Hampir semua orang mungkin sudah mengetahui atau pernah mendengar berita tentang gereja setan ini. Sejak tahun 1995an isu tentang masuknya gereja setan di Indonesia beredar kuat dan menjadi bahan pembicaraan masyarakat. Bagi umat kristiani (termasuk saya) isu ini sangat meresahkan, karena munculnya gereja setan di Indonesia menjadi sebuah ancaman. Gereja setan (GS) diperkirakan masuk di Indonesia pada tahun 1990an dan mulai terdengar di masyarakat pada tahun 1995an. Menurut pengakuan orang2 yang pernah ikut dan sudah terlepas dari ikatan GS ini, jemaat GS di Indonesia sudah mencapai ribuan orang dan bertempat di kota-kota besar seperti Jakarta, Manado, Semarang, Bandung, dll.
Untuk mempermudah, Gereja Setan akan saya sebut GS dan Satanic Church saya sebut SC. Sebelum berbicara lebih jauh tentang GS, saya akan membahas dimulai dari sejarah GS.
Sejarah Satanic Church
Anton Szandor LaVey dan rekannya
Gereja Setan pertama kali didirikan di San Fransisco, California, pada 30 April 1966 oleh Anton Szandor LaVey. Anton LaVey sendiri menjadi Pendeta Tinggi di gereja ini sampai kematiannya pada tahun 1997.
Cikal bakal GS sebenarnya berasal dari sebuah perkumpulan bernama “The Order of the Trapezoid”(anggota perkumpulan ini yang kemudian menjadi badan pengurus Gereja Setan) yang dibentuk pada tahun 1950an oleh Anton LaVey.
Satanic Bibble dan Panduan Ritual dari Gereja Setan
Anggota pertama pengurus satanic church ini adalah:
- Carin de Plessen (yang tumbuh di Istana Kerajaan Denmark)
- Dr. Cecil Nixon (ahli sulap, eksentris, and penemu automaton)
- Sutradara Kenneth Anger, Asesor kota Russell Wolden
- Donald Werby
- Antropolog Michael Harner
- Penulis Shana Alexander, dan
- Anton Szandor LaVey (yang kemudian menjadi pendeta tinggi GS)
Pada tahun pertama pembentukannya, GS disebut-sebut dalam banyak berita dan merupakan topik artikel majalah dan surat kabar semasa tahun 1960-an dan 1970-an. Isu yang paling mencuri perhatian pada saat itu adalah upacara pernikahan Setan antara Judith Case dengan wartawan radikal John Raymond. Upacara pernikahan ini difoto oleh Joe Rosenthal, yang terkenal oleh fotonya Raising the Flag on Iwo Jima selama Perang Dunia II.
Dalam perkembangannya GS sempat dikenal dunia melalui media pada tahun 1980an. Bahkan pada tahun 1980-an dan 1990-an GS dan para anggotanya sangat aktif dalam memproduksi film-film, musik, dan majalah-majalah yang berhubungan dengan Setanisme.
Yang dimaksud dengan satanisme adalah segala hal yang berbau mistis dan memuja satan, seperti occultisme, pergaulan bebas, menyembah berhala, tindakan2 asusila, dll. Di Indonesia sendiri sebenarnya praktek satanisme sudah menjadi darah daging, karena dilakukan oleh leluhur kita. Praktek2 tersebut seperti perdukunan, santet, semua hal yang berbau mistis (Indonesia sendiri merupakan negara yang sangat kental dengan budaya2 mistis bahkan sampai sekarang). Walaupun praktek2 tersebut (misal perdukunan) dimaksudkan untuk niatan baik, namun tetap saja itu merupakan praktek dari satanisme.
Kembali ke GS, pada periode 1980-1990an GS berhasil menambah jumlah jemaat mereka, namun semakin lama keberadaan mereka semakin ditentang masyarakat. Karena itu mereka pindah ke California.
Menurut pengakuan jemaat GS yang berhasil diselamatkan, GS mempunyai 4 kelompok:
* The Mou Mou
* Children Of God
* Dragon Team
* Satan Web
Diketahui bahwa struktur organisasi gereja setan (GS) sangat rapi. Di tingkat teratas adalah lucifer si biang bala/raja yang harus disembah. Sedangkan di bawahnya adalah Prince of Michael. Kemudian di bawah Prince of Michael terdapat empat kelompok tersebut.
Dragon Team
Dragon Team (Tim Naga) dipimpin oleh seorang bernama ryan, asal kota Pittsburg, AS. Tim ini beranggotakan 12 orang dan termasuk Tim Elit GS. Tidak sembarang orang bisa masuk dragon team. Menyusul dragon team, diabwahnya terdapat ‘The Mou-Mou’ dan ‘Satan Web (Jaringan Setan)’ serta ‘Children of God’.
Masing-masing kelompok ini beranggotakan 250 anggota. Setiap anggota baru langsung terdaftar dan namanya dibukukan dengan rapi. Yang menjadi anggota bukan sembarangan orang. Mereka adalah orang2 pilihan dari segi mental maupun intelektual. Sasaran utama mereka ialah ABG (pemuda/pemudi) yang kemudian diperalat sebagai ujung tombak gerakan mereka.
Children of God (COG)
Dari keempat Tim di atas, kelompok Children of God (COG) adalah yang paling terkenal dan pernah membuat heboh umat Kristiani di Indonesia. Sekitar tahun 1990an COG masuk ke Indonesia. Pengajarannya menjurus keajaran asusila sehingga dikecam bahkan dikutuk pemuka Agama.
Akibatnya Jaksa Agung pernah melarang barang2 cetakan COG. Bahkan Dirjen Bimas Protestan menghimbau pimpinan gereja agar meningkatkan pembinaan warga jemaatnya melalui surat edaran tanggal 13 Maret 1984 no. F/26/930/84.
Pendiri COG adalah David Brant Berg di Melrose, Oakland, California. Karena ajaran2nya menjurus dan berbau asusila (seks), maka ajarannya cepat menarik para remaja serta anak muda di Indonesia. Dalam waktu yang relatif singkat anggota mereka bertambah banyak. Di Jakarta saja katanya sudah mencapai 5000 orang. Bahkan kota Purwokerto dipastikan terdapat 200 anggota COG.
COG cepat merebak di Indonesia karena kegiatannya meliputi banyak bidang. Antara lain: Bidang Literatur, Musik, Drama, Audio Visual, Kursus Bahasa, dll. Salah satu doktrin/ajaran sesat mereka ialah bahwa Yesus adalah hasil hubungan intim antara Allah dan Maria. (yang ini menurut saya sangat melecehkan ALKITAB, doktrin ini juga dimunculkan pada film “The Davinci Code” yang mengatakan ada holy bloodline/garis keturunan asli Yesus dengan Maria)
Struktur organisasi
- Pimpinan tertinggi adalah Lucifer alias satan alias iblis alias raja \iblis.
- Tingkat kedua adalah Rosa/lyberia yang terdiri atas 13 wanita yaitu \Sister of The Light.
- Yang terendah adalah Mochua, bertugas melemahkan iman jemaat \termasuk menguras energi urapan para hamba Tuhan.
Semua kelompok ini tidak berwujud alias dalam bentuk roh. Prince Of Michael yang disebut-sebut sebagai pimpinan GS di Menado juga termasuk roh, agar bisa kelihatan, dia akan meminjam jasad orang lain.
Simbol-Simbol
Seperti yang banyak telah dikenal dunia, GS memiliki berbagai simbol-simbol yang berbau mistis dan melambangkan satan. Saya hanya membahas beberapa simbol yang paling sering ditemukan di GS saja.
666
666 memang selama ini selalu dikaitkan sebagai angka setan/lambang setan. Ternyata tidak salah, angka 666 memang terukir ditangan kanan dan kiri para jemaat GS.
Didalam Alkitab juga ada tertulis yang menyebutkan bilangan satan(666), kalau anda ingin lihat bukalah Wahyu 13: 15-18 dan Wahyu 14: 9-11. Disitu tertulis bagaimana hukuman yang akan diterima bagi orang2 yang telah menerima bilangan tersebut pada tubuhnya.
Yang pasti Jika anda menerima tanda 666 pada dahi dan tangan, atau bagian tubuh manapun, anda selesai! TIDAK dapat diselamatkan!. Anda telah diresmikan pada satan itu.
Hexagram
Gereja Setan
Gambar bintang dengan 6 sudut ini merupakan salah satu lambang yang sering muncul dalam proses occultism (sihir). Biasanya lambang ini digambarkan beserta gambar kepala kambing/tanduk kambing, yang melambangkan baphomet (satan).
Salib Terbalik
Salib terbalik sebagai lambang Ritual Gereja Setan
Salah satu simbol paling kontroversi adalah simbol salib terbalik ini. Simbol ini selalu ada disetiap satanic church. Simbol ini melambangkan pernyataan perang dengan Alkitab (umat kristiani). Karena simbol ini melecehkan ajaran dan kenyataan2 yang tertulis di Alkitab.
Simbol ini juga sebagai lambang bahwa fakta2 yang dianut GS merupakan kebalikan dari fakta2/ajaran yang dianut umat kristiani.
Kegiatan
Seorang mantan jemaat GS bersaksi dan bercerita bagaimana proses kegiatan dan penyembahan mereka.
Praise & Worship : tapi lagu2nya yang lagi disenengin anak muda, dan biasanya yang beraliran heavy metal/rock, termasuk juga lagunya Santana (Maria), Janet & Michael Jackson (scream), John Lennon (Imagine) atau lagunya Bon Jovi, terus Black Sabbath, dan aliran heavy metal lainnya.
Pembacaan firman : bukan pake bible yang biasa tetapi Satanic Bible, yang isinya memutarbalikkan semua isi alkitab menurut versi mereka.
Perjamuan kudus : mereka makan organ tubuh bayi (hasil aborsi) dan minum darah bayi 4. Perjamuan kasih : mereka boleh melakukan seks bebas dengan orang-orang yang hadir di situ, dan juga narkoba dibagikan secara free.
Pengakuan
Menurut isu yang beredar, di Indonesia pusat penyebaran ajaran GS terdapat di Sulawesi, tepatnya di Manado. Tahun 1999, di Manado, 2 orang yang dikatakan “bekas” pengikut ajaran GS berhasil diselamatkan. Kedua orang ini kemudian bersaksi tentang apa saja yang telah mereka alami dan mereka ketahui tentang GS. Rina dan Laura merupakan dua dari sembilan pengikut Gereja Setan yang berhasil dibebaskan dari kuasa setan yang selama ini menguasai hidupnya. Dibebaskannya Rina dan Laura dari pengaruh kuasa gelap, seakan membuka mata para hamba Tuhan di bumi Minahasa khususnya dan umat Kristiani pada umumnya bahwa ancaman pihak gereja setan bukan sekedar isapan jempol.
“Saya dinobatkan menjadi istri lucifer, di tahun 1996 lewat suatu upacara perkawinan” aku (Rina) tanpa ragu-ragu mengungkapkan. Selanjutnya iapun mengaku bahwa sebagai pasangan suami istri lucifer, mereka sudah melakukan hubungan intim sebagaimana layaknya. “Saya belum memeriksa apakah saya masih gadis. Saya tak berpikir kesitu” lanjut Rina yang bernama lengkap Rina Harsum Tamanampo.
Sedangkan Laura Gansalangi, yang biasa dipanggil Laura, ia mengaku mendapat nama panggilan ACE yang jika dibaca menjadi ASE singkatan dari Anak Emas Setan. Menurut kedua gadis ini, kota Manado memang merupakan sasaran utama gereja setan.
“Untuk dapat melepaskan diri dari ikatan gereja setan sangatlah susah. Ikatan itu begitu kuat, kami seperti terhipnotis dan tidak bisa berpaling dari GS” ungkapnya. Kebetulan Laura, Rina, dan 7 orang lainnya berhasil dilepaskan setelah didoakan oleh Ev. Herman, Pdt. Niko Gara, bersama semua anggota jemaat.
Menurut kesaksian mereka berdua juga di Indonesia terdapat 3 tempat yang ditargetkan oleh GS menjadi pusat mereka, yaitu Manado, Bandung, dan Jakarta.
Mengapa di Manado??
Gereja setan tak hanya merasuk dan merusak orang Kristen di Manado, tetapi mereka juga merencanakan Manado sebagai pusat gereja setan nomor 2 di dunia setelah California di AS. Hal ini terbukti dari ucapan Prince of michael, bahwa separuh kota Manado sudah dikuasai oleh gereja setan.
Lalu, mengapa target mereka justru Manado, kota terbesar di kawasan utara Indonesia yang justru merupakan benteng imat Kristiani yang tangguh? Di Manado, banyak hamba Tuhan yang menentukan detak nadi aktivitas pelayanan di Indonesia. Kehidupan masyarakatnya dinilai sangat baik, kehidupan rohaninya kuat. Selain itu persekutuan yang sangat tangguh seperti seringnya diadakan KKR. Jadi, kalau Manado yang dinilai sebagai “jantungnya” orang Kristen, sudah hancur, maka dengan sendirinya seluruh kota lainnya di Indonesia akan mudah ditaklukan oleh gereja setan.
“Banyaknya pengikut Yesus Kristus di sini, juga merupakan dorongan kuat bagi gereja setan untuk menguasai Manado terlebih dulu…” kata Rina, ketika diwawancarai Tim 11 dari Manado Post. Rina, selanjutnya mengatakan untuk memecah belah umat Kristen, anggota gereja setan tidak segan2 masuk/menyelundup ke tempat2 ibadah. Hal ini yang sangat dimanfaatkan oleh anggota gereja setan untuk menyelusup dan menarik orang2 yang dinilai memiliki bobot tertentu.
Sebenarnya pertama kali menyelusup ke Indonesia lewat Kalimantan. Tetapi, belakangan mereka berubah pikiran karena prospek kota Manado “lebih cerah” untuk perkembangan gereja setan. Maka di tahun 1991 dimulai oleh sepasang suami istri, gereja setan dideklarasikan pendiriannya di gedung Joeang Manado pada tanggal 31 Oktober, bertepatan dengan acara Halloween.
Metode Mencari korban
Modus operandi mereka adalah tempat2 ramai seperti pertokoan, mall, atau tempat hiburan, bahkan gereja. Calon korban biasanya ditatap lurus2 matanya dan calon korban seakan terkena hipnotis. Cara lain ialah dengan berjabatan tangan, mereka memakai cincin Pentagram yang tajam, ketika berjabatan mereka akan berusaha membuat luka melalu cincin tersebut. Darah yang keluar luka akan dipakai untuk mengontrol calon korban dari jarak jauh (seperti santet).
Bagi yang sukses “mencari jiwa baru” biasanya akan memperoleh imbalan uang antara Rp.300 sampai Rp.500 ribu. Namun, seandainya ada tugas yang diberikan, gagal, maka ada sanksi berat yang dikenakan. Yakni hukuman mati!. “Biasanya imbalan korban perempuan lebih mahal dari korban laki2 karena kegadisan mereka bisa diserahkan untuk lucifer” ungkap Rina.
Berhati-hatilah ketika kita sedang berjalan atau berada dikeramaian. Mereka bisa saja ada disekitar kita.
Hari-Hari Raya
Sama seperti agama2 lain didunia, satanic church juga mempunyai hari2 raya tersendiri.
Halloween
Setiap tanggal 31 Oktober, mereka merayakan hari raya. Pada hari itu mereka akan melakukan perayaan dengan berkumpul memakai topeng/kostum yang menyeramkan (tidak beda dengan yang dilakukan orang luar pada halloween). Mereka akan berkumpul di GS, bernyanyi dan menari-nari. Pada puncak acara mereka akan melakukan pelampiasan kepada Yesus Kristus dalam wujud gambarNya, yang diinjak2, sementara di bagian atas ruangan digantung simbol salib patah (broken cross).
Solstice
Hari raya ini mereka rayakan di bulan Desember seminggu sebelum Natal. Mereka menargetkan, sehari sebelum umat Kristiani merayakan Natal. Maka pada tanggal 24 Desember malamnya, lucifer akan meminta korban. Sehingga dengan begitu, umat Kristiani akan mengalami hari duka.
Equinox
Hari raya ini mereka rayakan setiap tanggal 13 Maret. Hari raya ini khusus diikuti oleh hanya 13 wanita dalam kelompok yang dinamakan Sisters of the Light, salah satu kelompok jabatan dalam struktur organisasi gereja setan. Sepertinya sisters of light adalah sekumpulan perempuan yang sudah menjadi istri lucifer.
Black Sabath (Misa Hitam)
Dalam upacara ritual khusus ini biasanya ada tumbal yang harus disediakan yakni korban bayi yang baru berumur 4 minggu. GS biasanya melakukan Persembahan Darah bayi hasil aborsi, yang biasanya melakukan hubungan intim didepan jemaat gereja dan setelah 4-6 bulan lamanya, maka anak itu harus digugurkan dan darahnya akan dipersembahkan kepada lucifer.
Demikianlah cerita tentang Gereja Setan semoga Anda dapat mengambil hikmah positif dari cerita di atas.
****************************************************************

****************************************************************
SEJARAH TENTANG GEREJA SETAN


GEREJA SETAN
Asal mula GEREJA SETAN didirikan oleh Anton Szandor La Vey tanggal 30 April 1966, dan GS ini secara terang-terangan diorganisasikan di San Francisco. Sebagai buku panduan umatnya, La Vey menulis sebuah kitab The Satanic Bible tahun 1969.
Meskipun keberadaan para penyembah Setan telah diketahui selama bertahun-tahun, tak seorang pun muncul dan mengakui secara terbuka bahwa mereka adalah penganut Setanisme. Setanisme pertama kali menjadi gerakan yang terbuka dan teratur di tahun 1960-an di Amerika Serikat. Tanggal 30 April 1966, Gereja Setan dibentuk di California. Pendiri gereja aneh ini adalah seorang penganut Setanisme yang bernama Anton Szandor LaVey yang menyatakan dirinya sebagai pendeta tinggi. Dikenal sebagai Paus Hitam, LaVey menulis buku-buku tempat dia merumuskan pandangan-pandangannya mengenai Gereja Setan. Judul buku-buku itu menakutkan: “Kitab Suci Setan, Upacara Setanis, Penyihir Setanis, Buku Catatan Setan dan Setan Berbicara”. LaVey meninggal di tahun 1997. Diperkirakan bahwa Gereja Setan memiliki sekitar 10 ribu anggota di Amerika Utara, dan meskipun banyak menerima tuntutan hukum, kegiatan dan upacaranya terus berjalan.
Sebuah patung Setan, raja iblis telah dibuat dan saat ini berada di Katedral Notre Dame (Paris) berwujud seperti wajah manusia-binatang bertanduk 2 buah dengan posisi bertopang dagu dan di punggungnya terdapat 2 sayap, patung ini terbuat dari batu dan dinamakan patung setan (patung itu pernah dimasukan dalam adegan film Si Bongkok dari Notre Dame).
Organisasi ini menyebut dirinya organisasi pertama di muka bumi dan di sepanjang sejarah yang secara terbuka menyatakan mengabdi kepada penerimaan terhadap fitrah sejati manusia yaitu binatang jasmaniah yang hidup di dalam kosmos yang diresapi dan dimotivasi oleh kekuatan gelap yang kami sebut Setan.

Anton LaVey
Yang pertama Gereja Setan, Gereja Setan Amerika, kini nama resmi mereka adalah Gereja Setan, nama lain adalah pendusta. Pada tanggal 29 Oktober 1997, Anton La Vey mati. Kemudian GS diwariskan kepada Blanche Barton (pendeta wanita tertinggi) yang juga adalah istrinya dan ibu anak yang ketiga yang bernama Satan Xerces Carnacki La Vey Blanche juga menjabat kepala adiministrasi GS selama 14 tahun terakhir. Semasa hidupnya, Anton La Vey mengangkat banyak anggota Kependetaan Mendes sebagai Pengacara Iblis. Dan kependetaan ini bersama Ordo Trapezoid Dewan Nan Sembilan kini bekerja sama dengan Pendeta Wanita Tinggi Barton untuk memajukan filosofi ikonoklastik yang diracik oleh La Vey.
LAMBANG
Lambang Para pengikut GS umumnya menggunakan lambang 666, pentagram, bintang bersudut 5 terbalik yang bergambar kepala kambing bertanduk dua. Sudut bintang yang menggambarkan tanduk itu bermakna Lucifer, sama tinggi dengan Allah. Tiga sudut di bawah menggambarkan tritunggal iblis, yang di tengah Lucifer, di kiri antiKristus, yang di kanan nabi-nabi palsu.
Dan iblis yang menyesatkan mereka dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi itu dan mereka di siksa siang malam sampai selama-lamanya. Tritunggal iblis ini lawan Tritunggal Kristiani (Bapa, Anak, dan Roh Kudus ).
Kepala kambing merupakan salah satu ciri khas utama penyembah Setan, unsur penyembahan yang menuju kepada pengorbanan kepada Satan Lucifer biasanya menyembelih kambing (umumnya jantan)dan menggunakan darahnya untuk upacara ritual
PENGGUNAAN BARCODE
Barcode atau Kode garis-garis batangan bukan barang baru bagi kebanyakan orang. Hampir di seluruh produk buatan pabrik, bahkan kini di banyak produk rumahan, semuanya mencantumkan kode batangan ini. Kode yang terdiri dari garis-garis dengan ketebalan yang bervariasi oleh banyak kalangan dianggap sebagai sesuatu yang mempermudah pengidentifikasian suatu barang. Barcode ini lahir di Amerika Serikat pada awal tahun 1970-an.
Perkembangan demi perkembangan global ini, membuat kalangan yang sejak awal mencurigai ada misi tersembunyi di balik penggunaan Barcode, semakin yakin dengan kecurigaannya. Mereka kebanyakan berlatar belakang sebagai Simbolog, Penulis, Peneliti, dan Pengkaji Alkitab.
Salah satunya adalah Mary Stewart Relfe, PhD. Perempuan pengusaha sukses dari Montgomerry, AS, yang juga berprofesi sebagai seorang pilot sekaligus instruktur peralatan Multi Engine Instrument Flight, telah menulis dua buah buku best-seller yang menyoroti konspirasi ini. Salah satunya berjudul “666 The New Money System” (1982).
Dalam bukunya tersebut, Mary Stewart yang juga seorang pengkaji Alkitab, sejak kecil sangat yakin bahwa penggunaan Barcode terkait erat dengan rencana-rencana tersembunyi dari konspirasi untuk menguasai dunia.
Tiga Tahapan
Menurut Stewart, upaya Konspirasi untuk menguasai dunia dalam hal pengidentifikasian dan pengendalian dunia terbagi dalam tiga tahapan: tahap pertama dimulai tahun 1970 yang dijadikan titik awal bagi langkah-langkah ini.
Tahap kedua dimulai tahun 1973. Penggunaan Barcode yang awalnya diterapkan pada barang manufaktur, kini mulai diterapkan pada manusia, antara lain lewat nomor kodifikasi Angka Kesejahteraan Sosial (The Social Security Number) yang digabungkan dengan sistem pemberian angka secara universal. Penggabungan dua kodifikasi angka ini menjadi kode-kode batangan (Barcode) yang mirip dengan Barcode pada produk manufaktur yang telah diterapkan tiga tahun sebelumnya.
Awalnya diterapkan pada kartu-kartu pintar seperti Credit Card, Debit Card, ID Card, dan sebagainya. Namun pada perkembangannya juga mulai diterapkan pada manusia. Target utama tahap kedua ini adalah pemerintahan, perbankan, dan perusahaan-perusahaan pembuat kartu-kartu pintar (Smart Card).
Tahap ketiga meliputi usaha untuk mengidentifikasikan setiap macam yang ada di dunia ini, baik yang bergerak maupun yang tidak. Semua pengidentifikasian ini berguna untuk mengetahui sisi lemah suatu kelompok, wilayah, bahkan suatu bangsa, yang nantinya bisa dijadikan senjata bagi Konspirasi.
Angka Iblis
Para pengkritisi Barcode berhasil menemukan salah satu rahasia paling vital dari kode-kode batangan ini. Semua Barcode atau yang juga dikenal sebagai Universal Product Code (UPC) Barcode memiliki angka 666 dan 13.


Untuk mengetahuinya, silakan melihat Barcode yang ada di berbagai produk. Perhatikan jumlah angka yang ada di bawah garis-garis batangan. Jumlahnya selalu 13 angka. Angka 6 yang disimbolkan dalam kamus Barcode terdiri dari dua garis tipis saling berhadapan terletak di sisi paling kiri dan paling kanan Barcode, dan satunya lagi garis paling tengah. Ketiga garis yang melambangkan angka 6 ini lebih panjang dibanding garis-garis lainnya.
Jadi, seluruh UPC Barcode yang tersebar di dunia ini memiliki rangka 666. Dalam bukunya, Mary Stewart Refle mengutip salah satu ayat Alkitab: “Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya. Dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain daripada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. Yang penting di sini ialah hikmat: Barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya adalah: 666” (Wahyu 13: 16-18)
Stewart meringkas bahaya dari Konspirasi dalam hal Barcode: “Penerapan teknologi Barcode pertama kali dilakukan pada produk barang, disusul kemudian pada kartu, dan akan berubah menjadi sesuatu yang mengerikan dalam masyarakat yang tidak lagi menggunakan uang kontan… “
Musik dan Film Satanisme
Satanisme muncul dalam banyak hal salah satunya adalah film dan musik. Banyak film yang menceritakan dengan terbuka idiom satanisme serta kisah kuasa gelap (dark forces). Film populer seperti : Friday The 13th, The Crow, Devils Advocate, Interview With The Vampire, bahkan serial The X-Files mengandung alur cerita dimana setan, satanisme atau black magic menjadi bagian penting dari film. Konon tahun 1968, Anton Szandor La Vey pernah menjadi penasehat teknis sekaligus pemeran film Rosemarys Baby, film Omen 1976 disebut telah mempopulerkan satanisme.

Berikut adalah kabar burung tentang contoh musik yang berisi satanisme , contoh :
* Lagu dari Ozzy Osbourne “Anggur baik tapi Wiski lebih cepat, bunuh dirilah satu-satunya jalan keluar”.
* Lagu dari David Bowie (majalah Rolling Stone) mengatakan Rock akan selalu menjadi musik setan.
* Lagu dari Stairway to Heaven jika di putar terbalik akan memunculkan syair pemujaan setan.
* Lagu dari Metallica dalam The Prince melantunkan Bida.dari dari bawah, Aku ingin menjual jiwaku. Setan ambil jiwaku.
* Pink Floyd menulis lagu Lucifer Sam dengan lirik : Lucifer Sam selalu duduk di sisimu..selalu dekat denganmu.
* Thn 1992, Red Hot Chilli Peppers saat penerimaan anugreah MTV Awards berucap. Pertama-tama kami ingin berterima kasih pada Setan.
* Marilyin Manson, salah satu umat GS pada majalah Spin edisi Agustus 1996. Saya berharap dikenang sebagai sosok yang mengakhiri sejarah Kekristenan, Manson tak ragu merobek Injil dan meneriakkan penghinaan terhadap Yesus Kristus.
* Band-band Black Metal yang secara terang-terangan menggunakan lirik & ritual pemujaan terhadap setan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.