PRESIDEN PALESTINA SECARA KHUSUS BERHARAP DUKUNGAN INDONESIA DI PASIFIK
Jakarta, Aktual.com – Presiden Palestina Mahmoud Abbas secara khusus mengharapkan dukungan Indonesia terkait penguatan kehadiran negara tersebut di kawasan Pasifik.
Presiden Mahmoud Abbas menyatakan hal itu ketika menerima Duta Besar Indonesia untuk Jordania merangkap Palestina Teguh Wardoyo di kantor Kepresidenan di Ramallah pada Minggu (15/1).
Presiden Abbas mengharapkan Indonesia dapat mendukung Palestina di kawasan Pasifik dengan menunjukkan potensi negara tersebut serta memberikan informasi lengkap mengenai kemampuan dan kapasitas Palestina yang dapat dikerahkan guna membantu negara-negara di Pasifik.
Abbas menjelaskan bahwa Palestina mempunyai Badan Internasional Untuk Pembangunan atau International Agency for Development yang dapat mengirim dokter dan tenaga medis guna membantu negara-negara di kawasan Pasifik serta peluang kerjasama bisnis.
Presiden Abbas memuji kiprah Duta Besar Teguh dalam mendukung penuh Palestina dan berharap di masa datang dirinya menjadi wakil Pemerintah Indonesia yang pertama untuk Palestina yang berkedudukan di Yerusalem.
Abbas menganggap bahwa Palestina adalah rumah kedua bagi rakyat Indonesia dan menyampaikan bahwa tanah Palestina juga milik Indonesia.
Pertemuan antara Presiden Palestina dan Duta Besar Indonesia tersebut juga dihadiri oleh Wakil Perdana Menteri Palestina, Ziad Abu Amr, Penasihat Diplomatik Presiden, Majdi Khaldi.
Wakil Perdana Menteri Palestina, Ziad Abu Amr berharap akan lebih banyak lagi nota kesepahaman antara kedua negara khususnya di bidang perekonomian.
Menanggapi hal itu, Pemerintah Indonesia akan terus mendukung ekonomi berbasis pengetahuan melalui berbagai pelatihan dan kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia potensial bagi Palestina guna mengisi berbagai posisi profesional di dalam negeri dan di negara-negara Muslim lainnya.
http://www.aktual.com/presiden-palestina-secara-khusus-berharap-dukungan-indonesia-di-pasifik/
***************
INDONESIA SERUKAN PENTINGNYA SOLUSI PERDAMAIAN DI TIMUR TENGAH
Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, A.M. Fachir
Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, A.M. Fachir, menegaskan bahwa konflik Palestina-Israel telah berlangsung terlalu lama dan sudah saatnya masyarakat internasional mengambil tindakan nyata untuk mewujudkan perdamaian di Timur Tengah melalui solusi dua negara.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir saat memimpin Delegasi Pemerintah RI pada Konferensi Perdamaian Internasional mengenai Proses Perdamaian di Timur Tengah di Paris, Prancis, demikian Minister Counsellor KBRI Paris Henry R Kaitjily kepada Antara London, Senin (16/1).
Lebih lanjut Wamenlu RI menekankan bahwa perdamaian di Timur Tengah, khususnya kemerdekaan Palestina, hanya dapat dicapai apabila seluruh isu utama (core issues) seperti permukiman ilegal, pengungsi Palestina, status kota Yerusalem, status perbatasan dan masalah keamanan serta air dapat diselesaikan.
Oleh karena itu Pemerintah RI menyambut baik disahkannya Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 2334 (2016) tentang Permukiman Ilegal Israel di Palestina 23 Desember lalu.
Wamenlu menyampaikan Indonesia akan senantiasa membantu masyarakat Palestina melalui dukungan politik, kemanusiaan dan peningkatan kapasitas. Posisi tersebut adalah mandat Konstitusi Indonesia dan program prioritas Kabinet Kerja Presiden Jokowi.
Konferensi yang dihadiri 70 negara ini mengusung tiga agenda utama, yaitu menciptakan insentif untuk perdamaian bagi kedua pihak, peningkatan kapasitas bagi negara Palestina, dan mempromosikan dialog antara warga sipil kedua pihak.
Prancis mengundang Indonesia karena dinilai dapat memberikan kontribusi penting bagi perdamaian di Timur Tengah. Undangan tersebut sekaligus merupakan pengakuan masyarakat internasional terhadap bentuk komitmen dan dukungan penuh Indonesia terhadap kemerdekaan dan perjuangan mendapatkan hak-hak dasar Rakyat Palestina.
Konferensi ini merupakan kelanjutan dari Pertemuan Tingkat Menteri di Paris tanggal 3 Juni tahun lalu yang dihadiri Menlu RI. Konferensi kali ini berhasil mensahkan Deklarasi Bersama (Joint Declaration) yang pada intinya menyatakan kesiapan negara-negara untuk mengambil langkah-langkah mencapai solusi dua-negara di mana Palestina dan Israel hidup berdampingan secara damai. (Ant)
BACA JUGA
https://elshinta.com/news/95089/2017/01/17/indonesia-serukan-pentingnya-solusi-perdamaian-di-timur-tengah
******************
INDONESIA TEGASKAN KOMITMEN MAJUKAN PROSES PERDAMAIAN PALESTINA DAN ISRAEL

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, menghadiri pertemuan tingkat menteri tentang proses perdamaian di Timur Tegah, di Paris, Prancis, di mana Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen untuk memajukan proses perdamaian antara Palestina dan Israel.
"Sebagai negara Islam terbesar di dunia, Indonesia akan terus berikan dukungan politis serta bantuan kemanusiaan dan pembangunan yang dibutuhkan untuk mendorong tercapainya perdamaian di Palestina," kata Menlu Retno dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Senin (6/6).
Pertemuan untuk membahas proses perdamaian di Timur Tegah itu diprakarasi oleh Pemerintah Prancis dan dihadiri oleh para menlu dari 27 negara serta Sekjen PBB dan Sekjen Liga Arab.
Menurut Menlu RI, Indonesia diundang dalam pertemuan itu sebagai pengakuan masyarakat international terhadap peran aktif Indonesia dalam mendorong upaya perdamaian, baik di tingkat kawasan maupun global.
Hal itu juga ditegaskan para menlu yang menghadiri pertemuan di Paris dengan menyampaikan apresiasi kepada Indonesia yang telah menyelenggarakan KTT Luar Biasa OKI mengenai Palestina dan Al-Quds Al-Sharif pada Maret 2016 lalu.
Dalam pertemuan tersebut, para menlu menegaskan kembali dukungannya untuk mencari solusi yang adil, abadi dan komprehensif bagi konflik Palestina-Israel yang telah berlangsung selama 50 tahun.
Para menlu menekankan bahwa perdamaian abadi antara Palestina-Israel hanya dapat tercapai melalui negosiasi untuk mencapai "two-state solution" (solusi dua negara), di mana kedua negara, Palestina dan Israel, hidup berdampingan secara aman dan damai.
"Masyarakat internasional perlu mendorong semua upaya guna tercapainya kesepakatan 'two-state solution' bagi perdamaian Palestina-Israel berdasarkan batas kedua negara tahun 1967 sesuai resolusi PBB," ujar Menlu Retno.
Para menlu di Paris juga menekankan bahwa keadaan "status-quo" saat ini tidak dapat dipertahankan, serta menegaskan pentingnya agar Israel dan Palestina segara mengambil langkah dan kebijakan yang menunjukan komitmen terhadap perudingan untuk mencapai "two-state solution".
"Palestina dan Israel harus segera mengambil langkah untuk menghentikan kekerasan, menghentikan pembangunan pemukiman ilegal di tanah Palestina, dan memastikan keamanan guna menciptakan kondisi kondusif untuk perundingan perdamaian," kata Menlu RI.
Guna mendukung proses perundingan perdamaian kedua negara, para menlu menyampaikan kesiapan untuk memberikan insentif, termasuk bantuan kapasitas dan kerja sama ekonomi kepada Palestina dan Israel.
Para menteri juga menyambut baik rencana Pemerintah Prancis untuk mengadakan konferensi perdamaian internasional untuk proses perdamaian Timur Tengah yang diharapkan dapat dilaksanakan sebelum akhir 2016.
"Pergeseran paradigma dibutuhkan dengan dukungan masyarakat internasional untuk menjembatani kebuntuan perundingan Palestina-Israel yang ada selama ini," tegas Menlu Retno. (Ant)
BACA JUGA
https://elshinta.com/news/64984/2016/06/06/indonesia-tegaskan-komitmen-majukan-proses-perdamaian-palestina-dan-israel
***********************
INDONESIA INGIN PALESTINA - ISRAEL DAMAI, RI INISIASIKAN KERANGKA WAKTU
Konferensi Perdamaian Internasional mengenai Proses Perdamaian di Timur Tengah di Paris, Prancis, 15 Januari 2017. (Foto: Kemenlu RI)
Metrotvnews.com, Jakarta: Dalam Konferensi Paris yang dihelat pada 15 hingga 16 Januari 2016 kemarin, Indonesia sempat mengusulkan dibentuknya time table atau kerangka waktu agar two state solution perdamaian Palestina-Israel berjalan sesuai harapan.
"Kita sempat usulkan adanya time table sebagai acuan agar proses two state solution dua negara yang bersiteru ini jelas," ucap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir di Kemenlu RI, Jalan Pejambon, Jakarta, Rabu (18/1/2017).
Konferensi yang diinisiasikan oleh Prancis ini menghadirkan sekitar 70 negara pendukung perdamaian Palestina-Israel, termasuk Indonesia. Delegasi Indonesia sendiri diwakili oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI, AM Fachir.
Wamenlu A.M Fachir di Konferensi Paris (Foto: Kemenlu RI).
"Ada kesepakatan yang dibentuk juga bahwa harus ada komunikasi antara masyarakat Palestina dan Israel. Harapannya, upaya ini bisa menjadi dorongan kemajuan perdamaian dua negara," lanjutnya.
Utamanya, kata Arrmanatha, seluruh kepala negara atau perwakilan negara yang hadir di konferensi tersebut, sepakat agar two state solution Palestina-Israel harus segera terlaksana.
"Itu adalah jalan keluar bagi ketegangan yang terjadi di dua negara ini. Kemarin juga dibahas insentif ekonomi dan politik untuk mendorong dua negara duduk di meja perundingan," tutur Arrmanatha.
Selain mengusulkan dibentuknya suatu rancangan proses two state solution, Indonesia juga mengusulkan agar terciptanya kondisi yang kondusif untuk dimulainya perundingan two state solution.
Namun, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu malah menuduh Prancis menggerakkan Palestina lewat adanya konferensi ini untuk menciptakan citra yang buruk kepada Israel. Netanyahu juga mengatakan bahwa konferensi ini adalah sesuatu yang sia-sia.
http://internasional.metrotvnews.com/dunia/8koXn7dK-ingin-palestina-israel-damai-ri-inisiasikan-kerangka-waktu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.