TRUMP TAWARKAN STOP SANKSI JIKA RUSIA KURANGI SENJATA NUKLIR
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, akan menawarkan penghentian sejumlah sanksi terhadap Rusia dengan timbal balik kesepakatan pengurangan senjata nuklir dengan Presiden Vladimir Putin.
"Mereka punya sanksi atas Rusia. Kami lihat apakah kami dapat membuat sejumlah kesepakatan baik dengan Rusia. Satu hal yang penting, saya pikir senjata nuklir harus dikurangi dengan jauh lebih substansial. Itu bagian dari ini," ujar Trump kepada Times of London, Minggu (15/1).
Beberapa tahun belakangan, AS menjatuhkan sejumlah sanksi atas Rusia akibat pencaplokan Crimea dari Ukraina.
Menurut Trump, kini Rusia mengalami kerugian besar akibat sanksi yang dijatuhkan AS. Dengan pengurangan sanksi ini, Trump berharap akan banyak rakyat yang diuntungkan.
Dalam wawancara tersebut, Trump juga mengkritik intervensi Rusia dalam perang sipil Suriah. Menurutnya, intervensi itu "sangat buruk" dan memicu "situasi kemanusiaan yang sangat parah."
Trump kemudian mengatakan, ia akan menunjuk menantunya, Jared Kushner, untuk menengahi perjanjian damai di Timur Tengah.
Agar perdamaian di kawasan itu tercapai, Trump meminta Inggris untuk memveto semua resolusi baru Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengkritik Israel. Ia pun mengkritik langkah Presiden Barack Obama dalam kesepakatan nuklir dengan Iran.
Namun di samping itu, Trump memuji Ratu Elizabeth. Ia berharap, kesepakatan dagang kedua negara dapat segera rampung pasca keluarnya Inggris dari Uni Eropa.
"Kami akan bekerja sangat keras untuk menyelesaikannya. Bagus untuk kedua belah pihak. Saya akan bertemu dengan (PM Inggris, Theresa May). Ia meminta bertemu dan kami akan bertemu setelah saya di Gedung Putih. Saya kira, kami akan menyelesaikannya dengan cepat," katanya, sebagaimana dikutip Reuters.
Trump beranggapan, keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau biasa disebut sebagai "Brexit" akan menjadi "hal yang hebat."
Pilihan Redaksi
http://www.cnnindonesia.com/internasional/20170116062930-134-186511/trump-tawarkan-setop-sanksi-jika-rusia-kurangi-senjata-nuklir/
*************************
UKRAINA TOLAK USULAN KURANGI SANKSI RUSIA
Presiden Ukraina menolak usulan Presiden AS Donald Trump untuk mengurangi sanksi untuk Rusia
HELSINKI - Presiden Ukraina mengatakan dunia harus mempertahankan sanksi untuk Rusia. Ia menolak usulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mempertimbangkan untuk mengurangi hukuman jika terbukti menjadi sekutu yang berguna.
Petro Proshenko mengatakan bahwa sanksi satu-satunya cara untuk membuat Rusia tetap di meja perundingan atas krisis di Ukraina timur. Barat menilai, krisis di wilayah Ukraina timur di picu oleh Moskow.
"Kami telah menikmati dukungan bipartisan yang sangat kuat dari AS selama tiga tahun terakhir. Kami tidak melihat alasan untuk mengubah situasi ini," kata Poroshenko seperti dikutip dari Reuters, Selasa (24/1/2017).
"Kami tidak melihat ada hubungan antara kemajuan di Timur Tengah dan situasi di Ukraina. Dengan situasi itu, satu-satunya cara yang efektif adalah sanksi, untuk memotivasi Federasi Rusia, Presiden Putin, berada di meja perundingan," tambah Poroshenko saat melakukan kunjungan ke Finladia.
Kolega Porshenko, Presiden Finlandia Sauli Niinisto mengatakan ia tidak berpikir AS telah mengubah kebijakannya atas sanksi terhadap Rusia. "Namun demikian, AS telah menempatkan sanksi sendiri, dan Uni Eropa telah membuat keputusan sendiri," tambahnya.
http://international.sindonews.com/read/1173857/41/ukraina-tolak-usulan-trump-kurangi-sanksi-rusia-1485265548
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.