Kita semua tahu kisah Ayub. Dalam 2 hari, dia kehilangan semua kekayaannya, ternaknya, domba dan segalanya telah dicuri oleh musuh negara dan dibawa pergi. Semua pelayannya dibunuh. Semua anak – anaknya juga terbunuh – dan dia mengalami penyakit yg menyakitkan dan tak tersembuhkan.
Ayub memiliki setiap alasan di dunia ini untuk meragukan Tuhan. Dia telah kehilangan semuanya. Tetapi Ayub memiliki respon : “Sekalipun Dia membinasakan aku, aku akan tetap berharap di dalam Dia” (Ayb 13:15 NIV)
Apakah dlm hidupmu kamu ingin berhenti berharap kepada Tuhan karena kamu merasa ingin menyerah ?
Ayub kehilangan segalanya dan ia berkata, “Apapun yang terjadi, aku tidak akan menyerah. Aku akan terus berharap.” Ketika situasi tidak ada pengharapan, sekalipun ada waktu penantian, kiranya harapmu harus tetap hidup.
Kita harus belajar membedakan antara “tidak” dan “tunggu dulu”. Penundaan tidak pernah mengancurkan tujuan Tuhan dalam hidupmu.
Tuhan tidak pernah terlambat sekalipun terlihat seperti itu. Kita perlu memiliki sikap seperti Ayub. Apapun yang terjadi, saya akan tetap berharap, doa berpengharapan sampai akhir.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.