Saat engkau berduka….
Mungkin tak ada sepatah katapun yang terucap dibibirmu…
Hanya ada bahasa tetesan air mata…
Begitu berat beban menyesakkan dadamu…
Seakan tidak ada tempat mengadu…
Batinku berdoa…
Dengan Keluhan – Keluhan yang tak terucapkan…
Hanya ada bahasa tetesan air mata…
Antara aku dan Tuhan Yesus…
Berdua saja di tengah kegelapan malam…
Saat kucurahkan setiap asa di relung batinku…
Yesus memeluk aku dan menampung setiap tetesan air mataku di kirbatnya…
Yesus berkata “Aku mengasihimu senantiasa, tidakkah engkau menyadarinya kasih-Ku yang tiada batasannya”.
Betapa leganya aku saat ku sadari aku tak sendiri, aku punya sobat yang selalu setia dan selalu ada setiap saat, Yesuslah namanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.