mengirim pasukan sebanyak 40.000 tentara ke pegunungan Yudea. Ketika Yehuda dan Maccabee mendengar pasukan ini datang, mereka berseru, "Marilah kita berperang sampai mati demi mempertahankan jiwa kita dan Bait Suci kita!" Maccabee berjuang dengan Elohim di hati mereka dan kehormatan Yahudi dalam jiwa mereka. Mereka berjuang demi Torah dan Bait Suci mereka. Setelah serangkaian peperangan berdarah, semuanya usai. Mereka mengalahkan tentara yang kuat dari Antiochus.
Elohim memberikan Maccabee kemenangan mereka yang ajaib.
Dengan kemenangan mereka, Maccabee mendaki pegunungan di luar Yerusalem dan memandang kota itu. Pada tanggal 25 Kislev mereka turun dari pegunungan untuk membebaskan Yerusalem dan mengambil alih Bait Suci mereka. Sementara mereka berjalan ke Kota Suci, mereka sangat sedih dengan apa yang mereka lihat – ilah-ilah, kenajisan, dan kotoran di mana-mana. Mereka memasuki Bait Suci dan dikejutkan dengan pemandangan yang sama. Yerusalem dan Bait Suci harus dikuduskan kembali demi Elohim.
Mujizat minyak yang tidak habis-habisnya
Mereka mulai di Bait Suci, membersihkannya dari semua ilah-ilah dan mendirikan sebuah mezbah yang baru. Menorah (kandil) emas telah dicuri orang Syria, jadi Maccabee membuat lagi tapi dari logam yang lebih murah. Mereka ingin menyalakan kembali Menorah untuk mentahbiskan Bait Suci kepada Elohim yang benar. Mereka menggeledah di antara puing-puing mencari bejana minyak zaitun murni yang telah dikuduskan, namun semuanya telah dinajiskan. Akhirnya, mereka menemukan sebuah bejana kecil dengan meterai Imam Besar Yochanan yang masih utuh.
Dengan hati-hati mereka menuangkan minyak ke dalam Menorah. Mereka sadar minyak zaitun murni yang sedikit itu hanya cukup untuk menyala satu hari saja.
Mereka juga sadar bahwa membutuhkan waktu delapan hari untuk menguduskan minyak bagi Bait Suci. Namun demikian, Maccabee memiliki iman dan mentahbiskan Bait Suci dan menyalakan Menorah. Kemudian terjadilah mujizat besar. Minyak itu terbakar melewati malam pertama dan kedua, dan ketiga. Minyak itu terus terbakar menyala selama delapan malam sampai minyak baru telah siap bagi Bait Suci. Mujizat ini membuktikan Elohim menyertai Maccabee selama ini. Mereka berjuang untuk apa yang mereka percayai dan berpegang teguh di hadapan kematian dengan Elohim di sisi mereka. Iman mereka dalam Elohim dan Torah tidak goyah dan Elohim menunjukkan kepada mereka kehadiran Ilahi-Nya.
Demikianlah Bait Suci ditahbiskan dan dibersihkan.
Mujizat terakhir inilah yang diperingati orang Yahudi setiap tahun dengan penyalaan lilin dan perayaan Hanukkah sampai hari ini.
Dan jika Yeshua dan murid-murid-Nya memberi perhatian pada perayaan ini, tidakkah seharusnya para pengikut-Nya juga memperhatikannya?
Hanukkah dimulai hari Minggu sore, 6 Desember pada saat matahari terbenam dan berlanjut terus hingga Senin sore, 14 Desember.
Pemberontakan terhadap pasukan Hellenisasi ini sebenarnya menyelamatkan orang Yahudi dari kemusnahan karena mereka akan berasimilasi ke dalam budaya pagan (penyembahan berhala) di sekelilingnya. Pemeliharaan Yudaisme dan pentahbisan Bait Suci ini berperanan meletakkan panggung bagi lahirnya Yesus Kristus ke dalam sebuah keluarga Yahudi Orthodox di Yudea. Tidak mengherankan Dia pergi ke Bait Suci untuk Hanukkah – Perayaan Pentahbisan – dalam Injil Yohanes 10.
Akhir dari Antiochus dan kerajaannya
Namun ada yang lain lagi dari kisah ini. Pentahbisan Bait Suci terjadi pada hari ke-25 bulan Kislev, yaitu 14 Desember 164 SM. Dalam hitungan minggu, jika bukan hari-hari, Antiochus IV Epiphanes yang kejam mati dengan tiba-tiba. Sejarawan Yunani, Polybius mengatakan Antiochus sedang melakukan perjalanan ke bagian timur kerajaannya untuk merampok kuil lainnya ketika dia mati karena sakit dengan tiba-tiba dan "manifestasi tertentu dari ketidaksenangan ilahi."
Polybius memberi isyarat mengenai kemungkinan yang sangat kuat bahwa raja menderita penghakiman dari Allah. Apakah dia tahu itu Elohim orang Yahudi, kita tidak tahu. Kitab non-kanonik 2 Makabe menyatakan dia tahu. Namun kematiannya yang tiba-tiba adalah salah satu contoh dari banyak kematian dari mereka yang datang melawan orang Yahudi. Karena kematian raja, kerajaan Seleucus menjadi semakin lemah dan jatuh ke dalam keadaan yang tidak dapat dipulihkan.
Pengujian Israel
Kitab Suci dengan jelas menyatakan Allah akan menghakimi bangsa-bangsa karena perlakuan mereka kepada orang-orang Yahudi. Baik Perjanjian Lama maupun Baru mengajarkan hal ini, dan prinsip ini telah terjadi terus-menerus sepanjang sejarah.
Lebih dari ini, Allah menggunakan Israel untuk menguji hati bangsa-bangsa, dan karenanya mengungkap kebaikan mereka, yang akan membawa kepada berkat, atau niat jahat mereka, yang akan membawa kepada penghakiman. Masa depan mereka akan ditentukan bagaimana mereka menanggapinya. Mungkinkah pengujian yang sama berlaku di dalam gereja?
Dalam Roma 11, rasul Paulus menunjukkan sikap gereja Roma terhadap orang-orang Yahudi. Dia memperingatkan orang percaya untuk memastikan sikap mereka supaya rendah hati dan menghormati orang Yahudi. Dia bahkan memperingatkan mereka tentang kemungkinan penghakiman dari Allah jika sikap mereka tidak benar. Gereja yang menghormati akar Yahudi mereka, seperti carang liar yang dicangkokkan ke pohon zaitun, menerima kekuatan yang besar dan makanan. Dengan tidak menghormati akar utama yang menopang iman kita akan membawa kemerosotan rohani dan bahkan kematian.
Antiochus IV Epiphanes gagal dalam pengujian Israel dan kerajaannya tidak bertahan. Yang lainnya sepanjang sejarah juga gagal dalam pengujian dan mengalami penurunan dan kemusnahan.
Hanukkah, tindakan revolusioner
Revolusi Maccabee ini dinubuatkan Daniel kira-kira 300 tahun sebelumnya, dan mujizat keberhasilan revolusi itu masih terus dirayakan selama masa pelayanan Yesus di Bumi. Jika itu tidak berhasil, maka kebudayaan dan kepercayaan Yahudi akan musnah, dan Messias tidak akan dilahirkan ke dalam sebuah keluarga Yahudi yang taat seperti yang dinubuatkan oleh nabi-nabi Perjanjian Lama.
Daniel 12 berbicara mengenai suatu periode "kesusahan yang besar" yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa.
Pada waktu itu akan muncul Mikhael, pemimpin besar yang akan mendampingi anak-anak bangsamu. Dan akan ada suatu masa kesusahan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak bangsa-bangsa ada sampai pada waktu itu. Dan pada waktu itu bangsamu akan dibebaskan, yakni semua orang yang akan didapati namanya tertulis dalam kitab itu.Dan banyak di antara orang-orang itu yang tidur di dalam debu tanah akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk menjadi malu, dan kejijikan yang kekal.Dan orang-orang yang bijaksana akan bercahaya bagaikan cahaya cakrawala. Mereka yang menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang selama-lamanya.Tetapi engkau, hai Daniel, sembunyikanlah segala firman itu dan meteraikanlah kitab itu sampai pada akhir zaman. Banyak orang akan berlari kian kemari dan pengetahuan akan bertambah.”Daniel 12:1-4
“Sampai kapan akhir dari hal-hal yang ajaib ini?” tanya Daniel.
Malaikat itu menjawab bahwa firman ini akan tertutup dan termeterai sampai akhir zaman. Namun ketika waktunya tiba, orang yang bijaksana akan memahaminya.
Hanukkah dan Maccabee dapat dipahami dengan baik jika diterangi nubuatan Daniel dan rasul Yohanes dalam Kitab Wahyu. Anda tidak akan mengenal keselamatan, tidak akan mengenal kelahiran Yesus Kristus, tidak akan mengenal Perjanjian Baru, tidak akan ada kelahiran dari perawan Maria, yang mendengar dan dengan rendah mati mentaati suara Allah, jika tidak ada Hanukkah.
Daniel menubuatkan tentang Antiochus Epiphanes atau "manifestasi Allah" bangkit dari utara dan menduduki Tanah Suci.
Hampir sama seperti Islamic State yang menyatakan perang terhadap Yahudi dan Kristen hari-hari ini, Antiochus berdiri untuk menghapus setiap jejak, setiap ingatan yang dapat membawa orang kepada satu Allah yang benar atau sejarah umat-Nya.
Nubuatan Daniel mempunya makna ganda, yaitu pada periode Antiochus 167 SM dan pada masa ketika Anti-Kristus akan bangkit pada akhir zaman.
Sepertinya Antiochus akan menghapuskan iman (yang benar) kepada Allah di dunia dan itu akan menjadi akhir dari iman Kitab Suci. Jika dia berhasil, Anda tidak akan memiliki keselamatan, tidak akan ada Perjanjian Baru. Namun Allah punya rencana lain.
Bayangan Anti-Kristus
Orang-orang Kristen pada akhir zaman akan menjadi pemenang, sama seperti Maccabee.
Bahkan, kisah Hanukkah mengandung cetak biru bagaimana menang terhadap rintangan yang luar biasa dari dunia dan sistem Anti-Kristusnya.
Ada umat Allah, namun kemudian terjadi pemurtadan besar di sekelilingnya. Kejahatan menguasai seluruh negeri, dan ada moralitas baru yang mencoba memusnahkan iman kepada Allah yang benar. Antiochus membuat hukum ini supaya setiap orang meninggalkan imannya. Dia menyatakan diri sebagai Allah. Manusia menyatakan dia sebagai Allah. Dia adalah bayangan dari Anti-Kristus.
Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.
Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa.
Wahyu 13:6,7
Sama seperti dalam Kitab Daniel, Injil dan Wahyu yang berbicara mengenai kejijikan yang membinasakan (Matius 24:15), Bait Suci di Yerusalem dinajiskan, demikianlah ada berhala yang didirikan di Bait Suci dalam kisah Hanukkah. Dalam tiap kisah, seorang manusia menyatakan dirinya sebagai Allah, dan duduk di tempat kudus.
"Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji (Yunani: bdelugma eremoosis, abomination of desolation=kejijikan yang membinasakan) berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel--para pembaca hendaklah memperhatikannya--
Matius 24:15...yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.
2 Tesalonika 2:4
Seluruh rakyat di kerajaan Antiochus akan dijadikan satu secara budaya, dicampur ke dalam suatu limbah multikultural penyembahan berhala.
Tuhan yang benar di dalam Kitab Suci pada zaman Maccabee akan digantikan oleh Zeus (Satan).
Seperti itu juga, dalam Wahyu, Anti-Kristus mulai menindas orang-orang kudus Allah dan mencoba untuk mengubah waktu dan hukum.
Kita hidup dalam masa-masa yang seperti itu. Orang-orang yang percaya kepada Yesus akan menjadi duri di dalam daging bagi orang-orang dunia ini. Dan kita sedang menyaksikannya. Ada roh Anti-Kristus di dunia ini.
Satu contoh, ada usaha global untuk mengganti penanggalan "waktu" dari BC (Before Christ, atau sebelum Masehi atau sebelum Kristus) menjadi BCE (Before Common Era, atau sebelum masa ini).
Ada peperangan yang sedang berlangsung terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan Allah, khususnya Messias. Roh Anti-Kristus sedang berperang terhadap segala sesuatu, khususnya hukum alam yang berasal dari Allah.
Apa yang sudah dikenal selama ribuan tahun, sepanjang catatan sejarah manusia, tiba-tiba dalam beberapa tahun berganti dengan cepat di tangan sekelompok orang, contohnya perkawinan, antara laki-laki dan perempuan tentu saja. Kini di Eropa dan Amerika dilegalkan untuk kawin dengan sesama jenis. Bahkan pendeta atau pegawai pemerintah yang menolak untuk menikahkan atau orang-orang yang mencemooh hal ini dapat dituntut secara pidana dan dijebloskan ke dalam penjara.
Dalam mitologi Yunani, dewi Europa dirayu oleh Zeus. Benua Eropa mengambil nama dari dewi Europa.
Sama seperti kekristenan di Eropa dipikat dan dibujuk untuk menjauh dari Allah setelah Perang Dunia II, demikian juga benua Amerika sekarang ini sedang mengalami hal itu.
Eropa adalah peradaban yang dari padanya kekristenan sampai ke Amerika dan Indonesia. Namun, sekarang benua Amerika sedang berpaling dari semuanya itu. Dan semakin hari semakin menjauh dari Allah. Lalu apa yang terjadi? Roh lain yang datang. Ini rayuan yang sama.
Hanukkah membuka misteri ini, karena itu menunjukkan gambaran akhir zaman dari roh yang sedang bekerja di belakang zaman ini, yaitu ilah atau roh yang sama yang bergerak di belakang asal usul Eropa, ilah yang sama yang ada di belakang perang terhadap Israel pada Hanukkah, peperangan yang dilancarkan terhadap orang-orang kudus di Kitab Wahyu, ilah yang sama yang menajiskan Bait Suci. Inilah roh atau ilah lain yang disebut oleh Kitab Suci sebagai ilah dunia ini, yang namanya muncul dalam berbagai bentuk, yang namanya adalah Satan. Inilah roh iblisi yang akan berperang melawan orang-orang kudus akhir zaman.
Penyusupan dan penyimpangan kebenaran
Budaya Yunani pada masa Maccabee adalah budaya yang dipenuhi penyimpangan seksual. Budaya akhir zaman tidak ada bedanya, dengan dosa yang sama yang merasuk ke dalam gereja.
Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.1 Tesalonika 4:7
Inilah panggilan Allah bagi kita, dan Dia memberikan kuasa untuk hidup sebagai orang percaya yang murni dalam Allah oleh Roh Kudus-Nya. Pilihlah itu, dan Dia akan memberkati Anda.
Matius 24:9 mengatakan, "Kamu akan dibenci oleh semua bangsa karena Nama-Ku," dan Wahyu 7:13 menggambarkan kumpulan orang percaya yang tidak menyayangi jiwa mereka bahkan sampai pada kematian.
Maccabee berjuang dengan ketekunan yang sama.
Mereka berkata, "Kami tidak perduli tentang melindungi diri kami sendiri. Kami perduli dengan jalan Elohim, dan kami akan hidup atau mati dengan terhormat. Kami akan tetap berjalan di situ apa pun yang terjadi. Kami tidak akan berkompromi. Jika itu menyebabkan kami kehilangan nyawa, baiklah."
Seperti Esther berkata, "Jika aku harus binasa, biarlah aku binasa." Lalu dia dilepaskan, dan segala sesuatu kemudian berubah.
Dan mereka telah menaklukkannya melalui darah Anak Domba dan melalui perkataan kesaksian mereka; mereka tidak menyayangi jiwa mereka bahkan sampai pada kematian.Wahyu 12:11
Beginilah Maccabee berjuang. Mereka tidak gentar, mengetahui bahwa merekalah pemenangnya tidak perduli bagaimana pun hasil peperangan itu.
"Bagaimana jika mereka membunuh kita? OK, kita akan berada di surga. Tidak buruk. Apa yang terjadi pada Maccabee? Mereka hanyalah kelompok kecil yang kelihatannya akan segera dihancurkan. Maccabee memerintah bersama Elohim atas umat Elohim di Yerusalem. Jika Anda berada pada kehendak Allah dan terus demikian, ingatlah, Anda berapa pada pihak yang menang.
Apa yang terjadi pada akhirnya?
Kitab Wahyu berbicara mengenai orang-orang kudus, mereka yang memisahkan diri demi Allah. Itulah orang-orang kudus. Akan ada peperangan dilancarkan terhadap mereka, beberapa di antaranya akan terbunuh, namun itu bukanlah akhirnya.
Orang kudus memilih jalan kebenaran, dan mereka akan memiliki kuasa dan kemenangan Allah. Jalan kebenaran adalah jalan yang selalu berhasil dan menang. Biarlah pelitamu tetap menyala. Pada akhirnya jalan yang benar akan ada berkat, dan pada akhir perlombaan akan ada hadiah. Ketika para orang kudus berbaris bersama-sama, tetaplah bergabung di dalamnya.
Referensi:
Kitab 2 Makabe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.