animasi-bergerak-bunga-mawar-0017animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0152animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0152animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0017

Rabu, 25 Januari 2017

TIM TRUMP TELAH MEMANTAU LOKASI BARU KEDUTAAN AS DI YERUSALEM, ISRAEL YAKIN AMERIKA PINDAHKAN KEDUTAANYA KE YERUSALEM, PALESTINA DAN HAMAS MENGANCAM MEMICU PERANG DUNIA III JIKA AS MEMINDAHKAN KEDUTAAN USA KE YERUSALEM




TIM TRUMP TELAH MEMANTAU LOKASI BARU KEDUTAAN AS DI YERUSALEM



Presiden terpilih Donald Trump mengumumkan bahwa ia akan mencalonkan David Friedman menjadi Duta Besar AS untuk Israel.

Sebagai Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, David Friedman akan menjaga hubungan khusus antara kedua negara. Dia telah menjadi teman lama dan penasihat terpercaya untuk saya. hubungan yang kuat di Israel akan membentuk dasar dari misi diplomatik dan menjadi aset yang luar biasa untuk negara kita seperti yang kita perkua dengan negara sekutu kami, untuk perdamaian di Timur Tengah. Tidak ada yang lebih penting daripada melindungi keamanan warga negara kita di rumah dan di luar negeri. “

“Saya sangat tersanjung karena saya dipilih oleh Presiden terpilih Trump untuk mewakili Amerika Serikat sebagai duta besar untuk Israel,” kata Friedman. “Saya berniat untuk bekerja tanpa lelah untuk memperkuat ikatan antara kedua negara dan memajukan perdamaian di kawasan ini, dan berharap untuk melakukan hal ini dari kedutaan besar AS di ibukota abadi Israel, Yerusalem.”

Friedman dilaporkan tidak melihat permukiman Yahudi di Yudea dan Samaria sebagai hambatan untuk perdamaian. Dalam wawancara dengan Haaretz pada bulan Juni, Friedman menyatakan Trump mendukung Israel mencaplok area itu.

Bulan lalu, Friedman dan Jason Greenblatt, penasihat Israel-AS lainnya untuk Trump mengeluarkan a dokumen 16-point position, yang termasuk:

Israel adalah negara orang-orang Yahudi, yang telah tinggal di negeri itu selama 3.500 tahun.

Israel adalah sekutu setia AS dan mitra kunci dalam perang global melawan jihad Islam. kerjasama militer dan koordinasi antara Israel dan AS harus terus tumbuh.

AS harus memveto setiap keputusan PBB yang tidak adil terhadap Israel; ASakan bekerja di lembaga-lembaga internasional dan forum, termasuk dalam hubungan dengan Uni Eropa, untuk menentang upaya untuk mendelegitimasi Israel; memberlakukan standar ganda diskriminatif terhadap Israel, atau untuk memaksakan label khusus persyaratan pada produk-produk Israel atau boikot atas barang-barang Israel.

AS harus memotong dana untuk Dewan HAM PBB, lembaga yang didominasi oleh negara-negara yang saat ini dijalankan oleh kediktatoran yang tampaknya hanya dikhususkan untuk memfitnah Negara Yahudi. Upaya UNESCO untuk memutuskan Negara Israel dari Yerusalem adalah upaya sepihak untuk mengabaikan ikatan Israel 3.000 tahun ke ibukota negara tersebut, dan merupakan bukti lebih lanjut dari bias anti-Israel yang sangat besar dari PBB.

AS harus melihat upaya untuk memboikot, divestasi, dan sanksi (BDS) Israel sebagai inheren anti-Semit. Gerakan BDS hanya upaya lain oleh Palestina untuk menghindari komitmen untuk ko-eksistensi damai dengan Israel. Pemahaman yang salah bahwa Israel adalah penjajah harus ditolak.

Sebuah solusi dua negara antara Israel dan Palestina mustahil selama Palestina tidak mau meninggalkan kekerasan terhadap Israel atau mengakui hak Israel untuk eksis sebagai negara Yahudi.

AS harus mendukung perundingan langsung antara Israel dan Palestina tanpa prasyarat, dan akan menentang Palestina, Eropa dan upaya lainnya untuk memotong negosiasi langsung antara pihak yang mendukung penyelesaian paksa.

AS akan mengakui Yerusalem sebagai ibukota abadi dan tak terpisahkan dari negara Yahudi dan Administrasi kedutaan AS akan dipindahkan ke Yerusalem.

Media Israel memberitakan bahwa pemindahan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem adalah “prioritas yang sangat besar” dari presiden terpilih, Trump. Bahkan dikabarkan bahwa sudah ada tim yang diterjunkan untuk memantau lokasi kedubes ini.

Menurut laporan itu, tim Trump sudah bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri Israel tentang masalah ini, dengan para pejabat untuk memeriksa ketersediaan dari tanah di lingkungan Talpiot yang dibeli pada tahun pemerintah AS 2014.




***********************




AS BERSIAP PINDAHKAN KEDUBES DI ISRAEL KE YERUSALEM, SITUASI MEMANAS




Wilayah Yerusalem yang diperebutkan Israel dan Palestina. Presiden AS Donald Trump ingin Yerusalem jadi Ibu Kota Israel dan siap pindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem



WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) sesuai janji Presiden Donald Trump bersiap-siap untuk memindahkan kedutaan besar (Kedubes)-nya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Langkah AS ini membuat situasi memanas, di mana Palestina dan Yordania siap untuk melawan.

Gedung Putih mengatakan rencana pemindahan Kedubes AS di Israel ke Yerusalem sudah dalam tahap awal pembicaraan. ”Kami berada di tahap yang sangat awal untuk membahas hal ini,” kata juru bicara Gedung Putih Sean Spicer.

Trump sebelumnya dilaporkan telah berbicara dengan kubu garis keras pro-Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu soal rencana pemindahan Kedubes AS itu.

Yerusalem menjadi wilayah yang diperebutkan Israel dan Palestina. Palestina sudah menyiapkan Yerusalem timur sebagai ibu kota masa depan negara mereka. Tapi, Israel ingin Yerusalem sepenuhnya jadi ibu kota negara Yahudi itu.

AS sejatinya tidak mengakui wilayah Yerusalem sebagai wilayah Israel dan menyatakan wilayah itu status-quo. Namun, Presiden Trump membuat perubahan yang pro-Israel dengan menjanjikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Ratusan warga Palestina di berbagai kota, termasuk di Yerusalem Timur memprotes rencana pemindahan Kedubs AS tersebut.

Wali Kota Yerusalem Nir Barkat menyambut baik pengumuman pemerintahan Trump. Pengumuman malam ini telah mengirimkan pesan yang jelas kepada dunia bahwa AS mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota tak terpisahkan dari Negara Israel,” kata Barkat dalam sebuah pernyataan, yang dikutip Al Jazeera, Senin (23/1/2017).

”Kami akan memberikan setiap dan semua bantuan yang diperlukan kepada pemerintah AS untuk memastikan bahwa kedutaan pemindahan dilakukan mulus dan efisien,” lanjut Barkat.

Sementara itu, Raja Yordania Abdullah II dan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas bertemu pada hari Minggu di Amman. Mereka berkoordinasi untuk melawan rencana pemindahan Kedubes AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

"Kedua pemimpin membahas konsekuensi yang mungkin soal pemindahan Kedutaan Amerika dan setuju untuk mengambil sejumlah langkah jika kedutaan direlokasi,” tulis kantor berita Otoritas Palestina, WAFA.

”Kami telah mencapai kesepakatan dengan Yordania pada serangkaian langkah-langkah yang akan diambil jika AS memindahkan kedutaannya ke Yerusalem,” kata Abbas usai pertemuan dengan Raja Abdullah II.

Presiden Trump sendiri telah berbicara kepada wartawan Israel pekan lalu, soal janji kampanyenya untuk memindahkan Kedubes AS di Israel ke Yerusalem.

”Tentu saja saya ingat apa yang saya katakan tentang Yerusalem,” katanya kepada wartawan dari surat kabar Israel, Hayom. "Tentu saja saya tidak lupa. Dan saya tahu saya bukan orang yang melanggar janji.” 


http://international.sindonews.com/read/1173234/42/as-bersiap-pindahkan-kedubes-di-israel-ke-yerusalem-situasi-memanas-1485131752



**************



ISRAEL YAKIN AMERIKA PINDAHKAN KEDUTAANYA KE YERUSALEM




TEMPO.CO, Yerusalem - Walikota Yerusalem Nir Barakat, Senin, 23 Januari 2017, mengaku telah berbicara serius dengan pejabat Amerika Serikat soal pemindahan kedutaan besar dari Tel Aviv ke Yerusalem.

"Saya berbicara dengan para pejabat pemerintah di AS dan saya tahu mereka serius akan memindahkannya," kata Barakat seperti dilaporkan Middle East Monitor, Selasa, 24 Januari 2017.

Dia tidak menyebutkan nama pejabat AS yang diajak bicara.

Barakat menambahkan, "Amerika memiliki banyak properti di Yerusalem sehingga itu bisa menjadi solusi dan dapat digunakan sebagai kantor kedutaan."

Kantor berita Anadolu mengatakan, Barakat sangat paham bahwa pemindahan kantor kedutaan tidak bisa dilakukan dalam semalam, sehingga butuh waktu.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dalam berbagai kampanye menjelang pemilihan presiden menyatakan di depan pendukungnya bahwa dia akan segera memindahkan kedutaan ke Yerusalem.

Meskipun demikian, pada Senin, 23 Januari 2017, juru bicara Gedung Putih Sean Spicer mengatakan kepada wartawan bahwa AS belum memutuskan memindahkan kedutaannya ke Yerusalem.

Ketika ditanya wartawan mengnai markas diplmatik AS di Israel, dia menjawab "Terlalu dini membicarakan soal itu."



http://babe.news/id-id/read/10487710



**************


PALESTINA MENGANCAM MEMICU PERANG DUNIA III JIKA AS MEMINDAHKAN KEDUTAAN USA KE YERUSALEM






Mazmur 9:20 (ILT3) Bangkitlah, ya YAHWEH! Jangan biarkan manusia menjadi kuat; biarlah bangsa-bangsa dihakimi di hadapan-Mu.

Niat pemerintahan administrasi Donald Trump untuk memindahkan kedutaan besar Amerika di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, mendapatkan tentangan keras dari Palestina, sampai-sampai komentar tokoh Palestina bereaksi “menjadikan itu seolah-olah akan memicu meletusnya Perang Dunia III.” Namun para ahli menjelaskan bahwa ancaman Palestina seperti itu adalah hal umum, dan bahwa usul pemindahan kedutaan bukanlah perubahan kebijakan besar yang dibuat.

Memindahkan kedutaan ke Yerusalem akan menandai pergeseran kebijakan AS yang berlangsung lama dan memiliki arti pengakuan kedaulatan penuh Israel atas ibukota negara yang diperebutkan. Presiden terpilih Trump juga menunjukkan tekad kuat dengan menunjuk duta besar pro-pemukiman Israel, teman dekat dan penasehat David Friedman, seorang pengacara kebangkrutan.

Friedman, yang fasih berbicara bahasa Ibrani, baru-baru ini menjabat sebagai presiden ‘American Friends of Beit El,’ membantu mengumpulkan jutaan dollar untuk pembangunan pemukiman luas Beit El di Samaria – termasuk donasi sebesar $10.000 tahun 2003 dari Donald Trump.

Setelah ditunjuk sebagai duta besar, Friedman mengatakan ia bermaksud “memperkuat ikatan kedua negara dan memajukan perdamaian di kawasan ini,” menambahkan bahwa ia mengharapkan “untuk melakukan ini dari kedutaan AS di ibukota abadi Israel, Yerusalem.”

Seruan untuk memindahkan kedutaan AS telah disebut-sebut di Israel oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan lain-lain, termasuk Walikota Yerusalem Nir Barkat.

“Amerika Serikat memiliki kedutaan besar di semua ibukota negara-negara di dunia, dengan perkecualian Israel,” kata Barkat. “Itu tidak masuk akal, dan memindahkan kedutaan ke ibukota bangsa Yahudi, ke Yerusalem, adalah hal wajar dan sederhana untuk dilakukan.”




Kedutaan AS di Tel Aviv



Namun langkah itu dikecam secara tajam oleh Otoritas Palestina, yang bersikeras – bersama-sama banyak anggota masyarakat internasional yang bersimpati – bahwa kedaulatan Israel atas Yerusalem merupakan isu yang harus diredam bagi negosiasi status final untuk penyelesaian konflik Israel-Palestina. Perunding kawakan Palestina, Saeb Erekat, baru-baru ini memperingatkan bahwa pemindahan kedutaan AS ke Yerusalem bisa secara efektif “menghancurkan proses perdamaian,” dan mengancam bahwa langkah tersebut akan membuat wilayah itu masuk ke dalam “jalan kekacauan, pelanggaran hukum, anarkisme dan ekstremisme.”

Erekat juga menyatakan bahwa “isu-isu untuk dinegosiasikan” dalam proses perdamaian adalah “Yerusalem, perbatasan, pemukiman, rezim, keamanan,” dan menambahkan bahwa “tidak ada yang boleh mendahului atau berprasangka, karena ini akan menghancurkan proses perdamaian secara menyeluruh.”


Pengakuan Ibukota Israel

Umumnya, kedutaan besar setiap negara asing terletak di ibukota negara. Terlepas dari kenyataan bahwa Israel mendirikan ibukotanya di Yerusalem bersamaan dengan berdirinya negara Israel modern pada tahun 1948, banyak negara, termasuk Amerika Serikat, telah mendirikan kedutaan mereka di Tel Aviv sebagai bagian dari penolakan pengakuan aneksasi Israel terhadap bagian timur Yerusalem, dan penyatuan kota Yerusalem menyusul kemenangan negara Yahudi itu dalam Perang Enam Hari tahun 1967. Sebelumnya Yordania menguasai Yerusalem timur antara tahun 1948-1967.

Israel telah mendesak negara-negara lain selama beberapa dekade untuk memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem. Pada tahun 1995, Kongres AS meloloskan UU Kedutaan Yerusalem, menyerukan secara resmi pemindahan kedutaan AS sebelum tahun 1999. Namun langkah itu memaskkan ketentuan pasal khusus, di mana presiden AS bisa menunda pemindahan tersebut setiap enam bulan melalui perintah eksekutif “demi melindungi kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat.” Karena ada pasal ini, Presiden Bill Clinton, George W. Bush dan Barack Obama masing-masing terus menjalankan ketentuan khusus ini, dimana Obama menandatangani perintah eksekutif terbaru pada bulan November kemarin untuk penundaan pemindahan kedutaan AS selama enam bulan berikutnya.

Jika Trump ingin memindahkan kedutaan AS, semua yang perlu dia lakukan hanyalah tidak perlu menandatangani surat pernyataan penundaan pemindahan yang akan datang, sesuai hukum AS. Dengan demikian, Trump dan tekad Friedman untuk memindahkan kedutaan di hadapan ancaman Palestina mungkin merupakan tes kasus bagi pemerintahan administrasi mendatang, yang secara terbuka telah menentang posisi diplomasi AS terhadap Israel saat ini.


Palestina Melindungi Status Quo

Jurnalis Arab-Israel Khaled Abu Toameh, seorang wartawan terkenal urusan Palestina, mengatakan bahwa para pejabat Otoritas Palestina berusaha “menjadikan seolah-olah Perang Dunia III akan meletus jika kedutaan AS dipindahkan.”

“Mereka ingin status quo terus berlanjut,” kata Abu Toameh. “Mereka menentang setiap perubahan nyata di lapangan. Dan mereka sekarang berusaha untuk menggalang kekuatan seluruh dunia Arab untuk berdiri di belakang Palestina.”

Menurut Lenny Ben David – mantan wakil kepala misi di Kedutaan Besar Israel di Washington, DC, dan mantan direktur Kantor Israel untuk Komite Urusan Publik Amerika Israel – Palestina ingin mempertahankan Yerusalem dalam “ranah sengketa teritorial.”

“Memindahkan kedutaan,” katanya, “adalah sesuatu yang diinginkan Israel selama bertahun-tahun, dan merupakan sesuatu yang ingin dihalang-halangi Palestina selama berpuluh-puluh tahun.”

“Bagian terbesar penentangan Palestina terhadap pemindahan kedutaan besar adalah mitos bahwa ini merupakan perubahan kebijakan monumental,” kata Ben David, yang saat ini menjabat direktur komunikasi untuk kelompok pemikir Pusat Urusan Publik Yerusalem. “Mitosnya adalah bahwa memindahkan kedutaan besar AS akan memutuskan setiap kemungkinan keberadaan perwakilan Amerika bagi Palestina.”
‘Pengecekan Realitas’

Pada saat yang sama, Ben David menjelaskan bahwa pemindahan kedutaan akan menjadi “pengecekan realitas.”

“Sebutlah itu membangunkan, dan lihatlah apa yang akan terjadi di lapangan,” tambah Ben David. “Israel ada di Yerusalem barat. Pemerintah Israel ada di Yerusalem barat. Jadi setidaknya, Amerika harus mendirikan kedutaannya di Yerusalem barat.”

Jika AS memindahkan kedutaan, Ben David memperingatkan bahwa peristiwa tersebut tidak perlu dibesar-besarkan di luar proporsi, dan bahwa hal itu “harus dilakukan secara bertahap, secara birokratis.” AS sudah menjalankan konsulat di Yerusalem – fasilitas modern yang besar telah dibangun untuk menangani banyak fungsi dari kedutaan – dan karena itu, pemindahan kedutaan bisa berlangsung cepat dan relatif tenang. “Anda hanya perlu mengubah nama di pintu” dari konsulat menjadi kedutaan,” kata Ben David.

“Pemindahan bisa dimulai,” katanya, “dengan saluran-saluran komunikasi Amerika untuk duta besar yang baru dikirim ke Yerusalem, Israel, dan bukan ke Tel Aviv.”

“Namun, jika saya menulis kebijakan Amerika atau Israel, saya tidak akan menjadikan ini peristiwa besar yang megah dengan situasinya,” kata Ben David.

Abu Toameh, pejabat senior untuk Gatestone Institute, mengatakan bahwa “Orang-orang Palestina di jalanan tidak akan terpengaruh dengan keputusan pemindahan kedutaan AS, dan mereka tidak mengeluhkan apa-apa. Mengapa Palestina harus peduli jika kedutaan AS pindah ke Yerusalem? Hanya pejabat Palestina saja yang menjadikan ini masalah besar.”
Menuruti Ancaman Orang-orang Palestina

“Selama bertahun-tahun, warga Palestina menggerakkan masyarakat internasional dengan ancaman untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan,” kata Abu Toameh. “Palestina terbiasa dengan masyarakat internasional yang menuruti semua tuntutan mereka.”

“Di masa lalu,” katanya dia, “orang-orang Palestina telah bersumpah ‘bahwa jika orang-orang Yahudi mulai naik ke Gunung Bait Suci, maka Perang Dunia III akan meletus.’ Dan itu tidak terjadi. Mereka hanya mengancam. Ini hanyalah ancaman semacam itu.”

“Pertanyaannya adalah apakah pemerintahan Trump akan menyerah pada ancaman orang-orang Palestina,” kata Abu Toameh.


Referensi:




*************************


HAMAS PERINGATKAN AS TIDAK PINDAHKAN KEDUBES KE YERUSALEM








Kelompok Hamas memperingatkan AS untuk tidak memindahkan kedubesnya di Tel Aviv ke Yerusalem


YERUSALEM - Kelompok pejuang Palestina di Gaza, Hamas, memperingatkan Amerika Serikat (AS) untuk tidak memindahkan kedutaan besarnya (kedubes) ke Yerusalem. Hamas menyatakan langkah tersebut akan memicu aksi kekerasan baru.

Kelompok militan Islam itu mengatakan langkah Washington itu akan membuka bab baru dari konflik Palestina-Israel. Hamas juga mengatakan kebijakan tersebut tidak ubahnya menambahkan bensin ke api seperti dikutip dari Belfast Telegraph, Selasa (24/1/2017).

Kelompok yang menjadi pesaing otoritas Palestina itu juga mendesak Presiden AS Donald Trump untuk tidak menindaklanjuti janji kampanyenya untuk memindahkan kedubes. Seperti diketahui, saat kampanye pada pemilu presiden AS lalu, Trump menyatakan akan memindahkan kedubes AS yang saat ini berada di Tel Aviv ke Yerusalem.

Sementara di Gaza selatan, puluhan warga Palestina berdemonstrasi menentang langkah itu. Beberapa demonstran melakukan pembakaran patung Trump.

Kelompok Hamas telah bersumpah untuk menghancurkan Israel. Kelompok ini telah menewaskan ratusan warga Israel lewat aksi bom bunuh diri. Hamas juga tiga kali terlibat perang dengan Israel sejak merebut kekuasaan di Jalur Gaza 10 tahun lalu.

Palestina telah menetapkan Jerusalem timur, yang dicaplok Israel pada tahun 1967, sebagai ibu kota mereka di masa depan. 




http://international.sindonews.com/read/1173862/43/hamas-peringatkan-as-tidak-pindahkan-kedubes-ke-yerusalem-1485266564


**********************


DUBES AS UNTUK ISRAEL PILIHAN TRUMP AKAN NEKAT AKTIF DI YERUSALEM




David Friedman, kandidat Dubes AS untuk Israel pilihan Presiden Donald Trump



WASHINGTON - David Friedman, kandidat duta besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Israel pilihan Presiden Donald Trump, akan aktif bekerja di Yerusalem, bukan di Tel Aviv. Demikian disampaikan Presiden Organisasi Zionis Amerika Morton Klein.

Menurutnya, Friedman akan aktif bekerja di Yerusalem sebelum pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem diumumkan. Rencana pemindahan Kedubes AS di Israel itu sudah jadi bagian dari janji Presiden Trump yang akan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Yerusalem saat ini “diperebutkan” Palestina dan Israel. Palestina ingin Yerusalem timur menjadi ibu kota masa depan negaranya. Sedangkan Israel ingin seluruh Yerusalem menjadi ibu kota negara Yahudi itu.


Palestina dan Yordania sudah mengancam akan melawan jika AS nekat memindahkan Kedubesnya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Klein kepada surat kabar Haaretz mengatakan bahwa dia telah berbicara dengan Friedman sejak pencalonannya sebagai Dubes AS untuk Israel. Dari pembicaraan itulah, dia mengungkap jika diplomat AS itu akan bekerja dari Yerusalem.

”Tentu saja, dia adalah seorang teman, saya tahu dia sangat baik,” kata Klein.”Rencananya untuk menjadi duta besar, dan bekerja dari Yerusalem, bukan dari Tel Aviv,” katanya lagi.

“Dia bilang, dia berencana untuk bekerja dari Yerusalem, dari awal,” imbuh dia, yang dikutip Selasa (24/1/2017).

Klein menjadi wakil pertama dari komunitas Yahudi yang bertemu dengan pejabat pemerintah Trump pada hari Senin. Dia sudah bertemu dengan asisten presiden, Anthony Scaramucci. “Pertemuan berjalan dengan lancar, akan ada pertemuan-pertemuan lain,” katanya.

Klein menjelaskan, Friedman sangat mungkin bekerja aktif di Yerusalem meski kantor Kedubes AS belum dipindah.

”Lihat, dia memiliki sebuah apartemen di Yerusalem, ada konsulat AS di Yerusalem. Itu salah satu cara atau cara lain, di mana dia bisa bekerja dari Yerusalem,” ujar Klein. 


http://international.sindonews.com/read/1173639/42/dubes-as-untuk-israel-pilihan-trump-akan-nekat-aktif-di-yerusalem-1485228633



******************


MENGAPA MEMINDAHKAN KEDUBES KE YERUSALEM TAK SEGAMPANG OMONGAN TRUMP





Yerusalem/Washington (ANTARA News) - Selama kampanye Pemilihan Presiden lalu, tim Donald Trump kerap berbicara tentang pemindahan kedutaan besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Namun sejak naik berkuasa, isu yang banyak diperdebatkan itu telah menjadi lebih bernuansa dan malah dipinggirkan



Dalam pernyataan yang dikeluarkan sebelum pembicaraan telepon pasca-pelantikan antara Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akhir pekan lalu, dan kemudian diperkuat dalam keterangan pers di Gedung Putih, Sekretaris Pers Gedung Putih Sean Spicer menepis kemungkinan pindah cepatnya lokasi kedubes ke Yerusalem yang diyakini banyak kalangan bakal memicu kemarahan dunia Arab.

"Kami bahkan baru pada tahap awal sekali membicarakan masalah ini. Tidak ada keputusan apa-apa," tulis Spicer dalam email, Minggu waktu setempat.

Beberapa media massa dan kelompok pro-pendudukan Israel menanggapi hal itu sebagai isyarat positif. Mereka menafsirkan kalimat dari Gedung Putih pimpinan Trump itu sebagai isyarat bahwa pembicaraan mengenai pemindahan kedubes itu telah dimulai, kendati mengakui langkah itu bisa merusak stabilitas di Timur Tengah.

Namun para pejabat Israel menyatakan masalah itu hampir tidak dibicarakan dalam perbincangan 30 menit antara Trump dan Netanyahu. Para diplomat menilai agenda itu berusaha ditutup dulu, paling tidak untuk saat ini.

"Kedengarannya seperti jalan ke belakang," kata seorang pejabat Israel dalam pesan teks usai pernyataan Spicer mengenai wacana pemindahan kedubes AS itu.

Diplomat lainnya mengatakan bahwa selama pembicaraan via telepon itu, Netanyahu tidak berusaha menagih janji dari Trump menyangkut relokasi kedubes AS itu atau kerangka waktu untuk relokasi tersebut.

Bekas juru bicara kementerian luar negeri Israel Yigal Palmor menganggap kalimat "tidak sekarang" yang disampikan Spicer itu adalah istilah lama dalam diplomasi. "Makna sebenarnya adalah 'Jangan hubungi kami, kamilah yang menghubungi kalian," kata Yigal Palmor via Twitter.

Ketika Reuters berusaha mengonfirmasi hal ini, juru bicara pemerintahan PM Netanyahu menolak memberikan komentar.


Tak ada kedubes di Yerusalem

Kendati perdana menteri Israel tidak terlihat menentang rencana AS memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem yang dianggap Israel ibukota abadi dan tak terpisahkannya serta ingin semua kedutaan besar asing berada di kota ini, di Israel sendiri ada kekhawatiran bahwa pemindahan kedubes ke Yerusalem dapat merusak stabilisasi.

Saat ini tidak ada satu pun negara yang kedutaan besarnya di Yerusalem, kata kementerian luar negeri Israel. Kosta Rika dan El Salvador memang pernah selama beberapa tahun menempatkan kedubesnya di Yerusalem, tapi mereka telah pindah ke Tel Aviv.

Alasannya adalah status final Yerusalem mesti ditentukan lewat negosiasi langsung antara Israel dan Palestina yang menginginkan Negara Palestina beribukota di Yerusalem timur.

Jika AS memindahkan kedubesnya ke sana, maka secara eksplisit negara itu mengakui bahwa Yerusalem milik Israel, mementahkan hasil negosiasi-negosiasi sebelumnya dan tidak lagi netral dalam proses perdamaian di mana AS sendiri adalah aktor yang memegang peran sangat penting.

Trump menyatakan bahwa menantunya, Jared Kushner, akan menjadi penengah perdamaian Israel dan Palestina. Untuk mengerjakan tugas ini, Kushner dan AS harus terlihat independen dan hati-hati. Bagi Palestina, memindahkan kedutaan besar sama artinya dengan telah melanggar batas.

Yordania dan Mesir, negara-negara Arab yang memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel, telah mengingatkan langkah pemindahan kedubes AS itu. Begitu pula, mantan presiden Barack Obama dan mantan menteri luar negeri John Kerry yang keduanya menyebut langkah itu akan menciptakan ledakan konflik di Timur Tengah.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah menggelar pembicaraan dengan Raja Abdullah dari Yordania di Amman, Minggu pekan lalu.

Para pejabat Palestina menyatakan bahwa sang raja yang menjadi pelindung tempat suci Islam di Yerusalem, mengutarakan keprihatinannya menyangkut isu pemindahan kedubes AS itu. Abbas dan sang raja bersepakat bahwa akan ada daftar langkah yang harus ditempuh jika kedutaan besar dipindahkan.

Belum jelas benar langkah-langkah apa yang akan diambil Yordania, tetapi menutup kedutaan besarnya di Israel, menghentikan kerjasama keamanan atau menangguhkan kesepakatan damai 1994, adalah kemungkinan-kemungkinan langkah yang akan diambil Yordania jika AS memindahkan kedubesnya ke Yerusalem.

Yordania juga tidak mau penduduk mereka yang keturunan Palestina dan jumlahnya sangat besar itu, marah oleh langkah AS itu.

Mesir yang menandatangani kesepakatan damai dengan Israel pada 1979 dan menjalin kerja sama keamanan dengan Israel, juga berkeberatan, dengan menyebut rencana pemerintahan Trump itu sebagai "masalah yang sangat mudah memicu gejolak".

"Saya tidak ingin terbuai oleh spekulasi mengenai apa yang akan atau tidak akan terjadi, tetapi saya kira semua orang menyadari pentingnya masalah ini," kata Menteri Luar Negeri Samed Shoukry kepada korps diplomatik asing pada 4 Januari.

"Ini adalah salah satu dari masalah-masalah berstatus final yang harus diatasi kedua belah pihak. Adalah kepentingan kami semua masalah dapat diselesaikan lewat perundingan," sambung dia seperti dikutip Reuters.


Kekhawatiran lebih luas

Pertimbangan lain dari Israel adalah membina hubungan yang lebih kuat yang selama ini diam-diam dijalin dengan dunia muslim Sunni.

Netanyahu berulang kali telah berbicara soal cakrawala baru Israel dengan Arab Saudi, Turki, dan Arab Teluk. Jika AS memindahkan kedutaan besarnya, maka akan merusak hubungan Israel dengan Sunni ini.

Para pejabat Israel sendiri mengaku tidak ingin AS terburu-buru memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem.

Mereka memang meyakini kedutaan besar AS harus berada di Yerusalem, dan Trump sendiri sudah menyatakan akan mewujudkan janjinya, namun keputusan itu harus dipikirkan masak-masak.

Spicer telah menyatakan bahwa Trump memiliki kekuasaan untuk memindahkan kedutaan besarmua lewat keputusan presiden. Tetapi dia berkata, "Tim beliau akan terus berkonsultasi dengan para pemangku kepentingan begitu kami di sana."

Namun tetap saja pada praktiknya itu sulit. Kendati pemerintah AS memiliki beberapa gedung di Yerusalem, termasuk konsulat jenderal yang mengurusi Tepi Barat, Gaza dan Yerusalem, AS tak bisa membangun begitu saja kedubes di sana.

Duta Besar AS untuk Israel David Friedman, mengaku ingin tinggal di Yerusalem di mana dia memiliki apartemen di sana. Namun memindahkan seluruh kedutaan besar dengan semua bagian perdagangan, keuangan, kebudayaan dan ekonomi dari Tel Aviv ke Yerusalem, tetap membutuhkan waktu.

Di dalam negeri sendiri, Netanyahu sering dirundung masalah. Dia sedang diselidiki pihak berwajib atas dua kasus kriminal dan dia menghadapi tuntutan yang semakin besar dari Partai Rumah Yahudi yang ultra kanan dan pro-pendudukan, dalam koalisinya.

Pernyataan dua hari lalu bahwa Israel akan membangun lagi permukiman di Yerusalem timur adalah bagian dari langkah Netanyahu memuaskan pemilih ultra kanan yang selama ini mendesak perluasan permukiman Yahudi, mumpung Trump lagi berkuasa.

sumber: Reuters


http://babe.news/id-id/read/10478656

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain

The Life Of Jesus Christ Full Movie (English Version)

David and Goliath 1960 Biblical Story Of David Biblical Movies Full Movies

https://www.youtube.com/watch?v=xMWb0Et8Ht8

The Kingdom of Solomon - English Subtitle - full movie

https://www.youtube.com/watch?v=ODb7EO_Mjmk https://www.youtube.com/watch?v=w7Y-UqJD1Zg&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=4

KING SOLOMON - HOLY BIBLE

ESTHER AND THE KING (1960)

https://www.youtube.com/watch?v=0uJbO34xjkM https://www.youtube.com/watch?v=SQ6qYypfmIo

Greatest Heroes of the Bible The Story of Moses

https://www.youtube.com/watch?v=Q1nUIA2uGMI

Sodom & Gomorrah FULL VIDEO

https://www.youtube.com/watch?v=WWpknxvxLpk https://www.youtube.com/watch?v=Uo82q6ki3bk

THE STORY OF RUTH

JUDAS

https://www.youtube.com/watch?v=r5GUbOadJfQ

Thomas

https://www.youtube.com/watch?v=fwPw3r5D1PY

Mary Mother of Jesus

https://www.youtube.com/watch?v=jHOBYnzIfNY

Mary Magdalene

https://www.youtube.com/watch?v=Gpcja7XIZQQ

The Kingdom of God & The New Jerusalem

https://www.youtube.com/watch?v=zO8t2L9TcAU

Moses - The 10 Comadments

https://www.youtube.com/watch?v=dPIkZ0thPvs&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=58

The Book Of Revelation Full Film

https://www.youtube.com/watch?v=Oco6Jiqh4Eo&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=46

Trip to Heaven

Heaven pictures_A Trip to Heaven(Full version (Full version)

ASTEROID JATUH DAN MENGHANGUSKAN 1/3 BUMI TERJADI PADA SAAT PENGANGKATAN DI AKHIR JAMAN

https://www.youtube.com/watch?v=XksXhuvwC84

World WATERS TURN BLOOD Apocalypse - Australia DUST STORM, FIRE; Russia COLD; China 1.19.13

https://www.youtube.com/watch?v=8A34mJKVATE&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=42

PENGLIHATAN YESUS MENGALAHKAN DOSA, MAUT, PENYAKIT, DLL

PENGANGKATAN/ RAPTURE APAKAH ANDA SUDAH SIAP?