Transhumanisme adalan pergerakan internasional dan intelektual yang bertujuan mengubah kondisi tubuh manusia dengan mengembangkan dan menciptakan teknologi yang tersedia secara luas untuk secara besar-besaran meningkatkan kemampuan kapasitas intelektual, kecerdasan, fisik, dan psikologi.
"Kita harus melakukan keputusan yang sangat, sangat besar apakah kita akan melakukan yang seperti itu."
Musuh-musuh Amerika Serikat sedang menjalankan apa yang apa yang ragu-ragu dilakukan oleh Amerika: Enhanced Human Operation (EHO)– Operasi untuk meningkatkan kemampuan tubuh manusia.
EHO membutuhkan modifikasi tubuh dan otak manusia itu sendiri, menciptakan apa yang disebut "super soldier" – prajurit super. Pada sebuah konferensi pers yang dilaksanakan Departemen Pertahanan bidang riset masa depan dan strategi pengembangan pada hari Senin, Sekretaris Deputi Pertahanan Bob Work memperingatkan bahwa Amerika akan segara kehilangan keuntungan kompetitif militernya jika tidak mengejar teknologi yang mempergunakan inteligensi buatan (Artificial Intelligence).
"Sekarang ini musuh-musuh kita, sebenarnya, sedang mengejar operasi peningkatan kemampuan tubuh manusia, dan itu sangat menakutkan bagi kami," kata Work.
Mengubah tubuh manusia dari dalam supaya lebih efektif di dalam pertempuran menimbulkan dilema etis bagi para ilmuwan dan perencana militer Amerika. Work mengatakan, keprihatinan etis seperti itu tidak berlaku bagi pemerintahan otoriter seperti Rusia dan China, namun sikap mereka yang tidak ragu-ragu mengembangkan teknologi EHO akan memaksa keikutsertaan Amerika.
"Kita harus melakukan keputusan yang sangat, sangat besar apakah kita akan melakukan yang seperti itu," kata Work.
Jenis peningkatan apa yang kita bicarakan? Sekarang ini Pentagon masih belum berbicara spesifik, namun kita bisa menduga beberapa jenis modifikasi manusia dari apa yang sudah dikerjakan oleh DARPA (Defense Advance Research Project Agency – Badan Pertahanan Riset Proyek Tingkat Lanjut), dan imajinasi kita. (DARPA adalah lembaga yang bertanggung jawab untuk pengembangan teknologi paling mutakhir untuk digunakan militer Amerika Serikat).
Exoskeleton (pakaian kerangka luar)
Sejak tahun 1985, pensiunan Jenderal Militer bintang empat Paul F. Gorman membuat sketsa exoskeleton "Tentara Super" untuk DARPA yang akan melindungi prajurit dari ancaman kimia, biologi, elektromagnet, ledakan, dan balistik, termasuk tembakan langsung dari peluru kaliber .50. Sensor audio, video, dan sentuhan termasuk dalam desain itu.
Baru-baru ini, Angkatan Laut telah mengkaji penggunaan exoskeleton untuk mengangkat beban berat dan meningkatkan kemampuan operasi pemadaman api di atas kapal dan mengendalikan kerusakan. Pada tahun 2013, DARPA bekerjasama dengan Komando Operasi Khusus Amerika Serikat menciptakan exoskeleton ringan yang disebut TALOS (Tactical Assault Light Operator Suit). Setiap kali diskusi muncul, mereka menyebut seperti "Iron Man."
Obat-obatan dan vaksin
Anda bisa berpendapat bahwa manusia sudah meningkat kemampuan fisiknya, setidaknya dengan cara-cara primitif seperti latihan fisik. ISIS dan organisasi teroris lainnya punya sejarah luas memberikan kepada pejuang-pejuang mereka berbagai jenis halusinogen dan obat-obatan lain untuk meningkatkan kekejaman dan kebuasan mereka.
Rupanya Defense Science Office (DSO - Kantor Ilmu Pengetahuan Pertahanan) DARPA telah menyelidiki vaksin pikiran untuk mengubah rasa sakit. Sekali disuntikkan ke tubuh prajurit yang tertembak, vaksin ini secara teoritis mengurangi rasa sakit karena infeksi dan pembengkakan. Setelah 30 detik rasa sakit yang amat sangat, prajurit itu akan bebas dari rasa sakit selama 30 hari. Sepanjang pendarahan dapat dihentikan, prajurit itu dapat terus bertempur.
Riset pemerintah untuk menghentikan pendarahan menghasilkan program lain yang melibatkan injeksi jutaan magnet mikroskopis ke dalam tubuh seseorang, yang selanjutnya dapat dibawa ke satu titik untuk menghentikan pendarahan hanya dengan lambaian sebuah tongkat.
DARPA juga mempelajari paus dan lumba-lumba – mamalia yang tidak butuh tidur seperti manusia – sebagai inspirasi untuk menciptakan prajurit yang hanya membutuhkan sedikit tidur atau tidak sama sekali selama satu minggu atau lebih. Paus dan lumba-lumba secara independen mengontrol otak kanan dan kirinya secara terpisah, menjaga salah satunya tetap berjaga-jaga sementara lainnya tidur. Belum diketahui apakah ilmuwan DARPA sudah mendapatkan kemajuan dalam kontrol belahan otak manusia, tapi mereka sudah menyelidiki obat anti-tidur seperti Modafinil.
Implan otak
Meningkatkan daya tahan tubuh prajurit tidak terbatas hanya pada bagian luarnya saja. Di bawah program yang dinamakan Brain-Machine Interface (Penghubung Otak-Mesin), DSO menyelidiki bagaimana implan otak meningkatkan kemampuan kognitif. Ilmuwan mengusahakan penanaman chip komputer di otak tikus untuk melihat bagaimana mereka dapat mengendalikan pergerakan binatang itu dari jarak jauh. Jika berhasil diterapkan pada manusia, itu dapat digunakan untuk membimbing atau mengendalikan prajurit di medan perang dari jarak jauh. Program ini juga menyelidiki kemungkinan para prajurit berkomunikasi satu sama lainnya hanya dengan pikiran.
Operasi Peningkatan Kemampuan Tubuh Manusia secara teoritis juga akan melibatkan pemrograman psikologi dan kecerdasan. Sekali lagi, ini dapat menjadi perdebatan bahwa manusia sudah sejak lama melakukan pemrograman psikologis untuk tujuan perang, mulai dari prajurit Nazi hingga teroris Al Qaeda. Namun, implan otak yang memicu pola pikir spesifik atau bahkan perintah adalah kuncinya. Demikian juga kemungkinan untuk memperluas kemampuan manusia sebagai simpul informasi, penginderaan, dan pengintaian dengan menanamkan ke dalam tubuh manusia berbagai jenis sensor dan pemancar komunikasi.
Kemungkinan Operasi Peningkatan Kemampuan Tubuh Manusia hanya dibatasi oleh imajinasi kita saja – dan seberapa banyak ciptaan kita sendiri akan menakutkan bagi kita.
Hari-hari Zaman Nuh
Nick Bolstrom (Director of the Future Humanity Institute, Oxford University):
Para Transhumanis memandang keberadaan manusia itu sesuatu yang sedang-berkembang, adonan setengah matang yang dapat kita pelajari untuk dibentuk sesuai yang diinginkan. Manusia sekarang ini bukan titik akhir evolusi. Para Transhumanis berharap dengan penggunaan ilmu pengetahuan, teknologi dan cara rasional lainnya, kita dapat menjadi posthuman, makhluk dengan kapasitas yang jauh lebih besar dari yang dimiliki manusia saat ini.
Sebentar lagi "manusia normal" akan digantikan dengan "manusia super" yang jauh lebih maju sehingga bisa dianggap sebagai "Allah."
Ular itu berkata, "…matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah…"
Kejadian 3:5b
Melalui Transhumanisme, kita telah dan sedang menciptakan hybrid manusia-binatang, sama seperti yang dilakukan Para Malaikat dan Nephilim pada zaman Nuh…
Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia.
Lukas 17:26
Referensi:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.