Dunia sekarang ini sedang melihat kepada bencana kejatuhan ekonomi – dan keruntuhan yang menghancurkan ini segera terjadi, demikian peringatan analis finansial.
2016 baru saja dimulai namun para ekonom khawatir bahwa ini adalah tahun resesi masif global. Itu akan lebih buruk dari keruntuhan tahun 2008 – dan bahkan dapat melampaui Depresi Besar pada akhir tahun 1920 dan 1930. Ekonomi China sedang kacau dan hanya sedikit menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Bursa saham Amerika turun ke titik terburuk pada pembukaan tahun 2016 ini.
Chancellor George Osborne memperingatkan Inggris menghadapi ancaman baru terhadap ekonomi sementara pasar saham luar negeri ambruk – menyoroti betapa rapuhnya posisi mereka jika yang lain-lainnya jatuh di sekeliling mereka. Namun kekhawatiran ini semuanya sudah diprediksi dalam buku yang dipublikasikan tiga tahun yang lalu. Analis politik dan penulis Thom Hartmann merilis buku berjudul The Crash 2016: The Plot to Destroy America – dan What We Can Do to Stop It (Keruntuhan 2016: Rencana untuk Menghancurkan Amerika – dan Apa yang Dapat Kita Lakukan untuk Menghentikannya). Hartmann memberikan peringatan yang sebenarnya tentang apa yang ada di dalam 12 bulan ke depan ini sementara negara-negara berkembang mengulangi "kesalahan tahun 1920, 1850 dan 1760."
Pria berusia 64 tahun ini memprediksi 2016 akan menjadi tahun "Keruntuhan Besar", yang akan dilanjutkan dengan kekacauan sosial dan bahkan perang. Hartmann memprediksi keruntuhan akan dimulai oleh bisnis-bisnis besar di Barat. Dia mengklaim perusahaan-perusahaan raksasa sedang duduk di atas trilyunan uang tunai tanpa melakukan apa-apa dengan itu.
The Institute of International Finance mengkalkulasi perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat, Inggris, Zona Eropa dan Jepang sedang duduk di atas US$ 8 Trilyun uang tunai, katanya di dalam buku.
Namun jumlah itu tidak signifikan dibandingkan dengan apa yang disembunyikan oleh orang-orang terkaya di dunia ini di institusi-institusi finansial luar negeri, tulisnya.
Sejumlah US$ 32 Trilyun disimpan untuk diamankan oleh orang-orang terkaya di planet ini, demikian diungkapkan dalam penyelidikan Tax Justice Centre.
Apa alasan melakukan ini?
Hartmann percaya para bilyuner tahu sebuah malapetaka sedang datang tahun ini.
"Para bilyuner bersiap untuk serangkaian guncangan ekonomi di horizon, kemungkinan dimulai di Eropa dan menyebar ke seluruh planet, dan akhirnya menumbangkan Amerika Serikat"
"Tiba-tiba, sumber utama tenaga kerja murah ekonomi Barat, khususnya yang diandalkan Amerika Serikat, akan lenyap."
Awal bulan Januari 2016 ini, China telah menghentikan perdagangan bursa sahamnya yang anjlok untuk hari kedua, sementara para investor panik.
Beijing telah melihat Yen jatuh 5,8% terhadap Dollar sejak Agustus ketika kejatuhan finansial berlanjut.
Sampul halaman depan majalah The Economist Asia-Pacific, 14 Januari 2016
Minggu ini, investor bilyuner George Soros mengatakan ketidakstabilan China punya kesamaan dengan keruntuhan tahun 2008 yang lalu.
Dia berkata, "Jika aku melihat pasar finansial, ada tantangan serius yang mengingatkan aku soal krisis yang kita hadapi tahun 2008."
"Sayangnya China punya masalah penyesuaian besar dan memiliki banyak pilihan itu benar-benar dapat mentransfer seluruh masalahnya sendiri dengan mendevaluasi mata uangnya dan itulah yang sedang dilakukan China."
Dia menulis, "Para Bilyuner bersiap untuk serangkaian guncangan ekonomi di horizon, kemungkinan dimulai di Eropa dan menyebar ke seluruh planet, dan akhirnya menumbangkan Amerika Serikat."
Yang mengejutkan buku Hartman secara akurat meramalkan perlambatan ekonomi China di tahun 2016.
Masalah superpower ini timbul dari gelembung properti, tulis Hartmann, namun "lebih buruk dari yang terjadi di Amerika Serikat."
Dia menjelaskan kota-kota besar China "dibangun dengan kecepatan tinggi, lengkap dengan kondominium pencakar langit baru, bangunan perkantoran, dan infrastruktur seperti jalan dan jembatan" sementara China bertaruh dengan ekonominya.
Masalahnya adalah tidak ada orang yang tinggal di sana.
Kota hantu di China
Menara-menara tempat tinggal di distrik baru Zhengzhou: Tingginya harga properti di China dan investasi tingkat tinggi telah mendorong pembangunan beberapa kota baru. Para ahli khawatir kehancuran pasar properti seperti ini dapat menghancurkan ekonomi global. Image: DailyMail.
Hartmann memprediksi, ini pada gilirannya akan membawa kelas atas dan menengah negeri itu menginvestasikan dana mereka dan menopang kekayaannya dengan hutang bank.
Dan China sedang menjaga setiap orang untuk bekerja menyangga ekspor ekonominya – namun ekspornya telah mengering, tulis Harmann. Dia berkata, "Dengan pangsa konsumen mereka yang mengering di seluruh dunia, masalah internal di dalam ekonomi China hanya akan semakin buruk." Pada tahun 2016, sementara orang-orang yang kelihatannya hidup di kota-kota mulai kehilangan pekerjaan mereka, kerusuhan akan menyapu negeri itu. "Semakin cepat ekonomi domestik China menyusut, semakin cepat gelembung real estate akan meledak, menyeret warga China berpenghasilan tinggi ke dalam krisis ekonomi juga."
Kehancuran pasar saham terbesar dalam sejarah sedang mendekat – Sudah siapkah Anda?
Para ahli mendorong warga Amerika Serikat untuk menyimpan makanan, senjata dan logam mulia.
Analis lainnya, dikenal lewat buku serialnya "Rich Dad, Poor Dad," yang lebih dari 26 juta eksemplar buku karangannya telah terjual, Robert Kiyosaki yang dikenal sebagai ahli finansial oleh jutaan orang di seluruh dunia. Cobalah tebak apa katanya? Bahkan Robert Kiyosaki memperingatkan bahwa suatu keruntuhan ekonomi sedang datang. Malahan, Kiyosaki dan tim ahli finansialnya mendorong warga Amerika untuk menyimpan bahan makanan, senjata dan logam mulia. Mungkin ini pertanda lain betapa dekatnya keruntuhan total Amerika Serikat.
Dahulu Kiyosaki mengajar orang-orang bagaimana menjadi kaya, tapi sekarang dia berbicara tentang menyimpan makanan, membeli senjata dan berinvestasi logam mulia dan bersiap-siap untuk keruntuhan yang akan datang.
Beberapa kata-katanya yang "menggigit" antara lain:
- …ketika ekonomi runtuh seperti yang kami prediksi…
- …orang-orang buru-buru membeli emas dan perak…
- …kita mungkin akan masuk ke dalam depresi atau hiperinflasi…
- …kita mungkin juga bisa masuk ke dalam peperangan…
- …aku mempersiapkan diri…
- …aku siap untuk yang terburuk…
- …kami punya makanan, kami punya air, kami punya senjata, emas dan perak, dan uang tunai…
- …sistem Kartu Kredit tutup, dunia juga tutup…
- …supermarket memiliki cadangan suplai 3 hari…
Kilas balik Januari 1988: "Bersiaplah untuk sebuah Mata Uang Dunia pada tahun 2018" – Majalah Economist
28 tahun lalu, halaman depan Majalah Economist edisi bulan Januari 1988 menampilkan gambar simbolis tahun 2018. Seekor burung Phoenix dengan mata uang baru (Phoenix) di sekeliling lehernya berdiri di atas bekas mata uang dunia lainnya, termasuk dollar, yang sedang terbakar menjadi abu.
Kebangkitan Phoenix, mata uang dunia dari abu kemusnahan mata uang nasional negera-negara melalui hiperinflasi. Burung "Phoenix" merupakan metafora okultisme. Keluar dari kehancuran abu Old World Order (Tata Dunia Lama), maka Luciferian New World Order (Tata Dunia Baru) akan bangkit seperti burung Phoenix.
Dalam mitologi Yunani, Phoenix merupakan burung yang berumur panjang dan mempunyai siklus kelahiran kembali. Burung Phoenix mati dengan api dan terbakar habis menjadi abu. Diasosiasikan dengan matahari, burung Phoenix memperoleh kehidupan baru dengan bangkit dari abu pendahulunya. Di Mesir kuno, burung Phoenix dinamai Bennu.
The Economist adalah majalah mingguan berbahasa Inggris yang dimiliki oleh Economist Group, dan berkantor di London, yang mulai terbit sejak bulan September 1843. Pada tahun 2006, rata-rata peredarannya dilaporkan 1,5 juta eksemplar, dan separuhnya terjual di Amerika Serikat. Economist Group, 50% sahamnya dimiliki oleh investor pribadi dan 50% lagi Exor, Agnelli dan keluarga bankir Rothschild Inggris.
Berikut ini kutipan dari majalah Economist, edisi 9 Januari 1988, volume 306, halaman 9-10
Judul artikelnya: Bersiaplah untuk Phoenix
Tiga puluh tahun dari sekarang, orang Amerika, orang Jepang, orang Eropa dan orang-orang di negara kaya lainnya, dan beberapa negera yang relatif miskin mungkin akan membayar belanjaannya dengan mata uang yang sama. Harga-harga tidak akan dicantumkan dalam dollar, yen atau D-mark tapi dalam bentuk, katakanlah, Phoenix. Phoenix akan disukai perusahaan-perusahaan dan para konsumen karena itu lebih nyaman dibandingkan mata uang negara-negara hari ini, yang saat itu akan dilihat sebagai penyebab banyak gangguan kehidupan ekonomi dalam dua puluh abad terakhir.…Phoenix mungkin akan mulai menjadi keranjang mata uang nasional, sama seperti Hak Penarikan Spesial hari ini. Pada waktunya nanti, nilainya terhadap mata uang nasional tidak akan berarti lagi, karena orang-orang akan memilihnya karena kenyamanan dan stabilitasnya sebagai kekuatan pembayaran……Zona Phoenix akan menetapkan paksaan ketat terhadap pemerintahan nasional. Tidak akan ada hal seperti, contohnya, kebijakan moneter nasional. Suplai Phoenix dunia akan ditetapkan oleh bank sentral baru, mungkin turunan dari IMF……Pemerintahan-pemerintahan jauh dari kesiapan untuk menundukkan tujuan domestiknya terhadap tujuan stabilitas internasional. Beberapa gangguan lagi terhadap nilai tukar yang besar, beberapa kehancuran pasar saham lagi dan mungkin satu atau dua kemerosotan diperlukan sebelum para politisi bersedia untuk menerima pilihan itu……Tulislah Phoenix untuk kira-kira tahun 2018, dan sambutlah ketika itu datang.
Referensi:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.