Koalisi kelompok-kelompok pejuang Palestina menilai Konferensi Paris sebagai program anti-Palestina oleh Amerika Serikat.
Konferensi Paris digelar di ibukota Perancis pada Minggu, 15 Januari 2017 dengan tujuan menghidupkan kembali proses perdamaian antara Otorita Ramallah Palestina dan rezim Zionis Israel.
Konferensi yang dihadiri oleh perwakilan dari 70 negara itu tidak menghasilkan apapun seperti konferensi-konferensi serupa yang diselenggarakan sebelumnya.
Khaled Abdul-Majid, Sekretaris Koalisi Faksi-faksi Perlawanan Palestina menyebut Konferensi Paris sebagai rencana untuk "pengakuan terhadap rezim Zionis dan kelanjutan pembangunan distrik-distrik Zionis serta pencabutan hak kembalinya para pengungsi Palestina. "
Ia menekankan kelanjutan perjuangan dan Intifada sebagai satu-satunya opsi untuk mengakhiri penjajahan Israel di Palestina.
"Otorita Ramallah harus meninjau kembali kinerjanya dan menempatkan tuntutan bangsa Palestina, yaitu kelanjutan perlawanan dan Intifada, sebagai prioritas dalam kinerjanya, "kata Abdul-Majid seperti dilansir Quds Net, Selasa (17/1/2017). (RA)
http://parstoday.com/id/news/middle_east-i31147 faksi_faksi_palestina_konferensi_paris_program_as_untuk_akui_israel
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.