
Dimanakah terjadinya?
- Dalam atas sebuah danau (ayat 2)
- Dalam lukas 8 : 26 menyatakan bahwa setelah Yesus meredakan badai, Ia menyeberang dan tiba di daerah orang Gerasa yang terletak di seberang Galilea (danau Galilea), masih dalam ayat yang sama dalam versi FAYH dikatakan bahwa daerah gerasa ada di seberang danau Galilea.
-Danau Galilea:
- Daerah dimana Yesus mengajak Simon dan Andreas mengikutnya (Mark 1: 16-20)
-Danau dimana Kristus berjalan di atas air (Yoh 6)
-Dalam wikipedia disebut juga danau Genesaret, Tiberias, Kineret dan Kinerot yang merupakan danau air tawar terbesar di Israel dengan luas 166 km2 dengan kedalaman mencapai 43 m.
Kapan?
Setelah Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus dan mengajar tentang hal mengikut Kristus (Mat 8: 14-22)
Dan saat waktu petang (Mark 4: 35)
Siapa yang menjadi tokoh fokus?
Yesus Kristus
-Tokoh adalah seorang guru karena memiliki murid-murid (ay 23)
-Tokoh adalah seorang yamg memiliki mujizat menyembuhkan orang-orang dan mengusir setan/roh jahat dari orang sakit kusta, hamba seorang perwira di Kapernaum, ibu mertua Petrus dan orang-orang lain (Mat 8:1-17)
-Tokoh yang ingin diikuti dalam hal ini seorang ahli Taurat (Mat 8:19)
Murid-Murid Kristus:
- Dalam Strong's Hebrew and Greek Dictionary adalah mathētēs yang artinya pembelajar atau murid
- Murid-Murid Kristus adalah Petrus, Andreas, Yakobus, Yohanes saudaranya, Filipus, Bartolomeus,Tomas, Matius, Yakobus anak Alfeus, Tedeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot (Mat 10: 1-4)
-Menurut KBBI murid adalah orang yang sedang belajar. Dalam hal ini Kristus sebagai Guru dan murid menerima pengajaran-Nya.
Aksi dan Reaksi Tokoh Fokus :
Yesus Kristus
- Naik ke dalam perahu di atas danau (ay 23)
- Tertidur dalam perahu di tengah danau (ay 24)
- Terbangun dan bertanya kepada murid-murid-Nya "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" (ay 26)
- Menghardik Topan dan dalam Markus 4: 39 dengan berterik "Diam! Tenanglah!"
Murid-Murid Kristus
- Naik ke dalam perahu mengikuti Yesus (ayat 23)
- Membangunkan Yesus sambil berkata "Tuhan, tolonglah, kita binasa." (ay 25)
-Menjadi heran setelah badai diredakan oleh Yesus (ay 27)
Kata dan Tindakan bermakna serta Suasana Emosi dan Psikologis
Murid-Murid Kristus
- "Tuhan, tolonglah, kita binasa." (ay 25)
- Tampak bahwa murid-murid sangat ketakutan walaupun mereka sedang bersama Kristus.
-Hal tersebut dikarenakan badai atau seismos yang artinya angin yang kecang ditambah adjectivegreat dalam KJV yang menyatakan bahwa hal tersebut benar-benar besar.
-Dalam KJV "Lord, save us: we perish" mereka mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan saat membangunkan mereka. dalam hal ini ketakutan mereka akan binasa mengalahkan rasa percaya bahwa Tuhan ada dalam satu perahu dengan mereka. Binasa disebut juga apollumi yaitu kehancuran yang total.
- membangunkan Dia.. (ay 25)
- Ini adalah implikasi ketakutan para murid sehingga harus membangunkan Yesus yang tengah terlelap.
- Dalam Strong dituliskan bahwa membangunkan adalah egeiro yang artinya membangunkan atau membuat terjaga secara harafiah dapat dinyatakan dari tidur, sakit, kematian, duduk).
- Ketidak percayaan inilah yang membuat murid-murid-Nya berani membangunkan Yesus.
- "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya" (ay 27)
- Bentuk keheranan dan ketakjuban yang luar biasa dari murid-murid-Nya.
- Dan ini yang menggambarkan perasaan terakhir murid-murid dalam narasi ini. Dalam KJV rasa heran tersebut diartikan dalam kata mavelled atau dalam Strong adalah thaumazo yang artinya bertanya-tanya yang berimplilkasi pada kekaguman.
Yesus Kristus
- "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" (ay 26)
- Bentuk kekecewaan Yesus kepada murid-murid-Nya yang tak percaya akan Dia sepenuhnya.
-Dalam KJV+ perkataan ini dituliskan "Why are ye fearful, O ye of little faith?" yang menunjukan ketakutan yang sangat dan litte faith sendiri dalam Strong adalah oligospistos yaitu kurang percaya dalam Kristus atau iman yang kecil. Pertanyaan ini menjadi suatu pengajaran akan pentingnya sebuah kepercayaan sekalipun Kristus ada didekat murid-murid tetapi mereka tidak percaya.
-Menghardik angin dan danau (ay 26)
- Sebuah implikasi dari permintaan tolong murid-murid-Nya atas badai yang besar.
- Yesus dengan yakin dan penuh kuasa berterika "Diam! Tenanglah!" (Mark 4:39)
- Dalam Strong mengahardik adalah epitimao yang artinya menegur atau mengecam. Hal ini menunjukan bahwa Yesus berkuasa atas danau dan angin tersebut karena dia memiliki hak untuk mengecam. Dan akhirnya angin dan danau yang memang di bawah kuasanya menjadi teduh sekali. Lagi-lagi dalam KJV terdapat adjective great, hal ini menunjukan bahwa dari dua kondisi yang ekstrim badai yang sangat menjadi kondisi teduh yang sangat.
Dari hal di atas dapat disimpulkan bahwa:
Yesus tidak hanya menunjukan kuasa-Nya saja tetapi Ia memberi pengajaran dalam kondisi terburuk sekalipun. Ia kecewa karena ada keraguan pada Yesus dan keyakinan serta penerimaan penuh akan Dia yang menjadi totalitas Dia untuk menopang dan melindungi kita dari kebinasaan.
Apa yang menjadi Pusat Aksi? Apa akibat Pusat Aksi itu?
Pusat Aksi = Tindakan Yesus menghardik angin dan danau
- Hal ini menunjukan sebuah fakta bahwa Kristus berkuasa dalam segala hal. Buktinya adalah saat angin dan danau yang diperintahkannya untuk diam dan tenang langsung mentaati perintah-Nya. Ia dengan kuasa-Nya memberikan pengajaran yang riil akan keTuhanan Kristus kepada para murid agar mereka bersandar sepenuhnya kepada Yesus Kristus.
Akibat Aksi
-Teguran Yesus kepada para murid melalu pertanyaan yang dilontarkan kepada murid mengenai rasa percaya mereka, pasti membuat hati para murid tertegur. Pengajaran yang eksklusif ini adalah bentuk pola pemuridan secara tersistem dimana Ia mengijinkan mereka ada dalam suatu kondisi yang menakutkan dan menguji iman mereka akan Kristus. Percaya bahwa murid-murid Kristus semakin harus bergantung pada-Nya sepenuh hati dan tidak setengah-setengah.
- Angin dan danau menjadi sangat teduh. Hal tersebut menunjukan kuasa bahwa Yesus adalah Tuhan. Ia mampu memerintah angin dan danau dalam dua kata saja untuk membuat angin dan danau tunduk. Para murid yang melihat kuasa akan semakin yakin bahwa Ia adalah mesias yang dipenuhi kuasa dan ini berimplikasi agar semua orang tahu bahwa Kristus adalah Tuhan/ penginjilan.
Waktu
Yesus menyempatkan diri-Nya dalam misi besar karya penyelamatan-Nya dengan memberikan pengajaran secara khusus kepad para murid. Kondisi badai dan keberadaan di tengah danau membuat Kritus lebih mudah memberikan pengajaran karena pengajaran tersebut ditunjukan secara nyata kepada para murid.
Kesimpulan:
Yesus yang dalam misi panjang-Nya selalu menyediakan waktu khusus bagi murid-murid-Nya. Ketakutan yang muncul dari dalam diri mereka di tengah badai membuat Yesus mampu menunjukan Kuasa-Nya dan pengajaran-Nya. Bergantung secara penuh akan Allah adalah kesimpulan dari narasi ini karena memang Tuhan ada di hati orang yang telah menerima-Nya dan bagian kita adalah percaya.
Aplikasi:
- Saya harus mampu bergantung sepenuhnya pada Yesus yang telah menjamin Keselamatan saya
- Berani membawa apapun masalah saya kehadapan-Nya dan mengandalkan-Nya lebih lagi.
- Seperti pola pemuridan yang Ia ajarkan, saya harus mau dimuridkan secara khusus dan menyediakan diri untuk itu
- Meyakini prinsip sebagai orang yang telah menerima Kristus bahwa Kristus ada didekat saya (satu perahu) dan saya tak perlu takut segala hal


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.