KABARNA.ID, WASHINGTON – Sebelum lengser, mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama kabarnya sempat menyumbang Rp 3 triliun untuk Palestina.
Tepat beberapa jam sebelum Obama menutup pemerintahannya, dana jutaan dolar Amerika Serikat diberikan kepada otoritas Palestina, Jumat (20/1/2017).
Keputusan pemberian dana itu sempat secara formal disampaikan kepada Kongres Amerika serikat, beberapa jam sebelum Donald Trump dilantik sebagai presiden.
Langkah terakhir Obama yang disampaikan oleh mantan Sekretaris Pers Gedung Putih John Kerry itu segera mendapat approve dari Kongres Amerika Serikat.
Dana sebesar Rp 3 triliun itu disumbangkan untuk biaya bantuan kemanusiaan di wilayah-wilayah seperti Gaza dan Tepi Barat.
Selain itu, dana terbesar yang dikeluarkan Obama di akhir pemerintahannya itu juga dialokasikan untuk mendukung reformasi politik di sana.
Tak hanya untuk Palestina, Obama juga menggelontorkan dana untuk pendanaan program penanganan perubahan iklim dan badan-badan PBB.
Untuk pendanaan program penanganan perubahan iklim diberikan Rp 53,3 miliar, sedangkan untuk sumbangan kepada badan-badan PBB Rp 17 miliar.
Dana yang digelontorkan tersebut merupakan sisa kelebihan dana yang dialokasikan untuk sektor hubungan luar negeri masa pemerintahan Obama. (Daily Caller/The Hill/AP)
http://www.kabarna.id/internasional/obama-gelontorkan-dana-rp-3-triliun-untuk-palestina-sesaat-sebelum-lengser
*************
Sebelum Lengser, Obama Kirim Rp 3 Triliun untuk Palestina
WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Pada jam-jam terakhirnya berkantor di Gedung Putih, tindakan terakhir Barack Obama adalah mengirimkan dana 221 juta dollar AS atau hampir Rp 3 triliun untuk Pemerintah Palestina.
Dana yang dikirimkan itu akan digunakan untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Tepi Barat dan Jalur Gaza serta berbagai proyek pemerintah dan reformasi politik.
Dana ini tetap dicairkan meski sejumlah anggota Kongres dari Partai Republik mencoba memblokirnya.
Kementerian Luar Negeri AS mengatakan sudah mengirimkan uang itu beberapa jam sebelum pelantikan Donald Trump.
Selain itu, Obama juga mencairkan anggaran untuk program terkait perubahan iklim sebesar 4 juta dollar AS, dan untuk berbagai badan PBB sebanyak 1,25 juta dollar AS.
Kabar pengiriman dana untuk Palestina ini muncul saat pemerintahan Donald Trump sedang memulai tahapan rencana memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Jerusalem.
PM Israel Benyamin Netanyahu mengatakan sudah menelepon Trump pada Minggu malam, tetapi dalam pembicaraan tersebut tak menyebut soal pemindahan Kedubes AS.
Sebelumnya, rencana pemindahan kedubes ini sangat ditentang, terutama oleh Palestina, yang menyebut langkah tersebut akan mematikan prospek perdamaian.
http://internasional.kompas.com/read/2017/01/24/16540671/sebelum.lengser.obama.kirim.rp.3.triliun.untuk.palestina
***************
Obama Gelontorkan Dana Rp 3 Triliun Untuk Palestina Sesaat Sebelum Lengser
TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Sebelum lengser, mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama kabarnya sempat menyumbang Rp 3 triliun untuk Palestina.
Tepat beberapa jam sebelum Obama menutup pemerintahannya, dana jutaan dolar Amerika Serikat diberikan kepada otoritas Palestina, Jumat (20/1/2017).
Keputusan pemberian dana itu sempat secara formal disampaikan kepada Kongres Amerika serikat, beberapa jam sebelum Donald Trump dilantik sebagai presiden.
Langkah terakhir Obama yang disampaikan oleh mantan Sekretaris Pers Gedung Putih John Kerry itu segera mendapat approve dari Kongres Amerika Serikat.
Dana sebesar Rp 3 triliun itu disumbangkan untuk biaya bantuan kemanusiaan di wilayah-wilayah seperti Gaza dan Tepi Barat.
Selain itu, dana terbesar yang dikeluarkan Obama di akhir pemerintahannya itu juga dialokasikan untuk mendukung reformasi politik di sana.
Tak hanya untuk Palestina, Obama juga menggelontorkan dana untuk pendanaan program penanganan perubahan iklim dan badan-badan PBB.
Untuk pendanaan program penanganan perubahan iklim diberikan Rp 53,3 miliar, sedangkan untuk sumbangan kepada badan-badan PBB Rp 17 miliar.
Dana yang digelontorkan tersebut merupakan sisa kelebihan dana yang dialokasikan untuk sektor hubungan luar negeri masa pemerintahan Obama. (Daily Caller/The Hill/AP)
http://www.tribunnews.com/internasional/2017/01/24/obama-gelontorkan-dana-rp-3-triliun-untuk-palestina-sesaat-sebelum-lengser
jpnn.com -Pemerintah Amerika Serikat ternyata peduli nasib Palestina. Setidaknya itu terjadi di era presiden Barack Obama.
Ya, di detik-detik terakhir kepemimpinannya sebelum digantikan Donald Trump, Obama mencairkan anggaran sebesar USD 227 juta (Rp 3,023 triliun) untuk Palestina.
Sebanyak USD 221 juta (Rp 2,94 triliun) di antaranya mengalir ke pemerintah Palestina. Obama mungkin sadar, penerusnya tidak akan mencairkan dana tersebut. Sebab, Trump dikenal sangat pro-Israel, negara yang masih berseteru dengan Palestina.
Dana bantuan untuk Palestina itu sebenarnya sudah disetujui kongres dan masuk tahun anggaran 2015-2016. Uang tersebut rencananya ditujukan untuk bantuan kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat.
Namun, anggota kongres dari Partai Republik meminta pencairan ditunda dulu. Mereka berdalih uang tersebut akan dipakai untuk mensponsori terorisme dan serangan terhadap penduduk Israel.
Pemerintahan Obama telah memberi tahu kongres secara resmi. Pemberitahuan secara tertulis tertanggal 20 Januari itu dikirimkan ke kongres hanya beberapa jam sebelum Donald Trump dilantik sebagai presiden AS ke-45.
Isinya, bahwa uang tersebut dicairkan Jumat pagi, di hari yang sama. Sebelum Trump resmi dilantik. (aljazeera/nyp/rt/sha/c17/any/jpnn)
https://babe.news/id-id/read/10492236
*************
Cerita Dramatis Obama Cairkan Bantuan Ke Palestina

jpnn.com -Pemerintah Amerika Serikat ternyata peduli nasib Palestina. Setidaknya itu terjadi di era presiden Barack Obama.
Ya, di detik-detik terakhir kepemimpinannya sebelum digantikan Donald Trump, Obama mencairkan anggaran sebesar USD 227 juta (Rp 3,023 triliun) untuk Palestina.
Sebanyak USD 221 juta (Rp 2,94 triliun) di antaranya mengalir ke pemerintah Palestina. Obama mungkin sadar, penerusnya tidak akan mencairkan dana tersebut. Sebab, Trump dikenal sangat pro-Israel, negara yang masih berseteru dengan Palestina.
Dana bantuan untuk Palestina itu sebenarnya sudah disetujui kongres dan masuk tahun anggaran 2015-2016. Uang tersebut rencananya ditujukan untuk bantuan kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat.
Namun, anggota kongres dari Partai Republik meminta pencairan ditunda dulu. Mereka berdalih uang tersebut akan dipakai untuk mensponsori terorisme dan serangan terhadap penduduk Israel.
Pemerintahan Obama telah memberi tahu kongres secara resmi. Pemberitahuan secara tertulis tertanggal 20 Januari itu dikirimkan ke kongres hanya beberapa jam sebelum Donald Trump dilantik sebagai presiden AS ke-45.
Isinya, bahwa uang tersebut dicairkan Jumat pagi, di hari yang sama. Sebelum Trump resmi dilantik. (aljazeera/nyp/rt/sha/c17/any/jpnn)
https://babe.news/id-id/read/10492236
***************
Di Akhir Jabatan, Obama Teken Dana Rp 2,9 T Untuk Palestina

Obama melakukan tos bersama Joe Biden usai menyaksikan aksi putrinya, Sasha dan cucu perempuan Biden di lapangan basket. Official White House Photo
TEMPO.CO, Washington-Barack Obama menandatangani dana sebesar US$221 juta atau Rp 2, 9 triliun untuk diberikan ke pemerintah Palestina. Obama menekennya beberapa jam sebelum masa jabatannya sebagai presiden Amerika Serikat berakhir.
Anggota Partai Republik di Kongres mengungkap tentang dana yang diberikan Obama ke Palestina.
Menurut pejabat Kementerian Luar Negeri dan sejumlah penasehat Kongres, pemerintahan Obama secara resmi telah memberitahukan pemberian dana itu kepada Kongres beberapa saat sebelum Donald Trump resmi menjadi presiden.
Tak hanya dana urusan luar negeri saja yang dikeluarkan saat itu, mengutip Ynetwnews, 23 Januari 2017, termausk juga dana untuk program perubahan iklim sebesar US$ 4 juta, dan untuk sejumlah organisasi PBB sebesar US$ 1,25 juta.
Sejauh ini semua sumber yang mengungkap dana ini menolak disebut identitasnya. Adapun sumber resmi belum memberikan tanggapan.
Pada Minggu, 22 Januari, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melalui percakapan telepon mengundang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertemu di Gedung Putih, pada awal Februari 2017.
Undangan itu dikeluarkannya setelah ia berbincang dengan Netanyahu tentang ancaman Iran serta upaya perdamaian Israel-Palestina dan stabilitas di Timur tengah.
Donald Trump juga akan memenuhi janji kampanyenya untuk memindahkan kedutaan besar AS ke Yerusalem dari Tel Aviv. Rencana ini diprotes Yordania dan masyarakat internasional. Yerusalem merupakan kawasan yang dipersengketakan oleh Israel dan Palestina selama ini.
Sikap Donald Trump dianggap menunjukkan keberpihakan terhadap Israel. Sehingga seruan Obama tentang pendirian dua negara akan sulit diwujudkan di masa Donald Trump berkuasa.
http://babe.news/id-id/read/10474162
***************
DEPLU AS USUT SUMBANGAN OBAMA KE PALESTINA

Departemen Luar Negeri AS mengusut pemberian dana bantuan kepada Palestina yang dilakukan mantan presiden Barack Obama sebelum lengser
WASHINGTON - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) tengah mengkaji keputusan Barack Obama dan John Kerry di menit-menit akhir untuk menyumbangkan Rp2,9 triliun ke Palestina. Hal itu dilakukan atas keberatan Partai Republik di Kongres.
Departemen Luar Negeri mengatakan akan melihat pemberian sumbangan itu dan kemungkinan akan membuat penyesuaian untuk memastikan sesuai dengan prioritas pemerintahan Trump seperti dikutip dari Independent, Rabu (25/1/2017).
Sebelumnya, mantan Menteri Luar Negeri John Kerry secara resmi memberitahu Kongres bahwa Negara akan mengeluarkan uang pada Jumat pagi, beberapa jam sebelum Presiden Donald Trump di sumpah.
Kongres awalnya menyetujui pendanaan Palestina dalam anggaran tahun 2015 dan 2016. Namun, dua anggota Kongres asal Partai Republik Ed Royce dan Kay Granger menyatakan dana yang diberikan kepada Otoritas Palestina sebagian besar diambil dari dana yang ditujukan untuk organisasi internasional.
"Saya sangat kecewa bahwa Presiden Obama menentang pengawasan Kongres dan memberikan USD221 juta (RP2,9 triliun) untuk Palestina," bunyi pernyataan yang dirilis Granger.
"Saya akan bekerja untuk memastikan bahwa tidak ada dolar dari pembayar pajak AS akan mendanai Otoritas Palestina kecuali dalam kondisi tertentu. Meski tidak satu pun dari dana tersebut akan mengalir ke Otoritas Palestina karena kondisi mereka, mereka akan mengalir ke program di Palestina. Wilayah yang masih dikaji oleh Kongres. Keputusan Pemerintahan Obama untuk melepaskan dana tersebut adalah tidak pantas," imbuhnya.
Pemerintahan Obama selama beberapa waktu telah mendesak memberikan sejumlah uang untuk mendukung reformasi politik dan keamanan. Dana itu berasal dari Badan Pembangunan Internasional AS dan akan digunakan untuk mendanai bantuan kemanusiaan di Tepi Barat dan Gaza.
Dana itu juga diperuntukan guna membantu mempersiapkan pemerintahan yang baik dan supremasi hukum di negara Palestina masa depan. Begitu menurut pemberitahuan yang dikirimkan ke Kongres.
http://international.sindonews.com/read/1174113/42/deplu-as-usut-sumbangan-obama-ke-palestina-1485337504
**********************************
TRUM BEKUKAN DANA Rp2,9 TRILLIUN YANG DI SUMBANGKAN OBAMA KEPADA PALESTINA

Presiden AS Donald Trump (kiri) bersama PM Israel Benjamin Netanyahu. Pemerintah Trump bekukan bantuan Rp2,9 triiliun untuk Palestina yang disumbangkan Barack Obama
WASHINGTON - Pemerintah Presiden Donald Trump dilaporkan telah membekukan transfer bantuan dana Amerika Serikat (AS) sebesar USD221 juta atau sekitar Rp2,9 triliun untuk Palestina. Dana AS sebesar itu diam-diam disumbangkan Barack Obama beberapa jam sebelum lengser sebagai presiden AS atau sebelum pelantikan Trump.
Seorang sumber senior Palestina mengatakan kepada Times of Israel bahwa kepemimpinan Otoritas Palestina (PA) diberitahu oleh pejabat AS bahwa Palestina tidak seharusnya mengharapkan transfer dana AS tersebut. Obama pada 20 Januari 2017 memutuskan menyumbangkan dana itu ke Palestina meskipun ditentang kubu Partai Republik.
Menurut sumber itu, pemberitahuan dari pejabat AS salah satunya diterima oleh Perdana Menteri PA Rami Hamdallah pada hari Selasa. Hari itu merupakan hari yang sama ketika juru bicara Departemen Luar Negeri AS Mark Toner mengatakan akan menempatkan pembayaran dana itu di bawah pengawasan tambahan.
Awalnya, dana bantuan itu disetujui oleh Kongres pada tahun fiskal 2015 dan 2016. Namun, setidaknya dua anggota parlemen dari Partai Republik mempersoalkannya karena khawatir uang sebesar itu bisa jatuh ke tangan yang salah. ”Seperti kepada keluarga tahanan Palestina dan pelaku bom bunuh diri,” kata anggota parlemen Partai Republik asal California, Ed Royce.
Politisi Partai Republik asal Texas, Kay Granger, juga ikut melakukan penangguhan atas keputusan Obama di jam-jam terakhir berkuasa. Partai Republik menyebut transfer dana oleh Obama ke Palestina sebagai hal “tidak pantas”.
”Saya sangat kecewa bahwa Presiden Obama menentang pengawasan kongres dan mengalirkan USD 221 juta untuk wilayah Palestina,” kata Ganger, yang dikutip Kamis (26/1/2017).
Sementara itu, pemerintahan Obama merasa tidak melanggar hukum apapun dengan keputusannya. Meski demikian, keputusan pemerintah Donald Trump telah membuat Palestina batal menerima kucuran dana besar AS yang merupakan “kado terakhir” Obama.
Mantan Menteri Luar Negeri John Kerry dilaporkan sudah memberitahu para anggota parlemen beberapa jam soal keputusan Obama sebelum Donald Trump dilantik sebagai presiden AS.
http://international.sindonews.com/read/1174389/42/trump-bekukan-dana-rp2-9-triliun-yang-disumbangkan-obama-ke-palestina-1485411865
*****************
PALESTINA KONFIRMASI TERIMA SUMBANGAN OBAMA rP 2,9 TRILLIUN TAPI DI BLOKIR TRUMP

Presiden AS Barack Obama sebelum lengser ketika bertemu Presiden Otoritas Palestina
RAMALLAH - Otoritas Palestina (PA) telah mengkonfirmasi bahwa mereka telah menerima transfer dana bantuan Amerika Serikat (AS) USD221 juta atau sekitar Rp2,9 triliun yang disalurkan Barack Obama beberapa jam sebelum lengser. Namun, Palestina juga membenarkan bahwa Presiden Donald Trump membekukan atau memblokir sumbangan itu.
Transfer dana sebesar itu dilakukan Obama pada Jumat (20/1/2017) beberapa jam sebelum dia meninggalkan Gedung Putih atau beberapa jam sebelum Donald Trump dilantik sebagai Presiden AS.
Konfirmasi itu disampaikan Husam Zomlot, penasihat Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas. ”Kami telah menerima jumlah yang lalu, yang diperintahkan oleh pemerintahan Obama. Mereka telah mentransfer uang ini,” katanya.
Obama diam-diam menyalurkan bantuan dana sebesar itu, karena tanpa sepengetahuan Kongres. Keputusan Obama sepihak membuat Palestina kecewa. ”Saya sangat kecewa bahwa Presiden Obama menentang pengawasan kongres dan metransfer USD221 juta untuk wilayah Palestina,” katanya.
Transfer uang itu berasal dari Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) yang dibahas menit-menit terakhir sebelum Obama lengser. Menteri Luar Negeri AS era Obama, John Kerry, kemudian mengumumkannya secara resmi kepada Kongres.
Awalnya mayoritas anggota Kongres menyetujuinya. Namun, dua anggota Kongres dari Partai Republik menentang dan minta agar transfer dana ke Palestina ditangguhkan.
Pemerintah Presiden Trump setuju dengan keputusan dua anggota Kongres itu untuk membekukan sumbangan dana Rp2,9 triliun ke Palestina.
Zomlot berharap pemerintah Trump melanjutkan kebijakan pendahulunya terkait Palestina. Dia menolak mengomentari diskusi politik internal di AS soal bantuan keuangan AS ke Tepi Barat dan Gaza.
”Begitu mereka (AS) mengumumkan posisi baru (tentang masalah ini), kami akan bereaksi,” ujarnya kepada RIA Novosti, yang dikutip Jumat (27/1/2017).
http://international.sindonews.com/read/1174645/43/palestina-konfirmasi-terima-sumbangan-obama-rp2-9-t-tapi-diblokir-trump-1485479920
*********************
SEBELUM LENGSER, OBAMA DIAM-DIAM SUMBANG PALESTINA RP 2,9 TRILIUN

Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Beberapa jam sebelum lengser, pemerintahan Obama diketahui sumbang Palestina sebesar Rp2,9 triliun
WASHINGTON - Barack Obama diam-diam menyumbangkan dana pemerintah Amerika Serikat (AS) sebesar USD221 juta atau sekitar Rp2,9 triliun kepada Otoritas Palestina. Obama melakukan hal itu pada jam-jam terakhir sebelum dia lengser atau meninggalkan jabatannya sebagai presiden AS.
Tindakan Obama itu menentang kebijakan Partai Republik, yang merupakan oposisi di pemerintahannya.
Seorang pejabat di Departemen Luar Negeri dan beberapa ajudan Kongres mengatakan, kantor administrasi secara resmi memberitahu Kongres bahwa pemerintah akan menghabiskan uang sebesar itu pada Jumat pagi atau sebelum Donald Trump dilantik menjadi presiden AS.
Total dana yang dihabiskan pemerintah Obama beberapa jam sebelum lengser mencapai lebih dari USD227 juta, termasuk USD4 juta di antaranya disumbangkan untuk program perubahan iklim dan USD 1.250.000 untuk organisasi PBB.
Setidaknya dua anggota parlemen dari Partai Republik, seperti dikutip AP, Selasa (24/1/2017), mengungkap bahwa sebagian besar dana pemerintahan Obama yang dihabiskan beberapa jam sebelum Donald Trump dilantik mengalir ke Palestina.
Pejabat dan para ajudan yang mengungkap sumbangan dana pemerintah Obama itu tidak berwenang untuk berbicara secara terbuka dan menuntut ditulis dalam kondisi anonim.
http://international.sindonews.com/read/1173597/42/sebelum-lengser-obama-diam-diam-sumbang-palestina-rp2-9-triliun-1485217456
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.