Ada sejumlah besar peristiwa-peristiwa yang terjadi di seluruh dunia yang menunjukkan perubahan Bumi yang semakin nyata karena dampak mendekatnya sistem Tata Surya Planet X, dan itu akan menjadi bahaya nyata yang semakin jelas pada hari-hari mendatang.
Bahkan, terjadi banyak insiden setiap hari sehingga laporan ini hanyalah merupakan ringkasan dan bukannya daftar lengkap. Semua ini bisa terkumpul karena banyaknya informasi dan laporan dari kelompok-kelompok independen yang melakukan riset mendalam dan mempublikasikan informasi mereka, melalui media-media alternatif dan memberikan peringatan tentang apa yang sedang terjadi, menyusun gambaran besar dari apa yang selalu dihindari untuk diberitakan oleh media-media utama dan televisi mainstream.
Dapatkah Debu Meteor Menyebabkan Polusi Air Permukaan?
Pemantauan terhadap wilayah hutan-hutan belantara asli yang belum terjamah polusi manusia menunjukkan telah terjadinya polusi fosfor misterius. Seperti nampak pada grafis, persentase aliran air dengan kandungan fosfor dibawah 10 µg/L (mikrogram per liter) turun drastis antara tahun 2004 hingga 2014. Dengan kata lain, persentase air bersih permukaan yang tidak terpolusi fosfor dengan kadar tinggi, turun secara drastis.
"Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa suatu proses tak dikenal dalam skala benua, sedang membuang fosfor ke dalam aliran-aliran air dan danau-danau di seluruh wilayah Amerika… Pengukuran naiknya kadar fosfor di dalam perairan ini dapat menyebabkan bertumbuh-kembangnya alga beracun dan mendegradasi habitat kawanan ikan, burung dan katak.""Tingkat fosfor yang tinggi dalam aliran-aliran air dan danau-danau biasanya diakibatkan oleh pembuangan limbah dan sisa buangan pertanian. Tapi penelitian baru ini menemukan polusi fosfor di area-area terpencil yang jauh dari sumber-sumber seperti itu, dan membuat para peneliti kebingungan dari mana asalnya.""Fosfor adalah nutrisi penting. Tapi jika kadarnya melebihi 10 µg/L di dalam air, ekosistem akan mulai berubah. Jenis-jenis alga yang memberi makan ekosistem yang baik mulai lenyap, dan spesies-spesies yang tak diinginkan mulai berkembang… Salah satu spesies yang tidak dikehendaki, cyanobacteria, dapat memproduksi racun…"
Mungkinkah fosfor ini berasal dari meteor-meteor dan debu kosmis yang jatuh ke Bumi dalam jumlah besar sementara kita mulai memasuki area puing-puing yang dibawa oleh Sistem Planet X? Kemungkinan demikian, karena kita memiliki data yang menunjukkan semakin banyaknya meteor-meteor dan bola-bola api yang berjatuhan ke Bumi. Dapat dipastikan ada sejumlah besar debu fosfor seperti ini:
Observasi satelit menunjukkan bahwa 100-300 metrik ton debu kosmis memasuki atmosfer Bumi setiap hari. "Jumlah ini [100-300 metrik ton per hari] berasal dari rata-rata akumulasi pada pemboran inti es di kutub dan sedimen elemen langka di laut dalam yang berhubungan dengan debu kosmis, seperti iridium dan osmium."
Lalu bagaimana dengan fosfor? Apakah meteor-meteor dan debu kosmis merupakan sumber fosfor? Ternyata memang demikian adanya.
Dari artikel Majalah Astronomi, 26 Agustus 2004,
"Menurut Matthew Pasek, kandidat doktor di University of Arizona's Lunar and Planetary Laboratory… meteorit-meteorit besi dapat membawa lebih banyak fosfor ke Bumi daripada yang dihasilkan oleh alam.""Meteorit mengandung beberapa jenis mineral pembawa fosfor, namun yang paling penting," kata Pasek, "adalah besi-nikel fosfat, yang juga disebut schreibersite. Senyawa metalik ini amat sangat langka di Bumi, tapi meteorit-meteorit besi bertaburkan butiran-butiran schreibersite atau bahkan alur-alur mineral yang berwarna kemerahmudaan.""…Pasek [dan tim]… mencampur schriebersite dengan air de-ionisasi pada temperatur ruangan. Lalu mereka menganalisa campuran cair ini menggunakan resonansi nuklir magnetik. 'Kami melihat sejumlah besar senyawa fosfor berbeda mulai terbentuk,' kata Pasek. 'Salah satu yang paling menarik yang ditemukan adalah P2O7, salah satu bentuk fosfor yang lebih berguna secara biokimia, sama dengan yang ditemukan pada ATP.' Analisa itu mengungkap sejumlah garam fosfat yang ditemukan dalam berbagai tingkat oksidasi…"
Ini bukanlah satu-satunya riset yang menunjukkan bahwa fosfor berasal dari bahan-bahan meteorit. Universitas Florida merilis hasil riset yang sama pada tahun 2013.
Jadi, apakah meteor-meteor yang berjatuhan dan partikel-partikel debu kosmis yang mengandung schiebersite meningkatkan kadar fosfor pada air permukaan? Ya, karena riset di atas menunjukkan bahwa air yang tercampur dengan material-material ini membentuk "banyak senyawa-senyawa fosfor yang berbeda-beda."
Ini menjelaskan mengapa kita melihat meningkatnya jumlah air laut berwarna merah darah dan pertumbuhan alga merah di seluruh dunia saat ini. Dan ini adalah tulah pertama dari Eksodus di Mesir.
Alga Merah, atau Air Menjadi Darah
Di Mexico, dekat Veracruz, sebuah danau sekarang ditumbuhi alga, yang juga disebut alga merah, yang membuat air menjadi berwarna merah darah dan merupakan racun bagi ikan, kehidupan liar dan manusia.
'Bencana yang tidak ada bandingannya' bagi peternak-peternak ikan di Hongkong: alga merah yang mematikan membunuh 36 ton ikan.
"Seorang ahli ekotoksologi di Hong Kong Institute of Education, Profesor Rudolph Wu Shiu-Sun, mengatakan sulit menjelaskan mengapa wabah alga beracun bertumbuh subur tahun ini, tapi alga merah terbentuk karena kondisi tertentu yang sangat spesifik. Variabelnya meliputi rasio nitrat dengan fosfat, yang umumnya ditemukan dalam air limbah, dan temperatur air laut." Perhatikan bahwa fosfat ikut terlibat.
Alga merah mengacaukan sektor perikanan salmon di Chile dengan kerugian mencapai US$15 juta bagi AquaChile.
29 Februari 2016 "Alga merah di selatan Chile baru-baru ini telah membunuh jutaan salmon Atlantik dan menyebabkan kerugian US$15 juta bagi Empresas AquaChile dan kerugian US$6,5 juta bagi sektor perikanan Australia," kata perusahaan-perusahaan itu.
Dalam artikel awal Februari ini, pertumbuhan pesat alga yang tidak wajar dilaporkan di Florida:
"Alga merah dengan rentang konsentrasi hingga 1 juta sel per liter dan lebih di wilayah Lee County," menurut Florida Fish and Wildlife Conservation Commision. Skala FWC mencapai 1 juta sel per liter, yang cukup untuk membunuh ikan dan mamalia laut dan juga menyebabkan masalah pernafasan bagi manusia. "Para ilmuwan kualitas air telah melakukan pengukuran sebesar 150 juta sel per liter dalam beberapa hari terakhir," menurut Sanibel-Captiva Conservation Foundation."Angler Hendry Rossi dari Cape Corel mengatakan dia dan dua kapten kapal ikan mengarungi perairan pantai yang berwarna hijau sup, peristiwa yang bahkan belum didokumentasikan atau dilaporkan kepada pihak berwenang. "Aku sudah memancing di sini selama 17 tahun dan aku tidak pernah melihat seperti yang kami alami hari Senin," kata Rossi. "Kami berada 25 mil dari mercusuar dan kami melintasi perairan yang warnanya hijau seperti sup kacang polong hijau, air yang hijau gelap sepenuhnya. Dan kami melintasi itu sejauh 20 mil. Aku tahu ada alga merah, tapi ini benar-benar berbeda. Tidak ada apa pun di udara." Bartleson mengatakan air hijau yang dilewati Rossi adalah tanda pertumbuhan alga yang sangat tebal.
Alga merah tersebar di sepanjang pantai Collier County. "NAPLES, Florida – Pertumbuhan alga merah yang semakin memburuk di Collier County telah menyebabkan ikan-ikan mati sepanjang tepian pantai dan komplain dari wisatawan yang mengalami masalah pernafasan. "Sementara berenang di pantai masih diijinkan, para wisatawan direkomendasikan segera mandi sesudah keluar dari air beracun, dan memperingatkan anak-anak kecil untuk tidak memasukkan kepala mereka ke air atau menelan air laut."
Ini adalah level "medium" alga merah, dengan kadar antara 100.000 hingga 1 juta sel per liter. Bagaimana dengan kadar "tinggi" mencapai 150 juta sel per liter seperti yang diukur oleh Sanibel-Captiva Conservation Foundation? Dengan kata lain, berhati-hatilah untuk melindungi saluran pernafasan Anda dari dampak racun ini.
Apa yang dimaksud dengan gangguan pernafasan yang disebabkan alga merah? Berikut ini laporan dari pantai barat Florida:
18 Februari 2016Alga MerahKira-kira 10 hari lalu aku mulai batuk-batuk. Banyak sekali.Ini aneh karena aku hanya batuk-batuk kalau ada di luar rumah. Aku menceritakannya kepada seorang teman yang menjelaskan bahwa tubuhku bereaksi terhadap alga merah. Pernah dengar Karenia Brevis? Itu nama keren alga yang hidup di Teluk Mexico yang aerosol beracunnya tertiup angin ke daratan, dan menjadikan pantai kita di perairan Florida Barat menjadi wilayah batuk. Ini, kunjungan kami ke sini, adalah pertama kalinya kami mengalami ini.Tentu saja, aku pernah dengar tentang alga merah. Tapi aku tidak pernah menyadari itu dapat mengiritasi paru-paru seperti juga membunuh ikan. Apa yang aku temukan sekarang adalah bahwa itu dapat membuat hidup jadi sengsara bagi mereka yang menyingkir ke sini karena musim dingin. Sekarang ini, area kolam renang kami menjadi seperti halaman rumah sakit yang penuh pasien TBC.Untuk penyembuhan: menjauhlah dari pantai atau tinggallah di dalam rumah dengan AC jika punya.Dan berharap arah angin berubah.
Angin di lautan itu kuat dan penyebaran alga merah sangatlah luas, jadi perlu diantisipasi dampak gangguan pernafasan ini di wilayah daratan, ketika angin bertiup melintasi perairan, danau, dan sungai-sungai yang dipenuhi alga merah.
Karenia Brevis (alga merah) bertumbuh kembang terjadi di Teluk Mexico hampir tiap tahun, umumnya musim panas akhir atau awal musim gugur. Jadi, seperti halnya serbuan tornado dan banjir yang memecahkan rekor pada musim dingin kali ini, yang sangat tidak normal, terjadi juga pertumbuhan alga merah di musim dingin, yang bukanlah musim yang normal untuk peristiwa-peristiwa seperti ini. Ada kemungkinan, peristiwa alga merah akan semakin parah akhir tahun ini di dalam musim yang tidak lazim.
Tulah Pertama Eksodus Dimulai, Kembali?
Ringkasnya, Bumi dipenuhi material schiebersite dari angkasa, melalui meningkatnya jumlah meteorit dan debu kosmis yang jatuh ke permukaan Bumi sementara Sistem Planet X mendekat, dengan diiringi area puing-puingnya yang sangat luas. Ini menambah jumlah senyawa fosfat di air permukaan – mulai dari hulu aliran-aliran air pegunungan yang masih asli dan danau-danau, hingga sungai-sungai, dan sampai ke air lautan di seluruh dunia.
Ini pada akhirnya, akan menyebabkan pertumbuhan alga secara pesat, yang beberapa diantaranya beracun bagi manusia. Salah satu jenis yang paling membahayakan adalah "alga merah." Ini menyebabkan sungai-sungai "berubah menjadi darah" seperti di Mesir. Itu sangat beracun, menyebabkan kematian ikan dan binatang liar, dan menyebabkan kerusakan sistem pernafasan pada manusia dan binatang-binatang lain di sekitarnya. Sekarang ini serbuan alga merah mulai terjadi kembali secara luas dan lebih sering dibandingkan sebelumnya. Apakah tulah pertama Eksodus telah dimulai kembali pada tahap permulaan?
Orang-orang Mesir kuno nampaknya mengalami trauma mendalam karena peristiwa-peristiwa yang mengiringi Eksodus. Itu nampak dari tulisan-tulisan mereka yang masih tersisa hingga saat ini. Dari Kitab Kolbrin, tulisan Mesir kuno tertulis:
Kitab Manuscripts
BAB 3 – Sang Penghancur - Bagian 1Dari Gulungan Kitab BesarManusia melupakan hari-hari Sang Penghancur. Hanya yang bijak tahu ke mana itu pergi dan bahwa ia akan kembali pada saat yang ditetapkan baginya.Itu mengamuk melintasi Angkasa pada hari-hari murka, dan seperti inilah keserupaannya: Itu seperti gumpalan awan asap terbungkus di dalam pijar kemerahan, tidak dapat dibedakan sendi atau anggota tubuhnya. Mulutnya seperti sebuah jurang yang dari padanya keluar api, asap dan abu bara api panas.Ketika zaman-zaman berlalu, suatu hukum-hukum tertentu berlaku di antara bintang-bintang di Angkasa. Jalur-jalur mereka berubah, ada pergerakan dan kekacauan, mereka tidak lagi tetap dan suatu cahaya besar muncul kemerahan di langit.Ketika darah menetes ke atas Bumi, Sang Penghancur akan muncul dan gunung-gunung akan terbelah dan menyemburkan api dan abu. Pohon-pohon akan dihancurkan dan semua makhluk yang hidup akan ditelan. Perairan akan ditelan oleh daratan dan lautan akan mendidih. Angkasa akan terbakar terang dan kemerahan, akan ada corak warna tembaga di atas permukaan daratan, diikuti oleh hari kegelapan. Sebuah Bulan baru akan muncul dan pecah dan jatuh.Orang-orang akan tercerai-berai di dalam kegilaan. Mereka akan mendengar sangkakala dan pekik peperangan dari Sang Penghancur dan akan mencari pengungsian di dalam gua-gua di dalam Bumi. Teror akan memakan hati mereka dan keberanian mereka akan mengalir keluar dari mereka seperti air dari bejana yang pecah. Mereka akan dimakan di dalam lidah nyala api murka dan terbakar oleh nafas Sang Penghancur.Demikianlah di dalam Hari-hari Murka Surgawi, yang telah berlalu, dan demikianlah itu akan terjadi di dalam Hari-hari Kiamat ketika ia datang kembali. Waktu kedatangannya dan perginya diketahui oleh orang bijak.
Bandingkan:
Wahyu 8:8-9 Lalu malaikat yang kedua meniup sangkakalanya dan ada sesuatu seperti gunung besar, yang menyala-nyala oleh api, dilemparkan ke dalam laut. Dan sepertiga dari laut itu menjadi darah, dan matilah sepertiga dari segala makhluk yang bernyawa di dalam laut dan binasalah sepertiga dari semua kapal. (TB)Zefanya 1:14-16 Sudah dekat hari YAHWEH yang besar itu, sudah dekat dan hampir tiba! Gema suara hari YAHWEH adalah pahit, orang kuat yang ada di sana pun akan menangis dengan suara keras.Hari itu adalah hari kemurkaan, yaitu hari kesukaran yang penuh bahaya dan penderitaan yang berat, suatu hari keruntuhan dan penghancuran, suatu hari kegelapan dan kesuraman, hari mendung dan berkabut.Hari sangkakala dan pekik perang terhadap kota-kota yang berkubu dan terhadap menara-menara yang tinggi. (ILT)
Apakah hal ini juga yang menyebabkan semakin seringnya terdengar bunyi-bunyi di langit seperti suara "tiupan sangkakala" yang terjadi di seluruh Bumi akhir-akhir ini?
Statistik Meteor dan Bola Api
Ada sangat banyak laporan penglihatan-penglihatan bola-bola api di langit dan laporan-laporan suara dentuman dan rumah-rumah bergetar. Menurut American Meteor Society, peristiwa-peristiwa bola api secara keseluruhan meningkat secara tetap. Tapi peristiwa munculnya bola-bola api raksasa meningkat drastis. Ini juga dilaporkan oleh berita-berita televisi.
Bola api terbesar kedua, sesudah ledakan di Chelyabinsk bulan Februari 2013, telah dideteksi pada tanggal 6 Februari 2016 kira-kira jam 14.00 UTC di wilayah selatan Samudera Atlantik. "Data yang dirilis NASA menunjukkan bahwa meteor itu melepaskan energi setara 13.000 ton TNT, dan itu bergerak dengan kecepatan di atas 15,5 kilometer per detik. Itu memiliki diameter kira-kira 7 meter yang dihitung berdasarkan energi kinetiknya."
Ya, jumlah bola-bola api meningkat di seluruh dunia. Ini menunjukkan bahwa nampaknya kita sedang memasuki daerah puing-puing sistem Planet X. Jadi perlu diantisipasi bahwa peristiwa-peristiwa semacam ini akan terus bertambah frekuensinya.
Seorang pria mati tertimpa meteor di India pada 6 Februari 2016. Grafik dari artikel itu menunjukkan "banyaknya laporan luka-luka, kematian, dan kebakaran yang disebabkan oleh tabrakan meteor di sepanjang sejarah selama berabad-abad," meskipun NASA mengklaim bahwa "belum pernah ada konfirmasi laporan ilmiah bahwa seseorang telah mati tertimpa meteor di sepanjang sejarah."
Video korban ledakan meteorit di India (Graphic Warning!!!)
Beberapa hari sesudah kejadian ini diberitakan, NASA membuat pernyataan bahwa tidak mungkin sebuah meteor membunuh orang itu.
"Menurut NASA, tidak ada catatan dalam zaman modern ini mengenai terbunuhnya seseorang karena meteorit. Itu sangat langka, belum pernah ada konfirmasi laporan ilmiah seseorang terbunuh karena tabrakan meteorit di sepanjang sejarah," kata Lindley Johnson, direktur NASA's Planetary Defense Coordination Office di Washington. 'Ada laporan-laporan luka-luka, tapi bahwa itu amat sangat jarang terjadi sebelum peristiwa Chelyabinsk tiga tahun lalu.'"
Bola-bola api semakin besar, semakin terang, semakin menggelegar dan semakin sering terlihat di seluruh dunia. Jadi tidak mengejutkan jika seseorang terbunuh karena tertimpa meteorit seperti di bulan Februari. Sementara ukuran meteor-meteor itu semakin bertambah besar, situasi nampaknya akan semakin membahayakan bagi manusia, binatang maupun properti.
Bola api raksasa di Inggris, 17 Maret 2016:
Bola api raksasa di Brazil, 1 April 2016:
Bola api yang meledak di utara Arab Saudi, 3 April 2016:
Tanda-tanda Kedatangan Sistem Planet X
Tiga video dari Sott.net (Signs of the Times – Tanda-tanda Zaman) ini memberikan gambaran bagus peristiwa-peristiwa terkini pembawa kabar kedatangan Sistem Planet X sepanjang bulan Januari – Februari 2016.
SOTT Earth Changes Summary – January 2016
Extreme Weather, Planetary Upheaval, Meteor Fireballs
Extreme Weather, Planetary Upheaval, Meteor Fireballs
SOTT Earth Changes Summary – January 2016 –
Part 2: Extreme Weather, Planetary Upheaval (BONUS)
Part 2: Extreme Weather, Planetary Upheaval (BONUS)
SOTT Earth Changes Summary – February 2016:
Extreme Weather, Planetary Upheaval, Meteor Fireballs
Extreme Weather, Planetary Upheaval, Meteor Fireballs
SOTT Earth Changes Summary - March 2016:
Extreme Weather, Planetary Upheaval, Meteor Fireballs
Gunung Berapi
Sekarang ini ada 36 gunung berapi yang secara simultan dan bersama-sama sedang erupsi di seluruh dunia menurut VolcanoDiscovery.com. Agak sedikit lebih menurun dibandingkan artikel sebelumnya, bulan Januari 2016 kemarin, tapi masih tetap banyak jika dihitung bahwa rata-rata terjadinya erupsi adalah 25 gunung api per tahun, dan semuanya tidak terjadi secara bersamaan.
"Meskipun dalam beberapa dekade terakhir gempa bumi telah menjadi penyebab kerusakan dan kematian utama, namun resiko global utama adalah erupsi besar gunung berapi yang memang lebih jarang terjadi tetapi jauh lebih berdampak luas dibandingkan gempa bumi besar. Dikarenakan dampak jangkauannya yang luas terhadap iklim, ketahanan pangan, transportasi, dan pasokan suplai, peristiwa ini memiliki potensi memicu bencana global dan malapetaka. Biaya penanganan dan kemampuan respon terhadap peristiwa-peristiwa ini di luar kesanggupan finansial dan politik dari masing-masing negara."
"Erupsi gunung berapi dapat menyebabkan dampak yang lebih buruk terhadap atmosfer dan dampak iklim dan dapat menyebabkan masalah drastis terhadap panenan dan air bersih, seperti terjadinya kelaparan luas dan wabah yang merajalela sesudah erupsi gunung Laki tahun 1783 dan gunung Tambora tahun 1815… Karena itu erupsi gunung berapi memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan semua bencana alam dengan periode kejadian yang sama, termasuk tabrakan asteroid."
Bumi diperkirakan akan menghadapi sejumlah besar erupsi gunung berapi, beberapa diantaranya sangat besar, yang berhubungan dengan melintasnya Sistem Planet X. Pada puncak Pole Shift nanti, seluruh gunung berapi di bumi akan meletus bersama-sama.
Wahyu 16:20 Dan semua pulau hilang lenyap, dan tidak ditemukan lagi gunung-gunung. (TB)
Gempa Bumi
Lukas 21:11 …dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat …
Sejak update terakhir pada artikel sebelumnya, Januari 2016, telah terjadi 3766 gempa bumi di seluruh dunia dengan magnitude 2.0 ke atas, 1277 dengan magnitude 4.0 ke atas, 161 gempa bumi dengan magnitude 5.0 ke atas, dan 12 dengan magnitude 6.0 ke atas, menurut USGS.
Kota Oklahoma di Amerika mengalami 23% peningkatan gempa bumi tahun ini. Bahkan, "secara keseluruhan, sepanjang tahun 2016 ini saja telah terjadi 825 gempa bumi, dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2015 yang berjumlah total 671 gempa bumi."
Dapat dilihat dari diagram IRIS Earthquake Browser bahwa telah terjadi kluster gempa bumi di sepanjang Pantai Barat Amerika, dimana pelepasan masif karbon monoksida dan gas-gas lain terjadi pada tanggal 25 Februari 2016, termasuk gempa bumi M5.1 pada 24 Februari (yang diturunkan oleh USGS menjadi M4,8).
Pelepasan Masif Karbon Monoksida di Sepanjang Pantai Barat Amerika
Dari berbagai laporan yang diterima, telah terjadi pelepasan masif karbon monoksida, karbon dioksida, dan sulfur dioksida di sepanjang Pantai Barat Amerika, seperti yang ditunjukkan gambar satelit. Satelit ini kemudian dikatakan "error" dan di-offline-kan tidak lama sesudah berita ini tersebar. Apa yang tidak diketahui oleh otoritas Amerika Serikat adalah bahwa satelit Eropa juga menangkap data yang sama.
Citra satelit EOS-Terra, NASA: Karbon monoksida di atas California
NASA ketahuan berbohong, dengan menyatakan data pencitraan satelit terhadap pelepasan masif karbon monoksida itu 'error', sementara data yang sama muncul di satelit Eropa. "Tanggal 26 Februari 2016, NASA merilis pernyataan di website-nya… mengklaim data yang menunjukkan pelepasan masif letupan karbon monoksida di sepanjang Pantai Barat Amerika Serikat merupakan 'error' yang disebabkan oleh 'manuver penyesuaian inklinasi' satelit EOS-Terra mereka… "Aku menyaksikan video dari Mike Morales yang memberitahuku untuk melihat website Copernicus milik Eropa untuk mencek data mereka pada hari yang sama… Data Eropa pada hari yang sama, 26 Februari 2016, menunjukkan sejumlah besar karbon monoksida di atas Pantai Barat Amerika, kurang lebih sama dengan data NASA, yang mereka nyatakan 'error'…"
Citra satelit Copernicus, Eropa: Karbon monoksida di atas California
Setelah ternyata pembacaan satelit itu sebenarnya akurat (bukan anomali), kita tahu bahwa gas ini telah tersebar selama lebih dari 5 hari sejak peristiwa itu terjadi pada 25 hingga 26 Februari. Selama 5 hari sejak peristiwa ini terjadi, gas ini menyebar ke arah timur dan barat Amerika Serikat, mengikuti arus angin yang sebenarnya – membuktikan keberadaan gas yang terdeteksi – membuktikan gas ini bergerak sesuai arah angin di permukaan."Lokasi yang paling dipadati Karbon Monoksida nampaknya di sekitar California Tengah… Aku ingin menunjukkan kepada semuanya… SATU HARI SEBELUM pelepasan karbon monoksida ini, pada 24 Februari … gempa bumi M5.1 (yang direvisi M4.9) terjadi di CALIFORNIA Tengah di operasi pemompaan gas/minyak besar."Magma adalah satu-satunya kemungkinan yang dapat menghasilkan pelepasan besar gas ini – penyebab utamanya adalah fakta bahwa pelepasan besar gas ini berpusat di sekitar gunung berapi dan titik-titik pemboran yang dilakukan manusia."Tekanan ke atas dari bawah Lempeng Pasifik pasti telah menimbulkan timbunan tekanan di bawah Kraton (Kerak) Benua Amerika Utara. Tekanan ini telah menggeser banyak gunung api tidur sepanjang 1-2 minggu, sebagian besar ada di California."Tekanan seismik dan pergerakan besar Lempeng adalah satu-satunya penjelasan besarnya gas yang muncul di atas wilayah yang begitu luas dalam waktu yang begitu singkat.
Kesimpulannya adalah, gunung berapi dan gempa bumi yang berhubungan, melepaskan gas-gas. Itu juga berhubungan dengan gas dan pemompaan minyak, yang membocorkan Bumi, memungkinkan lebih banyak gas-gas yang dilepaskan. Diagram gempa bumi USGS menunjukkan kluster gempa bumi di area dimana gas-gas dilepaskan.
Untungnya, tidak ada gempa bumi besar yang merusak yang berhubungan dengan peristiwa ini. Namun sayangnya, situasi ini nampaknya akan berubah seiring semakin mendekatnya Sistem Planet X.
Iklim yang Semakin Menggila terus Berlangsung
Musim tornado ekstrem menjadi semakin umum, menurut studi. "Sebagian besar kerusakan dan kematian yang disebabkan tornado di Amerika Utara sepanjang musim – peristiwa cuaca skala besar yang dapat berlangsung dua hingga tiga hari dan membentang di wilayah luas… Sekarang, penelitian terbaru menunjukkan bahwa jumlah rata-rata tornado dalam musim ini meningkat sejak 1954, dan bahwa kemungkinan musim ekstrem datang – pabrik tornado seperti tahun 2011 – juga semakin meningkat… Peneliti mengatakan mereka tidak tahu apa yang menyebabkan perubahan ini."
Waterspout (tornado air) juga semakin meningkat intensitasnya. Itu adalah tornado yang terjadi di atas lautan, dan bisa memiliki kekuatan angin dan kekuatan merusak, namun umumnya lebih lemah dan tidak bertahan dibandingkan tornado yang menyerang daratan. Berdasarkan artikel dari Ft. Lauderdale di atas, dan peristiwa di New Orleans, itu kemungkinan berubah. Dari New Orleans, "Umumnya, waterspout di wilayah kami lemah dan terjadi pada musim panas di tengah hari. Ini sama sekali tidak lemah… Ini tidak normal. Jika ini mencapai daratan, itu akan menimbulkan kehancuran properti dan menjadi ancaman."
Angin matahari 'memicu petir di Bumi.' Para ilmuwan menemukan bahwa ketika kecepatan dan intensitas angin matahari bertambah, demikian juga tingkat sambaran-sambaran petir… Tim ini mengatakan turbulensi cuaca ini dapat berlangsung lebih dari satu bulan sesudah partikel-partikel itu menghantam Bumi… Menggunakan data dari Eropa utara, para peneliti mendapati terjadi rata-rata 422 sambaran petir dalam 40 hari sesudah angin matahari berkecepatan tinggi tiba, dibandingkan dengan 321 sambaran petir dalam 40 hari sebelumnya… "Penemuan ini mengejutkan," kata Dr. Scott, "karena sebelumnya dipikir bahwa peningkatan angin matahari akan menyebabkan efek sebaliknya."
Diperkirakan peristiwa sambaran-sambaran petir yang lebih ganas akan terjadi di seluruh dunia sementara Sistem Planet X mempengaruhi aktivitas Matahari kita. (Rekomendasi kemanan petir).
Curah Hujan Masif, Rekor Banjir Berlanjut
Zecharia Sitchin, ahli sejarah Sumeria kuno, dalam bukunya "The 12th Planet" mempelajari tulisan-tulisan kuno Sumeria yang menunjukkan bahwa banjir merupakan salah satu tanda mendekatnya Planet Nibiru.
Banjir besar sekarang ini telah menjadi semakin luas di seluruh dunia karena terjadinya curah hujan ekstrem. Seluruh rata-rata curah hujan total selama satu bulan (atau beberapa kali lipat jumlah itu), turun sekaligus dalam waktu hanya 24-48 jam. Sekarang ini bukan lagi peristiwa yang jarang terjadi.
Indonesia – Banjir bandang Menyebabkan Ratusan Mengungsi di Padang – 1 Tewas Sesudah Banjir Bandang di Magelang. "Sebanyak 370 mm curah hujan tercatat di Padang dalam 24 jam antara tanggal 21 – 22 Maret 2016. Hujan besar ini menyebabkan Sungai Batang Arau meluap… 9 desa tenggelam setinggi 1 meter." Menurut catatan, rata-rata hujan bulan Maret untuk Padang adalah 320 mm. Ini artinya, jumlah volume rata-rata seluruh hujan total selama bulan Maret, turun hanya dalam tempo 24 jam pada tanggal 21-21 Maret 2016.
Jumlah hujan?
Menurut National Weather Service, "Boulder Creek Huckleberry mencatat curah hujan 16,5 cm dalam kurun waktu 24 jam. "Rata-rata curah hujan bulan Maret di sana 18,2 cm. Jadi dalam waktu 24 jam, hampir seluruh volume curah hujan bulan Maret, turun sekaligus, dan hujan badai di California itu terus berlangsung melewati waktu tersebut, dan banjir bandang masih terus melanda.
Beberapa kejadian yang lebih buruk di wilayah lain:
New Zealand – Hujan 50 cm dalam 2 hari menyebabkan banjir bandang di Nelson dan Tasman. "Kantor Meteorologi New Zealand mencatat hujan 67,8 mm di bandara Nelson kemarin, 17 Februari 2016. Total rata-rata curah hujan selama Februari adalah 46 mm. Namun, pertahanan sipil melaporkan bahwa di daerah-daerah tertentu, curah hujannya jauh lebih ekstrem." Apa artinya? Dalam 24 jam saja, 1,5 kali volume total curah hujan selama satu bulan, turun hanya dalam tempo satu hari.
Bagaimana dengan daerah-daerah tertentu yang disebutkan lebih ekstrem hujannya? …Sebagian Nelson Tasman tenggelam lebih dari setengah meter karena hujan selama 48 jam. 528 mm tercatat di pencatatan hujan Paradise di perbukitan belakang Takaka." Berapa rata-rata volume total curah hujan selama Februari di sana? Kurang lebih 50 mm. Ini artinya, dalam waktu 48 jam, 10x lipat volume total curah hujan rata-rata selama satu bulan, turun sekaligus.
New Zealand – Ratusan Orang Dievakuasi setelah Banjir Bandang Melanda Pantai Barat – Hujan 350 mm dalam 24 Jam. Peristiwa hujan ekstrem terjadi lagi di bulan Maret. Pengukuran curah hujan mencapai rekor luar biasa – 376 mm dalam waktu 24 jam. Rata-rata curah hujan total selama Maret di wilayah tersebut kurang lebih 80 mm. Mereka dilanda curah hujan 5 kali lipat dari total hujan sebulan hanya dalam satu hari saja.
Paksitan – 2 Minggu Hujan Lebat dan Banjir – Pemerintah Menyebutkan Lebih dari 100 orang tewas. "Hujan turun terus-menerus sejak 11 Maret (11 hari) di berbagai wilayah terdampak, dan akumulasi total telah melampaui jumlah total normal selama Maret di lebih dari 60 lokasi, menurut Pakistan's Meteorological Departmen (PMD)."
Berapa banyak jumlah "normal selama seluruh bulan Maret" di Pakistan? Di kota Poonch, curah hujan 349,5 mm terjadi mulai tanggal 12 hingga 19 Maret. Curah hujan rata-rata Poonch untuk sepanjang bulan Maret adalah 31,2 mm. Mereka menerima lebih dari 11 kali lipat jumlah rata-rata hujan total selama Maret hanya dalam waktu 7 hari.
2 Tewas dalam Badai yang melanda Selatan Amerika, Keadaan Darurat Banjir Dinyatakan di Louisiana sesudah turun hujan sebanyak 335 mm."Curah hujan hingga 14 inchi dicatat di beberapa lokasi sebelum hujan berakhir." Ini sejarah, memecahkan rekor banjir, termasuk membanjiri rumah-rumah, jalanan, dan wilayah yang tidak pernah banjir sebelumnya. Taylortown, Louisiana menerima 14,44 inchi hujan dalam waktu 24 jam yang berakhir pada 9 Maret. Curah hujan rata-rata total sebulan di Taylortown adalah 4,48 inchi. Ini lebih dari 3 kali total rata-rata sebulan, hanya dalam satu hari.
Hujan turun terus-menerus selama berhari-hari, dan berdampak di Texas juga. Tingkat air sungai Sabine di Deweyville, Texas Timur, memecahkan rekor sejarah: 33,24 kaki pada 16 Maret 2016. Rekor sebelumnya terpecahkan pada tanggal 1 Mei 1884 setinggi 32,20 kaki.
Anomali Hujan Salju dan Musim Dingin terus Berlanjut
Setidaknya 1,5 juta kupu-kupu Monarch mati kedinginan, sementara angin badai salju yang tidak normal bergeser melintasi pegunungan Michoacán dimana kupu-kupu ini bertengger selama musim dingin. Badai ini melanda pada permulaan migrasi musim semi.
Mexico mengalami musim dingin paling dingin sepanjang sejarah. Di Santuarios terjadi hujan salju paling lebat dalam sejarah. Kejutan hujan salju turun di gurun pasir Mexico, dimana otoritas setempat khawatir atap-atap rumah akan roboh.
Vortex kutub (udara dingin kutub) bergeser lebih ke bagian tengah dan timur Amerika Serikat, sementara vorteks kutub bergeser dari posisinya sepanjang awal April. Ini diprediksi akan menimbulkan rekor musim dingin di bagian Midwest dan Mideast. Musim dingin ini akan merusak pohon-pohon buah-buahan yang sedang berbunga dan tumbuh-tumbuhan di bagian lembah Ohio dan Tennessee, demikian juga di bagian Timur Laut.
Dampak bergesernya Polar Vortex ini adalah suhu bisa turun mencapai -50°C
Ukuran Hujan Es semakin Besar
Hujan es besar menjadi semakin umum terjadi di seluruh dunia. Hujan es sebesar "bola tenis" telah membunuh beberapa ekor burung di kebun binatang Texas dan juga merobohkan lampu jalanan, atap-atap, dan memecahkan kaca mobil di area tersebut.
Hujan es di Texas
"Wilson mengatakan kematian itu meliputi lima burung flamingo, seekor pelikan dan dua burung yang lebih kecil – ibis dan bayi angsa leher hitam. Dia mengatakan burung-burung lain masih dirawat di rumah sakit kebun binatang. Wilson mengatakan hujan es sebesar bola golf atau lebih besar telah melanda kebun binatang itu sekitar jam 6.30 pagi, menghancurkan lampu-lampu jalan, atap-atap gedung dan mobil-mobil."
Hujan es sebesar telur ayam jatuh di Chenzou di China, 17 Maret 2016. Hujan es ekstrem melanda Guizhou di barat daya China, 20 Maret.
Di Colton, California, dekat Los Angeles, hujan salju jatuh dari langit yang cerah. Gumpalan-gumpalan salju jatuh dari langit ke perumahan di Colton, menimbulkan tanda tanya warga. "Mereka ada di mana-mana, di atap, menutupi jalan setapak dan di semak-semak. Insiden tidak lazim ini terjadi di 1200 blok di Mojave Drive sekitar Senin jam 10 pagi – ketika langit cerah dan tidak ada tanda-tanda badai atau cuaca aneh."
Daftar hujan salju di Amerika Serikat dengan ukuran es lebih besar dari 2,5 cm bisa dilihat disini.
Vietnam, Minggu, 3 April 2016, turun hujan badai es selama 8 menit yang menghancurkan kira-kira 1000 rumah dan 100 hektar lahan pertanian di Provinsi Tuyen Quang, Vietnam. Menurut Thanhnien News, para saksi mata mengatakan ukuran batu es yang jatuh berdiameter antara 10-15 cm.
Hujan es di Vietnam
Wahyu 16:21 Dan hujan es besar, seberat seratus pon, jatuh dari langit menimpa manusia, dan manusia menghujat Allah karena malapetaka hujan es itu, sebab malapetaka itu sangat dahsyat. (TB)
Cuaca Lingkar Kutub telah Bergeser
Sejak kemunculan awan-awan stratosfer (awan nacreous) di langit Inggris, bagian Inggris selatan sekarang mengalami penampakan aurora borealis. Kombinasi tepat pada atmosfer bawah dan angkasa menyebabkan aurora dapat terlihat di sebagian wilayah. Apa yang menyebabkan fenomena yang biasanya hanya terjadi di lingkar kutub kini sekarang telah bergeser ke Inggris? Apakah arah poros bumi telah bergeser? Pergeseran medan magnet bumi?
Awan nacreous (warna mutiara)
Awan noctilucent
Debu kosmis biasanya dihubungkan dengan pembentukan awan noctilucent – awan-awan yang berada paling atas di atmosfer Bumi. Partikel-partikel debu ini memberikan ruang permukaan bagi kristal-kristal awan es untuk terbentuk. Awan-awan ini bertumbuh sepanjang musim panas di wilayah kutub dan mereka muncul sebagai indikator perubahan iklim. Logam-logam yang berasal debu kosmis ini juga mempengaruhi kimiawi ozon di stratosfer.
Perubahan-perubahan awan di dalam kimiawi stratosfer ini dikarenakan bertambahnya jumlah debu kosmis, dan ini menjelaskan mengapa Inggris sekarang memiliki awan-awan stratosferik kutub (awan nacreous) yang umumnya hanya dapat dilihat di langit Lingkar Kutub, dimana awan-awan noctilucent dapat terlihat.
Jumlah Sinkhole (Lubang Tanah) yang Terbentuk telah Memecahkan Rekor
Sebelum 2010, fenomena kemunculan sinkhole relatif jarang terjadi. Dalam 5 tahun terakhir, kemunculan sinkhole terjadi dalam jumlah yang tidak ada bandingannya, di seluruh planet Bumi dalam ukuran dan skala yang belum pernah dilihat manusia sebelumnya. Tahun 2016 ini, terbuka sinkhole-sinkhole baru setiap harinya.
Menit 9:40 dari video dokumenter oleh Rabbit Hole Productions dan Sott.net, "Sinkholes: The Groundbreaking Truth," menjelaskan teori bagaimana dan mengapa kedatangan Sistem Planet X menyebabkan terbentuknya sinkhole di seluruh dunia.
Kematian Massal Binatang-binatang Terus Terjadi
Link berikut ini menunjukkan daftar kematian massal binatang di seluruh dunia, lengkap dengan sumbernya. Ini terjadi hanya dalam kurun waktu sepanjang tahun 2016. Peristiwa-peristiwa secara statistik jumlahnya semakin meningkat.
Musim dingin ekstrem di Mongolia (Dzud), membunuh 350.000 hewan ternak
17 Maret 2016, kematian massal ikan-ikan di pantai Thailand
15 Januari 2016, ribuan cumi-cumi mati di Chile
Daftar kematian massal binatang yang terjadi dalam kurun waktu Maret-April 2016:
- 4 April 2016 - 700+ kura-kura mati ditemukan dalam 2 bulan sepanjang pantai Guerrero, Mexico. Link
- 4 April 2016 - 5 lumba-lumba, dan binatang-binatang laut lainnya mati di pantai San Bernardo del Viento, Colombia. Link
- 4 April 2016 - 1,700 angsa mati karena avian flu di Taibao City, Taiwan. Link
- 4 April 2016 – Ribuan ikan mati di penampungan di Eskikadin, Turkey. Link
- 2 April 2016 - 80 kura-kura ditemukan mati di pantai Paradip, India. Link
- 2 April 2016 - 11,000 burung mati karena avian flu di Sulawesi Selatan, Indonesia. Link
- 31 Maret 2016 – Ribuan ubur-ubur mati terdampar di pantai Hallandale di Florida, Amerika. Link
- 31 Maret 2016 - 61 lumba-lumba mati, paus terdampar dalam 3 bulan terakhir di Cornwall, England. Link
- 31 Maret 2016 - 8 lumba-lumba mati terdampar di pantai Mississippi, America.Link
- 30 Maret 2016 – Ratusan ikan mati di kolam, tanpa alasan jelas, di Pune, India. Link
- 29 Maret 2016 - 68 babi hutan mati karena penyakit di hutan Lukhovitsy, Russia. Link
- 29 Maret 2016 - 167,000 burung mati karena avian flu di Katsina, Sokoto dan provinsi Bauchi, Nigeria. Link
- 29 Maret 2016 – Ribuan ikan mati terdampar di Cape Hillsborough, Queensland, Australia. Link
- 29 Maret 2016 - 100 burung mati ditemukan sepanjang jalan I-5 di Redding, California, America. Link
- 28 Maret 2016 – Kematian massal ikan di sepanjang muara Poneloya, Nicaragua. Link
- 28 Maret 2016 – Ratusan ribu ikan mati terdampar di Indian River Lagoon di Florida, Amerika. Link
- 28 Maret 2016 - 19 lumba-lumba mati terdampar di sepanjang pantai Georgia. Link
- 27 Maret 2016 - 11,000 bebek mati karena avian flu di Icheon, Korea Selatan. Link
- 25 Maret 2016 – Kematian massal ikan di danau di Nanhu District, China. Link
- 25 Maret 2016 - 5,000 ikan mati di peternakan ikan di Labuan, Malaysia. Link
- 24 Maret 2016 – Kematian massal ikan karena penyakit tak dikenal di Maniema, Democratic Republic of the Congo. Link
- 23 Maret 2016 – Ribuan ton tiram mati di Delta Mekong, Vietnam. Link
- 23 Maret 2016 – Puluhan ribu ikan mati di danau di Krabi, Thailand. Link
- 22 Maret 2016 – Belasan burung mati ditemukan jatuh di sepanjang jalan Elmira, New York, America. Link
- 20 Maret 2016 - 350,000+ ternak mati karena kedinginan di padang rumput Mongolia. Link
- 20 Maret 2016 – Ratusan ikan mati muncul di kanal di Tamaulipas, Mexico. Link
- 19 Maret 2016 – Ribuan ikan mati di peternakan ikan karena "kepanasan" di Taiping, Malaysia. Link
- 19 Maret 2016 – Ratusan ikan mati di danau di Devarabeesanahalli, India. Link
- 19 Maret 2016 – Ikan mati massal ditemukan terdampar di pantai Calodyne, Mauritius. Link
- 18 Maret 2016 - 10 singa laut ditemukan mati di pantai Pulau Vancouver, Canada. Link
- 17 Maret 2016 – Sejumlah besar ikan mati ditemukan terdampar di pantai Rayong, Thailand.Link
- 17 Maret 2016 – Kematian massal ikan sepanjang 10 km garis pantai di Kimberley, Australia. Link
- 16 Maret 2016 – Ratusan burung gagak mati di dekat Battle Creek di Michigan, America. Link
- 16 Maret 2016 – 36.000+ burung laut mati di Alaska, America. Link
- 16 Maret 2016 – Ratusan ribu unggas mati karena avian flu di Banyuwangi, Indonesia. Link
- 15 Maret 2016 – Ratusan ikan mati terdampar di Cape Canaveral dan Cocoa Beach di Florida, America. Link
- 15 Maret 2016 – Ribuan ikan dan 6 buaya mati sementara sungai mengering di Yadgir, India. Link
- 13 Maret 2016 – Ratusan ikan mati terdampar sepanjang pantai McPhee Reservoir di Colorado, America. Link
- 12 Maret 2016 – Ribuan ikan mati ditemukan di Lower Lake Mary di Arizona, Amerika. Link
- 12 Maret 2016 - 16,880 ayam mati karena wabah avian flu di Changhua, Taiwan. Link
- 12 Maret 2016 – Ratusan ikan mati ditemukan di danau di Oran, Algeria. Link
- 11 Maret 2016 – Ribuan ikan mati terdampar di pantai laguna Cochabamba, Bolivia. Link
- 10 Maret 2016 – 3 paus langka ditemukan mati di pantai Northland di New Zealand. Link
- 9 Maret 2016 - 160,000+ burung mati karena wabah avian flu jenis baru di Plateau dan Kano, Nigeria. Link
- 8 Maret 2016 – 21 juta+ ikan salmon mati karena pertumbuhan alga di wilayah Chiloe dan Aysen, Chile. Link
- 8 Maret 2016 - 7+ ton ikan mati ditemukan di sungai Tres Lagoas, Brazil. Link
- 8 Maret 2016 - 1 juta+ siput laut mati di pantai di Phuket, Thailand. Link
- 7 Maret 2016 – Ribuan ikan mati terdampar di danau Bengaluru, India. Link
- 7 Maret 2016 – Ribuan ikan mati muncul di sungai Bobos di Mexico. Link
- 6 Maret 2016 – Kematian massal ikan-ikan, terbesar di sungai di Queensland, Australia. Link
- 4 Maret 2016 – Sejumlah besar burung laut mati terdampar di pantai-pantai di Volusia, Florida,America. Link
- 4 Maret 2016 - 7 ton ikan mati terdampar di Cape Town, South Africa. Link
- 3 Maret 2016 - 28 lumba-lumba mati ditemukan selama 2 bulan di sepanjang pantai barat Irlandia. Link
- 3 Maret 2016 - 23 lumba-lumba ditemukan mati di pantai-pantai selatan Buenos Aires, Argentina. Link
- 3 Maret 2016 – Beberapa ton ikan mati ditemukan di sungai Chicamocha, Colombia. Link
- 2 Maret 2016 – Kematian massal ikan sepanjang 7 km sungai di Periyar, India. Link
- 2 Maret 2016 – Ratusan ikan mati di danau Devigere, India. Link
- 1 Maret 2016 - 860,000 ternak mati karena kekeringan parah dan hujan badai di Bolivia. Link
- 1 Maret 2016 – Ribuan ikan mati terdampar di danau di Victoria, Australia. Link
Ini beberapa insiden besar kematian massal binatang-binatang:
2+ juta kupu-kupu Monarch mati karena salju dan kedinginan di selatan Mexico
350 ribu ternak mati di Mongolia karena fenomena Dzud, yaitu musim panas yang sangat panas kemudian diikuti musim salju yang parah. Diperkirakan jutaan ternak lagi yang akan mati.
"Musim dingin kali ini adalah yang paling parah yang pernah aku alami," kata Bayankhand Myagmar, 50 tahun, yang telah kehilangan 400 ekor dari 700 ekor hewan ternaknya.
Invasi kumbang besar-besaran terjadi di Argentina. Sebelumnya mereka hidup, lalu mati sesudah beberapa hari.
Bukan hanya ikan-ikan mati sepanjang pantai timur laguna Florida, lebih dari 18.000 hektar rumput laut mati bersamaan dengan seluruh populasi tiram dan ratusan ribu ikan.
Ada kemungkinan pertumbuhan alga merah memberikan implikasi penyebab kematian massal binatang-binatang ini.
Hosea 4:3 Sebab itu negeri (Ibrani: eretz; negeri, seluruh bumi) ini akan berkabung, dan seluruh penduduknya akan merana; juga binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, bahkan ikan-ikan di laut akan mati lenyap. (TB)
Superflare Matahari Membayangi
Mungkinkah Bumi dapat terpanggang karena "superflare" dari Matahari? …Para peneliti berkata bahwa kemungkinan itu ada – meskipun kecil – bahwa Matahari pada suatu hari akan memanggang kita dengan solar flare yang ribuan kali lebih kuat, dan secara potensial memanggang atmosfer kita dan memusnahkan kehidupan. Bintang-bintang lain kadang-kadang menghasilkan 'superflare' seperti ini, beberapa mencapai 10.000 kali kekuatan solar flare terbesar yang pernah terdeteksi." Berikut ringkasannya:
"Solar flare terbesar yang pernah dikenal adalah peristiwa Carrington pada tahun 1859. Flare ini dan CME (coronal mass ejection) yang mengikutinya begitu besar sehingga mereka menyebabkan aurora di seluruh bumi dan menyebabkan telegraf-telegraf beroperasi karena induksi arus yang disebabkan badai geomagnetik… Memang jelas bahwa bahaya yang disebabkan oleh peristiwa Carrington hanyalah minimal dibandingkan dengan ancaman potensial, misalnya, 2·1034 erg superflare.""Superflare pada Matahari – seperti bintang-bintang mungkin timbul setidaknya karena tiga mekanisme berbeda, diluar rekoneksi coronal magnetic: (i) interaksi bintang dengan bintang, seperti kasus tata surya-tata surya RS CVn, dimana sepasang bintang biner memutar gelombang rangkaian bintang. Diprediksi interaksi gelombang ini diiringi aliran rotasi besar yang secara temporer dapat menghubungkan kedua bintang itu dan sekaligus menyebabkan superflare ketika bidang interkoneksi ini tiba-tiba terputus; (ii) interaksi bintang – piringan, dimana bidang magnetik dipol bintang tengah terhubung kepada piringan yang berotasi. Putaran yang diakibatkan medan magnet dipol ini dapat memicu disrupsi dan superflare; (iii) interaksi bintang – planet, yang dapat terjadi dalam dua cara, entahkah sama seperti mekanisme bintang – bintang melalui disrupsi garis-garis bidang interkoneksi atau melalui interaksi gelombang diantara bintang dengan planet, yang dapat memicu gerakan dinamo dan sekaligus peristiwa rekoneksi magnetik yang lebih besar."
Apa arti semuanya ini? Ilmuwan telah menemukan bahwa bintang-bintang yang mirip dengan Matahari kita dapat menyebabkan "superflare" raksasa yang pada dasarnya adalah superflare yang dapat mencapai permukaan Bumi, dengan konsekuensi malapetaka. Mereka dapat menyebabkan interaksi Matahari ke Matahari (atau Matahari ke bintang Brown Dwarf, atau Nemesis), atau interaksi Matahari ke Planet. Kemungkinan-kemungkinan besar interaksi ini semakin meningkat sementara Sistem Planet X bergerak mendekati Matahari kita.
Apa yang digambarkan di sini adalah letupan-letupan Matahari yang terjadi sebelum, selama, dan sesudah periode "Pole Shift" dan kegelapan di Bumi. Seperti yang telah dicatat dalam berbagai ramalan, orang-orang yang ingin selamat dari peristiwa ini harus berlindung di bangunan-bangunan bawah tanah.
Wahyu 16:8-9 Dan malaikat yang keempat menumpahkan cawannya ke atas matahari, dan kepadanya diberi kuasa untuk menghanguskan manusia dengan api.Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia. (TB)
Para Astronom Menemukan Planet dengan Orbit Elips, Seperti Planet X
"Dipimpin oleh astronomer Stephen Kane dari San Fransisco State University, sebuah tim peneliti telah melokalisasi planet anekstrasolar kira-kira 117 tahun cahaya dari bumi yang melampaui orbit paling eksentris (elips) yang pernah ditemukan."
"Sementara planet-planet di sistem tata surya kita memiliki orbit sirkulas (melingkar), para astronom telah menemukan beberapa planet ekstrasolar dengan orbit sangat elips atau eksentris."
"HD 20782 punya orbit paling eksentris yang dikenal, dengan ukuran eksentrisitas 0,96. Ini artinya planet itu bergerak dalam orbit elips yang hampir gepeng, melintasi jalur panjang jauh dari bintangnya dan kemudian melakukan gerakan memutar dan terlontar dengan sangat cepat dan ganas mengelilingi bintangnya pada jarak terdekat."
"Mungkin aslinya ada lebih dari satu planet dalam tata surya itu, dan satu planet berkembang orbitnya menjadi tidak stabil dan membuat dua planet terlalu berdekatan. Tabrakan atau hampir tabrakan ini mungkin melontarkan satu planet dari tata surya itu sepenuhnya dan mendorong HD 20782 pada jalur eksentrisnya. Planet ini ada dalam sistem tata surya biner, jadi ada kemungkinan bahwa bintang kedua dalam sistem biner itu ketika melakukan perlintasan perihelion (orbit terdekat), telah melontarkan HD 20782 keluar dari orbit sirkularnya."
Kedengarannya sangat mirip dengan Sistem Planet X, bukan? Tapi planet yang ini jaraknya 117 tahun cahaya, jadi tidak masalah bila diberitakan di media massa.
Ilmuwan Top Mengklaim Planet-9 Memicu Peristiwa Kemusnahan Massal
Kembali ke bulan Januari 2016 lalu, astronom Caltech Konstantin Batygin, seorang asisten profesor bidang ilmu planetari, dan Mike Brown, mengumumkan mereka telah menemukan bukti keberadaan "Planet-9," sebuah planet raksasa es besar yang diestimasi sepuluh kali lebih besar dari Bumi.
Meskipun kebanyakan ilmuwan dan peneliti sangat gembira atas penemuan ini, astofisikawan Daniel Whitmire, mantan ilmuwan University of Louisiana, percaya bahwa sebuah planet misteriuslah yang menyebabkan terjadinya Extinction Level Event (E.L.E=Peristiwa Kemusnahan Massal) jutaan tahun lalu dan dapat terjadi lagi, dengan beberapa klaim itu dapat terjadi kapan pun sekarang ini.
Bukti-bukti fosil menunjukkan sebagian besar kehidupan Bumi secara misterius musnah setiap 26 juta hingga 27 juta tahun. Whitmire mengklaim perlintasan Planet-9 melewati area penuh batu-batu luar angkasa yang dinamai Sabuk Kuiper adalah penyebab "peristiwa pemusnahan" ini.
Tahun 1985, Profesor Whitmire dan koleganya, Dr. John Matese mempublikasikan jurnal mengenai "Planet X" yang juga sering disebut "Nibiru," meningkatkan kemungkinan bahwa itu bertanggung jawab atas peristiwa-peristiwa kemusnahan massal.
Riset pertama dipublikasikan Whitmire mengenai ide yang menghubungkan Planet X dengan kemusnahan massal di tahun 1985 dalam Jurnal Nature. Dia dan koleganya, John Matese mempublikasikan ide selagi bekerja sebagai astrofisikawan dengan Universitas of Louisiana di Lafayette. Penelitian mereka bahkan dipublikasikan pada sampul majalah Time. Judul artikel yang mengejutkan itu adalah: "Apakah Komet-komet Membunuh Dinosaurus? Teori Baru Tentang Kemusnahan Massal." Teorinya didukung oleh catatan-catatan fosil yang menunjukkan terjadinya hujan komet yang terjadi setiap 26 hingga 27 juta tahun.
Baru-baru ini, 27 Maret 2016, sebuah benda gelap raksasa terdeteksi berada di belakang Matahari dalam citra satelit SECCHI Cor2.
Waktunya Meningkatkan Tindakan Kewaspadaan
Sementara direkomendasikan bagi setiap orang untuk mempelajari lebih lanjut mengenai dampak kedatangan Sistem Planet X atas seluruh bumi, perlu juga meningkatkan kewaspadaan. Jika melihat "tanda-tanda pembawa kabar" kedatangan dan penampakan Sistem Planet X, orang-orang yang tidak mempersiapkan diri baik secara rohani maupun lahiriah, sama saja dengan menyerahkan diri kepada depopulasi massal yang akan terjadi pada waktunya.
Kutipan dari film Shawshank Redemption: "Aku pikir hanya tinggal pilihan sederhana, sebenarnya. Sibuk dengan urusan kehidupan ini, atau sibuk menghadapi kematian." Setiap orang akhirnya harus membuat pilihan, dan hidup dalam pilihannya itu, apa pun itu. Bahkan bagi seseorang yang berketetapan untuk tidak akan, atau tidak ingin memilih, "masa kesusahan" itu akan datang.
Lukas 21:26 Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. (TB)
Dalam artikel sebelumnya, telah dibahas catatan-catatan historis kuno, termasuk Alkitab mengenai masa "kesusahan besar" yang akan terjadi atas seluruh penduduk Bumi, SEBELUM Kedatangan Tuhan Yesus kali yang kedua. Tanda-tanda zaman yang sedang terjadi sekarang ini menunjukkan bahwa Bumi kita sedang mengarah kepada kondisi yang semakin buruk. Adalah penting untuk mengubah pola pikir kita dari mengarah kepada hal-hal yang duniawi, menjadi kepada perkara-perkara yang surgawi. Yesus Kristus sendiri telah mengatakan, Bumi ini akan mengalami "sakit bersalin" sebelum akhirnya memasuki Zaman Baru, dan hanya orang-orang yang dianggap layak saja yang dapat masuk ke Zaman itu [Kerajaan Messias Seribu Tahun di Bumi].
Markus 13:8 … Akan terjadi gempa bumi di berbagai tempat, dan akan ada kelaparan. Semua itu barulah permulaan penderitaan (Yunani: odin; sakit bersalin; penderitaan hebat yang mendahului kedatangan Messias) menjelang zaman baru…Lukas 20:35 …mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu…Lukas 21:34-36 "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.
Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. (TB)
Maka berjaga-jagalah setiap saat sambil berdoa, supaya kamu dianggap layak untuk luput dari semua hal-hal ini yang akan segera terjadi dan untuk berdiri di hadapan Anak Manusia.” (ILT)
Referensi:
1Korintus 3:11-15 Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.
Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.
Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.
Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api. (ILT)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.