
Suhu politik di Timur Tengah kian memanas. Sikap saling ancam-mengancam terus terjadi pada pihak-pihak yang bertikai, termasuk Israel. Ancaman dan kutukan kepada bangsa Yahudi terus terjadi dari banyak negara dan masayarakat Internasional. Kasus yang paling banyak dibicarakan ialah pembangunan pemukiman di Tepi Barat, yang oleh banyak pihak disebut-sebut dapat mengganggu jalannya perdamaian.
2 tahun terahkir ini, Israel memang dikecam oleh bangsa-bangsa akibat tindakannya membangun perumahan. PBB sudah turun tangan, tetapi Israel tidak memperdulikannya. Malahan, akibat aksi PBB yang terlalu banyak menyudutkan Israel dalam forum Internasional, Israel justru memangkas anggrannya kepada PBB.
Amerika pun sebagai sekutu Israel telah mengutus delegasi, tetapi respon Israel tetap sama. Pembangunan tetap dilaksanakan meski dibawah saksi, kecaman dan kutukan, sehingga Israel dimusuhi banyak bangsa.
Baru-baru ini, gabungan negara Arab yaitu Aljazair, Mesir, Lebanon, Maroko, Oman, Qatar dan Sudan mengajukan resolusi mewakili Palestina untuk mempertanyakan kedaulatan Israel atas Palestina.
“Setiap tindakan yang diambil oleh Israel, kekuasaan Pendudukan, untuk memaksakan hukum-hukumnya, yurisdiksi, dan administrasi dari Kota Yerusalem adalah ilegal dan karena itu batal demi hukum, serta tidak memiliki validitas apa pun,” bunyi resolusi tersebut.

Mei mendatang, negara-negara ini akan bertemu Dewan Eksekutif UNESCO di Paris untuk berusaha untuk mencabut kedaulatan Israel di wilayah Yerusalem.
Bukan hanya konflik karena pembangunan perumahan, tetapi Israel juga tengah dalam konfilk dengan kelompok teroris Hizbullah.
Beberapa waktu yang lalu 4 jet tempur Israel memasuki kawasan udara Suriah, bukan untuk memerangi ISIS, tetapi kelompok teroris Hizbullah yang turut berperang dalam perang Suriah. Menurut mantan mantan PM Israel Ehud Barak, Israel tidak akan menargetkan ISIS sebab [ISIS] tidak berdaya jika satu-lawan-satu dengan tentara Israel. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanyalah 50 ribu orang yang mengendarai mobil pickup Toyota dengan senapan mesin Perang Dunia II. Mereka bukan ancaman bagi Israel.
Hizbullah berada di Suriah untuk membantu pemerintahan Bashar al-Assad memberangus ISIS dan juga kelompok pemberontak. Tetapi di sisi lain. Hizbullah juga merupakan rekan Iran yang sangat ingin menghancurkan Israel.
Israel melakukan sejumlah serangan kepada kelompok tersebut untuk mencegah transfer senjata canggih Iran kepada Hizbullah Libanon. Bahkan pesawat tempur Angkatan Pertahanan Israel (IDF) menghantam beberapa sasaran di dekat Palmyra, diduga menghancurkan persediaan senjata canggih untuk gerakan militan Lebanon Hizbullah.
Akibatnya, Suriah juga melakukan serangan roket ke Israel, tetapi rudal-rudal mereka berhasil ditangkal oleh sistem pertahanan Israel. Serpihan rudal Suriah ditemukan di seberang perbatasan di sebuah desa di Irbid, Yordania.
Selain menggempur Israel, Suriah juga melakukan ancaman bahwa mereka akan membombardir Haifa yang menjadi pabrik Petrokimia dengan rudal Scud. Suriah sendiri memiliki 800 jenis rudal ini. Jika Suriah benar-benar membombardir Haifa, maka dampaknya lima kali lebih besar dari Bom Atom Hiroshima.
Respon Israel
Sementara itu, Israel tidak tinggal diam. Netanyahu justru berbalik menebar ancaman. Ia memperingatkan musuh-musuhnya untuk tidak macam-macam dengan negaranya. Dia mengklaim negaranya akan mengeluarkan ‘senjata paling berbahaya’ jika musuhnya menyerang Israel.
Beberapa waktu lalu, mereka menguji coba David Sling, sistem perisai rudal yang dirancang untuk untuk mencegat rudal jarak menengah. Ia menyebutnya “teknologi perintis” yang akan membantu melindungi Israel dari serangan musuh-musuhnya, terutama Hamas dan Hizbullah Libanon.

David’s Sling Weapon
Israel meyakini, sistem rudal David Sling akan membuat takut para musuh Israel. David Sling dioperasikan untuk menggantikan rudal Patriot yang tersisa di gudang senjata Israel. Kehebatan sistem perisai rudal baru Israel ini dapat menembak jatuh rudal jarak menengah dan dapat juga digunakan untuk menembak jatuh pesawat musuh. Senjata ini akan menjadi senjata lapis kedua di atas sistem pencegat rudal Iron Dome, senjata andalan Israel selama ini dalam menangkis rudal dari Gaza dan Libanon selatan.
Senjata tercanggih Israel di urutan atas adalah sistem rudal Arrow 2 dan Arrow 3. Kehebatannya bisa menembak rudal balistik jarak jauh yang ditembakkan musuh. Sistem rudal Arrow pertama kali digunakan untuk menembak jatuh rudal anti-pesawat yang ditembakkan Suriah pada 17 Maret lalu. Israel akan menggunakan sistem rudal-rudal canggih ini untuk melindungi tangki penyimpanan amonia di Haifa.
Selain itu, Israel juga melakukan latihan tempur terbesar dalam sejarah bangsa itu. Netanyahu memperingatkan bahwa perang bisa terjadi kapan saja. Israel juga melakukan penguatan sistem pertahanan maritim dengan menambah “Iron Dome” di kapal terbaru mereka, Sa’ar 6. Pasukan udara Israel juga berlatih dengan AS, Uni Emirat Arab dan Yunani.

Iron Dome

Jet Israel, UEA, AS dan Yunani
Karena lokasi perang di Suriah, maka Rezim Suriah yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad mengirim pesan ancaman kepada Israel bahwa militer . Ancaman rezim Assad itu tidak disampaikan langsung ke Israel, tapi melalui sekutunya, Rusia. Tak lebih dari 24 jam, Rusia merespon dengan memanggil Duta Besar Israel untuk Moskow Gary Koren. Pemanggilan diplomat Israel ini untuk mengklarifikasi tindakan militer Israel terhadap Suriah. Putin sendiri telah bertemu dengan Netanyahu, tetapi Netanyahu tetap akan terus melakukan agresi meliter di daerah sekutu Suriah tersebut.
CATATANAKHIRZAMAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.