animasi-bergerak-bunga-mawar-0017animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0152animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0152animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0017

Minggu, 24 Juli 2016

SANHEDRIN MENGUMUMKAN TAHUN YOBER: KUDUSKANLAH TAHUN KELIMA PULUH





Sesudah setahun penuh pertimbangan, Nascent Sanhedrin mengumumkan bahwa tahun ini adalah tahun pertama dalam perhitungan siklus 50 tahun Yobel. Ini tidak hanya mengembalikan perintah Torah, namun ini memiliki implikasi bagi status Israel sebagai bangsa yang diberi mandat Torah, mengembalikan tanah kepada bangsa Yahudi dan memastikan setiap orang Yahudi memiliki warisan di negeri itu.

Sanhedrin merupakan kumpulan dua puluh tiga hingga tujuh puluh satu hakim-hakim yang dipilih dari setiap kota di Tanah Israel. Sejak pembubaran Sanhedrin tahun 358, tidak ada lagi otoritas yang dikenal di dalam hukum Yahudi, namun dalam tahun-tahun terakhir ini, usaha untuk mendirikan kembali otoritas ini dilakukan.

Yobel (Ibrani: haYovel) merupakan sebuah perintah Torah yang dijalankan secara eksklusif di tanah Israel. Ini adalah tahun kelima puluh yang tiba sesudah periode tujuh tahun Shabbath. Tahun ini mengharuskan dijalankannya sejumlah perintah Torah mengenai hak-hak properti dan mengembalikan tanah kepada pewaris aslinya, orang-orang Yahudi yang memperoleh tanah itu dengan membuang undi. Hutang dihapuskan dan orang-orang yang memperhambakan diri mereka karena hutang harus dibebaskan.

Yobel bergantung kepada syarat-syarat tertentu yang berhubungan dengan orang Yahudi yang ada di tanah itu, meskipun ada banyak pendapat berbeda mengenai syarat-syarat spesifik. Sebagai akibatnya, Yobel tidak pernah dijalankan sejak Bait Suci Kedua ketika bangsa Yahudi kembali dari pembuangan di Babel.

Untuk sekarang ini, tidak ada implikasi praktis, dan pada kenyataannya, sangat sedikit orang Yahudi yang mengakui keputusan Yobel dari Sanhedrin ini. Namun demikian, ini merupakan keputusan terobosan yang akan memiliki konsekuensi besar di masa mendatang.

Rabbi Hillel Weiss, sekretaris Nascent Sanhedrin, menjelaskan keputusan kontroversial mereka untuk menjalankan kembali Yobel.

"Pertama, kami harus memutuskan jika syarat-syaratnya terpenuhi untuk dilaksanakan. Ini dilakukan oleh sebuah bet din (pengadilan Yahudi) jika itu sudah didirikan, bahwa orang Yahudi harus kembali untuk mewarisi negeri sebagai suatu bangsa, dan tidak hanya sebagai individu-individu," jelasnya. Rabbi Weiss menjelaskan bahwa tidak seperti kebanyakan perintah Torah yang harus dijalankan tiap-tiap orang Yahudi sebagai individu, Yobel berhubungan dengan identitas nasional bangsa Israel.

"Yobel adalah mitzvah (perintah) nasional yang mengharuskan bangsa Yahudi merdeka berada di Tanah Israel. Sanhedrin telah menetapkan bahwa kami sekarang benar-benar ada di dalam nubuat pewarisan yang ketiga dari tanah ini, yang pertama oleh Yehoshua, yang kedua sesudah pembuangan di Babel."

Rabbi Weiss menyatakan, "Ini waktunya untuk mulai menjalankan perintah positif untuk menghitung Yobel."

"Sebagian besar orang Yahudi yang tidak menyangkal identitas Yahudi mereka, hidup di Israel sekarang ini. Tidak ada bangsa Yahudi di luar Tanah Israel," katanya. "Harus ada setidaknya 600.000 orang Yahudi, seperti jumlah yang kembali ke Israel dari Mesir di bawah pimpinan Yehoshua."

"Jika syarat-syarat ini terpenuhi, seperti yang sudah terjadi, maka syarat untuk menghitung Yobel telah terpenuhi," Rabbi Weiss menyimpulkan.

Implikasi praktis akan dimulai untuk Yobel berikutnya dalam 50 tahun lagi, ketika tujuh siklus Shmittah (tahun Shabbath) telah genap, dan orang Yahudi di Israel diharusnya menjalankan perintah-perintah Yobel selanjutnya.

"Ada 5 mitzvot (perintah) yang berhubungan dengan Yobel: menghitung Yobel, membebaskan budak-budak, mengembalikan tanah, meniup shofar, dan menghapuskan hutang-hutang," dijelaskan Rabbi Weiss. "Pengumuman kami hanya memenuhi untuk perhitungan Yobel, untuk sekarang ini, dan belum untuk hal-hal lainnya."

Deklarasi ini memiliki implikasi theologis bagi Israel sebagai bangsa Yahudi, lanjutnya. "Israel berdiri melalui proses politik, militer dan sosial," kata Rabbi Weiss. "Jika, dalam 49 tahun, Israel menerima keputusan kami, setiap orang Yahudi akan menerima mandat warisannya sesuai Torah di Tanah Israel. Hingga sekarang, asumsi umumnya adalah bahwa tanah ini milik orang-orang Arab. Yobel ini mengembalikan tanah kepada pemiliknya yang sah, yakni bangsa Yahudi."

Seorang rabbi yang menjadi bagian pengambil keputusan Sanhedrin yang tidak bersedia diungkapkan identitasnya mengatakan, "Ini benar-benar sebuah kesimpulan pendahulu. Satu kali kami memutuskan bahwa syarat-syarat untuk menghitung Yobel telah terpenuhi, kita diharuskan oleh Torah untuk memulainya," katanya.

"Satu-satunya penghalang adalah bahwa ada banyak orang Yahudi yang tidak mengakui otoritas Sanhedrin," jelas rabbi tersebut. "Ada perintah Torah untuk mendirikan suatu Sanhedrin, dan meskipun keharusan itu dan kesanggupan kami untuk melaksanakannya, banyak orang mengabaikan kewajiban ini."

"Hal yang sama juga berlaku terhadap Yobel," kata rabbi melanjutkan. "Kita mendapatkan syarat-syarat yang mengharuskan kami untuk mulai menghitung Yobel, tapi apa yang kurang adalah, bagi orang Yahudi untuk mengakui tuntutan Torah dan untuk bertindak melaksanakannya."

Rabbi menjelaskan hasil akhirnya, sekiranya bangsa Yahudi mengabaikan pengumuman Sanhedrin. "Sekarang, tanah ini milik pemerintah. Jika mereka tidak mendistribusikan tanah kepada orang Yahudi seperti diperintahkan oleh Torah, maka tidak ada artinya terhadap Yobel dan tidak ada hubungannya dengan Kitab Suci mengenai kembalinya bangsa Yahudi dari pengasingan."

Dia menjelaskan, "Israel akan tetap menjadi negara sekuler, yang memiliki aspek-aspek positif bagi bangsa Yahudi, namun ia kehilangan bagian terbesar dari nilai Alkitabiahnya."


3 Siklus Yobel Terakhir

Tahun Shmittah adalah tahun Shabbath, tahun ketujuh dari siklus tujuh tahun bercocok tanam.

Enam tahun lamanya engkau harus menaburi ladangmu dan enam tahun lamanya engkau harus memetik kebun anggurmu dan mengumpulkan hasilnya.

Dan pada tahun ketujuh haruslah menjadi suatu Sabat perhentian bagi negeri itu, suatu sabat bagi YAHWEH. Engkau tidak boleh menabur benih di ladangmu dan engkau tidak boleh menyiangi kebun anggurmu.

Imamat 25:3-4 (ILT)

Tahun Yobel (ke-50) menyusul Shmittah ke-7, ketika tanah itu dikembalikan kepada pemilik sahnya.

Dan engkau harus menghitung bagimu sendiri tujuh Sabat tahunan: tujuh kali tujuh tahunan, dan masa tujuh Sabat tahunan itu menjadi empat puluh sembilan tahun.

Dan pada bulan ketujuh, pada tanggal sepuluh bulan itu haruslah engkau memperdengarkan sangkakala tanda peringatan; pada hari penebusan itu haruslah kamu memperdengarkan sangkakala di seluruh negerimu.

Dan kamu harus menguduskan tahun itu, tahun kelima puluh. Dan kamu harus memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi seluruh penduduknya. Itu harus menjadi Yobel bagimu. Dan kamu harus mengembalikan setiap orang kepada miliknya, dan kamu harus mengembalikan seseorang kepada kaumnya.

Inilah Yobel; tahun kelima puluh, itu menjadi satu tahun bagimu; kamu tidak boleh menabur dan tidak boleh menuai hasil sisa tuaian yang tumbuh dan kamu tidak boleh memetik dari yang tidak terawat.

Imamat 25:8-11 (ILT)

Tahun Shmittah dan Yobel 1916-1918

Tahun Shmittah 5677 (1916-1917), diikuti oleh Tahun Yobel 5678 (1917-1918).

Peristiwa yang terjadi:

Berakhirnya Perang Dunia I. Deklarasi Balfour ditandatangani tanggal 2 November 2017, menyatakan tanah itu dikembalikan kepada bangsa Yahudi. Pada tanggal 11 Desember 1917, Yerusalem dibebaskan dari Kekaisaran Ottoman.

Tahun Shmittah dan Yobel 1965-1967

Tahun Shmittah 5726 (1965-1966), diikuti oleh Tahun Yobel 5727 (1966-1967).

Peristiwa yang terjadi:

Perang Enam Hari: Yerusalem dibebaskan dari kekuasaan Arab, pada 11 Juni 1967.

Tahun Shmittah dan Yobel 2014-2016

Tahun Shmittah 5775 (2014-2015), diikuti Tahun Yobel 5776 (2015-2016).

Tanah Perjanjian



Dan negeri itu tidak boleh dijual untuk selama-lamanya, karena negeri itu milik-Ku, sebab bagi-Ku, kamu adalah pengembara dan pendatang.”

Imamat 25:23


Referensi:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain

The Life Of Jesus Christ Full Movie (English Version)

David and Goliath 1960 Biblical Story Of David Biblical Movies Full Movies

https://www.youtube.com/watch?v=xMWb0Et8Ht8

The Kingdom of Solomon - English Subtitle - full movie

https://www.youtube.com/watch?v=ODb7EO_Mjmk https://www.youtube.com/watch?v=w7Y-UqJD1Zg&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=4

KING SOLOMON - HOLY BIBLE

ESTHER AND THE KING (1960)

https://www.youtube.com/watch?v=0uJbO34xjkM https://www.youtube.com/watch?v=SQ6qYypfmIo

Greatest Heroes of the Bible The Story of Moses

https://www.youtube.com/watch?v=Q1nUIA2uGMI

Sodom & Gomorrah FULL VIDEO

https://www.youtube.com/watch?v=WWpknxvxLpk https://www.youtube.com/watch?v=Uo82q6ki3bk

THE STORY OF RUTH

JUDAS

https://www.youtube.com/watch?v=r5GUbOadJfQ

Thomas

https://www.youtube.com/watch?v=fwPw3r5D1PY

Mary Mother of Jesus

https://www.youtube.com/watch?v=jHOBYnzIfNY

Mary Magdalene

https://www.youtube.com/watch?v=Gpcja7XIZQQ

The Kingdom of God & The New Jerusalem

https://www.youtube.com/watch?v=zO8t2L9TcAU

Moses - The 10 Comadments

https://www.youtube.com/watch?v=dPIkZ0thPvs&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=58

The Book Of Revelation Full Film

https://www.youtube.com/watch?v=Oco6Jiqh4Eo&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=46

Trip to Heaven

Heaven pictures_A Trip to Heaven(Full version (Full version)

ASTEROID JATUH DAN MENGHANGUSKAN 1/3 BUMI TERJADI PADA SAAT PENGANGKATAN DI AKHIR JAMAN

https://www.youtube.com/watch?v=XksXhuvwC84

World WATERS TURN BLOOD Apocalypse - Australia DUST STORM, FIRE; Russia COLD; China 1.19.13

https://www.youtube.com/watch?v=8A34mJKVATE&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=42

PENGLIHATAN YESUS MENGALAHKAN DOSA, MAUT, PENYAKIT, DLL

PENGANGKATAN/ RAPTURE APAKAH ANDA SUDAH SIAP?