Saya mengenal bahwa salah satu doktrin utama kerkristenan adalah "salvation by faith in Jesus" yang sifatnya adalah kasih karunia. Dengan demikian, pengkudusan dan ketaatan adalah buah dari keselamatan dan bukan syarat. Saya baru saja membaca beberapa kesaksian dari choo thomas, warga negara amerika serikat yang mengaku pernah mengunjungi neraka dan menyatakan banyak orang kristen tidak taat berakhir di sana. Begitu pula dalam kesaksian kesaksian di elia stories. Bagaimanakah pendapat anda tentang hal ini BP? Apakah kita bisa menyimbulkan bahwa kesaksian mereka berkontradiksi dengan firman Tuhan dan dengan demikian, tidak sah?
Terima kasih
Jawab :
Saya akan menjawab seputar pertanyaan "apakah orang Kristen dapat kehilangan keselamatan?". Dan tidak menyinggung kebenaran/ ketidakbenaran "klaim wahyu" yang didapat oleh Mrs. Choo Thomas, dan kesaksian-kesaksian sejenis.
Doktrin keselamatan tidak dapat hilang dianut oleh saudara-saudara kita kalangan Reformed/ Calvinis, bahwa bagi orang-orang yang "dipredestinasi" mereka tidak akan kehilangan keselamatan. Saya menghargai kepercayaan mereka sebagai tanda keimanan yang teguh. Namun, kita perlu juga mencermati bahwa keselamatan itu harus dikerjakan. Nah, apa jadinya jika seseorang tidak mengerjakan keselamatannya?
Keselamatan dan iman itu harus dipertahankan dan tidak disia-siakan oleh manusia, agar jangan sampai hilang...
* Filipi 2:12
"Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah KERJAKAN KESELAMATANMU dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, lihat artikel dimengerjakan-keselamatan-dalam-praktek-filipi-2-12-18-vt6258.html#p26862
* Ibrani 2:3
bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan
* 1 Petrus 2:2
Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,
Bagi saya, ajaran tentang predistinasi ala Calvin itu sebenarnya cukup baik yaitu bahwa seseorang harus yakin bahwa ia benar-benar selamat, tidak meragukan keselamatan yang diperolehnya. Namun, keselamatan itu harus dipertahankan, dengan perkataan lain ia harus berusaha agar jangan "murtad" dan kehilangan keselamatan.
Jika seandainya seseorang sudah ditentukan sebelumnya "selamat" atau "tidak selamat" berarti Yesus Kristus hanya diutus bagi "sebagian" manusia saja. Percuma toh seseorang itu percaya kepada-Nya, jika seandainya ia sudah ditentukan sebelumnya untuk menjadi penghuni neraka.
Saya pernah berdiskusi dengen seorang Calvinis murni perihal doktrin predistinasi ala Calvin, atas pendapat yang mengatakan bahwa jika seseorang itu sudah ditulis namanya di dalam kitab kehidupan, niscaya ia pasti selamat.
coba kaji ayat ini:
* Wahyu 3:5
Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; AKU TIDAK AKAN MENGHAPUS NAMANYA DARI KITAB KEHIDUPAN, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.
Dengan ayat tsb diatas, maka timbul pertanyaan :
- Apakah ada kemungkinan seseorang tidak menang?
- Apakah jadinya kalau tidak menang ?
- Nama seseorang itu bisa dihapus oleh Yesus Kristus?
Saya rasa Anda dapat menjawabnya sendiri....
Blessings,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.