Ketika menjalani kehidupan di dunia ini, manusia selalu berpikiran untuk mengejar hal-hal duniawi seperti kekayaan, kehormatan, kekuasaan dan kepuasaan semata yang kemudian tanpa disadari menjerumuskan manusia itu sendiri kedalam kubangan dosa.
Berkaca dari kehidupan orang tuanya, manusia cenderung berpikir dan bertindak untuk lebih baik, lebih maju, lebih mapan dan bahkan begitu banyak hal yang harus dicari lebih yang secara tidak langsung membuat manusia itu terobsesi untuk selalu mengejar kekayaan, membangun rumah mewah, mencari pangkat atau jabatan serta kemakmuran dalam kehidupan sehari-hari.
Tuhan selalu mengingatkan manusia untuk tidak mengejar uang karena uang adalah akar dari segala kejahatan, namun hal ini tetap tidak diindahkan dengan terbuktinya firman Tuhan bahwa keadaan manusia pada akhir zaman adalah suka mementingkan diri sendiri, menjelekkan orang lain, bertindak sewenang-wenang dan larut dalam kenikmatan duniawi.

Penulis berkesimpulan bahwa firman Tuhan tetap akan menggenapi setiap kehidupan umat manusia dimana mereka ada dan berada, dimana mereka beraktivitas hari lepas hari bahkan tanpa manusia itu sadari sudah terjadi penggenapan dalam Alkitab dan rahasia Allah hanya akan dibukakan kepada barangsiapa yang percaya dan menaruh segala pengharapan dalam kehidupannya kepada Bapa yang disurga.
Jangan pernah meninggalkan Tuhan dalam setiap perencanaan kehidupanmu , entah sedetik atau sejenak karena mereka yang mengandalkan Tuhan kehidupannya akan selalu berhasil dan hal ini diukur dari kaca mata iman alkitabiah.
Akhir kata, marilah kita berlomba dalam pertandingan yang digelar oleh Allah dengan mata tertuju kedepan tanpa memperdulikan keadaan disekitar kita dan berlari sekencang mungkin untuk mencapai garis finish sehingga kita dapat meraih mahkota kehidupan, bukan hal yang fana melainkan kehidupan yang kekal di surga bersama Bapa kita yang terkasih Yesus Kristus, Tuhan memberkati.
GBU
GBU
Ibr 12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.