animasi-bergerak-bunga-mawar-0017animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0152animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0152animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0017

Rabu, 25 Januari 2017

PEMERINTAH INDONESIA DAN DUBES RI DI SUDAN SELIDIKI DUGAAN PENYELUDUPAN SENJATA OLEH PASUKAN PERDAMAIAN, POLRI BANTAH PASUKAN PERDAMAIAN INDONESIA SELUDUPKAN SENJATA




Misi penjaga perdamaian PBB di Darfur tiba di El-Fasher, Darfur Utara, Sudan


Juru bicara Kapolri bersikeras bahwa bagasi yang berisi senjata-senjata itu bukan milik grup Indonesia.

Pihak berwenang sedang menyelidiki dugaan penyelundupan senjata oleh puluhan anggota pasukan perdamaian yang ditahan di Sudan, menurut Kementerian Luar Negeri, Selasa (24/1).

Media di Sudan melaporkan Jumat lalu bahwa pemerintahan negara bagian Darfur Utara menahan para polisi Indonesia yang diduga mencoba menyelundupkan 29 senapan Kalashnikov dan sekitar 70 senjata di bagasi mereka di bandar udara El-Fasher airport.

Juru bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir mengatakan informasi awal yang mereka terima adalah bahwa koper itu bukan milik unit polisi Indonesia dan bahwa PBB saat ini sedang melakukan investigasi.

"Ada sejumlah ketidaksesuaian dalam informasi yang kami terima," ujar Arrmanatha dalam pernyataan tertulis.

Ia mengatakan sebuah tim polisi Indonesia akan meninggalkan ibukota Sudan, Khartoum, untuk memberikan bantuan hukum dan mencari klarifikasi insiden tersebut.

Indonesia menempatkan 140 orang minggu lalu untuk bergabung dengan misi penjaga perdamaian PBB di Sudan untuk menggantikan kelompok yang pergi.

Juru bicara Kepolisian Republik Indonesia, Kombes Martinus Sitompul, mengatakan para polisi Indonesia itu ditahan di sebuah kamp transit di Sudan.

Ia bersikeras bahwa bagasi yang berisi senjata-senjata itu bukan milik grup Indonesia, mengutip kepala unit polisi Indonesia itu bahwa koper-koper itu tidak memiliki stiker identifikasi yang mereka gunakan.

Dua kontainer koper milik para polisi Indonesia itu ada di sebelah koper-koper yang berisi senjata setelah bagasi itu dipindai oleh pasukan keamanan PBB, ujar Martinus.

Indonesia telah meningkatkan kontribusinya dalam upaya pemeliharaan perdamaian sejak 2006 setelah keterlibatan terbatas selama berpuluh tahun pada masa Suharto.


http://www.voaindonesia.com/a/3689236.html



************


Dubes RI di Sudan: Senjata yang Ditemukan Bukan Milik Pasukan Indonesia




Burhandin mengatakan, barang tersebut bukan milik pasukan UNMAID asal Indonesia dan tidak ada satupun anggota UNMAID yang merasa memiliki barang tersebut


KHARTOUM - Duta Besar Indonesia di Sudan, Burhanudin mengatakan, saat ini investigasi dugaan kasus penyelundupan senjata oleh anggota Pasukan Penjaga Perdamaian asal Indonesia masih berjalan. Investigasi itu dilakukan oleh PBB dan pemerintah Sudan.

Berbicara melalui sambungan telepon kepada Sindonews, Selasa (24/1), Burhanudin turut menjelaskan kronologi awal mulai ditemukannya senjata-senjata tersebut. Dia menyatakan, senjata itu ditemukan saat anggota pasukan perdamaian Indonesia tiba di bandara El-Fahser.

"Pengiriman barang itu dilakukan berdasarkan protap yang sudah ditentukan oleh UNMAID. Satu persatu kontainer sudah diperiksa dan semuanya clear," kata Burhanudin.

"Saat diturunkan dari pesawat di bandara, tanpa disadari ada beberapa barang yang tidak terperiksa. Saat dibuka, di dalamnya terdapat senjata dan itu dituduhkan kepada pasukan kita," sambungnya.

Burhandin mengatakan, barang tersebut bukan milik pasukan UNMAID asal Indonesia dan tidak ada satupun anggota UNMAID yang merasa memiliki barang tersebut. "Maka dilakukan penghitungan ulang, karena tidak ada yang merasa membawa," ucapnya.

Meski demikian, Burhanudin menyatakan belum bisa mengambil kesimpulan terlebih dahulu, karena proses investigasi yang dilakukan PBB dan aparat Sudan masih berjalan.

Sementara itu, ketika ditanya apakah anggota UNMAID asal Indonesia saat ini berada di penjara Sudan, Burhanudin menegaskan anggota UNMAID Indonesia tidak ditahan. Mereka saat ini hanya tidak diperkenankan meninggalkan kota.

"Jadi begini, bukan ditahan, tapi pasukan kita itu memang tinggal di entitas sendiri. Pasukan kita hanya tidak diperbolehkan untuk keluar, pemberintaan yang beredar itu tidak benar," tukasnya. 


http://international.sindonews.com/read/1173764/44/dubes-ri-di-sudan-senjata-yang-ditemukan-bukan-milik-pasukan-indonesia-1485250331




************


POLRI BANTAH PASUKAN PERDAMAIAN INDONESIA SELUDUPKAN SENJATA




Pasukan perdamaian United Nations African Mission in Darfur (UNAMID) melakukan patroli di Khor Abeche, Darfur selatan, Sudan 



Kepolisian Indonesia membantah bahwa kontingen kepolisian Indonesia yang menjadi pasukan perdamaian PBB terlibat dalam penyelundupan senjata di Sudan.

Kontingen pasukan perdamaian Indonesia, Formed Police Unit (FPU) VIII Garuda Bhayangkara yang merupakan anggota pasukan United Nations African Mission in Darfur (UNAMID) dituduh berupaya menyelundupkan senjata melalui bandara Al Fashir, Darfur, Sudan pada 20 Januari lalu.

Namun, dalam keterangan pers di Jakarta hari Selasa (24/1), Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul membantah tuduhan itu. Martinus menegaskan bahwa puluhan senjata api dan amunisi yang diduga akan diselundupkan itu bukan milik polisi Indonesia yang tergabung dalam misi menjaga perdamaian di Darfur, Sudan.

139 personil Indonesia yang sudah menyelesaikan tugas selama satu tahun di Darfur, Sudan, sedianya kembali ke tanah air pekan lalu. Sesuai mekanisme yang ada, semua barang-barang personil diperiksa terlebih dahulu oleh polisi militer yang tergabung dalam UNAMID.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh barang boleh dibawa pulang, dan karenanya diijinkan untuk dimasukkan dalam dua kontainer besar yang akan diangkut ke bandara.

Meskipun demikian ketika tiba di bandara, seluruh barang – termasuk yang ada dalam kontainer – kembali diperiksa dengan sinar X. Ketika pemeriksaan sedang berlangsung, ada tumpukan koper lain yang terletak sekitar 10 meter dari barang-barang personil Indonesia yang sedang diperiksa. Tumpukan koper itu tidak memiliki ciri khas yang sama dengan tim personil Indonesia – dalam arti warnanya berbeda dan tidak ada label khusus.

Tumpukan koper itu pun tidak dikeluarkan dari kontainer yang digunakan pasukan Indonesia. Oleh karena itu tim personil Indonesia menolak ketika dituduh sebagai pemilik koper-koper tersebut.

Namun, tim Indonesia tetap tidak diijinkan pulang dan hingga kini masih tertahan di Sudan. Tim gabungan Polri dan Kementerian Luar Negeri sedang berupaya memberikan bantuan hukum kepada mereka.

"Tidak benar barang-barang tersebut merupakan barang kontingen Indonesia, karena lokasi barang-barang yang ada sekitar 10-15 meter dari barang-barang yang ada yang sudah melewati X-ray. Makanya kita mengirim tim ke sana untuk memastikan peristiwa itu seperti apa," papar Martinus.

Martinus menambahkan, pemerintah Indonesia masih menunggu hasil penyelidikan yang sedang dilakukan otorita berwenang di Sudan.


Sementara, Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan akan mendesak pemerintah menelusuri lebih jauh dugaan penyelundupan senjata itu. Menurutnya jika tidak ditindaklanjuti, dikhawatirkan kabar yang tidak jelas itu justru menyebar di dunia internasional dan akhirnya mencoreng citra Indonesia. Padahal di mata dunia internasional, Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki pasukan perdamaian dengan kinerja terbaik.

"Ini menyangkut reputasi kita, ini harus diklarifikasi sesegera mungkin bahwa betul kalau kita tidak terlibat," kata Fadli Zon.

Menurut laporan “Sudan Tribune” pekan ini, di dalam koper yang diduga milik tim personil polisi Indonesia itu terdapat 29 senjata Kalashnikov, 4 senapan, 6 buah senjata jenis GM3, 61 ragam pistol dan amunisi dalam jumlah besar.



PBB menempatkan misi UNAMID untuk membantu menghentikan kekerasan di wilayah barat Sudan. Sejak 2007 lalu UNAMID – yang merupakan misi perdamaian terbesar kedua di dunia – telah menelan anggaran sebesar 1,35 milliar dollar Amerika dan melibatkan 2.000 personel.


http://www.voaindonesia.com/a/polri-bantah-pasukan-perdamaian-selundupkan-senjata-/3689932.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain

The Life Of Jesus Christ Full Movie (English Version)

David and Goliath 1960 Biblical Story Of David Biblical Movies Full Movies

https://www.youtube.com/watch?v=xMWb0Et8Ht8

The Kingdom of Solomon - English Subtitle - full movie

https://www.youtube.com/watch?v=ODb7EO_Mjmk https://www.youtube.com/watch?v=w7Y-UqJD1Zg&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=4

KING SOLOMON - HOLY BIBLE

ESTHER AND THE KING (1960)

https://www.youtube.com/watch?v=0uJbO34xjkM https://www.youtube.com/watch?v=SQ6qYypfmIo

Greatest Heroes of the Bible The Story of Moses

https://www.youtube.com/watch?v=Q1nUIA2uGMI

Sodom & Gomorrah FULL VIDEO

https://www.youtube.com/watch?v=WWpknxvxLpk https://www.youtube.com/watch?v=Uo82q6ki3bk

THE STORY OF RUTH

JUDAS

https://www.youtube.com/watch?v=r5GUbOadJfQ

Thomas

https://www.youtube.com/watch?v=fwPw3r5D1PY

Mary Mother of Jesus

https://www.youtube.com/watch?v=jHOBYnzIfNY

Mary Magdalene

https://www.youtube.com/watch?v=Gpcja7XIZQQ

The Kingdom of God & The New Jerusalem

https://www.youtube.com/watch?v=zO8t2L9TcAU

Moses - The 10 Comadments

https://www.youtube.com/watch?v=dPIkZ0thPvs&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=58

The Book Of Revelation Full Film

https://www.youtube.com/watch?v=Oco6Jiqh4Eo&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=46

Trip to Heaven

Heaven pictures_A Trip to Heaven(Full version (Full version)

ASTEROID JATUH DAN MENGHANGUSKAN 1/3 BUMI TERJADI PADA SAAT PENGANGKATAN DI AKHIR JAMAN

https://www.youtube.com/watch?v=XksXhuvwC84

World WATERS TURN BLOOD Apocalypse - Australia DUST STORM, FIRE; Russia COLD; China 1.19.13

https://www.youtube.com/watch?v=8A34mJKVATE&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=42

PENGLIHATAN YESUS MENGALAHKAN DOSA, MAUT, PENYAKIT, DLL

PENGANGKATAN/ RAPTURE APAKAH ANDA SUDAH SIAP?