Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Republik Islam Iran dan mitranya di Rusia membicarakan perkembangan terbaru politik, keamanan dan militer Suriah setelah diberlakukan gencatan senjata di negara ini.
Ali Shamkhani dan Nikolai Patrushev melakukan pembicaraan telepon pada Senin (16/1/2017) malam dan menekankan kelanjutan konsultasi dan dialog untuk memajukan proses politik dalam krisis Suriah.
Di antara poros pembicaraan antara Shamkhani dan Patrushev adalah evaluasi mekanisme penguatan dan kelanjutan pemberantasan teroris Takfiri terutama Front al-Nusra (Jabhat Fateh al-Sham) dan Daesh (ISIS) di Suriah hingga kelompok-kelompok teroris teroris Takfiri ini sepenuhnya musnah.
Pada Senin malam, Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran dan Sergei Lavrov, mitranya dari Rusia juga membicarakan transformasi terbaru Suriah dan gencatan senjata di negara, di mana gencatan senjata kali ini lebih stabil dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya. (RA)
http://parstoday.com/id/news/iran-i31141-iran_rusia_bicarakan_perkembangan_terbaru_di_suriah
**************
Rusia: Iran Membuat Pembicaraan Damai Suriah Jadi Sulit

Kehancuran akibat konflik di Yaman
MOSKOW - Rusia mengatakan, Iran telah membuat situasi pembicaraan damai Suriah semakin kompleks. Ini terkait dengan sikap Iran yang sampai saat ini masih menolak kehadiran Amerika Serikat (AS) dalam pembicaraan tersebut.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan, sikap Iran itu membuat pembicaraan damai Suriah yang akan berlangsung di Astana, Kazakstan semakin sulit. Pasalnya, Rusia dan Turki sudah sepakat mengenai pentingnya kehadiran AS dalam pembicaraan itu dan undangan sudah diberikan kepada AS.
"Kami akan menyambut partisipasi AS dalam pembicaraan Astana. Situasi ini sangat rumit. Anda tahu ada Iran, yang seperti pemain yang sangat penting dalam masalah Suriah. Iran tidak menyambut ini. Jadi, ini adalah masalah yang sangat rumit," ucap Peskov.
"Ini mungkin penyebab beberapa perselisihan antara Moskow dan Teheran. Hal ini jelas, tanpa AS tidak mungkin untuk menyelesaikan masalah Suriah," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Sabtu (21/1).
Pada awal pekan ini, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menegaskan, pihaknya sangat menentang kehadiran AS dalam pembicaraan damai Suriah. "Kami menentang kehadiran AS (dalam pertemuan Astana). Kami belum mengundang AS dan menentang kehadiran mereka," ucap Zarif kala itu.
http://international.sindonews.com/read/1173032/43/rusia-iran-membuat-pembicaraan-damai-suriah-jadi-sulit-1485034181
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.