Oleh : NN
10 september 2016
Shalom..
Aku bermimpi seolah2 aku masih kuliah berada di gedung falkutas yang ramai dengan banyak mahasiswa dan siswi. Kami seperti belajar dan ada sebagian saling berbagi cerita serta bahas berbagai2 masalah. Kemudian saat aku lagi berkumpul, lalu aku melihat pemuda tampan yang tinggi, penampilan seperti seorang pangeran mengenakan pakaian jas dan celana serba putih sedang datang menghampiri aku, dia mengatakan akan segera menjemput dan membawaku dengan mobil jemputan, dia bilang: "Semua sudah siap..!" Wow..keren...! Seolah2 aku seperti putri saja membuatku tersanjung, dan dia berkata lagi : " Mari saya antar pulang dan beres2kan semuanya yang ada agar segera berangkat"
Aku seperti begitu senang dan buru2 aku beresi barang dan buku2ku dalam tas untuk ikut serta pulang bersamanya. Saat aku pamitan pada teman2 lainnya...segera aku mengikuti pemuda tersebut untuk turun kebawah, aku berada digedung yang tinggi dan aku mengikuti dari belakang turun lewat tangga darurat...!
Awalnya aku masih bisa mengikuti langkahnya..tapi setiap tangga banyak sekali. teman-temanku yang menyapa dan mengajak bicara, Aku menyahut secepatnya sambil berusaha menyusul langkahnya...tapi pemuda itu turun makin hari makin cepat...yang hanya akhir kudengar suara saja karena aku sudah mulai agak lambat untuk ikut menyusulnya akibat banyak teman2 kuliah yang mencoba untuk ajak bicara, berkumpul untuk sapa dihadapanKu dan bertanya ini dan itu. Dan sayup2 aku masih mendengar suara dibawah mengatakan : "ayo..cepat...cepat...Waktu keburu habis...!"
Walau aku sudah berusaha mengikuti meskipun lewat suara saja..yang masih bisa kudengar...tapi malah lama2 akhir aku sudah tidak dapat mendengar suaranya sampai akhirnya lewat dijendela samping tangga, aku sempat melihat ada mobil limosin berwarna putih bergerak keluar lewat parkiran meninggalkan gedung. Aku kaget dan mencoba menyusul, siapa tahu mobil masih menunggu diluaran...! Saat sampai dibawah....aku mencari mobil jemputan...dan aku mengelilingi sekitar gedung malah aku tidak menemukan...walau aku berusaha terus mencari sampai tersesat dan semakin tersesat....! aku sedih dan menangis....karena aku tidak bisa ikut pulang bareng bersama, ada rasa menyesal dan kecewa karena tidak berusaha mengikuti dan berlambat2 untuk menyusuli langkahnya dari belakangnya.
Saat terbangun, aku serasa diberi hikmat ;
1. Berapa banyak kita yang mau mendengar dan mengabaikan panggilan untuk selalu mematuhi segala perintahnya dan tetap setia untuk duduk diam di kaki Tuhan dan percaya akan panggilan akan kedatangannya..?
2. Berapa banyak kita selalu sibuk urusan sendiri, sosialita, facebooker, games, kegiatan sehari2 dibandingkan menyediakan waktu buat memuji, membaca alkitab dan menyembah Dia...?
3. Apa yang menjadi perioritas kita dalam menjalan kehidupan didunia ini, apakah untuk menyenangkan diri atau berfocus mencari kerajaan Tuhan..?
4. Apakah kita sering tidak peka akan keadaan sekitarnya dengan masa bodoh untuk mencari tahu, tidak peduli, cuek untuk mengenal dan memperhatikan tanda jaman..?
Sesungguhnya sekarang ini adalah waktunya Tuhan untuk menunjukkan detik2 terakhir akan janjinya karena sekarang kita jalani, adalah waktuNya kasih karunia...! Hanya untuk apa...?
Yaitu memberi kesempatan bagi kita semua u. bisa siap2 agar bisa berkumpul bersama2 dalam undangan masuk dalam diperjamuan anak domba Allah.
Lewat mimpi ini, Tentu menjadi peringatan bagi kita yang masih saja terus mengabaikan panggilan Tuhan dan masih saja berlambat2 untuk bertobat, tidak bersungguh2 dalam melayani Dia dan kurang fokus pada pekara yang diatas serta tidak peka akan hari2 ini, seperti kisah perumpaman peringatan 5 gadis bodoh dan 5 gadis bijaksana akan pelita dan berjaga2 menunggu dengan siaga penuh ajakan waktuNya kedatangan memperlai pria untuk membawa semua memperlainya masuk dalam perjamuan darah domba Allah, tentu merupakan sukacita besar bila kita juga adalah memperlai-Nya termasuk dalam bilangan sebagai undanganNya.
Tapi bagaimana untuk yang tertinggal..? Siapkah kita..?
Kalaupun akhirnya kita dinyatakan umat tak layak, sesungguhnya kitalah malah menderita rugi besar akan kehilangan kesempatan emas untuk waktu berharga ini menjadi suatu kesia2an untuk memperoleh keselamatan, walaupun pada akhirnya timbul menyesal, kecewa dan histeris apapun, percumalah meraung2 dan menangis untuk menyesali keadaan karena semua sudah terlambat.
Ingatlah cerita mengenai kisah lot, yang tentu menjadi kisah peringatan pada kita semua sebagai umat nasrani :
Waktu lot dan kedua putrinya disuruh meninggalkan kota, tapi mereka lebih senang merepotkan diri dan berlambat2 untuk segera menyelamatkan diri sehingga terpaksa kedua malaikat itu menarik mereka untuk segera keluar dari kota sodom untuk segera menyelamatkan diri. Walau mereka sudah terlambat tapi dalam hal ini, Tuhan masih berbelas kasihan untuk memberikan waktu lagi bagi mereka agar bisa sampai kota yang dituju...sebelum kota tempat mereka tinggal dihancur, walau mereka sedikit terlambat tapi lot sekeluarga tapi tetap patuh mengikuti perintah Tuhan dan akhirnya mereka selamat.
Lalu bagaimana kedua menantu yang mengetahui keadaan genting, mereka tidak mau menuruti nasehat dan bahkan mengolok2 lot, sama seperti kisah nuh waktu menyuruh warga untuk naik bahtera dan mereka juga mengolok2 mereka pula, walau segala usaha lot untuk menyakini ke-2 menantu tsb untuk ikut bersama2 keluargannya! Akan tetapi mereka lebih suka zona aman, yang akhir mereka turut ambil bagian dalam kebinasaan.
Begitu pula istri lot, waktu dia bertemu 2 malaikat memerintahan untuk segera keluar dari kota yang hendak dihancurkan Tuhan.
Apakah Istri lot peduli dan menuruti perintah malaikat...?
Karena dalam hati dan pikiran istri lot, belum siap meninggalkan segala2nya atas kehidupan, sosialita, kekayaan dan kerabat yang selama ini dia dijalani untuk segera ditinggalkan, tanpa pikir panjang malah langsung berbalik! yang juga pada akhir kutuk yang dia dapat dan sampai sekarang patung tiang garam masih ada sebagai peringatan bagi kita semua akan pembangkangan istri lot atas perintah Tuhan.
Kejadian 19:14-26 :
"Keluarlah Lot, lalu berbicara dengan kedua bakal menantunya, yang akan kawin dengan kedua anaknya perempuan, katanya: "Bangunlah, keluarlah dari tempat ini, sebab TUHAN akan memusnahkan kota ini." Tetapi ia dipandang oleh kedua bakal menantunya itu sebagai orang yang berolok-olok saja.
Ketika fajar telah menyingsing, kedua malaikat itu mendesak Lot, supaya bersegera, katanya: "Bangunlah, bawalah isterimu dan kedua anakmu yang ada di sini, supaya engkau jangan mati lenyap karena kedurjanaan kota ini."
Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana. Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang:
"Larilah, selamatkanlah nyawamu, janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di mana pun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap."
Kata Lot kepada mereka: "Janganlah kiranya demikian, tuanku.
Sungguhlah hambamu ini telah dikaruniai belas kasihan di hadapanmu, dan tuanku telah berbuat kemurahan besar kepadaku dengan memelihara hidupku, tetapi jika aku harus lari ke pegunungan, pastilah aku akan tersusul oleh bencana itu, sehingga matilah aku.
Sungguhlah kota yang di sana itu cukup dekat kiranya untuk lari ke sana; kota itu kecil; izinkanlah kiranya aku lari ke sana. Bukankah kota itu kecil..? Jika demikian, nyawaku akan terpelihara."
Sahut malaikat itu kepadanya: "Baiklah, dalam hal ini pun permintaanmu akan kuterima dengan baik; yakni kota yang telah kau sebut itu tidak akan kutunggangbalikkan.
Cepatlah, larilah ke sana, sebab aku tidak dapat berbuat apa-apa, sebelum engkau sampai ke sana."
Itulah sebabnya nama kota itu disebut Zoar.
Matahari telah terbit menyinari bumi, ketika Lot tiba di Zoar. Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit;
dan ditunggangbalikkan-Nyalah kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah.
Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.
Matius 24:44 : Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga."
Matius 25:1-13 : "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka. Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!
Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.
Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.
Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!
Tetapi ia menjawab: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.
Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."
TUHAN YESUS MEMBERKATI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.