Militer Pakistan menuding badan intelijen India mendukung terorisme di wilayah Pakistan. Tudingan semacam ini tergolong langka disampaikan secara publik antara kedua negara, yang hubungannya diprediksi semakin tegang akibat tudingan ini.
"Konferensi juga membahas secara serius keterlibatan RAW dalam mendukung terorisme di Pakistan," demikian pernyataan militer Pakistan, merujuk pada nama sayap badan intelijen eksternal India, Research and Analysis Wing (RAW).
Seorang pejabat Pakistan yang mengetahui pembahasan dari rapat petinggi militer itu menuturkan, dugaan keterlibatan India dalam konflik di Baluchistan memang dibahas dan banyak yang meyakini keterlibatan negara tetangga Pakistan tersebut.
"Semua merasakan bahwa India memang memberikan bantuan dan dukungan kepada musuh Pakistan, baik Taliban (Pakistan), maupun elemen separatis di Karachi dan di Baluchistan," terang pejabat yang enggan disebut identitasnya tersebut.
"Ada bukti dokumen. Semua bukti benar adanya dan kami akan mengungkapkannya segera," imbuhnya.
Secara terpisah, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja menyebut RAW sebagai organisasi musuh. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara dengan televisi setempat.
"RAW dibentuk untuk membubarkan Pakistan dan memusnahkan Pakistan dari peta dunia," sebutnya.
Selama ini, otoritas Pakistan sering menuding keterlibatan dan campur tangan India dalam aktivitas terorisme di wilayahnya, namun hanya secara tertutup. Tergolong jarang bagi militer Pakistan untuk menuding badan intelijen India dalam pernyataan resmi seperti ini.
Dua negara yang bertetangga ini sempat terlibat perang selama 3 tahun, sejak tahun 1947 silam. Keduanya memperebutkan wilayah Kashmir yang sama-sama diklaim sebagai wilayah masing-masing negara, namun kemudian dibagi menjadi dua wilayah kekuasaan.
Pakistan meyakini bahwa India mendukung kelompok separatis di wilayah Baluchistan dan juga mendukung para militan yang menyerang pemerintah. Tidak hanya itu, Pakistan juga menduga India sengaja menyulut perselisihan di wilayah Karachi.
India sendiri telah membantah keterlibatannya dalam konflik internal di Pakistan. India malah menuding balik Pakistan yang mendukung militan, yang melakukan serangan di wilayah mereka dan militan yang memicu bentrokan di wilayah Kashmir bagian India. India juga menuding Pakistan mendukung Taliban di Afghanistan. Pakistan sendiri telah membantah tudingan ini.
http://news.detik.com/internasional/d-2907591/militer-pakistan-tuding-intelijen-india-dukung-terorisme
***************
Pejabat India Tuding Intelejen Pakistan Mainkan Peranan Serangan Mumbai
Kamis ini, menteri luar negeri India dan Pakistan bertemu di Islamabad. Kedua menteri dari negara yang saling berseteru itu akan membangun kepercayaan kembali, sejak terjadinya serangan teror Mumbai tahun 2008.
Di depan Hotel Taj India setelah serangan Mumbai
Perundingan tingkat tinggi antara India dan Pakistan kali ini merupakan yang ketiga kalinya dalam enam bulan terakhir. Namun dialog yang diilakukan hari ini, merupakan pertemuan pertama antara kedua menteri luar negeri, sejak serangan di Mumbai dua tahun silam. Dalam aksi teror tersebut, sepuluh militan Islamis beraksi dengan membunuh membabi buta 166 orang dalam 60 jam.
Agenda pertemuan kedua menteri luar negeri negara bertetangga tersebut, tampak didominasi oleh keprihatinan India terhadap aksi terorisme, kekerasan di Kashmir, persaingan kedua negara di Afghanistan, dan dugaan keterlibatan agen rahasia Pakistan dibalik serangan teror Mumbai tahun 2008.
Serangan teror Mumbai
Menteri luar negeri India SM. Khrisna dan menteri luar negeri Pakistan, Syah Mahmud Qureshi membahas masalah-masalah penting tersebut di kompleks pemerintahan dan misi diplomatik yang disebut Zona Merah yang dijaga ketat, di pusat kota Islamabad.
Pejabat India: ISI Dibalik Serangan Bom
Pertemuan yang digelar di ibukota Pakistan ini, dibayangi oleh komentar pejabat India GK. Pillai, yang dimuat di harian India, yang menyebutkan bahwa intelejen Pakistan merupakan otak dari serangan Mumbai 2008.
Pakistan mengakui bahwa serangan direncanakan sebagian dari negaranya. Dan pengadilan anti terorisme Pakistan telah menuntut tujuh tersangka yang diduga terkait serangan tersebut, termasuk orang yang disebut sebagai otak serangan Zakiur Rehman Lakhvi. Pakar hubungan India – Pakistan, Suba Chandran mengemukakan: „ini merupakan masalah politik. India telah meletakan posisinya dan memperoleh dukungan internasional. Namun tak dapat lebih dari itu, sekarang saatnya untuk pertangungjawaban dan menyamakan pemikiran. India pada akhirnya harus bicara dengan negara tetangganya.“
Lewat media Indian Express, Pillai mengatakan tingkat keterlibatan intelejen Pakistan ISI dalam serangan itu menjadi lebih jelas, setelah investigasi terhadap David Headly, seorang tersangka yang kini ditahan di AS.
Headly yang lahir di AS merupakan putra mantan diplomat Pakistan dan perempuan warga Amerika. Ia ditangkap di Chicago tahun lalu dan mengaku bersalah mengintai hotel-hotel dan lokasi lainnya di Mumbai yang menjadi target serangan.
Sengketa Kashmir
Bentrokan di Kashmir 6 Juli lalu
Dalam pertemuan di Islamabad, Menlu India SM. Khrisna membawa pesan „damai dan persahabatan,“ namun menyerukan pula agar Pakistan mengambil tindakan tegas terhadap terorisme. Dikatannya, terorisme harus dibasmi secara meyeluruh hingga ke akar-akarnya. Tidak ada tindakan selektif dalam melawan momok tersebut. Di pihak lain, Pakistan nampaknya ingin mengangkat isu kekerasan di Kashmir, bagian India , dimana dalam bentrokan tentara dengan warga, belasan orang tewas. Wartawan Pakistan Imtiaz Alam, yang juga Sekjen Asosiasi Media Bebas Asia Selatan tidak yakin bahwa akan ada perubahan politik terkait sengketa Kashmir lewat pertemuan kali ini : „Agenda pembicaraan Kashmir ini sudah berusia 60 tahun. Maka dalam pertemuan ini, kita tak dapat berharap temanya akan dipusatkan pada masalah Kashmir. Ini merupakan masalah, yang butuh pemecahan jangka panjang.“
Tak seorangpun tampaknya yang percaya akan ada terobosan dari pertemuan Kamis ini. Namun paling tidak akan ada perbaikan pelayanan transportasi dan hubungan dagang di wilayah yang diklaim kedua negara tersebut.
http://www.dw.com/id/pejabat-india-tuding-intelejen-pakistan-mainkan-peranan-serangan-mumbai/a-5795547
TRIBUNNEWS.COM, SRINAGAR - Tentara India dan Pakistan, Minggu (1/1/2017), kembali terlibat baku tembak dan saling menyerang posisi lawan di Jalur Pemantauan (LoC), yang memisahkan Kashmir.
Demikian diungkapkan sejumlah pejabat terkait.
Kedua pihak terlibat baku-tembak di LoC di Distrik Poonch, sekitar 180 kilometer di sebelah barat-daya Kota Srinagar, ibu kota musim panas Negara Bagian Kashmir yang dikuasai India.
Media pemerintah China, Xinhua, Senin (2/1/2017) melaporkan, para pejabat pertahanan mengatakan baku-tembak meletus sekitar Minggu pukul 10.00 waktu setempat dan berlanjut sampai lebih dari tiga jam.
Tak ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan di sektor itu.
Namun Jumat (30/12/2016), seorang warga sipil tewas dalam peristiwa serupa di sektor tersebut.
Selain korban jiwa di pihak tentara, baku-tembak juga telah merenggut korban sipil di kedua pihak, selain memicu pengungsian warga dari daerah perbatasan.
Tahun lalu terjadi lonjakan bentrokan kecil di Perbatasan Internasional dan LoC antara tentara kedua negara bertetangga tersebut.
New Delhi dan Islamabad saling menuduh masing-masing melakukan penembakan tanpa provokasi dan pelanggaran kesepakatan gencatan senjata.
Kedua pihak berkeras tentara mereka memberi tanggapan yang sesuai.
Tentara India dan Pakistan kadangkala terlibat baku-tembak di sepanjang 720 kilometer LoC dan 198 kilometer Perbatasan Internasional di Kashmir, meskipun ada kesepakatan pada 2003 yang menetapkan gencatan senjata.
Meskipun sebagian pelanggaran telah dilaporkan dilakukan oleh kedua pihak, namun gencatan senjata tetap berlaku.
Kashmir, wilayah di Pegunungan Himalaya yang terpecah antara India dan Pakistan, diklaim oleh kedua negara jiran tersebut secara keseluruhan.
Sejak kemerdekaan mereka dari Inggris, keduanya telah tiga kali berperang, dua secara khusus mengenai Kashmir.
http://www.tribunnews.com/internasional/2017/01/02/lagi-tentara-india-dan-pakitan-baku-tembak-di-kashmir
TRIBUNNEWS.COM, ISLAMABAD -- Ketegangan antara India dan Pakistan, dua negara bertetangga yang sama-sama memiliki nuklir itu, meningkat selama beberapa bulan ini.
Situasi semakin memanas menyusul serangan militan terhadap beberapa basis militer India di wilayah Kashmir yang sering menjadi titik sengketa dengan Pakistan.
Pakistan pun menggelar latihan militer di darat dan udara di sebuah lokasi strategis dan rahasia di perbatasan India, Rabu (16/11/2016). Latihan dilakukan saat ketegangan meningkat dengan India.
Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif, bersama Panglima Angkatan Bersenjata Jenderal Raheel Sharif hadir menyaksikan latihan militer tersebut.
Militer Pakistan mengerahkan jet tempur, tank, artileri, dan senjata berat lain, yang bertujuan untuk memeriksa kesiapan militer menghadapi situasi permusuhan.
Tiga hari sebelumnya, India menembakkan artilerinya di Kashmir. Tembakan itu menewaskan tujuh serdadu Pakistan yang juga berada di kawasan sengketa kedua negara bertetangga.
Menurut pejabat terkait, yang tidak bersedia diidentifikasi, Sharif menyaksikan latihan didampingi para petinggi Pakistan lainnya.
Latihan militer yang membuat New Delhi meradang itu berlangsung kurang dari dua minggu sebelum Sharif pensiun setelah menyelesaikan tiga masa jabatan.
Islamabad belum mengumumkan siapa pengganti Sharif.
Ketegangan antara India dan Pakistan telah meningkat selama beberapa bulan ini menyusul serangan militan terhadap beberapa basis militer India di Kashmir.
India menuduh serangan itu dilancarkan militan yang berbasis di Pakistan, tuduhan yang dibantah oleh Islamabad
Meski ada imbauan PBB, kedua negara terus terlibat baku tembak di Kashmir. Kekerasan telah memaksa ribuan penduduk desa di Kashmir-Pakistan mengungsi ke tempat yang aman.
http://www.tribunnews.com/internasional/2016/11/16/7-tentara-tewas-pakistan-india-memanas
TRIBUNNEWS.COM, BALOCHISTAN - ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom mematikan di kuil Pakistan, Sabtu (12/11/2016).
Demikian rilis dari kantor berita yang berafiliasi dengan ISIS, seperti dikutip Reuters.
Serangan itu menurut BBC telah menewaskan setidaknya 30 orang atau menurut versi Reuters menewaskan 25 orang.
Serangan dilakukan bertepatan setelah matahari tenggelam di sore hari yang menarget para pengunjung kuil yang sedang menggelar ritual.
Kuil yang populer di Pakistan itu berada di pelosok Khuzdar, di provinsi Baluchistan, Pakistan.
ISIS sendiri mengklaim, jumlah korban meninggal mencapai 35 orang, bukan 30 orang atau 25 orang.
Sebanyak 95 orang, menurut klaim ISIS, dilaporkan luka parah.
"Sebanyak 35 orang pengunjung tewas dan 95 orang lainnya terluka dalam serangan oleh ISIS yang menargetkan kuil di Balochistan, Pakistan," demikian pernyataan yang dikutip Reuters.
Seperti diberitakan sebelumnya, sekurangnya 30 orang terbunuh dan lebih dari 70 orang luka-luka dalam ledakan di sebuah kuil di Balochistan, Pakistan.
Beberapa di antaranya merupakan perempuan dan anak-anak, demikian laporan media Pakistan yang dilansir BBC.
http://www.tribunnews.com/internasional/2016/11/13/isis-klaim-bertanggung-jawab-terkait-serangan-bom-di-kuil-pakistan
TRIBUNNEWS.COM, BALOCHISTAN - Sekitar 30 orang tewas dan lebih dari 70 orang luka-luka dalam ledakan di sebuah kuil Shah Noorani di Balochistan, Pakistan.
Beberapa korban diantaranya merupakan perempuan dan anak-anak, demikian laporan media Pakistan yang dilansir BBC.
Layanan bantuan darurat saat ini sedang berusaha menjangkau daerah pelosok di Kudzar.
Saat kejadian, pengunjung kuil sedang menggelar ritual dhamal.
Ritual dilakukan kelompok aliran keagamaan di Pakistan.
Wartawan BBC mengatakan pengunjung dari berbagai daerah telah berbondong-bondong menuju kuil tersebut.
Momentum itu diduga dimanfaatkan pihak yang tak menyukai aktivitas upacara tersebut.
Para korban yang menderita luka parah diangkut ke rumah sakit di Karachi yang berjarak sekitar 100 kilometer dari lokasi.
Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif mengutuk serangan tersebut dan menyerukan upaya penyelamatan cepat.
Imran Khan, mantan pemain kriket dan ketua sebuah partai di Pakistan, mengutuk serangan yang ditargetkan kepada masyarakat lokal.
Sejauh ini, tudingan mengarah kepada kelompok-kelompok ekstremis di provinsi Balochistan yang selama ini telah telah sering menarget korban dari warga sipil.
Serangan sebelumnya telah terjadi pada bulan Oktober yang menewaskan puluhan orang dalam serangan terhadap sebuah perguruan tinggi polisi di kota Quetta.
Juga, pada bulan Agustus, serangan dilakukan terhadap rumah sakit yang menewaskan 70 orang.
http://www.tribunnews.com/internasional/2016/11/13/sekitar-30-orang-tewas-akibat-bom-meledak-di-kuil-pakistan
Seorang pejabat tinggi Pentagon menuding pemerintah Pakistan telah lama "bermain mata" dengan teroris.
"Ancaman utama di Pakistan adalah terorisme, bukan negara tetangga," kata Wakil Menteri Pertahanan Amerika Serikat Ashton Carter, yang baru-baru ini mengunjungi India, Pakistan dan Afghanistan. Demikian dilaporkan ISNA, Senin (30/9).
"Pemerintah Pakistan telah lama memanfaatkan terorisme sebagai instrumen kebijakan negara, dan sekarang terorisme telah menjadi bumerang bagi negara itu," ujarnya.
Dalam kunjungan ke Islamabad, Carter mengatakan, jika Pakistan ingin membangun ekonomi dan memperoleh keuntungan dari perdagangan lintas batas, maka mereka harus mencapai perdamaian dengan India.
"Dan mereka juga perlu membangun hubungan baik dengan Afghanistan untuk tujuan yang sama," tambahnya.
Carter menandaskan bahwa AS mendukung upaya Pakistan untuk meningkatkan hubungan bilateral dengan India dan berharap Delhi akan membalasnya. (IRIB Indonesia/RM)
http://indonesian.irib.ir/international/amerika/item/70231-Pentagon_Tuding_Pakistan_Dukung_Terorisme
***************
Lagi, Tentara India dan Pakistan Baku Tembak di Kashmir
Pasukan penjaga perbatasan India berjaga di salah satu lokasi di perbatasan Kashmir. Kawasan pegunungan Kashmir terbagi dua antara India dan Pakistan, namun kedua negara selalu berupaya menguasai seluruh wilayah Kashmir.
TRIBUNNEWS.COM, SRINAGAR - Tentara India dan Pakistan, Minggu (1/1/2017), kembali terlibat baku tembak dan saling menyerang posisi lawan di Jalur Pemantauan (LoC), yang memisahkan Kashmir.
Demikian diungkapkan sejumlah pejabat terkait.
Kedua pihak terlibat baku-tembak di LoC di Distrik Poonch, sekitar 180 kilometer di sebelah barat-daya Kota Srinagar, ibu kota musim panas Negara Bagian Kashmir yang dikuasai India.
Media pemerintah China, Xinhua, Senin (2/1/2017) melaporkan, para pejabat pertahanan mengatakan baku-tembak meletus sekitar Minggu pukul 10.00 waktu setempat dan berlanjut sampai lebih dari tiga jam.
Tak ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan di sektor itu.
Namun Jumat (30/12/2016), seorang warga sipil tewas dalam peristiwa serupa di sektor tersebut.
Selain korban jiwa di pihak tentara, baku-tembak juga telah merenggut korban sipil di kedua pihak, selain memicu pengungsian warga dari daerah perbatasan.
Tahun lalu terjadi lonjakan bentrokan kecil di Perbatasan Internasional dan LoC antara tentara kedua negara bertetangga tersebut.
New Delhi dan Islamabad saling menuduh masing-masing melakukan penembakan tanpa provokasi dan pelanggaran kesepakatan gencatan senjata.
Kedua pihak berkeras tentara mereka memberi tanggapan yang sesuai.
Tentara India dan Pakistan kadangkala terlibat baku-tembak di sepanjang 720 kilometer LoC dan 198 kilometer Perbatasan Internasional di Kashmir, meskipun ada kesepakatan pada 2003 yang menetapkan gencatan senjata.
Meskipun sebagian pelanggaran telah dilaporkan dilakukan oleh kedua pihak, namun gencatan senjata tetap berlaku.
Kashmir, wilayah di Pegunungan Himalaya yang terpecah antara India dan Pakistan, diklaim oleh kedua negara jiran tersebut secara keseluruhan.
Sejak kemerdekaan mereka dari Inggris, keduanya telah tiga kali berperang, dua secara khusus mengenai Kashmir.
http://www.tribunnews.com/internasional/2017/01/02/lagi-tentara-india-dan-pakitan-baku-tembak-di-kashmir
**************
PAKISTAN TES RUDAL BERKEMAMPUAN NUKLIR PENEMBUS PERTAHANAN INDIA
****************
PAKISTAN TES RUDAL BERKEMAMPUAN NUKLIR PENEMBUS PERTAHANAN INDIA

Pakistan menguji terbang rudal balistik baru berkemampuan nuklir Ababeel yang dirancang untuk merobek perisai rudal pertahanan India
ISLAMABAD - Pakistan pada Selasa malam mengumumkan bahwa mereka telah menguji terbang rudal balistik baru berkemampuan nuklir, Ababeel. Rudal yang bisa melesat sejauh 2.200km ini dirancang untuk menembus perisai rudal pertahanan India.
Pengumuman ini disampaikan Inter Services Public Relations (ISPR), lembaga media Angkatan Darat Pakistan. “Tes itu untuk memvalidasi berbagai desain dan parameter teknis dari sistem senjata,” bunyi pernyataan ISPR.
Rudal balistik Ababeel juga memiliki kemampuan untuk membawa beberapa hulu ledak dengan teknologi Multiple Independent Re-entry Vehicle (MIRV). Penerapan teknologi ini akan membuat bingung banyak pemantau Asia Selatan.
“Pengembangan sistem senjata Ababeel bertujuan untuk memastikan survivability dari rudal balistik Pakistan di area lingkungan Ballistic Missile Defence (BMD),” lanjut ISPR, seperti dikutip dari IB Times, Rabu (25/1/2017). Uji terbang rudal balistik Ababeel ini dianggap sebagai prestasi bagi angkatan bersenjata Pakistan.
Rudal baru Ababeel, tidak hanya memiliki unsur nuklir tetapi juga unsur MIRV, yang belum pernah diuji India.
Manuver Pakistan ini membuat situasi “perlombaan senjata” di Asia Selatan memanas. India baru-baru ini juga menguji tembak rudal Agni-IV dan Agni-V. Negara ini juga dijadwalkan akan menguji kapal selam K-4 dengan menembakkan rudal balistik. Selain itu, India juga sudah sepakat membeli sistem rudal pertahanan canggih S-400 dari Rusia.
Teknologi MIRV pernah diterapkan Amerika Serikat (AS) pada tahun 1060-an untuk melawan Uni Soviet selama Perang Dingin. Tak lama kemudian, Rusia memiliki teknologi serupa. Namun kedua negara akhirnya menandatangani beberapa perjanjian strategis untuk mengurangi jumlah dan berat hulu ledak.
Tapi pada tahun 2002, China berhasil menguji teknologi MIRV pertama kali pada sistem senjatanya.
http://international.sindonews.com/read/1173929/40/pakistan-tes-rudal-berkemampuan-nuklir-penembus-pertahanan-india-1485305240
****************
7 Tentara Tewas, Pakistan-India Memanas
Pasukan keamanan India berpatroli di wilayah Srinagar, Kashmir yang dikontrol India, 7 September 2106 . Dua orang tewas dan sedikitnya 25 lainnya cedera, Sabtu (10/9/2016), dalam bentrokan aparat dengan para demonstran.
TRIBUNNEWS.COM, ISLAMABAD -- Ketegangan antara India dan Pakistan, dua negara bertetangga yang sama-sama memiliki nuklir itu, meningkat selama beberapa bulan ini.
Situasi semakin memanas menyusul serangan militan terhadap beberapa basis militer India di wilayah Kashmir yang sering menjadi titik sengketa dengan Pakistan.
Pakistan pun menggelar latihan militer di darat dan udara di sebuah lokasi strategis dan rahasia di perbatasan India, Rabu (16/11/2016). Latihan dilakukan saat ketegangan meningkat dengan India.
Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif, bersama Panglima Angkatan Bersenjata Jenderal Raheel Sharif hadir menyaksikan latihan militer tersebut.
Militer Pakistan mengerahkan jet tempur, tank, artileri, dan senjata berat lain, yang bertujuan untuk memeriksa kesiapan militer menghadapi situasi permusuhan.
Tiga hari sebelumnya, India menembakkan artilerinya di Kashmir. Tembakan itu menewaskan tujuh serdadu Pakistan yang juga berada di kawasan sengketa kedua negara bertetangga.
Menurut pejabat terkait, yang tidak bersedia diidentifikasi, Sharif menyaksikan latihan didampingi para petinggi Pakistan lainnya.
Latihan militer yang membuat New Delhi meradang itu berlangsung kurang dari dua minggu sebelum Sharif pensiun setelah menyelesaikan tiga masa jabatan.
Islamabad belum mengumumkan siapa pengganti Sharif.
Ketegangan antara India dan Pakistan telah meningkat selama beberapa bulan ini menyusul serangan militan terhadap beberapa basis militer India di Kashmir.
India menuduh serangan itu dilancarkan militan yang berbasis di Pakistan, tuduhan yang dibantah oleh Islamabad
Meski ada imbauan PBB, kedua negara terus terlibat baku tembak di Kashmir. Kekerasan telah memaksa ribuan penduduk desa di Kashmir-Pakistan mengungsi ke tempat yang aman.
http://www.tribunnews.com/internasional/2016/11/16/7-tentara-tewas-pakistan-india-memanas
*********************
ISIS Klaim Bertanggung Jawab Terkait Serangan Bom di Kuil Pakistan
TRIBUNNEWS.COM, BALOCHISTAN - ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom mematikan di kuil Pakistan, Sabtu (12/11/2016).
Demikian rilis dari kantor berita yang berafiliasi dengan ISIS, seperti dikutip Reuters.
Serangan itu menurut BBC telah menewaskan setidaknya 30 orang atau menurut versi Reuters menewaskan 25 orang.
Serangan dilakukan bertepatan setelah matahari tenggelam di sore hari yang menarget para pengunjung kuil yang sedang menggelar ritual.
Kuil yang populer di Pakistan itu berada di pelosok Khuzdar, di provinsi Baluchistan, Pakistan.
ISIS sendiri mengklaim, jumlah korban meninggal mencapai 35 orang, bukan 30 orang atau 25 orang.
Sebanyak 95 orang, menurut klaim ISIS, dilaporkan luka parah.
"Sebanyak 35 orang pengunjung tewas dan 95 orang lainnya terluka dalam serangan oleh ISIS yang menargetkan kuil di Balochistan, Pakistan," demikian pernyataan yang dikutip Reuters.
Seperti diberitakan sebelumnya, sekurangnya 30 orang terbunuh dan lebih dari 70 orang luka-luka dalam ledakan di sebuah kuil di Balochistan, Pakistan.
Beberapa di antaranya merupakan perempuan dan anak-anak, demikian laporan media Pakistan yang dilansir BBC.
http://www.tribunnews.com/internasional/2016/11/13/isis-klaim-bertanggung-jawab-terkait-serangan-bom-di-kuil-pakistan
*************************
Sekitar 30 Orang Tewas Akibat Bom Meledak di Kuil Pakistan
TRIBUNNEWS.COM, BALOCHISTAN - Sekitar 30 orang tewas dan lebih dari 70 orang luka-luka dalam ledakan di sebuah kuil Shah Noorani di Balochistan, Pakistan.
Beberapa korban diantaranya merupakan perempuan dan anak-anak, demikian laporan media Pakistan yang dilansir BBC.
Layanan bantuan darurat saat ini sedang berusaha menjangkau daerah pelosok di Kudzar.
Saat kejadian, pengunjung kuil sedang menggelar ritual dhamal.
Ritual dilakukan kelompok aliran keagamaan di Pakistan.
Wartawan BBC mengatakan pengunjung dari berbagai daerah telah berbondong-bondong menuju kuil tersebut.
Momentum itu diduga dimanfaatkan pihak yang tak menyukai aktivitas upacara tersebut.
Para korban yang menderita luka parah diangkut ke rumah sakit di Karachi yang berjarak sekitar 100 kilometer dari lokasi.
Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif mengutuk serangan tersebut dan menyerukan upaya penyelamatan cepat.
Imran Khan, mantan pemain kriket dan ketua sebuah partai di Pakistan, mengutuk serangan yang ditargetkan kepada masyarakat lokal.
Sejauh ini, tudingan mengarah kepada kelompok-kelompok ekstremis di provinsi Balochistan yang selama ini telah telah sering menarget korban dari warga sipil.
Serangan sebelumnya telah terjadi pada bulan Oktober yang menewaskan puluhan orang dalam serangan terhadap sebuah perguruan tinggi polisi di kota Quetta.
Juga, pada bulan Agustus, serangan dilakukan terhadap rumah sakit yang menewaskan 70 orang.
http://www.tribunnews.com/internasional/2016/11/13/sekitar-30-orang-tewas-akibat-bom-meledak-di-kuil-pakistan
******************
Pentagon Tuding Pakistan Dukung Terorisme
Seorang pejabat tinggi Pentagon menuding pemerintah Pakistan telah lama "bermain mata" dengan teroris.
"Ancaman utama di Pakistan adalah terorisme, bukan negara tetangga," kata Wakil Menteri Pertahanan Amerika Serikat Ashton Carter, yang baru-baru ini mengunjungi India, Pakistan dan Afghanistan. Demikian dilaporkan ISNA, Senin (30/9).
"Pemerintah Pakistan telah lama memanfaatkan terorisme sebagai instrumen kebijakan negara, dan sekarang terorisme telah menjadi bumerang bagi negara itu," ujarnya.
Dalam kunjungan ke Islamabad, Carter mengatakan, jika Pakistan ingin membangun ekonomi dan memperoleh keuntungan dari perdagangan lintas batas, maka mereka harus mencapai perdamaian dengan India.
"Dan mereka juga perlu membangun hubungan baik dengan Afghanistan untuk tujuan yang sama," tambahnya.
Carter menandaskan bahwa AS mendukung upaya Pakistan untuk meningkatkan hubungan bilateral dengan India dan berharap Delhi akan membalasnya. (IRIB Indonesia/RM)
http://indonesian.irib.ir/international/amerika/item/70231-Pentagon_Tuding_Pakistan_Dukung_Terorisme
***********************
PM India: Pakistan Biang Terorisme
PM India Narendra Modi (kanan) dan PM Pakistan Nawaz Sharif. (BBC)
Goa, India - Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi menjuluki Pakistan sebagai biang terorisme saat pertemuan negara-negara BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan), Minggu (16/10). Pidato Modi dalam forum BRICS tersebut merupakan upaya diplomatiknya untuk mengisolasi Pakistan yang disebut-sebut mendukung terorisme lintas batas.
Ketegangan India dan Pakistan yang berlomba-lomba dalam persenjataan nuklir, semakin meningkat sejak serangan 18 September lalu di pangkalan militer Kashmir. Sebanyak 19 tentara India tewas dalam serangan terburuk di dekat perbatasan yang disengketakan itu.
“Di kawasan kita, terorisme merupakan ancaman serius terhadap perdamaian, keamanan, dan pembangunan. Tragisnya, induk dari terorisme adalah negara tetangga India,” kata Modi tanpa secara langsung menyebut Pakistan dalam pertemuan BRICS di sebelah barat negara bagian Goa, India.
India telah melakukan serangan bedah melintasi perbatasan de facto dengan Pakistan sehingga menewaskan sejumlah orang. Di pihak lain, Pakistan membantah perannya dalam serangan di pangkalan militer Uri, termasuk menyangkal operasi militer India dengan menyebutnya sebagai baku tembak lintas batas yang biasa terjadi.
Terkait pernyataan Modi, Pakistan mengatakan Modi telah menyesatkan rekannya di BRICS dan berusaha menyembunyikan kebrutalannya sendiri di wilayah Kashmir yang dikuasainya. Puluhan orang telah tewas sejak aksi unjuk rasa pada Juli lalu.
“Orang-orang dari India Pendudukan Kashmir menjadi subjek genosida oleh India karena menuntut hak dasar mereka untuk menentukan nasibnya sendiri,” kata Sartaj Aziz yakni penasihat PM Pakistan Nawaz Sharif. (FA)
http://www.transsulawesi.com/artikel/27525V3f1d?533-pm-india-pakistan-biang-terorisme.html
****************
Pakistan dan India Saling Tuduh Terkait Insiden Perbatasan Kashmir

Pasukan penjaga perbatasan India melakukan patroli di perbatasan India-Pakistan di Kanachak, sekitar 15 kilometer dari Jammu (foto: dok). India dan Pakistan saling tuduh dalam insiden di perbatasan Kashmir.
Teruskan
Pakistan dan India saling menyalahkan atas terjadinya insiden mematikan hari Minggu (6/1) di sepanjang perbatasan Kashmir yang dipertikaikan kedua negara.
ISLAMABAD, PAKISTAN — Pakistan menuduh India melakukan serangan lintas-batas di wilayah sengketa Kashmir, menewaskan sedikitnya seorang tentara Pakistan dan melukai satu lainnya. Tetapi para pejabat India mengatakan pasukan mereka melepaskan tembakan melintasi perbatasan setelah diserang dari Pakistan.
Wartawan VOA Ayaz Gul melaporkan dari Islamabad, insiden ini tampaknya tidak akan mempengaruhi secara serius proses perdamaian yang secara berangsur-angsur telah memperbaiki hubungan diplomatik.
Pejabat-pejabat tentara di Pakistan mengatakan tentara India menyebrangi wilayah perbatasan Kashmir yang dikenal sebagai “Line of Control” atau “Garis Pengawasan” Minggu pagi dan “menyerang” sebuah pos militer Pakistan di daerah Bagh. Mereka mengatakan pasukan India itu menarik diri setelah saling melepaskan tembakan.

Peta wilayah perbatasan Kashmir yang dipertikaikan (foto: dok).Pejabat-pejabat militer India menolak klaim Pakistan itu sebagai “tidak berdasar”, dengan mengatakan pasukan mereka hanya membalas tembakan dari seberang perbatasan.
India dan Pakistan telah saling tuding satu sama lain atas beberapa aksi pelanggaran gencatan senjata di Kahsmir yang diumumkan tahun 2003.
Tetapi kedua negara pemilik senjata nuklir yang bertetangga itu telah mengambil langkah-langkah penting dalam beberapa bulan ini menuju normalisasi hubungan perdagangan, kebudayaan, olahraga dan politik. Bulan lalu India dan Pakistan menandatangani sebuah terobosan kesepakatan untuk melonggarkan beberapa pembatasan visa guna memudahkan perjalanan lintas-batas.
Berbicara kepada VOA, Menteri Penerangan Pakistan Qamar Zaman Kaira mengatakan perbaikan hubungan dengan India telah mengurangi ancaman terhadap negara itu.
“Kita memiliki masa yang sangat sulit dengan India. Kita telah tiga kali berperang. Pasukan kami bertekad dan waspada terhadap ancaman India. Ancaman itu belum berakhir. Ancaman itu masih ada. Tetapi kini ancaman dari dalam negeri lebih besar. Ini ancaman yang jauh lebih besar sekarang. Pakistan merupakan korban terbesar dari terorisme dan ekstrimisme ini,” ujar Kaira.
Pakistan adalah sekutu Amerika dalam perang melawan teroris dan para pejabat Pakistan mengatakan negara mereka menderita kerugian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sepuluh tahun terakhir ini.
Tetapi tuduhan-tuduhan bahwa militer Pakistan melindungi kelompok-kelompok ekstrimis yang menyerang pasukan pemerintah dan koalisi di Afghanistan, masih menjadi sumber ketegangan diplomatik utama antara Pakistan dan Amerika.
Berbicara pada para wartawan hari Sabtu, Wakil Duta Besar Amerika di Pakistan Richard Hoagland mengatakan Amerika menghormati peningkatan upaya-upaya anti-teror Pakistan.
Hoagland mengatakan, “Pakistan dan Amerika dapat mengenali bersama bahaya terorisme dan ekstrimisme, dapat menemukan cara-cara yang produktif dan tepat untuk bekerjasama, demi kepentingan semua pihak dan kami menghargai hal itu”.
Keengganan Pakistan untuk memberantas pangkalan para pemberontak Afghanistan telah memicu Amerika menyerang sejumlah tersangka militan dengan menggunakan
pesawat-pesawat tidak berawak.http://www.voaindonesia.com/a/pakistan-dan-india-saling-tuduh-terkait-insiden-perbatasan-kashmir/1578574.html
******************
AS Desak Pakistan Gandeng Negara Lain Atasi Terorisme
Petugas keamanan berkumpul di lokasi ledakan bom di Quetta, Pakistan, 11 Agustus 2016.
REPUBLIKA.CO.ID,NEW DELHI -- Amerika Serikat (AS) meminta agar Pakistan bekerja sama dengan bangsa-bangsa lain guna mengatasi aksi terorisme yang kerap terjadi di perbatasan negara itu. Pakistan dinilai tidak perlu untuk merasa terisolasi dan segan untuk meminta bantuan internasional.
Menteri Luar Negeri AS, John Kerry mengatakan Pakistan sebaiknya mengikuti perbincangan bersama dengan negara itu, India, dan Afghanistan pada bulan depan di New York. Melalui pertemuan itu, diharapkan permasalahan yang terjadi antara Pakistan dan India juga bisa terselesaikan.
Ketegangan antara Pakistan dan India telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Sebanyak lebih dari 60 orang tewas dan ribuan lainnya terluka akibat konflik di wilayah Kashmir. Masing-masing negara mengklaim memiliki hak atas wilayah di pegunungan tersebut.
"Terorisme adalah sesuatu yang sangat buruk, tidak pedulu dari mana asalnya atau yang membawanya. Sesuatu yang berkaitan dengan ini harus segera diatasi," ujar Kerry dalam sebuah konferensi pers, dilansir Reuters, Selasa (30/8).
India sebelumnya menuding Pakistan berada di balik sejumlah serangan terorisme yang terjadi di negara itu, di antaranya adalah serangan di pangkalan udara Mumbai pada 2008 lalu, yang menyebabkan 166 tewas.
http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/16/08/31/ocqhpu382-as-desak-pakistan-gandeng-negara-lain-atasi-terorisme
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.