N e g a r a - negara Uni Eropa (UE) mengecam keras pernyataan Presiden-terpilih AS Donald Trump yang mencap Aliansi Pertahanan Atlantik Utara organisasi “bapuk”. Trump pun sesumbar, banyak negara Eropa bakal mengikuti jejak Inggris Raya keluar dari UE.
Trump dalam wawancara dengan The Times dan Bild awal pekan ini blakblakan menyerang Eropa. Dia mengkritik kebijakan Kanselir Jerman Angela Merkel membuka pintu untuk pengungsi Suriah, menyebut sikap itu sebagai “bencana”.
Seturut tanda tanya mengenai komitmen Trump terhadap NATO dan kecenderungan Presiden-terpilih AS itu berpihak ke Rusia, Merkel mengingatkan UE mulai sekarang harus fokus bekerja sama menata masa depan, sekaligus mengurus urusan mereka sendiri.
“Nasib kita (warga Eropa) ada di tangan kita,” kata Merkel, Selasa (17/1).
Merkel menegaskan, Berlin siap bekerja keras memperkuat UE, khususnya bidang ekonomi dan memerangi terorisme. Sedangkan Presiden Prancis Francois Hollande berkeras, “UE tidak memerlukan nasihat asing untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.”
Trump dalam rangkaian kampanye Pilpres 2016 sempat mengatakan enggan membantu negara-negara NATO tanpa “bayaran pantas” —perkara pembiayaan seperti diketahui selama ini sumber gesekan internal.
Menurut Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier, Trump yang dilantik sebagai Presiden Ke-45 AS akhir pekan ini benar-benar menggegerkan UE.
“Komentar presiden-terpilih sungguh membuat Brussels geleng-geleng kepala sekaligus geram,” kata Steinmeier usai bertemu Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg.
Juru Bicara NATO Oana Lungescu di luar dugaan memastikan, Stoltenberg “sepenuhnya mempercayai” komitmen Trump pada aliansi 28 negara pimpinan AS tersebut.
Kritik datang tidak hanya dari luar. Menteri Luar Negeri John Kerry turut menyayangkan sikap Trump yang terkesan mengevaluasi kebijakan Merkel. Trump dalam pernyataannya bahkan mengancam menetapkan pajak 35 persen untuk produsen mobil asal Jerman jika mereka merakit mobil di Meksiko, bukan AS.
Eropa dinilai wajar bila cemas. Trump dalam hitungan hari akan menjadi “penjamin” keamanan Barat, tapi kalimat-kalimatnya justru membuat banyak pihak tidak tenang. Para pemimpin Eropa, terutama. Pernyataan agresif Trump terhadap Eropa juga menimbulkan kebingungan seputar arah kebijakan luar negeri AS, mengingat calon menteri pilihan Trump justru menekankan pro-NATO dan anti-Rusia.
“Dunia sudah terbalik,” ujar mantan Duta Besar AS untuk NATO Ivo Daalder, seperti dinukil dari CNN.
Di tengah gejolak sebab wawancara terbaru Trump, sedikitnya 42 anggota DPR dari fraksi Partai Demokrat mengklaim tidak akan menghadiri upacara pelantikan presiden, Jumat (20/1) waktu Washington atau Sabtu (21/1) WIB. Mereka memboikot menyusul komentar pedas Trump terhadap anggota Kongres dari Negara Bagian Georgia, John Lewis, pejuang veteran hak-hak warga sipil AS era 1960-an.
Solidaritas anti-Trump di sisi lain bukan hanya mengemuka di internal Kongres. Sederet aktor dan musisi memastikan absen selebrasi. Setelah Bruce Springsteen, giliran B Street Band membatalkan kemarin.
Bintang Broadway Jennifer Holliday juga tidak akan hadir. Begitu pula penyanyi legendaris Paul Anka, Celine Dion, dan Elton John.
Sebaliknya, sejumlah artis top seperti Katy Perry, Cher, dan Scarlett Johansson dikabarkan tetap terbang ke ibu kota untuk berpartisipasi dalam aksi damai bertajuk Women’s March on Washington yang digelar Sabtu.
http://www.harnas.co/2017/01/18/uni-eropa-serang-balik-trump
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.