
Israel umumkan pembangunan 2.500 rumah baru di Tepi Barat
YERUSALEM - Kementerian Pertahanan (Kemhan) Israel mengumumkan rencana untuk membangun 2.500 rumah pemukiman di Tepi Barat. Pengumuman ini adalah pengumuman kedua tentang pembangunan pemukiman baru di wilayah yang diduduki sejak Donald Trump menjadi presiden Amerika Serikat (AS).
Kemhan Israel mengatakan rencana itu telah disahkan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman. Pembangunan rumah baru tersebut dimaksudkan untuk memenuhi permintaan perumahan baru untuk mempertahankan kehidupan sehari-hari. Sebagian besar konstruksi baru akan berlangsung di blok permukiman yang ada.
Pernyataan itu juga mengatakan 100 dari rumah baru itu akan dibangun di Beit El. Menurut media Israel, permukiman itu telah menerima dana menantu Donald Trump, Jared Kushner seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (24/1/2017).
Belum diketahui dengan jelas apakah ini adalah pertama kalinya pembangunan pemukiman baru itu diumumkan. Ada beberapa tahapan yang terlibat dalam proses persetujuan dan membangun rumah untuk pemukiman baru.
http://international.sindonews.com/read/1173874/43/israel-umumkan-pembangunan-2-500-rumah-baru-di-tepi-barat-1485269226
**********************
Israel Bangun Permukiman Lagi di Yerusalem Timur
Meski menuai kecaman, pembangunan permukiman Israel di Yahudi tetap dilanjutkan
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberitahukan menteri-menteri seniornya bahwa dirinya telah mencabut pembatasan pembangunan permukiman di Yerusalem Timur. Pencabutan langsung dilakukan setelah pemerintah kota mengizinkan pembangunan ratusan rumah baru di daerah tersebut.
"Tidak perlu lagi mengoordinasikan perumahan Yahudi di Yerusalem Timur. Kita bisa membangun di manapun sebanyak yang kita mau," kata Netanyahu dalam pernyataan pers yang dikutip Reuters, Senin (23/1). Dalam pernyataan, disebutkan juga Netanyahu berniat untuk memulai membangun di Tepi Barat.
"Visi saya adalah menetapkan kedaulatan di semua permukiman," bunyi pernyataan itu, menunjukkan keinginan Netanyahu untuk mendapatkan lebih banyak dukungan dari penduduk dan memikat rekanan koalisi sayap kanan.
Netanyahu memberitahukan langkah ini pada para menteri dalam rapat di mana mereka juga secara bulat sepakat menunda diskusi soal nota pengajuan pencaplokan Israel di permukiman Maale Adumim, Tepi Barat. Permukiman ini adalah rumah bagi 40 ribu warga Israel di dekat Yerusalem.
Rapat itu dilakukan oleh forum kementerian yang disebut dengan Kabinet Keamanan. Pernyataan singkat yang dikeluarkan setelah diskusi tersebut menyatakan pembahasan nota ditunda hingga Netanyahu bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Februari ini.
Netanyahu sudah berbincang via sambungan telepon dengan Trump, kemarin. Menurutnya, perbincangan itu berlangsung "sangat hangat" dan dia mengaku telah diundang ke Washington.
"Banyak masalah menghadapi kita. Masalah Israel-Palestina, situasi Suriah, ancaman Iran," kata Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi saat memulai rapat kabinet mingguan.
Proyek perumahan yang disetujui pemerintah kota Yerusalem kemarin terdapat di kawasan yang diinginkan Palestina di masa depan. Proyek tersebut sempat dihentikan pada Desember, sesuai dengan permintaan Netanyahu, untuk menghindari kecaman Presiden pendahulu Trump, Barack Obama.
Walau demikian, sayap kanan Israel meyakini Trump akan lebih mendukung permukiman yang dibangun di Tepi Barat dan Yerusalem Timur jika dibandingkan dengan Obama. Kedua daerah ini direbut Israel dalam perang 1967 silam.
Pemerintah kota Yerusalem menyetujui izin lebih dari 560 unit bangunan di Pisgat Zeev, Ramat Shlomo dan Ramot. Daerah-daerah tersebut dianeksasi ke Yerusalem melalui langkah yang tidak diakui secara internasional.
http://www.cnnindonesia.com/internasional/20170123073235-120-188137/israel-bangun-permukiman-lagi-di-yerusalem-timur/
***********************
Israel Akan Bangun Rumah Baru dan Zona Industri di Tepi Barat
Permukiman Yahudi di Tepi Barat
Jakarta, CNN Indonesia -- Israel menyetujui pembangunan 98 rumah bagi pemukim di wilayah Tepi Barat dan zona insdustri di dekat Ramallah.
“Di saat pemimpin dunia sedang berkumpul untuk mengenang Shimon Peres dan jalanya menuju perdamaian, pemerintah Israel menciptakan halangan lain untuk solusi dua negara dengan mendirikan permukiman baru di jantung Tepi Barat,” kata kelompok pemantau Peace Now, Sabtu (1/10).
Peres, 93, meninggal pada Rabu lalu dan dimakamkan pada Jumat di Yerusalem. Banyak pemimpin dunia hadir, termasuk Presiden AS Barack Obama dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Juru bicara Peace Now Hagit Ofran mengatakan kepada AFP bahwa dua proyek permukiman disetujui pada Rabu oleh militer Israel setelah ada lampu hijau dari Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman.
“Keputusan pemerintah untuk memberikan dua tanah privat curian dari Palestina kepada pemukim akan membuat warga Israel yang taat hukum membayar harga politik yang tinggi,” tulis Peace Now dalam pernyataan.
Permukiman Israel di Yerusalem Timur dan wilayah Tepi Barat yang diokupasi dianggap ilegal oleh hukum internasional. Israel mencaplok wilayah Tepi Barat dan Yerusalem timur pada Perang Arab 1967 namun pencaplokan itu tidak diakui dunia.
Pembangunan permukiman juga dinilai sebagai salah satu penghalang utama bagi perdamaian karena dibangun di atas tanah yang nantinya menjadi bagian negara Palestina.
Mahkamah Agung Israel sebelumnya memutuskan bahwa permukiman Amona di dekat Shiloh harus dihancurkan. Menurut Peace Now, permukiman yang baru akan dibangun ini diperuntukkan bagi sekitar 40 keluarga yang tadinya tinggal di Amoma.
“Ini sepertinya akan menjadi bagian dari kompensasi bagi pemukim,” kata Peace Now.
Menurut lembaga itu, zona industri di dekat Ramallah “bisa dianggap sebagai permukiman jenis lain karena pemerintah Israel akan mendorong investor untuk membangun pabrik mereka di area ini.” (stu)
http://www.cnnindonesia.com/internasional/20161002153558-120-162711/israel-akan-bangun-rumah-baru-dan-zona-industri-di-tepi-barat/
****************************
Israel Akan Bangun 2.500 Rumah di Tepi Barat
Israel akan kembali membangun rumah di Tepi Barat
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Israel mengumumkan rencana untuk membangun 2.500 lagi rumah di Tepi Barat. Ini adalah kali keduanya negara tersebut mengumumkan rencana pembangunan setelah Donald Trump menjabat Presiden Amerika Serikat.
Pernyataan Kementerian Pertahanan yang dikutip Reuters, Selasa (24/1), menyebut langkah ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan rumah dalam rangka “mempertahankan keberlangsungan hidup sehari-hari.”
Kebanyakan konstruksi rumah itu, menurut pernyataan, akan ditempatkan di blok yang sudah ada dan akan dipertahankan jika Israel damai dengan Palestina di masa depan. Walau demikian, paparan yang dijelaskan kantor Perdana Menteri menunjukkan porsi besar dari permukiman berada di luar blok tersebut.
Sekitar 530 ribu penduduk tinggal di Tepi Barat dan 200 ribu lainnya di Yerusalem TImur. Kedua daerah ini direbut Israel dalam perang 1967 silam. Di luar blok-blok besar itu, yang sebagian tercecer di dekat perbatasan, terdapat 100 permukiman.
Nabil Abu Rdainah, juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, mengutuk pengumuman Israel. Menurutnya, langkah ini akan menuai konsekuensi tersendiri.
“Keputusan ini akan menghambat upaya memulihkan keamanan dan kestabilan. Hal ini akan mendukung ekstremisme dan terorisme dan akan menghalangi jalan upaya menuju perdamaian,” ujarnya.
Mereka menginginkan Tepi Barat dan Jalur Gaza sebagai negara independen dengan ibu kota di Yerusalem Timur.
Sebagian besar negara-negara dunia menilai permukiman Israel ilegal dan menghambat upaya perdamaian antara kedua negara karena mengurangi dan memecah wilayah Palestina yang diperlukan untuk membentuk negara.
Israel menampik dengan mengutip kitab suci dan hubungan historis, politis akan tanah di daerah tersebut.
Selama kampanye, Trump mengindikasikan dirinya berseberangan pendapat dengan Presiden Barack Obama yang kini telah resmi ia gantikan. Obama sebelumnya menentang pembangunan tersebut.
Minggu pekan lalu, setelah pelantikan Trump, Israel mengumumkan rencana untuk membangun ratusan rumah di Yerusalem Timur. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pun memberi tahu menteri-menteri seniornya bahwa ia telah mencabut pembatasan terkait pembangunan permukiman di daerah itu.
“Kita bisa membangun di manapun dan sebanyak apapun,” kata seorang pejabat yang mengutip perkataan Netanyahu pada para menteri.
Menyusul pengumuman ini, kantor perdana menteri mendaftar beberapa daerah di Tepi Barat yang akan dibangun. Namun, tidak semuanya berada di blok permukiman.
“Saya telah sepakat dengan menteri pertahanan untuk membangun 2.500 ruah baru di Judea dan Samaria—kita akan membangun dan akan terus membangun,” kata Netanyahu melalui akun Twitter.
Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman sendiri adalah penduduk di kawasan itu.
Pernyataan Kementerian Pertahanan menyatakan 100 rumah baru itu akan dibangun di Beit El, permukiman yang disebut media Israel didanai oleh keluarga Jared Kushner, menantu Trump.
David Friedman, pendukung permukiman Israel yang dipilih Trump sebagai calon duta besar untuk Israel, adalah presiden American Friends of Beit El, kelompok yang mengumpulkan dana untuk permukiman tersebut.
Pilihan Redaksi
http://www.cnnindonesia.com/internasional/20170125031317-120-188720/israel-akan-bangun-2500-rumah-di-tepi-barat/
******************
PEMUKIMAN BARU ISRAEL DI ANGGAP MERUSAK PERDAMAIAN

Uni Eropa menyebut rencana Israel membangun 2.500 rumah baru di Tepi Barat merusak perdamaian
BRUSSELS - Pengumuman Israel untuk membangun ribuan rumah mukim baru di wilayah Palestina yang diduduki merusak prospek untuk solusi dua negara. Demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh Uni Eropa (UE).
"Dua pengumuman secara serius lebih jauh merusak prospek untuk solusi dua negara yang layak," kata bagian kebijakan luar negeri UE dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Al Araby, Rabu (25/1/2017).
Pemukiman baik di Tepi Barat dan Yerusalem timur dipandang sebagai tindakan ilegal berdasarkan hukum internasional. Selain itu, pembangunan pemukiman adalah hambatan utama bagi perdamaian karena dibangun di atas tanah Palestina yang menginginkan kemerdekaan mereka sendiri.
"Sangat disesalkan bahwa Israel telah melanjutkan kebijakan ini, meskipun dunia internasional secara serius mengungkapkan kekhawatirannya secara terus-menerus dan keberatan, yang telah terus-menerus dibangkitkan di semua tingkatan," kata juru bicara layanan eksternal.
"Ekspansi perluasan pemukiman secara langsung melawan kebijakan Uni Erop dan rekomendasi dari kuartet perdamaian," imbuhnya.
Uni Eropa merupakan bagian dari kuartet mendukung upaya diplomatik untuk perdamaian Palestina-Israel, bersama dengan Amerika Serikat, PBB dan Rusia. "Solusi dua negara yang dinegosiasikan adalah satu-satunya cara untuk memenuhi aspirasi yang sah dari kedua belah pihak dan untuk mencapai perdamaian abadi," demikian pernyataan UE.
Israel mengatakan telah menyetujui 2.500 rumah di Tepi Barat. Rencana itu disetujui oleh Perdana Menteri Binyamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman. Pengumuman ini menandai pembangunan pemukiman baru terbesar oleh Israel.
http://international.sindonews.com/read/1174176/41/ue-permukiman-baru-israel-rusak-perdamaian-1485346297
Presiden Palestina Mahmoud Abbas menilai Inggris harus meminta maaf karena telah mendeklarasikan dukungan atas berdirinya permukiman Yahudi di Palestina pada 1917 silam
RIYADH - Pemerintah Arab Saudi melemparkan kecaman keras atas keputusan Israel yang melanjutkan pembangunan di tanah Palestina. Israel berencana membangun ratusan pemukiman baru di Yerusalem timur.
Kecaman itu disampaikan pemerintah Saudi dalam pertemuan kabinet yang dipimpin oleh pemimpin Saudi Raja Salman bin Abdul Aziz. Pertemuan itu berlangsung di Yamamah Palace di Riyadh.
"Kami mengecam kegiatan permukiman tidak sah di wilayah Palestina yang diduduki dan semua upaya yang melemahkan hak Palestina untuk mendapatkan kedaulatan penuh atas kota Yerusalem," bunyi pernyataan pemerintah Saudi, seperti dilansir Aawsat pada Selasa (24/1).
Sebelumnya, ketua perencanaan dan pembangunan Israel di Yerusalem, Meir Turgeman mengatakan, pihaknya akan membangun setidaknya 500 unit pemukiman baru di Yerusalem timur. Pembangunan ini akan tersebar di tiga lingkungan, yakni Pisgat Zeev, Ramat Shlomo dan Ramot.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, dalam waktu dekat akan mengumumkan konstruksi yang luas di blok permukiman di Yudea dan Samaria. "Di bawah visi saya, semua pemukiman akan berada di bawah kedaulatan Israel," ucapnya.
http://international.sindonews.com/read/1173755/43/israel-lanjutkan-pembangunan-di-tanah-palestina-saudi-murka-1485249363
TEL AVIV - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, Israel akhirnya bebas untuk melakukan pembangunan di wilayah Yerusalem. Netanyahu menuturkan, kondisi ini salah satu dampak dari telah resminya Donald Trump menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat (AS).
"Pembangunan di Yerusalem akan terus berlanjut tanpa pembatasan dan Maaleh Adumim akan tetap berada di bawah kedaulatan Israel dalam perjanjian masa depan dengan Otoritas Palestina," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan.
"Segera saya juga akan mengumumkan konstruksi yang luas di blok permukiman di Yudea dan Samaria. Di bawah visi saya, semua pemukiman akan berada di bawah kedaulatan Israel," sambungnya, seperti dilansir Israel Hayom pada Senin (23/1).
Pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah Palestina berjalan sangat lambat saat AS berada di bawah pemerintahah Barack Obama. Ini karena pemerintahan Obama tidak setuju dengan pembangunan itu, dan menilai pembangunan pemukiman itu adalah hambatan utama dari upaya damai Israel dan Palestina.
Sementara Trump adalah pendukung kuat Israel dan telah beruang kali menyatakan akan mendukung semua kebijakan Israel. Trump bahkan berencana memindahkan Kedutaan Besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, yang memancing kecaman dari dunia internasional.
http://international.sindonews.com/read/1173535/43/netanyahu-akhirnya-israel-bebas-lakukan-pembangunan-di-yerusalem-1485181151
***********************
ISRAEL IZINKAN PEMBANGUNAN PEMUKIMAN YAHUDI DI YERUSALEM

Kota Yerusalem
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah kota Yerusalem menyetujui izin pembangunan untuk 566 unit rumah.
Israel telah menyetujui pembangunan rumah-rumah baru di pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur.
Pemberian ijin izin ini persis dua hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai menjabat, persisnya pada Minggu (22/1/2017).
Israel merebut Jerusalem Timur pada perang tahun 1967. Pendudukannya sejak saat itu tidak diakui secara internasional. Otoritas Palestina memandang kawasan tersebut sebagai calon ibu kota negara Palestina.
Mantan presiden AS Barack Obama mengecam kebijakan pemukiman Israel dengan mengatakan bahwa hal itu akan menjadi penghambat perundingan perdamaian dengan warga Palestina. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menunda proyek pembangunan tersebut untuk menghindari memburuknya hubungan dengan AS. Sementara Trump dan duta besar yang ia pilih untuk Israel mengungkapkan dukungan atas pemukiman tersebut.
Pindahkan Kedutaan USA ke Kota Yerusalem
Sejalan dengan itu Walikota Yerusalem mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan keseriusan dan komitmennya untuk memindahkan Kedutaan besar Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Nir Barkat mengatakan dari percakapannya dengan orang-orang di bidang administrasi Amerika Serikat, dia membaca keseriusan mereka tentang niatan tersebut. Memang kata Nir Barkat, Kedutaan besar tidak dapat dipindahkan dalam satu hari. Namun, persiapan menuju ke arah itu sedang disiapkan.
Palestina telah memperingatkan terhadap rencana perpindahan Kedutaan Besar Amerika ke Yerussalem. Palestina menganggap tindakan tersebut sangat simbolis serta bermuatan politis. Gedung Putih, Minggu (22/1/2017) mengatakan pemindahan tersebut masih dalam diskusi tahap awal. Apalagi Gedung Putih mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengundang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Washingtonawal Februari mendatang.
Undangan tersebut terjadi ketika dua pemimpin dunia ini berbicara melalui telepon, Minggu (22/1/2017). Trump dan Netanyahu setuju untuk bekerja sama dalam isu-isu Timur Tengah, termasuk Iran.net Kota Yerusalem Trump menekankan pentingnya kerja sama dengan Israel di bidang militer, intelijen, dan keamanan. Dia juga mengatakan bahwa perdamaian antara Israel dan Palestina hanya bisa dinegosiasikan antara 2 pihak. Trump telah membuat sikap pro-Israel jelas, menandai pergeseran dari mantan Presiden Barack Obama.
Undangan tersebut terjadi ketika dua pemimpin dunia ini berbicara melalui telepon, Minggu (22/1/2017). Trump dan Netanyahu setuju untuk bekerja sama dalam isu-isu Timur Tengah, termasuk Iran.net Kota Yerusalem Trump menekankan pentingnya kerja sama dengan Israel di bidang militer, intelijen, dan keamanan. Dia juga mengatakan bahwa perdamaian antara Israel dan Palestina hanya bisa dinegosiasikan antara 2 pihak. Trump telah membuat sikap pro-Israel jelas, menandai pergeseran dari mantan Presiden Barack Obama.
Trump telah berjanji untuk memindahkan Kedutaan besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem, kota yang tidak diakui secara internasional sebagai ibu kota. Duta besar pilihannya pun mendukung pemukiman Israel di wilayah pendudukan Palestina.
http://babe.news/id-id/read/10478630
**************
PALESTINA KECAM RENCANA ISRAEL BANGUN UNIT BARU PEMUKIMAN ZIONIS

Kementerian Luar Negeri Palestina mengecam pengeluaran izin baru oleh rezim Zionis untuk membangun distrik-distrik baru di Baitul Maqdis.
Seperti dilansir IRNA, Kemlu Palestina dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Selasa (24/1/2017) menyebutkan, tujuan Israel mengeluarkan izin baru pembangunan distrik-distrik Zionis di Baitul Maqdis adalah merampas tanah warga Palestina di Tepi Barat dan Baitul Maqdis serta mengejar solusi yang di dalamnya mengabaikan hak-hak rakyat Palestina dan hanya memenuhi tuntutan Tel Aviv.
Baru-baru ini, rezim Zionis menyetujui pengeluaran izin untuk membangun 560 unit baru pemukim Ziois di Baitul Maqdis.
Rencana pembangunan ratusan unit pemukim Zionis itu disetujui ketika Dewan Keamanan PBB dalam resolusi yang dikeluarkan pada Desember 2016 mengecam semua pembangunan pemukiman Zionis di wilayah Palestina yang diduduki.
Resolusi 2334 DK-PBB yang disahkan pada tanggal 23 Desember 2016 menyebut pembangunan pemukiman Zionis di Tepi Barat dan Timur al-Quds sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional. Resolusi ini juga menuntut Israel untuk menghentikan semua aktivitas pembangunan unit pemukiman di wilayah Palestina.
http://babe.news/id-id/read/10484415
*******************************
PALESTINA: PROSES DAMAI LANJUT JIKA ISRAEL SETOP PEMBANGUNAN PEMUKIMAN
Presiden Palestina Mahmud Abbas mengatakan siap melanjutkan upaya perdamaian jika Israel mau menghentikan pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah Palestina
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Palestina Mahmud Abbas mengatakan negaranya siap melanjutkan upaya perdamaian jika Israel mau menghentikan pembangunan permukiman Yahudi di wilayah Palestina.
Pernyataan ini dilontarkan Abbas menyusul sikap keras Israel yang terus menolak resolusi PBB soal penghentian pembangungan permukiman Yahudi di Palestina.
"Begitu pemerintah Israel setuju menyetop seluruh permukiman dan setuju melaksanakan perjanjian yang ditandatangani, Palestina siap melanjutkan perundingan [damai] permanen di bawah legalitas internasional dalam jangka waktu tertentu," tutur Abbas melalui sebuah pernyataan seperti dikutip AFP, Rabu (28/12).
Keinginan Abbas senada dengan pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry yang memperingatkan Israel bahwa pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah palestina dapat mengancam demokrasi negara itu.
Kerry berujar kebijakan pembangunan pemukiman Yahudi mengindikasikan Israel menduduki wilayah Palestina "secara abadi" dan menjadi satu negara utuh.
"Kini kaum Yahudi dan Palestina hidup di antara Sungai Jordan dan Laut Mediterania. Keduanya punya pilihan. Mereka bisa memilih untuk hidup berdampingan dalam satu negara atau dalam dua negara berbeda," kata Kerry.
"Jika pilihannya jatuh pada [pembentukan] satu negara, Israel harus memilih salah satu antara menjadi negara Yahudi atau demokrasi. Dan pilihan ini tidak akan mengantarkan pada perdamaian," lanjutnya.
Israel menduduki wilayah Yerusalem Timur dan Tepi Barat sejak 1967. Pencaplokan wilayah Yerusalem ini tidak pernah diakui masyarakat internasional.
Sekitar 430 ribu pemukim Yahudi tinggal di Tepi Barat sementara 200 ribu warga Yahudi tinggal di Yerusalem Timur yang digadang Palestina untuk menjadi ibu kota masa depan negara itu.
Meskipun masalah pendudukan bukan satu-satunya pemicu mandeknya perjanjian damai antara Israel dan Palestina, Kerry menyebut tindakan sepihak Israel ini tetap dapat mengganggu proses tersebut.
Akhir pekan lalu PBB mengesahkan resolusi yang mengecam permukiman Yahudi di wilayah Palestina. Resolusi itu menuntut Israel segera dan sepenuhnya menghentikan seluruh kegiatan pembangunan permukiman Yahudi di wilayah Palestina, termasuk Yerusalem Timur.
Dalam pemungutan suara ini resolusi PBB tersebut, AS sebagai sekutu terdekat Israel memilih abstain dan tidak menggunakan hak vetonya untuk menggagalkan resolusi itu.
Keputusan AS ini membuat geram Israel. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam Obama dan bersumpah tidak akan mematuhi resolusi PBB tersebut.
Netanyahu juga memerintahkan pembatasan hubungan sementara dengan 12 negara anggota Dewan Keamanan PBB yang menyetujui resolusi tersebut. Langkah ini telah dikonfirmasi oleh dua pejabat senior Israel.
Pilihan Redaksi
http://www.cnnindonesia.com/internasional/20161229111222-120-182847/palestina-proses-damai-lanjut-jika-israel-setop-permukiman/
********************************
PALESTINA DESAK INGGRIS MINTA MAAF TERKAIT PEMUKIMAN YAHUDI
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Palestina Mahmoud Abbas menilai Inggris harus meminta maaf karena telah mendeklarasikan dukungan atas berdirinya permukiman Yahudi di Palestina pada 1917 silam. Abbas juga meminta pemerintah Inggris mengakui kedaulatan Palestina sebagai sebuah negara.
Berbicara di Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, pada Kamis (22/9), Abbas menyatakan bahwa rakyat Palestina telah sangat menderita karena Deklarasi Balfour yang didukung oleh Inggris. Dalam deklarasi itu, disebutkan bahwa Inggris mendukung pembentukan pembangunan permukiman nasional untuk kaum Yahudi di Palestina, namun seharusnya tak merusak hak hidup orang lain di sana.
"Kami meminta Inggris Raya, menjelang peringatan 100 tahun sejak deklarasi ini, untuk menarik pelajaran dan bertanggung jawab secara sejarah, hukum, politik, material dan moral atas konsekuensi dari deklarasi ini, termasuk permintaan maaf kepada rakyat Palestina atas bencana, penderitaan dan ketidakadilan yang didukung oleh deklarasi ini, [dan agar Inggris] melakukan tindakan untuk memperbaiki bencana dan memperbaiki konsekuensinya, termasuk pengakuan negara Palestina," ujar Abbas.
"Ini hal yang terkecil yang bisa Inggris lakukan," tuturnya, dikutip dari Reuters.
Dalam pidatonya, Abbas menyinggung soal deklarasi Belfour tahun 1917, bersama dengan resolusi PBB yang bersejarah, yakni resolusi Majelis Umum PBB tahun 1948 yang membagi Palestina ke dalam dua negara. Abbas juga menyinggung soal perang tahun 1967 ketika Israel mengokupasi Tepi Barat dan Jalur Gaza.
Terkait pernyataan Abbas, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meluncurkan kritik bahwa Abbas hanya berfokus pada deklarasi.
"Presiden Abbas baru saja menyerang Deklarasi Balfour dari atas podium ini. Dia sedang mempersiapkan gugatan terhadap Inggris untuk deklarasi tahun 1917. [Deklarasi yang] hampir 100 tahun lalu. Ini soal terjebak di masa lalu," kata Netanyahu, yang berpidato di podium yang sama, tak lama setelah Abbas.
Dalam sambutannya, Netanyahu juga mengkritik PBB karena kerap kali mengesahkan resolusi yang mengecam Israel. "PBB, yang dimulai sebagai kekuatan moral, kini telah berubah menjadi lelucon moral."
Netanyahu juga mengundang Abbas untuk berbicara di parlemen Israel, Knesset, dan menyatakan ia akan "dengan senang hati" datang ke Ramallah untuk berbicara di hadapan Dewan Legislatif Palestina.
Tidak jelas apakah tawaran yang dilontarkan Netanyahu serius. Pasalnya, Parlemen Palestina belum pernah bertemu sejak 2007 dan pemimpin Arab pertama yang berpidato di Knesset, Anwar Sadat dari Mesir pada 1977, tewas dibunuh pada 1981, setelah Mesir berdamai dengan Israel.
Desakan Palestina agar Inggris meminta maaf sudah terlihat sejak Juli lalu, ketika rekaman video yang beredar secara daring memperlihatkan Menteri Luar Negeri Palestina Riad al-Malki membaca pidato atas nama Abbas, meminta agar KTT Arab mendukung Palestina dalam penyusunan tuntutan hukum terhadap pemerintah Inggris atas deklarasi tersebut.
Pernyataan Abbas dan tanggapan dari Netanyahu menegaskan bahwa diskusi perdamaian antara Israel-Palestina nampaknya tidak akan berlanjut dalam waktu dekat.
Sementara itu, satu-satunya pemimpin negara yang berbicara di jeda waktu antara pidato Abbas dan Netanyahu adalah Perdana Menteri Norwegia, Erna Solberg. Norwegia merupakan negara penengah ketika pembicaraan rahasia untuk mencapai perdamaian Israel-Palestina berlangsung pada 1993. Pembicaraan itu menghasilkan Perjanjian Oslo.
Hingga saat ini, utusan Inggris untuk PBB belum berkomentar terkait desakan dari Palestina untuk meminta maaf.
Pembicaraan damai antara Israel-Palestina terhenti pada 2014 dan nampaknya tidak akan berlanjut dalam waktu dekat mengingat serangkaian serangan antara kedua negara beberapa bulan terakhir. Palestina juga terus mengecam pembangunan permukiman Israel di tanah Palestina yang diduduki. Menurut publik internasional, permukiman Israel itu ilegal.
Deklarasi Balfour yang disinggung Abbas menyatakan bahwa, "Kerajaan [Inggris] yang Mulia mendukung pembentukan permukiman di Palestina, yakni pembagunan rumah nasional bagi kaum Yahudi, dan akan melakukan upaya terbaik demi tercapainya pembangunan itu. Agar dipahami dengan jelas bahwa [pembangunan ini] tidak boleh mengganggu hak sipil dan hak beragama masyarakat lain non-Yahudi di Palestina, begitu juga hak dan status politik Yahudi di negara lain."
Para pakar berpendapat bahwa saat itu mayoritas warga merupakan komunitas Arab, dan deklarasi ini tidak memperhitungkan hal tersebut.
Isu sentral yang harus diselesaikan dalam konflik Israel-Palestina meliputi banyak hal, termasuk perbatasan, masa depan permukiman Yahudi di Tepi Barat, nasib pengungsi Palestina dan status kota Yerusalem. (ama/stu)
Pilihan Redaksi
http://www.cnnindonesia.com/internasional/20160923091745-120-160503/palestina-desak-inggris-minta-maaf-terkait-permukiman-yahudi/
*******************
Ingin Bangun 11.000 Rumah di Tanah Palestina, Israel Kian Ugal-ugalan

Pemerintah Israel berencana bangun rumah hingga 11.000 unit di tanah Palestina yang diduduki
YERUSALEM - Pemerintah Israel telah menyetujui untuk membangun 153 rumah bagi warganya di wilayah Palestina di Yerusalem Timur dan 2.500 rumah di Tepi Barat. Israel kini makin ugal-ugalan dengan rencana barunya untuk membangun 11.000 rumah di Yerusalem, wilayah Palestina yang diduduki.
Pemerintah Israel mengabaikan kecaman masyarakat internasional yang dengan lantang menyebut proyek-proyek permukiman Israel ilegal. Israel semakin berani dengan rencana proyek permukimannya setelah mendapat dukung Presiden baru Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Wakil Wali Kota Yerusalem Meir Turgeman mengatakan izin proyek pembangunan permukiman di Kota Yerusalem ditangguhkan Komite Perencanaan Kota karena mendapat tekanan dari pemerintahan Barack Obama.
Tapi, setelah pemerintahan Obama lengser situasi berubah. ”Saya akan memberikan izin untuk ribuan rumah di Yerusalem dalam beberapa bulan mendatang,” kata Turgeman, seperti dikutip dari Times of Israel, Jumat (27/1/2017).
Rencana tersebut disetujui oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman. ”Kami sedang membangun dan akan terus membangun,” kata Netanyahu pada Selasa lalu, mengomentari persetujuan pembangunan ribuan rumah di wilayah pendudukan.
Palestina telah memprotes keras dan menyebut Israel melakukan “pencurian tanah dan kolonialisme”. Tindakan Israel juga dikutuk oleh PBB bersama dengan Uni Eropa.
Sebagian dari 2.500 bangunan yang disetujui untuk dibangun Israel di kota Ariel serta Givat Ze'ev, yang terletak di utara Yerusalem.
Menurut media Israel, menenatu Presiden Trump, Jared Kushner, merupakan pihak yang mensponsori proyek pemukiman Israel.
http://international.sindonews.com/read/1174688/43/ingin-bangun-11-000-rumah-di-tanah-palestina-israel-kian-ugal-ugalan-1485490575
*****************************
Israel Lanjutkan Pembangunan di Tanah Palestina, Saudi Murka

Pemerintah Arab Saudi melemparkan kecaman keras atas keputusan Israel yang melanjutkan pembangunan di tanah Palestina
RIYADH - Pemerintah Arab Saudi melemparkan kecaman keras atas keputusan Israel yang melanjutkan pembangunan di tanah Palestina. Israel berencana membangun ratusan pemukiman baru di Yerusalem timur.
Kecaman itu disampaikan pemerintah Saudi dalam pertemuan kabinet yang dipimpin oleh pemimpin Saudi Raja Salman bin Abdul Aziz. Pertemuan itu berlangsung di Yamamah Palace di Riyadh.
"Kami mengecam kegiatan permukiman tidak sah di wilayah Palestina yang diduduki dan semua upaya yang melemahkan hak Palestina untuk mendapatkan kedaulatan penuh atas kota Yerusalem," bunyi pernyataan pemerintah Saudi, seperti dilansir Aawsat pada Selasa (24/1).
Sebelumnya, ketua perencanaan dan pembangunan Israel di Yerusalem, Meir Turgeman mengatakan, pihaknya akan membangun setidaknya 500 unit pemukiman baru di Yerusalem timur. Pembangunan ini akan tersebar di tiga lingkungan, yakni Pisgat Zeev, Ramat Shlomo dan Ramot.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, dalam waktu dekat akan mengumumkan konstruksi yang luas di blok permukiman di Yudea dan Samaria. "Di bawah visi saya, semua pemukiman akan berada di bawah kedaulatan Israel," ucapnya.
http://international.sindonews.com/read/1173755/43/israel-lanjutkan-pembangunan-di-tanah-palestina-saudi-murka-1485249363
*****************************
Netanyahu: Akhirnya, Israel Bebas Lakukan Pembangunan di Yerusalem

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, Israel akhirnya bebas untuk melakukan pembangunan di wilayah Yerusalem
TEL AVIV - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, Israel akhirnya bebas untuk melakukan pembangunan di wilayah Yerusalem. Netanyahu menuturkan, kondisi ini salah satu dampak dari telah resminya Donald Trump menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat (AS).
"Pembangunan di Yerusalem akan terus berlanjut tanpa pembatasan dan Maaleh Adumim akan tetap berada di bawah kedaulatan Israel dalam perjanjian masa depan dengan Otoritas Palestina," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan.
"Segera saya juga akan mengumumkan konstruksi yang luas di blok permukiman di Yudea dan Samaria. Di bawah visi saya, semua pemukiman akan berada di bawah kedaulatan Israel," sambungnya, seperti dilansir Israel Hayom pada Senin (23/1).
Pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah Palestina berjalan sangat lambat saat AS berada di bawah pemerintahah Barack Obama. Ini karena pemerintahan Obama tidak setuju dengan pembangunan itu, dan menilai pembangunan pemukiman itu adalah hambatan utama dari upaya damai Israel dan Palestina.
Sementara Trump adalah pendukung kuat Israel dan telah beruang kali menyatakan akan mendukung semua kebijakan Israel. Trump bahkan berencana memindahkan Kedutaan Besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, yang memancing kecaman dari dunia internasional.
http://international.sindonews.com/read/1173535/43/netanyahu-akhirnya-israel-bebas-lakukan-pembangunan-di-yerusalem-1485181151
*****************
NETANYAHU MINTA TRUMP DESAK AS SOAL RESOLUSI PEMUKIMAN ISRAEL
YERUSALEM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan telah meminta Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mendesak pemerintah AS agar memveto resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB soal permukiman Israel di tanah Palestina. Resolusi itu menuntut Israel untuk segera dan sepenuhnya menghentikan semua kegiatan permukiman di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Yerusalem timur.
Seorang pejabat Israel mengatakan, pihaknya telah melakukan kontak dengan tim transisi Trump mengenai masalah ini, yang kemudian dilanjutkan dengan kontak antara Netanyahu dan Trump.
Desakan ini muncul, karena menurut pejabat itu, Israel curiga pemerintah AS saat ini telah berkoordinasi dengan Palestina terkait resolusi ini. Dimana AS kemungkinan besar akan mengambil sikap abstain akan resolusi ini bisa disahkan.
Kecurigaan ini didasari oleh hubungan yang tidak harmonis antara Netanyahu dan Presiden AS saat ini Barack Obama. Keduanya kerap berselisih paham, terutama mengenai pembangunan permukiman Yahudi di wilayah Palestina.
"Itu pelanggaran komitmen untuk melindungi Israel di PBB. Kami sebelumnya telah memperingatkan pemerintahan Obama, kami akan berkomunikasi dengan Trump jika Washington memutuskan abstain, dan pembantu Netanyahu melakukannya ketika mereka menyadari AS tetap pada sikap ini," sambungnya.
http://international.sindonews.com/read/1165295/43/netanyahu-minta-trump-desak-as-soal-resolusi-permukiman-israel-1482483077
*******************
HAMAS: PELESTINA TIDAK AKAN MELEPASKAN YERUSALEM

Kelompok Hamas menegaskan jika Palestina tidak akan melepaskan Yerusalem.
YERUSALEM - Juru bicara Hamas, Osama Hamdan mengatakan Yerusalem adalah kunci untuk perdamaian. Ia pun menegaskan jika Palestina tidak akan meninggalkan wilayah itu.
"Palestina tidak akan menerima untuk melepaskan Yerusalem, mereka tidak akan menerima untuk melepaskan hak mereka," tegas Hamdan. seperti dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (28/1/2017).
Hamdan pun menyatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump harus memilih apakah menginginkan perdamaian atau atau menambahkan minyak ke api. Hal itu terkait rencana Donald Trump untuk memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.
"Dia tahu bahwa Yerusalem adalah kunci untuk perdamaian. Trump harus memilih apakah ia ingin menciptakan perdamaian di kawasan ini atau dia ingin menambahkan lebih banyak minyak di atas api," kata Hamdan.
Palestina berharap untuk menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibukota negara masa depan mereka. Keinginan Palestina itu telah mendapatkan dukungan luas dari masyarakat internasional.
http://international.sindonews.com/read/1175054/43/hamas-palestina-tidak-akan-melepaskan-yerusalem-1485601858
************
ISRAEL BAKAL BANGUN LEBIH BANYAK PEMUKIMAN
YERUSALEM - Israel menunjukkan sikap membangkang terhadap resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB yang memerintahkan negara Zionis itu untuk menghentikan pembangunan permukiman. Israel menyatakan akan membangun ribuan rumah baru di daerah yang disengketakan.
Pemerintah kota Yerusalam menyatakan akan menyetujui pembangunan 600 unit rumah di bagian timur yang didominasi warga Palestina. Ratusan rumah baru itu adalah periode pertama dari pembangunan 5.600 rumah baru. Pernyataan ini hanya beberapa hari setelah DK PBB mengeluarkan resolusi.
Sebanyak 618 unit rumah akan diberikan izin dibangun di Yerusalem Timur dan agenda rapat komite perencanaan telah ditetapkan sebelum PBB bertindak. Tapi ketua panitia mengatakan ia akan terus maju untuk membangun 5.600 perumahan baru.
"Saya tidak akan bekerja dengan PBB atau organisasi lain yang mungkin mencoba untuk mendikte kami apa yang harus dilakukan di Yerusalem. Saya berharap pemerintah dan pemerintahan baru Amerika Serikat (AS) akan memberikan momentuk untuk melanjutkan," kata Wakil Walikota Meir Turgmen, seperti dikutip dari New York Times, Selasa (27/12/2016).
Meski Turgmen tidak menguncapkan proyek yang dimaksud, pengamat pemukiman di Yerusalem Timur Amim mengatakan kemungkinan proyek yang dimaksud adalah proyek di Gilo dan Givat Hamatos.
Para pemimpin Israel mengatakan mereka tidak punya alasan untuk menghentikan pembangunan. "Resolusi Dewan Keamanan tidak masuk akal dan benar-benar dihapus dari realitas. Kebijakan pembangunan Israel ditetapkan di Yerusalem, bukan New York," kata Oded Revivi, kepala utusan asing untuk Dewan Yesha, yang mewakili pemukim Tepi Barat.
http://international.sindonews.com/read/1166109/43/membangkang-israel-bakal-bangun-lebih-banyak-pemukiman-1482820309
***************************
KERRY SEBUT PEMUKIMAN ISRAEL ANCAM DEMOKRASI
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) John Kerry memperingatkan Israel bahwa pembangunan permukiman di tanah Palestina mengancam masa depan negara itu sebagai negara demokrasi.
Kurang dari empat pekan sebelum Presiden AS Barack Obama melepas jabatan, Kerry menuding pemerintahan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengizinkan Israel tergelincir dalam pendudukan abadi. Sejak awal kampanye, Trump selalu mendorong Israel untuk bersikap tegas dalam menghadapi tekanan internasional.
Dengan pelantikan Presiden terpilih Donald Trump pada 20 Januari, tidak jelas apa dampak pernyataan Kerry terhadap proses perdamaian. Berbagai langkah Kerry, termasuk pernyataan kerasnya yang terbaru itu, menegaskan beberapa parameter untuk kesepakatan damai yakni solusi dua negara sesuai garis perbatasan sebelum 1967 dan membagi ibu kota Yerusalem untuk dua negara.
Beberapa parameter itu tampaknya menjadi tujuan Kerry sebagai peninggalan jangka panjang pemerintahan Obama setelah dia melepas jabatan presiden. Pejabat Washington menolak menjelaskan apa yang mungkin mereka lakukan selanjutnya. Meski demikian, Israel khawatir pemerintahan Obama berupaya memasukkan prinsip-prinsip itu pada resolusi atau pernyataan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui kuartet diplomasi Timur Tengah.
Pernyataan Kerry itu tidak lepas dari kebijakan AS dalam beberapa tahun terakhir ataupun peringatannya pada beberapa bulan terakhir. ”Hari ini ada sejumlah warga Yahudi dan Palestina tinggal di antara Sungai Yordan dan Laut Mediterania,” ungkap Kerry, dikutip kantor berita AFP . ”Mereka memiliki pilihan.
Mereka dapat memilih tinggal bersama di satu negara, atau mereka dapat terpisah menjadi dua negara. Tapi, di sini ada realitas mendasar: jika pilihannya satu negara, Israel dapat menjadi Yahudi atau demokratis– tidak bisa keduanya–dan itu tidak akan pernah benarbenar bisa damai,” papar Kerry.
Kerry berbicara dengan latar belakang badai diplomatik yang dipicu pekan lalu saat atas perintah Obama, para diplomat AS gagal mengeluarkan veto terhadap resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang mengkritik Israel. Resolusi itu didukung oleh mayoritas 15 negara anggota DK PBB sehingga secara efektif mendeklarasikan permukiman Israel di wilayah Yerusalem Timur dan Tepi Barat yang melebihi perbatasan pada 1967 itu dianggap ilegal.
Tentu saja Israel langsung mengecam pernyataan Kerry. PM Netanyahu menilai pidato itu sebagai pernyataan miring terhadap Israel. Di sisi lain, lembaga nonpemerintah (NGO) Israel menyatakan otoritas Yerusalem telah mengizinkan permukiman baru berupa blok apartemen empat lantai.
Netanyahu saat ini memimpin koalisi sayap kanan yang mendukung permukiman Yahudi dan menegaskan pembangunan perumahan itu tidak mengancam perdamaian. Dia pun menuding Obama dan Kerry mendalangi voting di DK PBB tersebut. Adapun Trump telah memilih calon duta besar AS untuk Israel yang mendukung kuat pembangunan permukiman Yahudi.
Trump menulis tweet, ”Kita tidak dapat terus membiarkan Israel terancam dengan sikap jijik dan tidak hormat semacam itu.” Menanggapi kritik itu, Kerry menegaskan kembali bahwa AS tidak dapat dengan sadar mengeluarkan veto terhadap resolusi yang didukung banyak pihak. Kerry pun menambah kritik terhadap Israel dalam pidatonya. ”Veto di PBB itu tentang menjaga solusi dua negara.
Itu yang kami bela untuk: masa depan Israel sebagai negara Yahudi dan demokratis, hidup bersebelahan dengan damai dan aman dengan tetangganya,” tegas Kerry. ”Solusi dua negara merupakan satu-satunya jalan untuk terwujud dan perdamaian abadi antara Israel dan Palestina,” papar Kerry yang memperingatkan, solusi dua negara saat ini sedang menghadapi bahaya serius.
Kerry memperingatkan agenda permukiman itu kebijakan utama Israel dan merusak prospek perdamaian. Presiden Palestina Mahmud Abbas menyatakan dia siap menghidupkan kembali upaya perdamaian dengan Israel jika rezim Zionis itu menghentikan pembangunan permukiman.
”Pada menit saat Pemerintah Israel sepakat menghentikan seluruh aktivitas permukiman dan sepakat menerapkan kesepakatan tertulis dengan dasar saling timbal balik, pemimpin Palestina siap mengembalikan status tetap negosiasi dengan dasar hukum internasional dan resolusi legalitas internasional sesuai kerangka waktu spesifik,” papar pernyataan Abbas.
http://international.sindonews.com/read/1166968/43/kerry-sebut-permukiman-israel-ancam-demokrasi-1483076886
***************************
ISRAEL BATALKAN PEMBANGUNAN PEMUKIMAN BARU DI TANAH PALESTINA
YERUSALEM - Komite Perencanaan dan Pembangunan Israel di Yerusalem dilaporkan membatalkan rencana pembangunan permukiman baru di tanah Palestina. Israel berencana membangun sekitar 500 permukiman baru di Yerusalem timur.
"Komite membatalkan rencana untuk menyetujui izin pembangunan hampir 500 rumah bagi warga Israel di Yerusalem Timur," kata anggota Komite Perencanaan dan Pembangunan Israel, Hanan Rubin.
"Permintaan untuk menunda pemungutan suara datang dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Rabu (28/12).
Rubin mengatakan, keputusan berasal dari keinginan untuk menghindari ketegangan lebih lanjut dengan pemerintahan Barack Obama. Pihak Netanyahu sendiri belum memberikan pernyataan apapun mengenai hal ini.
Rencana pembangunan permukiman baru ini sejatinya adalah respon dari resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB mengenai permukiman Israel di tanah Palestina. Dimana, dalam resolusi itu disebutkan DK PBB mengecam pembangunan permukiman, dan memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan pembangunan permukiman itu.
http://international.sindonews.com/read/1166464/43/israel-batalkan-pembangunan-permukiman-baru-di-tanah-palestina-1482916452
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.