animasi-bergerak-bunga-mawar-0017animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0152animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0152animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0017

Rabu, 25 Januari 2017

DONALD TRUMP DI LANTIK SEBAGAI PRESIDEN AS YANG KE 45, INI HARAPAN RAJA SAUDI, TURKI, CINA, BEIJING, VATIKAN, KORUT, SUDAN, PALESTINA, HAMAS DAN KOREA UTARA KETIKA DONALD TRUMP MENJADI PRESIDEN AS



TURKI BERHARAP PULIHKAN HUBUNGAN DENGAN AS DI ERA TRUMP





Pemerintahan Presiden Erdogan berharap Presiden AS Donald Trump akan lebih berpihak pada Ankara, setelah hubungan Turki-AS tegang pasca kudeta militer yang gagal



Pelantikan Presiden Amerika Donald Trump membawa harapan bagi Turki, yang berharap bisa memulihkan hubungan bilateral yang tegang pada masa pemerintahan Barack Obama.
ISTANBUL — 

Media pro-pemerintah Turki yang biasanya mengkritisi Amerika, menyambut baik pelantikan Presiden Donald Trump.

Juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin menyambut hangat presiden baru itu dengan mengatakan pemerintah Trump “memiliki perspektif yang akan menjaga posisi sensitif Turki di kawasan”.

Di situs Al Monitor, kolumnis politik Turki Semih Idiz mengatakan dengan memburuknya hubungan bilateral pada masa kepresidenan Obama, muncul harapan bahwa Trump akan mengembalikan hubungan bilateral ke arah semula.

“Dibanding perkiraan banyak orang, Trump akan lebih berpihak pada pemerintah Erdogan. Saya kira ini yang diharapkan Ankara. Mereka memiliki musuh bersama, saya kira mereka akan berupaya dan memusatkan perhatian pada hal itu. Jadi iya, pemerintah lebih berharap banyak pada pemerintahan Trump dibanding pemerintahan Obama,” ulas Semih Idiz.

Perdana Menteri Binali Yildirim pekan lalu telah menjabarkan apa yang perlu dilakukan pemerintah Trump untuk memulihkan hubungan. Penjabaran itu mencakup percepatan ekstradisi ulama Turki yang kini tinggal di Amerika – Fethullah Gulen – yang dituduh berada di balik kudeta yang gagal Juli lalu.

Yildirim juga telah menuntut Washington untuk mengakhiri dukungan militer pada kelompok Kurdi di Suriah (PYD) yang kini bertempur untuk merebut kota Raqqa, yang oleh ISIS telah diklaim sebagai ibukotanya. Turki menuduh PYD terkait dengan kelompok pemberontak Kurdi di Turki.

Atilla Yesilada – konsultan di Global Source Partners mengingatkan bahwa Ankara mungkin akan kecewa, khususnya terkait beberapa pernyataan dalam sidang konfirmasi calon Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson di Senat baru-baru ini.

“Ekstradisi Gulen adalah masalah hukum yang hampir tidak mungkin dikendalikan oleh Trump. PYD melakukan tugas yang baik di Raqqa. Saya tidak melihat Trump akan segera melakukan intervensi dalam hal ini. Menteri luar negeri yang baru nanti – Rex Tillerson – juga membela Kurdi sebagai sekutu yang gagah berani dan menurutnya Amerika akan memerangi Ikhwanul Muslimin yang merupakan sekutu Erdogan,” kata Yesilada.

Para analis mengatakan hubungan bisa semakin memburuk terkait keinginan pemerintah Trump memindahkan Kedutaan Besar Amerika di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Dukungan kuat Trump pada program pembangunan permukiman Israel di Tepi Barat dan Yerusalem tampaknya juga akan menjadi keprihatinan Turki. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menyampaikan kekhawatirannya hari Minggu (22/1) dengan mengatakan ia mendengar kalimat-kalimat Trump tentang Timur Tengah yang mengganggu. 



http://www.voaindonesia.com/a/3689120.html


*******************


Erdogan Tunggu Kebijakan Trump di Timur Tengah



Presiden Turki Tayyip Erdogan mengaku penasaran dengan kebijakan yang akan diambil Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai Timur Tengah


ANKARA - Presiden Turki Tayyip Erdogan mengaku penasaran dengan kebijakan yang akan diambil Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai Timur Tengah. Erdogan mengatakan, dia sangat menunggu hal itu. 

Berbicara jelang melakukan kunjungan kerja ke Afrika, Erdogan menuturkan, timnya sedang berusaha untuk mengatur jadwal pertemuan dengan Trump. "Dalam pertemuan itu saya akan menjelaskan situasi di Timur Tengah kepada Trump," ucap Erdogan.

"Sebagai negara paling kuat di kawasan, serta negara penengah, Turki merupakan negara yang paling peduli dengan bagaimana presiden baru AS akan mengambil kebijakan di Timur Tengah," sambungnya, seperti dilansir AP pada Minggu (22/1).

Dalam kesempatan yang sama dia juga menegaskan Turki ingin Timur Tengah di mana integritas teritorial negara ditegakkan. Ini harus dilakukan untuk mencegah munculnya Suriah dan Irak yang baru.

Trump sendiri sejauh ini belum menjabarkan bagaimana kebijakan yang dia anut, baik di dalam negeri ataupun luar negeri. Dalam pidatonya Trump hanya tersirat menuturkan dia akan fokus pada pengembangan lapangan kerja di dalam negeri, memperkuat keamanan, dan fokus memberangus terorisme. 


http://international.sindonews.com/read/1173138/43/erdogan-tunggu-kebijakan-trump-di-timur-tengah-1485081464


*************************


INI HARAPAN RAJA SAUDI KETIKA DONALD TRUMP MENJADI PRESIDEN AS


Presiden AS Barack Obama berbincang dengan Raja Salman dalam kunjungannya di Erga Palace, Riyadh, Arab Saudi, 20 April 2016. Dalam lawatannya, Obama membawa misi soal pertahanan dan keamanan. REUTERS/Kevin Lamarque

TEMPO.CO, Jeddah - Arab Saudi sangat optimistis hubungan bilateral dengan Amerika Serikat tetap mesra menyusul pelantikan Presiden Donald Trump, Jumat waktu setempat, 20 Januari 2017

Optimisme itu disampaiksan oleh Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir, Selasa, 24 Januari 2017, setelah dia menghubungi kabinet Donald Trump.

Sebelumnya, dalam sidang kabinet yang dipimpin oleh Raja Salman di Istana Al-Yamamah, Senin, 23 Januari 2017, Raja Salman menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Donald Trump atas pelantikan dirinya menjadi presiden AS.

Raja Salman berharap hubungan mendalam antar kedua negara yang selama ini terjalin tetap dipertahankan, termasuk hubungan di berbagai bidang demi kepentingan negara dan rakyat.

Dalam rapat kabinet, Kerajaan Saudi mengutuk keras segala kegiatan Israel di daerah pendudukan Palestina.

"Saudi juga menolak upaya menghapus hak kedaulatan rakyat Palestina terhadap kota Al-Quds sebagai ibu kota negara Palestina."


http://babe.news/id-id/read/10491412


*********************



CINA MINTA AS JAGA MULUT SOAL LAUT CINA SELATAN



Laut Cina Selatan


REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Cina pada Selasa meminta Amerika Serikat berhati-hati dalam tindakan atau bicara terkait persoalan Laut Cina Selatan karena Beijing mempunyai kadaulatan tidak terbantahkan di wilayah tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hua Chunying, menyampaikan hal tersebut sebagai tanggapan atas pernyataan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang mengaku akan berupaya mencegah Beijing menguasai perairan internasional di Laut Cina Selatan.

Pada Senin, juru bicara Gedung Putih Sean Spicer mengatakan bahwa Amerika Serikat akan berupaya melindungi kepentingannya di laut tersebut, yang diklaim sedikit-dikitnya lima negara.

"Amerika Serikat akan memastikan bahwa kami akan memperjuangkan kepentingan di sana," kata Spicer saat menjawab pertanyaan apakah Trump setuju dengan calon menteri luar negeri pilihannya, Rex Tillerson.

Tillerson berpendapat Cina tidak berhak atas pulau buatan yang mereka bangun di wilayah sengketa Laut Cina Selatan. Dalam menanggapi pernyataan dua tokoh Washington itu, Hua menegaskan bahwa "Amerika Serikat bukan merupakan pihak yang turut dalam sengketa di Laut Cina Selatan".

Beijing mengklaim hampir seluruh wilayah laut strategis itu dan harus bersengketa dengan Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Brunei. Di sisi lain, Hua mengaku bahwa pihaknya akan tetap melindungi hak kebebasan berlayar dan tengah merundingkan resolusi damai bersama negara terkait.

"Kami mendesak Amerika Serikat menghormati fakta yang ada. Kami meminta mereka berhati-hati saat berbicara maupun bertindak untuk mencegah terguncangnya perdamaian dan stabilitas kawasan Laut Cina Selatan," kata Hua.

"Tindakan kami di Laut Cina Selatan selama ini sudah masuk akal. Apapun yang terjadi, pendirian kami untuk melindungi kedaulatan dan hak laut di wilayah ini tidak akan berubah," kata dia.

Media di Cina sebelumnya sempat bereaksi keras atas pernyataan Tillerson. Mereka mengatakan bahwa Amerika Serikat harus berperang dengan Cina jika ingin menghalangi akses negara tersebut ke pulau buatan di perairan sengketa.

Sejumlah pengamat menyatakan bahwa pernyataan Tillerson dan Spicer memang menunjukkan niat pemerintahan baru Trump untuk menggunakan kekuatan militer untuk memblokade akses Cina ke pulau buatan mereka.

Kebijakan itu dapat meningkatkan ketegangan kawasan dengan Cina, yang mempunyai kekuatan militer besar lengkap bersenjatakan nuklir.


http://tz.ucweb.com/1_1Ms0Z



************************


IRAN: JIKA TRUMP BATALKAN KESEPAKATAN, PROGRAM NUKLIR DI MULAI KEMBALI





Kepala badan Atom Iran, Ali Akbar Salehi menyatakan, pihaknya akan kembali menghidupkan program persenjataan nuklir, jika Trump membatalkan kesepakatan nuklir




TEHERAN - Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Ali Akbar Salehi menyatakan, pihaknya akan kembali menghidupkan program persenjataan nuklir, jika Presiden baru Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan kesepakatan nuklir.

"Iran siap untuk melanjutkan program nuklirnya jika pemerintahan Presiden Trump memutuskan untuk mempertimbangkan mencabut kesepakatan P5+1," ucap Salehi dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (24/1).

Kesepakatan itu dicapai antara Iran dengan lima negara kekuatan dunia pada akhir tahun 2015 lalu. Kesepakatan bersejarah itu akhirnya tercapai setelah melalui negosiasi yang berjalan selama kurang lebih satu dekade.

Pekan lalu, dalam sebuah wawancara dengan media Inggris, Trump menegaskan akan membatalkan kesepakatan tersebut. Dia bahkan menyebut kesepakatan itu adalah kesepakatan terburuk yang pernah dia lihat.

"Saya tidak senang dengan kesepakatan nuklir Iran, saya pikir itu salah satu kesepakatan terburuk yang pernah dibuat," katanya dalam wawancara itu.

Iran sendiri telah berulangkali menyatakan akan memberikan respon keras jika Trump membatalkan kesepakatan itu. Teheran juga menyebut mereka tidak akan menegosiasikan ulang kesepakatan itu. 


http://international.sindonews.com/read/1173815/43/iran-jika-trump-batalkan-kesepakatan-program-nuklir-dimulai-kembali-1485257953



**************


PALESTINA MENGANCAM MEMICU PERANG DUNIA III JIKA AS MEMINDAHKAN KEDUTAAN USA KE YERUSALEM






Mazmur 9:20 (ILT3) Bangkitlah, ya YAHWEH! Jangan biarkan manusia menjadi kuat; biarlah bangsa-bangsa dihakimi di hadapan-Mu.

Niat pemerintahan administrasi Donald Trump untuk memindahkan kedutaan besar Amerika di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, mendapatkan tentangan keras dari Palestina, sampai-sampai komentar tokoh Palestina bereaksi “menjadikan itu seolah-olah akan memicu meletusnya Perang Dunia III.” Namun para ahli menjelaskan bahwa ancaman Palestina seperti itu adalah hal umum, dan bahwa usul pemindahan kedutaan bukanlah perubahan kebijakan besar yang dibuat.

Memindahkan kedutaan ke Yerusalem akan menandai pergeseran kebijakan AS yang berlangsung lama dan memiliki arti pengakuan kedaulatan penuh Israel atas ibukota negara yang diperebutkan. Presiden terpilih Trump juga menunjukkan tekad kuat dengan menunjuk duta besar pro-pemukiman Israel, teman dekat dan penasehat David Friedman, seorang pengacara kebangkrutan.

Friedman, yang fasih berbicara bahasa Ibrani, baru-baru ini menjabat sebagai presiden ‘American Friends of Beit El,’ membantu mengumpulkan jutaan dollar untuk pembangunan pemukiman luas Beit El di Samaria – termasuk donasi sebesar $10.000 tahun 2003 dari Donald Trump.

Setelah ditunjuk sebagai duta besar, Friedman mengatakan ia bermaksud “memperkuat ikatan kedua negara dan memajukan perdamaian di kawasan ini,” menambahkan bahwa ia mengharapkan “untuk melakukan ini dari kedutaan AS di ibukota abadi Israel, Yerusalem.”

Seruan untuk memindahkan kedutaan AS telah disebut-sebut di Israel oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan lain-lain, termasuk Walikota Yerusalem Nir Barkat.

“Amerika Serikat memiliki kedutaan besar di semua ibukota negara-negara di dunia, dengan perkecualian Israel,” kata Barkat. “Itu tidak masuk akal, dan memindahkan kedutaan ke ibukota bangsa Yahudi, ke Yerusalem, adalah hal wajar dan sederhana untuk dilakukan.”




Kedutaan AS di Tel Aviv

Namun langkah itu dikecam secara tajam oleh Otoritas Palestina, yang bersikeras – bersama-sama banyak anggota masyarakat internasional yang bersimpati – bahwa kedaulatan Israel atas Yerusalem merupakan isu yang harus diredam bagi negosiasi status final untuk penyelesaian konflik Israel-Palestina. Perunding kawakan Palestina, Saeb Erekat, baru-baru ini memperingatkan bahwa pemindahan kedutaan AS ke Yerusalem bisa secara efektif “menghancurkan proses perdamaian,” dan mengancam bahwa langkah tersebut akan membuat wilayah itu masuk ke dalam “jalan kekacauan, pelanggaran hukum, anarkisme dan ekstremisme.”

Erekat juga menyatakan bahwa “isu-isu untuk dinegosiasikan” dalam proses perdamaian adalah “Yerusalem, perbatasan, pemukiman, rezim, keamanan,” dan menambahkan bahwa “tidak ada yang boleh mendahului atau berprasangka, karena ini akan menghancurkan proses perdamaian secara menyeluruh.”


Pengakuan Ibukota Israel

Umumnya, kedutaan besar setiap negara asing terletak di ibukota negara. Terlepas dari kenyataan bahwa Israel mendirikan ibukotanya di Yerusalem bersamaan dengan berdirinya negara Israel modern pada tahun 1948, banyak negara, termasuk Amerika Serikat, telah mendirikan kedutaan mereka di Tel Aviv sebagai bagian dari penolakan pengakuan aneksasi Israel terhadap bagian timur Yerusalem, dan penyatuan kota Yerusalem menyusul kemenangan negara Yahudi itu dalam Perang Enam Hari tahun 1967. Sebelumnya Yordania menguasai Yerusalem timur antara tahun 1948-1967.

Israel telah mendesak negara-negara lain selama beberapa dekade untuk memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem. Pada tahun 1995, Kongres AS meloloskan UU Kedutaan Yerusalem, menyerukan secara resmi pemindahan kedutaan AS sebelum tahun 1999. Namun langkah itu memaskkan ketentuan pasal khusus, di mana presiden AS bisa menunda pemindahan tersebut setiap enam bulan melalui perintah eksekutif “demi melindungi kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat.” Karena ada pasal ini, Presiden Bill Clinton, George W. Bush dan Barack Obama masing-masing terus menjalankan ketentuan khusus ini, dimana Obama menandatangani perintah eksekutif terbaru pada bulan November kemarin untuk penundaan pemindahan kedutaan AS selama enam bulan berikutnya.

Jika Trump ingin memindahkan kedutaan AS, semua yang perlu dia lakukan hanyalah tidak perlu menandatangani surat pernyataan penundaan pemindahan yang akan datang, sesuai hukum AS. Dengan demikian, Trump dan tekad Friedman untuk memindahkan kedutaan di hadapan ancaman Palestina mungkin merupakan tes kasus bagi pemerintahan administrasi mendatang, yang secara terbuka telah menentang posisi diplomasi AS terhadap Israel saat ini.


Palestina Melindungi Status Quo

Jurnalis Arab-Israel Khaled Abu Toameh, seorang wartawan terkenal urusan Palestina, mengatakan bahwa para pejabat Otoritas Palestina berusaha “menjadikan seolah-olah Perang Dunia III akan meletus jika kedutaan AS dipindahkan.”

“Mereka ingin status quo terus berlanjut,” kata Abu Toameh. “Mereka menentang setiap perubahan nyata di lapangan. Dan mereka sekarang berusaha untuk menggalang kekuatan seluruh dunia Arab untuk berdiri di belakang Palestina.”

Menurut Lenny Ben David – mantan wakil kepala misi di Kedutaan Besar Israel di Washington, DC, dan mantan direktur Kantor Israel untuk Komite Urusan Publik Amerika Israel – Palestina ingin mempertahankan Yerusalem dalam “ranah sengketa teritorial.”

“Memindahkan kedutaan,” katanya, “adalah sesuatu yang diinginkan Israel selama bertahun-tahun, dan merupakan sesuatu yang ingin dihalang-halangi Palestina selama berpuluh-puluh tahun.”

“Bagian terbesar penentangan Palestina terhadap pemindahan kedutaan besar adalah mitos bahwa ini merupakan perubahan kebijakan monumental,” kata Ben David, yang saat ini menjabat direktur komunikasi untuk kelompok pemikir Pusat Urusan Publik Yerusalem. “Mitosnya adalah bahwa memindahkan kedutaan besar AS akan memutuskan setiap kemungkinan keberadaan perwakilan Amerika bagi Palestina.”
‘Pengecekan Realitas’

Pada saat yang sama, Ben David menjelaskan bahwa pemindahan kedutaan akan menjadi “pengecekan realitas.”

“Sebutlah itu membangunkan, dan lihatlah apa yang akan terjadi di lapangan,” tambah Ben David. “Israel ada di Yerusalem barat. Pemerintah Israel ada di Yerusalem barat. Jadi setidaknya, Amerika harus mendirikan kedutaannya di Yerusalem barat.”

Jika AS memindahkan kedutaan, Ben David memperingatkan bahwa peristiwa tersebut tidak perlu dibesar-besarkan di luar proporsi, dan bahwa hal itu “harus dilakukan secara bertahap, secara birokratis.” AS sudah menjalankan konsulat di Yerusalem – fasilitas modern yang besar telah dibangun untuk menangani banyak fungsi dari kedutaan – dan karena itu, pemindahan kedutaan bisa berlangsung cepat dan relatif tenang. “Anda hanya perlu mengubah nama di pintu” dari konsulat menjadi kedutaan,” kata Ben David.

“Pemindahan bisa dimulai,” katanya, “dengan saluran-saluran komunikasi Amerika untuk duta besar yang baru dikirim ke Yerusalem, Israel, dan bukan ke Tel Aviv.”

“Namun, jika saya menulis kebijakan Amerika atau Israel, saya tidak akan menjadikan ini peristiwa besar yang megah dengan situasinya,” kata Ben David.

Abu Toameh, pejabat senior untuk Gatestone Institute, mengatakan bahwa “Orang-orang Palestina di jalanan tidak akan terpengaruh dengan keputusan pemindahan kedutaan AS, dan mereka tidak mengeluhkan apa-apa. Mengapa Palestina harus peduli jika kedutaan AS pindah ke Yerusalem? Hanya pejabat Palestina saja yang menjadikan ini masalah besar.”
Menuruti Ancaman Orang-orang Palestina

“Selama bertahun-tahun, warga Palestina menggerakkan masyarakat internasional dengan ancaman untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan,” kata Abu Toameh. “Palestina terbiasa dengan masyarakat internasional yang menuruti semua tuntutan mereka.”

“Di masa lalu,” katanya dia, “orang-orang Palestina telah bersumpah ‘bahwa jika orang-orang Yahudi mulai naik ke Gunung Bait Suci, maka Perang Dunia III akan meletus.’ Dan itu tidak terjadi. Mereka hanya mengancam. Ini hanyalah ancaman semacam itu.”

“Pertanyaannya adalah apakah pemerintahan Trump akan menyerah pada ancaman orang-orang Palestina,” kata Abu Toameh.


Referensi:





*************************


HAMAS PERINGATKAN AS TIDAK PINDAHKAN KEDUBES KE YERUSALEM






Kelompok Hamas memperingatkan AS untuk tidak memindahkan kedubesnya di Tel Aviv ke Yerusalem


YERUSALEM - Kelompok pejuang Palestina di Gaza, Hamas, memperingatkan Amerika Serikat (AS) untuk tidak memindahkan kedutaan besarnya (kedubes) ke Yerusalem. Hamas menyatakan langkah tersebut akan memicu aksi kekerasan baru.

Kelompok militan Islam itu mengatakan langkah Washington itu akan membuka bab baru dari konflik Palestina-Israel. Hamas juga mengatakan kebijakan tersebut tidak ubahnya menambahkan bensin ke api seperti dikutip dari Belfast Telegraph, Selasa (24/1/2017).

Kelompok yang menjadi pesaing otoritas Palestina itu juga mendesak Presiden AS Donald Trump untuk tidak menindaklanjuti janji kampanyenya untuk memindahkan kedubes. Seperti diketahui, saat kampanye pada pemilu presiden AS lalu, Trump menyatakan akan memindahkan kedubes AS yang saat ini berada di Tel Aviv ke Yerusalem.

Sementara di Gaza selatan, puluhan warga Palestina berdemonstrasi menentang langkah itu. Beberapa demonstran melakukan pembakaran patung Trump.

Kelompok Hamas telah bersumpah untuk menghancurkan Israel. Kelompok ini telah menewaskan ratusan warga Israel lewat aksi bom bunuh diri. Hamas juga tiga kali terlibat perang dengan Israel sejak merebut kekuasaan di Jalur Gaza 10 tahun lalu.

Palestina telah menetapkan Jerusalem timur, yang dicaplok Israel pada tahun 1967, sebagai ibu kota mereka di masa depan. 


http://international.sindonews.com/read/1173862/43/hamas-peringatkan-as-tidak-pindahkan-kedubes-ke-yerusalem-1485266564



************************


KOREA UTARA: JONG UN, JIKA TERANCAM AKAN NUKLIR LOS ANGELES




Pemimpin Korut Kim Jong-un akan menghancurkan Los Angeles dengan nuklir jika merasa pemerintahannya terancam



SEOUL - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un akan meluncurkan nuklir ke Los Angeles jika pemerintahannya terancam. Demikian dikatakan seorang bekas diplomat senior Korut yang telah membelot.

"Diktator akan menekan tombol untuk menghancurkan kota California meskipun menimbulkan konsekuensi yang tak terelakkan," kata Thae Yong-ho, mantan Wakil Dubes Korut di London.

Dalam acara Victoria Derbyshire Show yang ditayangkan di BBC, Yong-ho mengatakan Jong-un akan menekan tombol pada senjata-senjata berbahaya ketika ia berpikir bahwa pemerintahan dan dinastinya terancam seperti dikutip dari Independent, Rabu (25/1/2017).

Ketika ditanya apakah Jong-un akan tetap bertindak meski mengetahui serangan nuklir di daratan AS akan berarti kehancuran, Yong-ho menjawab: "Ya."

Yong-ho sebelumnya mengatakan rezim Jong-un bertujuan untuk menyelesaikan pembangunan senjata nuklir pada akhir 2017. Pyongyang tidak akan berhenti bahkan jika ditawarkan triliunan dolar untuk melakukannya.

Pyongyang telah menegaskan akan melakukan uji coba rudal nuklir berikutnya kapan saja dan di mana saja.

"Kim Jong-un tahu cukup baik bahwa senjata nuklir adalah satu-satunya jaminan untuk pemerintahannya. Jika ia kehilangan kekuasaan maka itu adalah hari terakhirnya. Dia mungkin akan melakukan apapun," katanya.

Tetapi Thae Yong-ho yakin rezim Kim Jong-un satu hari akan runtuh oleh pemberontakan rakyat. 


http://international.sindonews.com/read/1174226/40/jika-terancam-jong-un-akan-nuklir-los-angeles-1485353895



************


Pembelot Korut: Kim Jong-un Ingin Bertemu Trump




Pemimpin Korut Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump



SEOUL - Seorang diplomat senior Korea Utara (Korut) yang membelot mengungkapkan pendapat terhadap bekas negaranya. Thae Yong-ho mengatakan satu-satunya cara untuk mengubah nasib Korut adalah mengubah pemimpinnya.

"Selama Kim Jong-un berkuasa, tidak akan ada kesempatan bagi dunia untuk mengangkat isu HAM atau membatalkan program nuklir," kata diplomat senior yang membelot dalam hampir 20 tahun terakhir disitat dari CNN, Rabu (25/1/2017).

Yong-ho mengatakan kemenangan mengejutkan Presiden Donald Trump dalam pemilu Amerika Serikat (AS), dilihat Jong-un sebagai kesempatan baik baginya untuk membuka semacam kompromi dengan pemerintahan baru AS.

Tapi ia menegaskan Jong-un hanya akan berbicara pada istilah yang merujuk pada pidato Tahun Baru. "Tingkatan pidato Tahun Baru ini adalah sebuah pemerasan yang blak-blakan," katanya.

Dalam pidatonya saat itu, Jong-un menegaskan jika AS meneruskan kebijakan melawan Korut ia akan terus menambah senjata nuklir untuk kemampuan militer negaranya. "Ia menyebutnya kemampuan serangan pre emptive. Itu adalah rudal balistik antar benua (ICBM)," ungkap Yong-ho.

Selama kampanyenya, Trump mengatakan ia akan terbuka untuk bertemu Jong-un. Yong-ho pun membuat permohonan kepada Trump untuk mempertimbangkan kembali. Menurutnya, pertemuan itu sama saja dengan memberikan legitimasi kepada pemimpin Korut tersebut yang saat ini tidak dimiliki di negerinya sendiri.

"Bahkan Presiden China Xi Jinping dan bahkan Presiden Rusia Putin, mereka bahkan belum bertemu Kim Jong-un," katanya.

Yong-ho mengklaim meskipun para loyalisnya merasa takut, Jong-un masih berjuang untuk mengamankan legitimasi yang dinikmati dari ayahnya Kim Jong Il dan kakeknya Kim Il Sung, pendiri Korea Utara.

"Setelah 5 tahun berkuasa, ia bahkan tidak bisa memberitahu orang-orang Korut tentang tanggal lahirnya, setelah ia lahir, tentang ibunya, hubungannya dengan kakeknya," katanya. 


http://international.sindonews.com/read/1174153/40/pembelot-korut-kim-jong-un-ingin-bertemu-trump-1485341836



****************


SUDAN YAKIN DENGAN KEPEMIMPINAN TRUMP



Presiden terpilih AS, Donald Trump



JAKARTA - Pemerintah Sudan merasa optimis dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) yang baru di bawah pimpinan Donald Trump. Hal itu disampaikan oleh Duta Besar Sudan untuk Indonesia, Abdurahman Alrahim al-Sidig.

Berbicara saat melakukan pertemuan dengan awak media di kantor Kedutaan Besar Sudan di Jakarta, Sidig menyatakan, pihaknya selalu berpikiran positif setiap AS memiliki pemimpin baru, termasuk Trump.

"Kami tak ada masalah dengan Trump. Kami selalu berpikir positif dengan presiden baru AS. Kami juga berpikir positif dengan keputusan yang akan diambil Trump nantinya," kata Sidig pada Kamis (19/1).

Dia bahkan menyebut, keputusan pencabutan sanksi yang dilakukan oleh AS pada pekan lalu terdapat campur tangan tim Trump. "Pencabutan sanksi ekonomi Sudan pun ada kerja sama antara Obama dan Trump," ucapnya.

Dia menambahkan, Sudan juga selalu memiliki hubungan baik dengan Presiden AS yang berasal Partai Republik. Dia mencotohkan bagaimana Sudan dan AS pada masa pemerintahan George W Bush melakukan kerjasama kontra terorisme dan kerjasama itu masih bertahan hingga saat ini.

Pernyataan Sidig ini diperkuat dengan apa yang disampaikan Kepala Intelijen dan Keamanan Nasional Sudan (NISS), Mohammed Atta al-Mawla mengatakan. Mawla mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dan berkoordinasi dengan AS sejak sebelum tahun 2000 dalam perjuangan melawan terorisme. 


http://international.sindonews.com/read/1172618/44/sudan-yakin-dengan-kepemimpinan-trump-1484895506


**********************


DONALD TRUMP DI LANTIK SEBAGAI PRESIDEN AS YANG KE 45



Donald Trump saat diambil sumpahnya oleh Ketua Mahkamah Agung John Roberts, Jumat, 20 Januari 2017


Pebisnis real-estat dan milyarder Donald Trump diambil sumpahnya sebagai presiden Amerika yang ke 45 hari Jumat (20/1).


Di bawah langit mendung di Washington, Trump, usia 70 tahun menjadi eksekutif tertinggi Amerika dan juga tertua, ketika mengucapkan sumpah “saya akan melestarikan, melindungi, dan membela Konstitusi Amerika Serikat.”

Ratusan ribu orang, banyak yang mendukung janji Trump untuk “membuat Amerika berjaya lagi,” memenuhi National Mall untuk bisa menyaksikan upacara pelantikan di tangga Gedung Kapitol itu.

Inaugurasi dirinya, setelah berlangsung kampanye pemilihan yang sengit, menandai pengalihan kekuasaan secara damai dan Presiden Obama meninggalkan Gedung Putih setelah dua masa jabatan.




Trump diambil sumpahnya oleh Ketua Mahkamah Agung John Roberts, dan tangannya diletakkan diatas dua kitab injil, satu dari masa remajanya, dan satu lagi yang dipergunakan Presiden Abraham Lincoln. Sebelumnya, mantan Gubernur Indiana Mike Pence diambil sumpahnya sebagai wapres menggantikan Joe Biden.

Beberapa menit kemudian Trump memberikan pidato inaugurasinya.


http://www.voaindonesia.com/a/3685519.html



*********************


STAF, PROPERTI TRUMP HADAP RESIKO TEROR




Papan reklame Trump International Golf Club Dubai di Uni Emirat Arab



Naiknya Trump menjadi presiden Amerika ke-45 memberikan tantangan unik mengingat luasnya kepentingan bisnis internasionalnya.

Bisnis-bisnis di seluruh dunia yang menggunakan nama Presiden AS Donald Trump menghadapi peningkatan risiko sejak ia dilantik, menurut peringatan dari para ahli keamanan, terutama di negara-negara yang sebelumnya disasar kekerasan.

Karena Trump masih menjadi merk di luar negeri, geng-geng kriminal atau para militan dapat menyasar gedung-gedung yang menggunakan namanya dengan warna emas, menculik pra pekerja yang terkait dengan perusahaan-perusahaannya untuk tebusan atau lebih buruk lagi, kata mereka.

"Mereka mungkin menculik pegawai Trump dan bahkan tidak ingin bernegosiasi," karena ingin mendapat publisitas, ujar Colin P. Clarke, ilmuwan politik di RAND Corporation yang mempelajari terorisme dan jaringan kriminal internasional.

Memperkirakan serangan membuat polisi, badan intelijen dan ahli keamanan tak tidur di seluruh dunia, dan secara alami, hal itu tetap spekulatif.

Merk-merk AS telah menjadi target dalam aksi kekerasan di luar negeri sebelumnya, tapi mereka tidak pernah dimiliki oleh seorang presiden. Itu bedanya. Naiknya Trump menjadi presiden Amerika ke-45 memberikan tantangan unik mengingat luasnya kepentingan bisnis internasionalnya.

Ditanya mengenai isu-isu keamanan, Trump Organization mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka memiliki "protokol-protokol ekstensif di properti-properti yang kami miliki dan kelola" di AS dan luar negeri.


http://www.voaindonesia.com/a/3687715.html




*********************


 SEBAGIAN WARGA BEIJING RAGUKAN KEMAMPUAN TRUMP PIMPIN AS





Buletin koran untuk publik di Beijing memasang foto Donald Trump dalam artikel berbahasa China yang dipublikasikan pada tanggal 3 Januari 2017



China, ekonomi nomor dua terbesar di dunia di belakang Amerika Serikat, dan Trump mengecam dalam kampanyenya penipuan China dalam perdagangan dan manipulasi mata-uangnya.

Sebagian warga Beijing mengutarakan keraguan hari Sabtu (21/1) mengenai kemampuan Presiden Donald Trump mengemudikan ekonomi Amerika dan mengelola hubungan China-Amerika, dan menekankan keprihatinan akan perdagangan, Taiwan dan masalah-masalah lain.

Sekalipun Trump tidak menyebut China dalam pidato pelantikannya hari Jumat, ia sering menyebut negara itu dalam kampanyenya dan menjungkir-balikkan protokol diplomatik setelah terpilih dengan berbicara melalui telepon dengan Presiden Taiwan yang mempunyai pemerintah sendiri, pulau yang dianggap China wilayahnya.

Aaron Wang, yang bekerja pada perusahaan logistik, mengatakan ia berharap hal yang terbaik akan terjadi tetapi khawatir akan ancaman Trump untuk menghentikan perniagaan antara kedua negara, termasuk pemberlakuan bea-impor 45 persen atas barang yang datang dari China.

“Saya akan menunggu dan melihat apa yang sebenarnya akan dilakukan Trump dalam waktu yang akan datang, tetapi saya berharap agar hubungan China-Amerika dapat berkembang ke arah yang baik di bawah kepresidenan Trump,” kata Wang.

Seorang pensiunan guru, yang memberi marganya, Wei, mengatakan Trump belum menunjukkan bahwa ia akan dapat menangani kepresidenan Amerika.

“Benar-benar tidak pasti apakah ia dapat mengelola dengan sewajarnya Amerika Serikat,” kata Wei. “Seorang pengusaha dapat mengelola negara dengan sangat baik, tetapi ia juga dapat melakukan pekerjaan yang sangat buruk.”

Dalam kunjungan ke Beijing, CEO Dunkin’ Brands, Nigel Davis, mengatakan ia ingin menunjukkan pentingnya perdagangan bebas sedunia kepada Trump, yang menentang Kemitraan Trans-Pasifik atau TPP dan telah memberi indikasi ia mungkin akan merundingkan kembali Persetujuan Perdagangan Bebas Amerika Utara atau NAFTA.

China, ekonomi nomor dua terbesar di dunia di belakang Amerika Serikat, dan Trump mengecam dalam kampanyenya penipuan China dalam perdagangan dan manipulasi mata uangnya. Tuduhan itu dikeluarkan walaupun ada indikasi bahwa dalam dua tahun ini, China telah melakukan intervensi di pasar untuk memperkuat mata uangnya, tidak menurunkannya dengan cara yang menguntungkan eksportir China dan merugikan perusahaan-perusahaan Amerika.


http://www.voaindonesia.com/a/3686163.html



*********************


PAUS MENUNGGU SEBELUM MENILAI TRUMP



Paus Fransiskus menyapa umat Katolik di Pope Paul VI hall, di Vatikan, 18 Januari 2017


Paus Fransiskus telah mengatakan ia akan menunggu untuk melihat apa yang dilakukan oleh Presiden Amerika Donald Trump sebelum menilainya.

Dalam wawancara dengan suratkabar Spanyol El Pais yang dimuat Sabtu malam, Fransiskus mengatakan ia tidak ingin terlalu cepat menilai orang atau menilai orang secara prematur. Ia akan melihat apa yang dilakukannya, apa yang dilakukannya sebelum mengutarakan pendapat mengenai presiden Amerika itu.

Paus Gereja Katolik itu mengatakan hal tersebut hari Jumat dalam wawancara mengenai berbagai hal di Vatikan, ketika Trump dilantik menjadi presiden Amerika yang ke-45.

Ketika ditanya mengenai para tokoh politik yang bergaya populis bermunculan di Amerika dan Eropa, ia memperingatkan agar jangan mencari juru selamat pada waktu krisis.

Fransiskus mengatakan Hitler di Jerman dalam tahun 1930-an dipilih oleh rakyat dan ia kemudian menghancurkan rakyatnya. 


http://www.voaindonesia.com/a/3686839.html



********************



KIM JONG UN EJEK TRUMP LEWAT FOTO INI



Siapa tak kenal Kim Jong Un? Penguasa Korea Utara ini terkenal karena ketegasannya yang melampaui batas dalam memimpin negaranya. Dia juga terkenal karena sangat getol dalam upayanya membangun pertahanan negara berbasis nuklir yang membuat salah satu negara adidaya dunia, yaitu Amerika Serikat.

Berulangkali Amerika Serikat meminta kepada Korea Utara untuk menghentikan proyeknya tersebut namun tak pernah digubris oleh Kim Jong Un dan malah balik mengancam akan mengirimkan Rudal ke Amerika.

Nah, baru-baru ini Amrekia Serikat telah menyelenggarakan Pemilu Presiden dan hasilnya memenangkan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat yang baru. Donald Trump resmi dilantik pada 20 Januari 2017 yang lalu.

Lalu apa hubungannya dengan Kim? Ternyata Kim Jong Un tak ketinggalan berita tersebut dan malah bereaksi terhadap upacara inagurasi Presiden baru Amerika Serikat tersebut. Dalam laman facebooknya, Kim Jong Un membandingkan jumlah partisipan yang menghadiri upacara inagurasi Presiden baru. Dia membandingkan jumlah masyarakat yang hadir pada pelantikan Trump, Obama, dan dirinya.




Postingan Kim Jong Un


Dalam foto nampak Trump mendapatkan jumlah atensi masyarakat yang paling sedikit diantara ketiganya. Hmmm, apakah Trump akan tersinggung dengan cara Kim Jong Un tersebut dan akan membalasnya? Kita tunggu ya !


http://tz.ucweb.com/1_1Mw5Z



************************


KOREA UTARA: JONG UN, JIKA TERANCAM AKAN NUKLIR LOS ANGELES




Pemimpin Korut Kim Jong-un akan menghancurkan Los Angeles dengan nuklir jika merasa pemerintahannya terancam



SEOUL - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un akan meluncurkan nuklir ke Los Angeles jika pemerintahannya terancam. Demikian dikatakan seorang bekas diplomat senior Korut yang telah membelot.

"Diktator akan menekan tombol untuk menghancurkan kota California meskipun menimbulkan konsekuensi yang tak terelakkan," kata Thae Yong-ho, mantan Wakil Dubes Korut di London.

Dalam acara Victoria Derbyshire Show yang ditayangkan di BBC, Yong-ho mengatakan Jong-un akan menekan tombol pada senjata-senjata berbahaya ketika ia berpikir bahwa pemerintahan dan dinastinya terancam seperti dikutip dari Independent, Rabu (25/1/2017).

Ketika ditanya apakah Jong-un akan tetap bertindak meski mengetahui serangan nuklir di daratan AS akan berarti kehancuran, Yong-ho menjawab: "Ya."

Yong-ho sebelumnya mengatakan rezim Jong-un bertujuan untuk menyelesaikan pembangunan senjata nuklir pada akhir 2017. Pyongyang tidak akan berhenti bahkan jika ditawarkan triliunan dolar untuk melakukannya.

Pyongyang telah menegaskan akan melakukan uji coba rudal nuklir berikutnya kapan saja dan di mana saja.

"Kim Jong-un tahu cukup baik bahwa senjata nuklir adalah satu-satunya jaminan untuk pemerintahannya. Jika ia kehilangan kekuasaan maka itu adalah hari terakhirnya. Dia mungkin akan melakukan apapun," katanya.

Tetapi Thae Yong-ho yakin rezim Kim Jong-un satu hari akan runtuh oleh pemberontakan rakyat. 


http://international.sindonews.com/read/1174226/40/jika-terancam-jong-un-akan-nuklir-los-angeles-1485353895



************


Pembelot Korut: Kim Jong-un Ingin Bertemu Trump




Pemimpin Korut Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump



SEOUL - Seorang diplomat senior Korea Utara (Korut) yang membelot mengungkapkan pendapat terhadap bekas negaranya. Thae Yong-ho mengatakan satu-satunya cara untuk mengubah nasib Korut adalah mengubah pemimpinnya.

"Selama Kim Jong-un berkuasa, tidak akan ada kesempatan bagi dunia untuk mengangkat isu HAM atau membatalkan program nuklir," kata diplomat senior yang membelot dalam hampir 20 tahun terakhir disitat dari CNN, Rabu (25/1/2017).

Yong-ho mengatakan kemenangan mengejutkan Presiden Donald Trump dalam pemilu Amerika Serikat (AS), dilihat Jong-un sebagai kesempatan baik baginya untuk membuka semacam kompromi dengan pemerintahan baru AS.

Tapi ia menegaskan Jong-un hanya akan berbicara pada istilah yang merujuk pada pidato Tahun Baru. "Tingkatan pidato Tahun Baru ini adalah sebuah pemerasan yang blak-blakan," katanya.

Dalam pidatonya saat itu, Jong-un menegaskan jika AS meneruskan kebijakan melawan Korut ia akan terus menambah senjata nuklir untuk kemampuan militer negaranya. "Ia menyebutnya kemampuan serangan pre emptive. Itu adalah rudal balistik antar benua (ICBM)," ungkap Yong-ho.

Selama kampanyenya, Trump mengatakan ia akan terbuka untuk bertemu Jong-un. Yong-ho pun membuat permohonan kepada Trump untuk mempertimbangkan kembali. Menurutnya, pertemuan itu sama saja dengan memberikan legitimasi kepada pemimpin Korut tersebut yang saat ini tidak dimiliki di negerinya sendiri.

"Bahkan Presiden China Xi Jinping dan bahkan Presiden Rusia Putin, mereka bahkan belum bertemu Kim Jong-un," katanya.

Yong-ho mengklaim meskipun para loyalisnya merasa takut, Jong-un masih berjuang untuk mengamankan legitimasi yang dinikmati dari ayahnya Kim Jong Il dan kakeknya Kim Il Sung, pendiri Korea Utara.

"Setelah 5 tahun berkuasa, ia bahkan tidak bisa memberitahu orang-orang Korut tentang tanggal lahirnya, setelah ia lahir, tentang ibunya, hubungannya dengan kakeknya," katanya. 


http://international.sindonews.com/read/1174153/40/pembelot-korut-kim-jong-un-ingin-bertemu-trump-1485341836


****************


ABBAS NYATAKAN SIAP KERJASAMA DENGAN TRUMP


RAMALLAH - Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan kesiapan untuk bekerjasama dengan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Trump akan resmi menjabat sebagai Presiden AS pada tanggal 20 Januari mendatang.

Berbicara saat peringatan 52 tahun berdirinya Fatah, Abbas berharap ia dan Trump akan mampu membangun hubungan yang positif dan bekerja sama dalam mencapai solusi dua-negara dalam masalah Israel-Palestina.

"Kami ingin menekankan kesediaan kami untuk bekerja dengan pemerintahan Amerika yang baru, untuk mencapai perdamaian berdasarkan pada solusi dua-negara," kata Abbas dalam pernyataannya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (2/1).

Di kesempatan yang sama dia juga memuji resolusi 2334 yang disahkan oleh Dewan Keamanan (DK) PBB. Resolusi itu menegaskan kembali dengan membangun permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, Israel melanggar hukum internasional.

"Permukiman adalah ilegal, dan dalam beberapa hari terakhir, muncul keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya mengenai masalah ini. Ini adalah kemenangan diplomatik yang belum pernah terjadi sebelumnya," tukas Abbas, merujuk resolusi DK PBB.

Pemimpin 81 tahun itu juga mengkritik pemerintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mencoba menegakkan aturan Israel di wilayah pendudukan. 


http://international.sindonews.com/read/1167542/43/abbas-nyatakan-siap-kerjasama-dengan-trump-1483341659


**************


TURKI YAKIN TRUMP TIDAK AKAN ULANGI KESALAHAN YANG DI BUAT OBAMA



Turki meyakini Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump tidak akan melakukan apa yang sudah dilakukan Presiden AS saat ini Barack Obama. Foto/Reuters


ANKARA - Turki meyakini Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump tidak akan melakukan apa yang sudah dilakukan Presiden AS saat ini Barack Obama. Hubungan Turki dan AS di bawah pimpinan Obama sedikit memburuk akibat banyaknya perselisihan paham.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menuturkan, ia yakin hubungan Turki dan AS divbawah pimpinan Trump akan membaik. Ini dikarenakan dia percaya Trump tidak akan jatuh ke lubang yang sudah dibuat Obama dalam hal hubungan dengan Turki.

Turki menilai pemerintah Obama tidak kooperatif, dan bekerjasama dengan teroris. Hubungan keduanya mulai memburuk setelah pemerintah AS saat ini menolak untuk mengekstradisi Fethullah Gulen, sosok yang diduga berada di balik kudeta gagal di Turki.

Terkait dengan Gullen, Cavusoglu menuturkan, pihaknya akan mengajukan permohohan untuk esktradisi Gullen tidak lama setelah Trump dilantik menjadi Presiden AS. Trump akan dilantik pada tanggal 20 Januari mendatang.

"Turki mengharapkan Washington (dibawah pemerintahan baru) mengekstradisi Fethullah Gulen dan mengakhiri kerjasamanya dengan milisi Kurdi Suriah," ucap Cavusoglu, seperti dilansir Reuters pada Senin (9/1). 


http://international.sindonews.com/read/1169402/43/turki-yakin-trump-tidak-akan-ulangi-kesalahan-yang-dibuat-obama-1483962522


*******************


ARAB SAUDI DUKUNG KEBIJAKAN TRUMP




PARIS - Arab Saudi mendukung reformasi kebijakan luar negeri Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Timur Tengah. Selama pemerintahan Presiden AS Barack Obama, Saudi kerap diabaikan dan dikecewakan dalam perundingan nuklir Iran.

Riyadh juga tidak puas dengan kebijakan perang melawan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) yang setengah hati dilakukan Obama. Dengan kepemimpinan pemerintahan baru AS, Saudi berharap hubungan kedua negara semakin erat. Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir mengatakan, dia sangat positif dengan cara dan langkah AS untuk memulihkan kembali pengaruhnya di dunia, menekan Iran, dan memerangi ISIS.

”Kita optimistis dengan pemerintahan mendatang dan melihat ke depan untuk bekerja sama dengan AS dalam segala bidang yang menjadi perhatian bagi kedua negara,” kata Jubeir kepada reporter di Paris, dilansir AFP. Jubeir mengungkapkan, Saudi ingin melihat pandangan pemerintahan Trump yang diartikulasikan di lapangan.

”Ingin memulihkan pengaruh AS di dunia, kita menyambut hal ini. Ingin mengalahkan ISIS, tentunya. Ingin membatasi Iran, pastinya,” katanya. Kepentingan eksportir minyak terbesar di dunia, kata Jubeir, ingin beraliansi dengan AS. Saudi juga ingin masuk menjadi geopolitik AS dalam Suriah, Irak, Yaman, dan Iran.

Bahkan, Saudi juga akan tetap mendekat ke AS untuk isu energi dan finansial. ”Tujuan yang ingin dicapai memiliki kesamaan. Kita mungkin memiliki ketidaksepakatan untuk mencapai hal tertentu, tetapi kita tidak setuju dengan apa yang harus dilakukan dan tidak akan mengubahnya,” tutur Jubeir.

Ketika ditanya lebih spesifik tentang hubungan Riyadh dengan rival utamanya yakni Iran, Jubeir mengungkapkan bahwa Teheran selalu mengganggu stabilitas Timur Tengah. Hubungan kedua negara memburuk setelah banyak jamaah haji Iran yang meninggal dunia pada pelaksanaan ibadah haji pada 2015 lalu.

Iran menuding Saudi tidak kompeten menggelar ritual ibadah besar tahunan dan memboikot pada tahun lalu. Hubungan Teheran-Riyadh juga memburuk saat Saudi mengeksekusi ulama Syiah tahun lalu. Warga Iran yang marah menyerang kedutaan Saudi di Teheran. Hubungan diplomatis kedua negara itu memang kerap mengalami titik beku.

”Hubungan kita dengan Iran memang tegang karena kebijakan mereka yang agresif dan merusak. Sebenarnya sungguh menarik bisa hidup dalam damai dan harmoni dengan Iran, tetapi itu sangat sulit,” kata Jubeir. ”Kita tidak bisa membahas kematian dan kerusakan serta memperkirakan untuk terluka tanpa balas dendam.

Kita mencobanya, tetapi tak pernah berjalan,” imbuhnya. Jubeir menambahkan, perundingan di Astana, ibu kota Kazakhstan, bertujuan untuk mencapai gencatan senjata di Suriah akan diuji. Tapi, itu tidak boleh ditafsirkan bahwa Riyadh mengabaikan kelompok gerilyawan moderat untuk menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

”Tujuan (perundingan Astana) adalah tercapainya gencatan senjata dan bergerak menuju proses politik. Marilah kita mengujinya. Sejauh ini belum menunjukkan kesuksesan,” kata Jubeir. ”Jika itu berjalan, kita akan mengabaikan alur politik. Tetapi, itu tidak berarti kita mengabaikan kelompok oposisi moderat,” tambahnya.

Perundingan Astana yang didukung Rusia dan Turki akan dilaksanakan akhir bulan ini. Faksi militer anti-Assad bersiap menggelar perundingan tatap muka dengan delegasi pemerintah. Saudi yang memberikan dukungan militer kepada kelompok oposisi Suriah ternyata telah berunding intensif dengan Turki.

Riyadh sangat yakin bahwa Ankara tidak akan mengubah pandangannya bahwa Assad harus tumbang. ”Saya tidak melihat perubahan posisi Turki,” kata Jubeir. ”Turki memiliki banyak orang di Suriah dan mereka berhubungan langsung dengan kelompok oposisi di lapangan,” paparnya.

Dari Moskow, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov kemarin mengatakan bahwa pihaknya berpikir akan mengundang pemerintahan Trump menghadiri perundingan di Astana yang digelar pada 23 Januari. Perundingan damai itu menjadi ujian bagi Rusia, apakah mampu menyelesaikan konflik Suriah.

Sebelumnya Rusia lebih fokus memberikan bantuan militer kepada Pemerintah Suriah. ”Saya berharap pemerintahan Trump akan menerima undangan dan menyambut keinginan Presiden terpilih AS untuk memerangi terorisme internasional sebagai prioritas,” kata Lavrov dilansir Reuters.

Dia berharap, Rusia dan Trump bisa bekerja sama lebih efektif dalam menangani isu Suriah dibandingkan dengan pemerintahan Obama. Lavrov juga mengatakan bahwa Rusia akan berdialog dengan pemerintahan Trump mengenai stabilitas strategis, termasuk senjata nuklir.

Dialog tersebut juga membahas senjata hipersonik, tameng misil AS di Eropa, senjata antariksa, dan uji coba nuklir. ”Rusia siap bertemu dengan pemerintahan Trump untuk membahas berbagai isu setelah presiden terpilih itu dilantik secara resmi,” katanya. 


http://international.sindonews.com/read/1172142/43/arab-saudi-dukung-kebijakan-trump-1484752392

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain

The Life Of Jesus Christ Full Movie (English Version)

David and Goliath 1960 Biblical Story Of David Biblical Movies Full Movies

https://www.youtube.com/watch?v=xMWb0Et8Ht8

The Kingdom of Solomon - English Subtitle - full movie

https://www.youtube.com/watch?v=ODb7EO_Mjmk https://www.youtube.com/watch?v=w7Y-UqJD1Zg&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=4

KING SOLOMON - HOLY BIBLE

ESTHER AND THE KING (1960)

https://www.youtube.com/watch?v=0uJbO34xjkM https://www.youtube.com/watch?v=SQ6qYypfmIo

Greatest Heroes of the Bible The Story of Moses

https://www.youtube.com/watch?v=Q1nUIA2uGMI

Sodom & Gomorrah FULL VIDEO

https://www.youtube.com/watch?v=WWpknxvxLpk https://www.youtube.com/watch?v=Uo82q6ki3bk

THE STORY OF RUTH

JUDAS

https://www.youtube.com/watch?v=r5GUbOadJfQ

Thomas

https://www.youtube.com/watch?v=fwPw3r5D1PY

Mary Mother of Jesus

https://www.youtube.com/watch?v=jHOBYnzIfNY

Mary Magdalene

https://www.youtube.com/watch?v=Gpcja7XIZQQ

The Kingdom of God & The New Jerusalem

https://www.youtube.com/watch?v=zO8t2L9TcAU

Moses - The 10 Comadments

https://www.youtube.com/watch?v=dPIkZ0thPvs&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=58

The Book Of Revelation Full Film

https://www.youtube.com/watch?v=Oco6Jiqh4Eo&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=46

Trip to Heaven

Heaven pictures_A Trip to Heaven(Full version (Full version)

ASTEROID JATUH DAN MENGHANGUSKAN 1/3 BUMI TERJADI PADA SAAT PENGANGKATAN DI AKHIR JAMAN

https://www.youtube.com/watch?v=XksXhuvwC84

World WATERS TURN BLOOD Apocalypse - Australia DUST STORM, FIRE; Russia COLD; China 1.19.13

https://www.youtube.com/watch?v=8A34mJKVATE&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=42

PENGLIHATAN YESUS MENGALAHKAN DOSA, MAUT, PENYAKIT, DLL

PENGANGKATAN/ RAPTURE APAKAH ANDA SUDAH SIAP?