animasi-bergerak-bunga-mawar-0017animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0152animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0152animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0017

Minggu, 01 Januari 2017

VATIKAN DAN PROYEK LUCIFER



Tom Horn, Chris Putnam, dan tim bersama juru kamera Joe Ardis, melakukan perjalanan penyelidikan ke lokasi sangat terpencil Gunung Graham di Arizona, tempat di mana Teleskop Teknologi Canggih Vatican, LUCIFER, yang sangat terkenal itu dibangun. Apa yang mereka temukan sangatlah mengejutkan, dalam seluk-beluk hubungan Vatican dengan ET – makhluk luar angkasa – dan rencana rahasia masa depan Vatican dengan Proyek LUCIFER mereka, untuk mempersiapkan kedatangan ET (extra terrestrial; makhluk luar angkasa) sebagai “Alien Juruselamat” bagi umat manusia. Teleskop Vatican dengan perangkat LUCIFER yang beroperasi pada rentang spektrum cahaya dekat-inframerah, diduga kuat juga digunakan untuk melokalisasi atau memonitor kedatangan sistem Planet X dan – apa yang diramalkan oleh Vatican – komet besar Apsintus yang dinubuatkan rasul Yohanes dalam Kitab Wahyu, akan jatuh ke bumi di masa depan ini.


Berikut potongan kisah ekspedisi mereka…

“L.U.C.I.F.E.R., yang merupakan singkatan dari “Large Binocular Telescope Near-Infrared Utility with Camera and Integral Field Unit for Extragalactic Research,” merupakan instrumen “sangat dingin” yang dipasang pada sebuah teleskop di Arizona. Dan ya, itu adalah nama untuk Satan, yang arti namanya sendiri adalah “Bintang Fajar” [dan yang] kebetulan berada persis di sebelah Observatorium Vatican di Gunung Graham di Tucson, Arizona.” – Rebecca Boyle, Majalah Sains Populer
Penyelidikan Dimulai – Gunung Graham dan Proyek LUCIFER

Oleh: Tom Horn & Chris Putnam

Jadi pada suatu pagi di bulan September 2012, kami bersama-sama dengan juru kamera kami – Joe Ardis, alias Manusia Liar dari Ozarks – berangkat ke kota gurun kecil Safford, Arizona (yang normalnya memiliki iklim gurun yang panas, jauh lebih panas daripada kebanyakan tempat di Arizona timur karena elevasinya yang relatif rendah, yakni 2.953 kaki) dalam perjalanan ke Base Camp Observatorium Gunung Graham, 80 mil dari Tucson dan beberapa mil sebelah selatan Safford di Jalanan Negara 366.

Terletak di dekat batas utara wilayah Indian Apache Chiricahua dan wilayah Barat Apache, DziƂ Nchaa Si An, seperti yang dikenal dalam bahasa Indian Apache Barat, adalah salah satu dari empat gunung paling suci di Amerika bagi bangsa Indian Apache, dan dianggap sakral bagi semua penduduk asli wilayah ini.

(Suku Indian Apache San Carlos awalnya bergabung bersama pecinta lingkungan hidup berusaha melindungi Tanah Suci dan satwa Tupai Merah Amerika yang sangat langka, dengan mengajukan puluhan gugatan di hadapan pengadilan banding federal untuk menghentikan proyek pembangunan Observatorium Internasional di Gunung Graham, tetapi akhirnya proyek itu dimenangkan oleh campur tangan Kongres Amerika Serikat yang mengijinkan pembangunannya dilanjutkan).

Kami sebelumnya telah diperingatkan oleh pemandu kami bahwa jalanan naik di lereng curam pegunungan mulai ketinggian 2.953 sampai 10.700 kaki sangat berbahaya, ditambah lagi banyaknya tikungan tajam memutar, berbalik arah dan bagian-bagian jalanan sempit menghadap dinding ngarai curam yang hanya dapat kita bayangkan, dan di atas semuanya itu, tidak akan ada pagar pembatas di sepanjang jalanan berliku yang mengerikan.

Kami dijadwalkan tiba di Observatorium Internasional Gunung Graham beberapa jam setelah keberangkatan. Kami akan bertemu dengan para astronom dan insinyur di LBT (Large Binocular Telescope – Teleskop Teropong Besar) – yang saat ini merupakan salah satu teleskop optik paling canggih di dunia – di mana, antara lain, perangkat LUCIFER yang baru dipasang di antara dua cermin kembar raksasanya (yang dua-duanya adalah teleskop optik terbesar di benua Amerika Utara).

Belakangan kami diberitahu oleh insinyur sistem LBT yang menghabiskan waktu panjang bersama kami hari itu bahwa instrumen lain – LUCIFER-II – dijadwalkan akan tiba di observatorium sewaktu-waktu dan akan melengkapi dua pencitra spektrograf multi-objek dan inframerah celah-panjang yang mereka perlukan untuk mempelajari angkasa dalam rangka mencari, antara lain, eksoplanet (planet-planet Alien di luar tata surya) yang mungkin menjadi tempat kediaman kehidupan cerdas.


SMT dan LBT

Kami juga akan mengunjungi Teleskop Submilimeter Heinrich Hertz hari itu, yang terletak di antara LBT dan tujuan target sebenarnya penyelikian kami – Teleskop Teknologi Canggih Vatican dan para Pastor Jesuit yang bekerja di sana.

Sebelum meninggalkan base camp, obat anti mabuk Dramamine disarankan diminum sebelum keberangkatan, dan dua orang anggota tim kami yang menolak tawaran itu segera menyesali kenapa mereka menolaknya sejak awal. Karena segera sesudah perjalanan berlangsung, tanpa henti kami terguncang maju mundur, memantul atas bawah sementara si sopir – yang tampaknya terlalu banyak menikmati satu persneling lebih cepat daripada yang seharusnya mengingat kondisi medan – kadang-kadang melirik kami di kaca spion sambil tersenyum.

Sementara kami berangkat dari Gurun belukar Sonora di dasar kaki gunung ke hutan cemara Alpine di dekat puncak, pemandu yang duduk di kursi depan di samping sopir sesekali menunjuk sesuatu di satu sisi, menggambarkan bagaimana lebih banyak varietas zona kehidupan dan vegetatif yang ada di sini dibandingkan pegunungan Amerika Utara lainnya, termasuk hampir dua lusin tanaman, hewan-hewan dan serangga yang tidak ditemukan di tempat lain.

Tentu saja hal ini termasuk selebriti Gunung Graham – Tupai Merah – yang telah menghabiskan setidaknya dana 1,25 juta dollar dari pemerintah Arizona untuk melindunginya.Tupai merah

Tapi sulit bagi kami menikmati flora dan fauna ini sementara perut kami mual sambil bertanya-tanya seberapa dalam dinding ngarai seandainya kami terguling jika setiap saat si sopir kehilangan kendali dan selip keluar jalur.

Untungnya, tepat ketika kami mulai berpikir perjalanan ini ide yang buruk, kami berhenti sekitar dua-pertiga jarak perjalanan ke atas gunung di Stasiun Ranger Columbine, Kompleks Administrasi Penjaga Hutan USDA yang telah dibangun sekitar tahun 1935 oleh Korps Konservasi Sipil, program bantuan pekerjaan umum yang merupakan bagian “Kesepakatan Baru” Presiden Franklin D. Roosevelt dan yang telah menyediakan lapangan kerja untuk tenaga tidak terampil bagi orang-orang Amerika untuk mengurangi pengangguran selama masa Depresi Besar.

Kami telah mengemas bekal makan siang dan memakai stasiun Ranger sebagai tempat istirahat sementara, untuk makan, dan membiarkan perut kami sedikit tenang sesudah naik roller-coaster.

Sambil mengunyah sandwich dan melihat-lihat foto-foto hitam putih yang sudah menua yang tergantung di dinding di sana-sini dari orang-orang masa Depresi Besar yang telah membangun perkemahan sederhana ini, kami bertemu seorang relawan, seorang pria tua yang menarik yang menceritakan kepada kami bagaimana ia telah datang ke situ selama bertahun-tahun untuk menjaga api di perapian dan untuk menyambut para pejalan kaki yang berjalan-jalan ke taman. Ketika kami mengatakan kepadanya ke mana tujuan kami pergi, dia mendadak diam.

Ketika kami menambahkan bahwa rencana kami adalah untuk berbicara dengan para Pastor Jesuit di VATT di area terlarang di puncak gunung, ia kehilangan minat bercakap-cakap dan mulai mengaduk-aduk kayu bakar untuk membesarkan api lagi.

Beberapa menit kemudian, makan siang telah habis dan perut kami masih mual, kami kembali masuk di kendaraan kami. Dari titik ini, jalanan – jika kita dapat menyebutnya begitu – hanya sedikit lebih baik dari jalanan setapak kawanan kambing, sampai akhirnya, sekitar satu mil dari tujuan kami, kami tiba di sebuah gerbang keamanan dengan tanda peringatan “DILARANG MASUK” dalam beberapa bahasa.

Pemandu kami memiliki kunci pintu gerbang. Dia membuka dan kemudian segera menguncinya kembali sesudah kami melewati gerbang.

Pada saat itu, sopir menarik radio keluar, yang tidak kami lihat sebelumnya, dan mengirim berita lewat radio kepada seseorang bahwa kami akan menaiki tanjakan itu. Rupanya ini diperlukan karena dari titik itu dan seterusnya sampai puncak, jalanan kerikil curam itu hanya cukup lebar untuk dilewati satu kendaraan saja pada satu waktu, dan Anda tidak ingin mengambil risiko berpapasan kendaraan lain yang mungkin sedang berjalan turun dari Observatorium. Tidak ada yang menjawab panggilan, jadi dia memanggil lewat radio lagi, sampai ketiga kalinya, tapi masih belum ada jawaban.

Keheningan ini pasti artinya jalanan sedang kosong, sementara dia memasukkan persneling rendah, kendaraan kami memulai perjalanan terakhir 30 menit merangkak menaiki lereng gunung.

“Dan satu hal lagi,” kata pemandu memperingatkan sementara kami terhentak-hentak di atas jalanan berbatu, ban mobil selip melewati kerikil lepas dan tanah.

“Waktu kita sampai ke area terlarang, Anda akan melihat kabel-kabel berwarna cerah mengitari tanah di sekitar bangunan. Jangan … saya ulangi, jangan menginjak garis-garis itu. Atau Anda akan segera ditangkap dan diseret ke sel tahanan.”

Dia sama sekali tidak tersenyum, dan ketika kami sampai ke observatorium, kami melihat garis-garis keamanan dan kendaraan-kendaraan penjaga, seperti yang dia jelaskan kepada kami.
Mencari LUCIFER di Puncak Gunung Keramat


VATT

Hari kira-kira pukul 11:00 siang (Pacific Standard Time) ketika kami mengitari tikungan terakhir dan memandang tepat di depan kami bangunan-bangunan yang menjulang tinggi, gedung tempat Telescope Teropong Besar (LBT, Large Binocular Telescope), teleskop optik untuk astronomi dan yang saat ini merupakan salah satu sistem paling canggih di dunia. Di dekatnya terdapat Teleskop Submilimeter (SMT, Submilimeter Telescope) atau seperti yang juga dikenal, gedung Heinrich Hertz Submillimeter Telescope, sebuah teleskop radio tunggal “ultra canggih” untuk observasi pada kisaran panjang gelombang sub-milimeter … teleskop radio paling akurat yang pernah dibangun.”Heinrich Hertz Submillimeter Telescope

Dan yang terakhir namun bukan yang terkecil, kira-kira satu blok jauhnya dari situ kami menyaksikan alasan utama kami berjalan susah payah naik ke puncak gunung Graham ini –Vatican Advanced Technology Telescope (Teleskop Teknologi Canggih Vatican) atau VATT.






Tom Horn dan Chris Putnam tiba di lokasi

Tentu saja kami udah membaca berita resmi dari website Observatorium Vatican sebelum melakukan perjalanan, bagaimana VATT benar-benar sesuai dengan namanya:

Pada jantungnya terdapat cermin primer borosilikat dengan konstruksi sarang lebah. Ini dibangun di Laboratorium Cermin Universitas Arizona , dan memelopori baik teknik pengecoran berputar dan teknik pemolesan melingkar bertekanan dari laboratorium yang digunakan untuk memproduksi cermin teleskop hingga diameter 8,4 meter. Cermin piringan utamanya begitu melengkung sehingga fokus teleskop hanya sejauh di atas cermin, sementara cerminnya lebar, sehingga memungkinkan struktur kira-kira tiga kali lebih ringkas dibandingkan desain teleskop generasi sebelumnya.”

Kita kesampingkan bahasa teknis, para “pengamat” yang diijinkan mengoperasikan VATT dan untuk tujuan apa mereka menggunakannya hari-hari ini, adalah apa yang membawa kami memandang melalui kaca teleskop. Hal ini dikonfirmasi beberapa saat kemudian oleh Pastor Jesuit yang bertugas hari itu, yang mengatakan kepada kami bahwa di antara penelitian yang paling penting yang terjadi pada situs astronomi Vatican itu adalah upaya untuk menentukan planet ekstrasolar tertentu dan makhluk-makhluk Alien cerdas yang sudah maju. Dia kemudian melanjutkan (seperti seorang pemandu) untuk menunjukkan kepada kami semua di sekitar observatorium – dari kamar pribadi astronom Gereja – di mana mereka makan, tidur, bersantai, belajar – sampai ke ruang kontrol, layar komputer dan sistem, dan bahkan teleskop itu sendiri. Sementara kami diberi kesempatan penuh dan tidak dibatasi untuk bertanya bagaimana perangkat-perangkat ini digunakan dan perbedaan masing-masing teleskop di Gunung Graham secara terpisah. Dan kami tidak mengharapkan betapa entengnya para astronom dan teknisi di sana itu juga berbicara tentang UFO.



Berdiri di landasan di bawah VATT


Ini benar-benar nyata ketika kami berjalan melewati jalanan berkerikil dari VATT ke Teleskop Teropong Besar (LBT), di mana kami menghabiskan sebagian besar hari bersama insinyur sistem yang tidak hanya membawa kami ke seluruh tujuh tingkat bangunan dari mesin perkasa ini – menunjukkan perangkat LUCIFER dan untuk tujuan apa itu digunakan (dia senang menyebutnya dengan nama “Lucy” dan kadang-kadang dia sebut “Lucifer“) serta setiap sudut-sudut lain dari teleskop yang kami berusaha pahami dengan pikiran kami – tetapi yang juga mengejutkan kami sementara kami duduk di ruang kontrol adalah, mendengarkan dia dan para astronom lain yang berbicara begitu santai dari berulang-kali tentang UFO yang tertangkap pada layar monitor saat melintas ke sana-sini di angkasa luas.



Berjalan dari VATT ke Large Binocular Telescope (LBT)


LBT

Para insinyur yang ramah ini tidak mengedipkan mata, tidak juga salah satu ilmuwan lain di ruangan itu, dan kami terkejut melihat ini, bagaimana nampaknya peristiwa-peristiwa kemunculan UFO itu bagi mereka merupakan hal yang biasa terjadi.


Insinyur sistem LBT di ruangan kontrol bersama Tom, Chris, dan astronomer menceritakan bagaimana seringnya “UFO” tertangkap monitor ketika observasi.


Namun seberapa banyak pun menariknya penampakan-penampakan UFO yang biasa terjadi di teleskop Gunung Graham, ini bukan alasan utama kami berada di sana. Kami datang dengan pertanyaan lebih mendalam tentang para astronom tingkat tinggi Vatican dan apa yang telah mereka bocorkan dan diskusikan dengan media dalam beberapa tahun terakhir. Komentar menarik dari pastor Jesuit seperti Guy Consolmagno – seorang astronom terkemuka yang sering muncul di media sebagai juru bicara Vatican yang telah bekerja di NASA dan mengajar di Universitas Harvard dan MIT dan yang saat ini membagi waktunya antara Observatorium Vatican dan laboratorium (Specola Vaticana) yang berkantor pusat di kediaman musim panas Paus di Castel Gandolfo, Italia, dan Gunung Graham di Arizona.

Selama beberapa tahun terakhir, ia telah memfokuskan begitu banyak waktu dan usaha dalam upaya menyatukan sains dan keyakinan iman di forum-forum publik, khususnya yang berkaitan dengan subjek kehidupan di luar angkasa dan dampak potensial di masa depan terhadap iman, sehingga kami memutuskan untuk menghubunginya. Dia setuju untuk diwawancarai dari Roma, dan lebih banyak lagi pertukaran informasi yang terjadi selanjutnya, ia mengatakan kepada kami beberapa hal yang tampaknya berada di luar ruang lingkup. Ia bahkan mengirimkan kepada kami salinan PDF pribadinya, tambang emas harfiah dari apa yang ia dan Vatican sedang pertimbangkan mengenai konsekuensi astrobiologi dan khususnya penemuan makhluk cerdas luar angkasa … di mana ia mengakui bagaimana masyarakat kontemporer akan segera

“memandang kepada Alien sebagai Juruselamat umat manusia!”

Untuk menggambarkan tingkat pemahaman theologis dari kemungkinan ini, Guy Consolmago berpendapat bahwa manusia bukan satu-satunya makhluk cerdas yang Tuhan ciptakan di alam semesta, dan, menurut pengakuannya, bentuk kehidupan non-manusia ini dijelaskan di dalam Alkitab. Dia mulai dengan menunjuk kepada para malaikat, dan kemudian mengejutkan kami dengan benar-benar mengacu kepada Nephilim:

Makhluk-makhluk surgawi lainnya muncul beberapa kali di dalam Mazmur. Misalnya, lihatlah bagian yang indah dalam Mazmur 89 yang berbunyi, “Biarlah langit memuji keajaiban-Mu, ya YAHWEH, juga kesetiaan-MU di dalam perhimpunan para kudus. Karena siapakah di angkasa dapat disejajarkan dengan YAHWEH? Siapakah di antara makhluk-makhluk surgawi dapat disamakan dengan YAHWEH? … Langit adalah milik-Mu, bumi juga adalah milik-Mu; dunia dan segala yang ada di dalamnya – Engkau telah menegakkan mereka.” Demikian juga, Elohim bertanya kepada Ayub (38:7) jika ada manusia yang bisa mengklaim telah ada pada saat Penciptaan, “Ketika bintang-bintang fajar bernyanyi bersama-sama dan semua makhluk surgawi bersorak-sorai.”

Apakah “angkasa”, “para kudus,” mereka yang “di langit,” “bintang-bintang fajar … dan makhluk-makhluk surgawi” adalah lebih mengacu kepada para malaikat? Atau apakah mereka mengacu kepada beberapa jenis kehidupan lain di luar pengetahuan kita?

… Dan ini bukan satu-satunya makhluk-makhluk cerdas non-manusia yang disebutkan di dalam Alkitab. Ada yang aneh, dan misterius, pada bagian awal Kejadian pasal 6, yang menggambarkan “anak-anak Elohim” mengambil istri-istri manusia. Bersamaan dengan itu ada referensi kepada “Nephilim … orang-orang perkasa pada zaman purbakala, pahlawan-pahlawan yang kenamaan.”

Kebanyakan sarjana Alkitab beranggapan bahwa Nephilim dan Anak-anak Elohim dalam Kitab Kejadian dapat dijelaskan sebagai referensi sampingan yang mengacu kepada kisah Penciptaan dari bangsa-bangsa pagan non Yahudi yang mengelilingi Israel kuno. Bahwa itu ditulis oleh semacam bangsa yang budayanya berpandangan bahwa setiap orang yang tidak satu ras dengan aku, dipandang sebagai Alien. Demikian juga, referensi untuk “angkasa” dan “bintang-bintang fajar yang bernyanyi dan memuji Tuhan” hanya dipandang sebagai puisi yang indah saja.

Tetapi entahkah Anda menafsirkan makhluk-makhluk ini sebagai malaikat atau Alien tidaklah terlalu penting demi argumen kami di sini. Intinya adalah bahwa para penulis kuno Alkitab, sama seperti semua bangsa kuno lainnya, sangatlah senang dengan kemungkinan bahwa makhluk-makhluk cerdas non-manusia lainnya mungkin ada.


Baca kalimat itu lagi, dan tanyakan pada diri Anda sendiri:

Apakah astronom top Vatican benar-benar menggunakan kisah Nephilim dari Alkitab sebagai contoh dari semacam “juru selamat dari luar angkasa” yang akan segera dipandang umat manusia untuk mendapatkan keselamatan?

Penegasan yang luar biasa ini kemudian ditambah lagi dengan apa yang dia katakan selanjutnya.

Dengan mengutip Yohanes 10:16, yang mengatakan, “Dan ada domba-domba lain yang Aku punya, yang bukan berasal dari kandang ini: mereka juga harus Aku gembalakan, dan mereka akan mendengarkan suara-Ku; maka akan ada satu kawanan dengan satu gembala.”


Consolmago menulis:

“Mungkin tidak terlalu mengada-ada untuk memandang Pribadi Kedua dari Trinitas, Firman, yang ada “Pada mulanya” (Yohanes 1:1), datang untuk menyerahkan hidup-Nya dan mengambilnya kembali (Yohanes 10:18) tidak hanya sebagai Anak Manusia tetapi juga sebagai Anak dari ras-ras spesies lain?”

Apakah para sarjana Vatican benar-benar percaya bahwa Yesus mungkin adalah Star-Child (Anak Bintang) dari ras Alien? Apakah Consolmagno dan/atau para Jesuit lainnya diam-diam mempercayai bahwa “Kelahiran oleh Perawan” pada kenyataannya adalah skenario penculikan Alien, di mana Maria dihamili oleh makhluk ET (extra-terrestrial; luar angkasa), dan melahirkan hybrid bayi Yesus? Begitu luar biasa yang terdengar, Anda harus bersiap mendapatkan jawaban tak terduga sementara artikel ini akan mengungkapkan.

Semua ini akan tampak seperti theologi yang mustahil jika bukan karena fakta bahwa juru bicara tingkat tinggi Vatican – secara rutin menyelidiki dari “Star Base” (seperti disebut oleh suku Indian setempat) di Gunung Graham, Arizona – telah mengatakan hal yang sama dalam beberapa tahun terakhir.

Ini termasuk:
Dr. Christopher Corbally, Wakil Direktur Kelompok Peneliti Observatorium Vatican di Gunung Graham sampai tahun 2012, yang percaya bahwa citra kita tentang Elohim harus berubah jika pengungkapan kehidupan Alien asing segera diumumkan oleh para ilmuwan (termasuk perlunya berevolusi dari konsep Elohim yang “anthroposentris” – berpusat kepada manusia – menjadi “entitas yang lebih luas”),
dan direktur Observatorium Vatican saat ini, Pastor JosĂš Funes yang sama-sama sependapat, beranggapan bahwa kehidupan Alien tidak hanya ada di alam semesta dan merupakan “saudara kita,” tetapi ketika sudah dinyatakan kepada umat manusia, akan mengkonfirmasi iman Kristen yang “benar” dan kekuasaan Gereja Roma Katholik.


Ketika surat kabar L’Osservatore Romano (yang hanya menerbitkan hal-hal yang disetujui Vatican) bertanya apa artinya itu, ia menjawab:

“Bagaimana kita bisa mengesampingkan bahwa bentuk-bentuk kehidupan mungkin telah berkembang di tempat lain? Sama seperti kita menganggap makhluk duniawi sebagai ‘saudara’, dan ‘adik,’ mengapa kita tidak berbicara tentang ‘saudara di luar angkasa’? Itu juga masih menjadi bagian dari Ciptaan” dan mempercayai keberadaan seperti itu tidak bertentangan dengan ajaran Katholik.

Pernyataan seperti itu adalah hal-hal terbaru dalam serangkaian komentar baru-baru ini yang diucapkan oleh banyak astronom Vatican yang membenarkan keyakinan yang berkembang (atau pengetahuan internal?) bahwa pengungkapan eksistensi Alien akan segera diumumkan dalam waktu dekat, termasuk kehidupan makhluk cerdas, dan bahwa perjumpaan ini tidak akan mengganggu otoritas Gereja Roma Katholik.

Dari tahun 70-an sampai 90-an, itu Monsignor Corrado Balducci – seorang pengusir setan, theolog dan anggota dari Vatican Curia (badan pemerintahan di Roma) dan teman dari Paus – yang mungkin muncul lebih jauh, dalam tayangan di televisi nasional Italia berkali-kali menyatakan bahwa ET tidak hanya “mungkin ada,” tetapi sudah berinteraksi dengan Bumi dan bahwa para pemimpin Vatican tahu akan hal itu.

Selanjutnya, berbicara sebagai seorang ahli resmi demonologi (ilmu pengetahuan tentang hal-hal Iblisi), ia mengatakan bahwa perjumpaan dengan makhluk luar angkasa,

“bukanlah Iblisi, mereka bukanlah gangguan psikologis, dan mereka bukanlah kasus kesurupan entitas, namun perjumpaan ini layak untuk dipelajari dengan hati-hati.”

Dia bahkan mengungkapkan bagaimana Vatican sendiri dari dekat mengikuti fenomena ini dan secara diam-diam mengumpulkan bahan-bahan bukti dari kedutaan Vatican (Nunciatures) di seluruh dunia tentang makhluk luar angkasa dan tujuan mereka.

Misalnya, di sebuah forum tentang penampakan besar-besaran armada UFO di Meksiko, ia menyatakan,

“Saya selalu ingin menjadi juru bicara bagi ‘komunitas ras bintang’ ini yang juga merupakan bagian dari kemuliaan Elohim, dan saya akan terus membawanya untuk menjadi perhatian dari Gereja Suci.”

Apa pun klaim yang Anda buat, Balducci adalah anggota kelompok khusus konsultan untuk Vatican, juru bicara publik untuk Roma mengenai kehidupan luar angkasa serta UFO dan fenomena penculikan Alien, dan pernyataannya tidak pernah dibantah oleh Gereja Roma Katholik.

Namun, mungkin yang paling menarik adalah theolog Katholik Pastor Malachi Martin yang sebelum kematiannya pada tahun 1999, telah mengisyaratkan lebih dari sekali tentang “sesuatu” seperti kontak dari luar angkasa yang akan segera terjadi.

Ketika wawancara di radio Coast to Coast AM pada tahun 1997, pembawa acara Art Bell bertanya kepada Malachi Martin, mengapa Vatican berinvestasi besar-besaran dalam studi luar angkasa di Observatorim Gunung Graham, yang kami kunjungi. Sebagai seorang pensiunan profesor dari Institut Kitab Suci Kepausan, Malachi Martin memiliki kualifikasi khusus untuk memegang informasi rahasia yang berkaitan dengan VATT. Jawaban Martin memicu rumor besar di kalangan pakar UFO sekuler dan kalangan Kristiani ketika dia menjawab:

“Karena mentalitas … di antara mereka yang [ada] di … administrasi pemerintahan dan geopolitik tingkat tertinggi Vatican, mengetahui … apa yang terjadi di ruang angkasa, dan apa yang sedang mendekati kita, bisa menjadi peristiwa kedatangan besar dalam lima tahun, sepuluh tahun ke depan”.

Kata-kata samar “apa yang sedang mendekati kita, bisa menjadi peristiwa besar” kemudian diikuti oleh wawancara berikutnya dengan diskusi tentang “tanda di langit” yang misterius, yang diyakini Malachi mendekat dari arah utara. Meskipun ini bisa menjadi referensi samar tentang pertanda Akhir Zaman, nubuat Katholik tentang Komet Besar (Apsintus).

Ada spekulasi kuat bahwa Pastor Malachi Martin sedang memberi petunjuk tentang sistem planet-planet ekstrasolar yang sedang bergerak mendekati bumi kita, yang akan menyebabkan kehancuran bagi jutaan manusia di bumi. Dia mengungkapkan bahwa itu berbentuk seperti “tanda salib merah” (sistem Planet X – Tanda Anak Manusia) di langit ketika muncul di angkasa. Dia mengindikasikan kemunculannya antara tahun 2015 dan 2025. Tanggal pastinya merupakan rahasia, yang disembunyikan dalam arsip-arsip Vatican.

Pastor Malachi Martin juga mengkritisi Vatican karena tidak merilis secara penuh isi “Rahasia Ketiga Fatima.” Akibatnya muncul anggapan bahwa Vatican tidak menginginkan fakta-fakta tentang “Apsintus” itu diketahui publik. Apsintus adalah benda angkasa berpijar yang tercatat dalam Kitab Wahyu, yang akan jatuh ke bumi dan menyebabkan kematian jutaan penduduk bumi karena “keracunan” akibat sepertiga air di bumi menjadi pahit.

Namun orang-orang yang akrab dengan Malachi meyakini bahwa ia mungkin mengacu kepada kedatangan makhluk Alien cerdas dalam waktu dekat.

Ketika kami bertanya kepada Pastor Guy Consolmagno tentang apa yang dia pikirkan mengenai klaim Malachi, ia tampak benar-benar jengkel kepada orang itu, seraya mengatakan,

“Saya telah mendengar cerita-cerita tentang akhir Malachi Martin yang membuat saya agak curiga dengan pernyataan-pernyataan yang muncul dari dia. Aku sudah ada di Observatorium pada 1990-an, dan ia tidak pernah mengunjungi kami atau berhubungan apa pun dengan kami.”

Reaksi ini tampaknya konsisten dengan banyaknya imam-imam Katholik lainnya yang membenci kesediaan Malachi untuk mengungkapkan apa yang ingin dikuburkan oleh Gereja Roma Katholik, terutama kelompok ‘Satanic Cabal‘ yang ada di dalam ordo Jesuit, yang ditulis Malachi dalam bukunya yang best-seller.

Namun, jika kehidupan ET adalah sesuatu yang telah dipertimbangkan secara pribadi oleh pejabat Vatican untuk beberapa waktu, mengapa baru sekarang membicarakan hal itu secara terbuka, yang oleh sebagian orang dianggap pembukaan doktrinal secara hati-hati selama beberapa tahun terakhir? Apakah ini upaya yang disengaja oleh pejabat gereja untuk “pemanasan” kepada jemaat awam untuk rencana pengungkapan ET secara resmi? Apakah publikasi gereja secara resmi dalam hal ini merupakan upaya untuk melunakkan serangan sebelum pengungkapan ET secara resmi itu tiba, untuk membantu kaum umat beriman mempertahankan ortodoksi dalam pengungkapan pengetahuan yang tidak pernah terjadi sebelumnya di masa mendatang?

Menulis untuk majalah Newsweek, Kamis tanggal 15 Mei 2008, dalam artikel “The Vatican and Little Green Men,” Sharon Begley mencatat bahwa,

“[ini] mungkin adalah bagian dorongan untuk menunjukkan bahwa Vatican memeluk ilmu pengetahuan … Menariknya, Vatican telah menjadi tuan rumah sebuah konferensi di Roma pada musim semi 2014 yang menandai ulang tahun ke-150 dari “Origin of Species,” karya besar Charles Darwin mengenai teori evolusi. Penyelenggara konferensi mengatakan ini akan membahas melampaui posisi ideologi yang sudah mengakar mengenai teori Penciptaan yang sudah disalahartikan. Vatican mengatakan ingin mempertimbangkan kembali masalah evolusi ‘dengan perspektif yang lebih luas’ dan mengatakan sebuah ‘pertimbangan yang tepat diperlukan lebih daripada sebelumnya.'”

“Pertimbangan yang tepat” seperti disebutkan Begley mungkin sesuatu yang disinggung oleh Guy Consolmagno tiga tahun sebelumnya dalam sebuah wawancara dengan Sunday Herald. Artikel itu menunjukkan bagaimana pekerjaan Consolmagno ini termasuk merekonsiliasikan “fiksi ilmiah yang paling liar dengan dogma mendasar Tahta Suci Vatican.” Dan bahwa liku-liku jiwa terbarunya adalah tentang “Benih Yesus,” yang digambarkan sebagai:

“pemikiran teori yang berspekulasi bahwa, kemungkinan, setiap planet yang menjadi tempat kediaman makhluk-makhluk cerdas yang memiliki kesadaran mungkin juga memiliki semacam “Kristus” mereka masing-masing, yang berjalan-jalan melintasi lautan metana, seperti halnya yang Yesus lakukan di Bumi di danau Galilea.

Keselamatan penduduk bintang Betelguese mungkin juga terjadi bersamaan dengan keselamatan penduduk Bumi.”

Ini terdengar seperti teori khusus Panspermia – teori bahwa kehidupan di Bumi merupakan hasil “pembuahan” oleh sesuatu yang berasal dari sejak zaman purbakala seperti tabrakan asteroid – tetapi dalam kasus ini, “benih” ditetapkan secara Ilahi dan dihubungkan dengan Kristus.

Hubungan yang aneh antara juru bicara Vatican dengan pertanyaan tentang makhluk luar angkasa dan keselamatan mereka diungkapkan selanjutnya pada bulan Mei 2008, ketika L’Osservatore Romano mewawancarai Pastor Funes, dengan judul, “Makhluk ET (Luar Angkasa) adalah Saudaraku.” Dalam terjemahan bahasa Inggris dari makalah berbahasa Italia, Pastor Funes menanggapi pertanyaan apakah makhluk luar angkasa memerlukan Penebusan, yang ia percayai tidak perlu diasumsikan.

“Elohim menjadi manusia dalam Yesus untuk menyelamatkan kita,” katanya. “Jika makhluk cerdas lainnya ada, tidak dikatakan bahwa mereka membutuhkan Penebusan. Mereka bisa tetap dalam persekutuan penuh dengan Pencipta mereka.”

Dalam “persekutuan penuh,” Funes menggambarkan bagaimana beberapa theolog Vatican menerima kemungkinan bahwa spesies makhluk luar angkasa mungkin lebih unggul secara moral dibandingkan manusia – lebih dekat kepada Elohim daripada kita, manusia yang sudah jatuh dalam dosa ini – dan sebagai konsekuensinya, mereka mungkin datang kemari untuk menginjili kita. Pastor Guy Consolmagno memiliki garis pemikiran yang sama ketika ia menulis dalam bukunya, Brother Astronomer: Adventures of a Vatican Scientist:

Jadi pertanyaan apakah kita harus menginjili Alien atau tidak, adalah titik yang benar-benar diperdebatkan. Setiap Alien yang kita temukan akan belajar dan berubah karena kontak dengan kita, sama seperti kita akan belajar dan berubah karena kontak dengan mereka. Itu tak terelakkan. Dan mereka akan menginjili kita juga.

Tapi tunggu dulu, karena pemahaman ini akan jauh lebih dalam lagi…

Dalam sebuah makalah untuk Interdisciplinary Encyclopedia of Religion and Science, Pastor Giuseppe Tanzella-Nitti – seorang theolog Opus Dei dari Universitas Kepausan Salib Suci di Roma – menjelaskan bagaimana kita benar-benar bisa diinjili ketika kontak dengan “Alien-alien spiritual,” sebagaimana setiap orang percaya dalam Tuhan akan, ia berpendapat, menyambut peradaban luar angkasa sebagai pengalaman yang luar biasa, dan akan cenderung untuk menghormati Alien dan untuk mengenali asal-usul perbedaan spesies kita yang berasal dari Pencipta yang sama.

Menurut Giuseppe, kontak dengan kecerdasan luar angkasa akan menawarkan kemungkinan baru akan

“pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara Elohim dengan seluruh ciptaan.”

Giuseppe menyatakan bahwa ini bukan untuk segera mewajibkan orang Kristen

“meninggalkan imannya sendiri kepada Tuhan hanya berdasarkan penerimaan informasi baru yang tak terduga dari tokoh agama dari peradaban luar angkasa.” Namun penolakan seperti itu bisa segera terwujud, segera sesudah “doktrin agama baru” yang berasal dari luar angkasa dikonfirmasi sebagai hal yang wajar dan kredibel.

“Sesudah kepercayaan terhadap informasi ini diverifikasi,” orang-orang percaya harus “menerima informasi baru tersebut dengan kebenaran yang sudah ia kenal dan percayai atas dasar pewahyuan dari Yang Esa dan Elohim Tritunggal, menjalankan pembacaan kembali [Injil] secara inklusif dengan informasi data yang baru… “

Bagaimana Injil ET yang “lebih lengkap” ini mungkin melonggarkan atau memodifikasi secara signifikan pemahaman kita tentang keselamatan melalui Yesus Kristus, dibahas di bagian exotheology dari buku investigasi “ExoVaticana.” Namun mantan wakil direktur Observatorium Vatican, Christopher Corbally, dalam artikelnya “Bagaimana jika Ada Dunia-dunia Lain yang Berpenghuni” mungkin telah meringkas aspek paling penting ketika ia menyimpulkan bahwa Yesus mungkin bukan hanya satu-satunya Firman Keselamatan:

“Saya akan mencoba untuk mengeksplorasi Alien dengan membiarkan ‘itu’ menjadi apa adanya, tanpa terburu-buru untuk mengklasifikasikan kategori, bahkan tidak berasumsi ada dua jenis kelamin,” kata Corbally. Dan kemudian Corbally mengucapkan hal yang sangat mengejutkan:

Sementara Kristus adalah Firman Awal dan Akhir (Alfa dan Omega) yang diucapkan kepada umat manusia, Dia belum tentu satu-satunya Firman yang berbicara kepada alam semesta… Karena, Firman yang berbicara kepada kita tampaknya tidak mengecualikan “Firman” yang setara yang diucapkan kepada Alien. Mereka juga dapat memiliki “peristiwa Logos” mereka sendiri. Apapun peristiwa yang mungkin telah terjadi, itu tidak harus menjadi peristiwa kematian-dan-kebangkitan secara berulang, jika kita membiarkan Tuhan dengan lebih banyak imajinasi daripada yang dimiliki sebagian pemikir religius. Karena Elohim, sebagai Yang Maha Kuasa, tidak terbatas pada satu bentuk bahasa, bahasa manusia.

Juru bicara tingkat tinggi untuk Vatican ini dalam beberapa tahun terakhir semakin menawarkan pengajaran seperti mengakui kemungkinan kecerdasan luar angkasa dan peran dramatis perkenalan ET terhadap peradaban manusia, bisa memainkan peranan dalam hal mengubah dalil-dalil di sekitar anthropologi, filsafat, agama, dan Penebusan, yang diatur supaya menjadi konsekuensial di masa mendatang, lebih daripada kesiapan kebanyakan orang.

Dan kemudian ada perangkat LUCIFER di Gunung Graham, yang oleh Vatican disangkal hubungannya. Anehnya, LUCIFER dijelaskan di situs Observatorium Vatican sebagai,

“NASA DAN TELESKOP INFRA MERAH BERNAMA [LUCIFER] – Buatan Jerman, NASA dan Vatican memiliki dan mendanai Teleskop Infra Merah… untuk mencari NIBIRU/NEMESIS.”

Mengapa situs Observatorium Vatican membiarkan informasi ini tetap terpampang? Nibiru dan Nemesis adalah planet hipotetis yang diduga akan kembali melintasi orbit dekat bumi sesudah periode yang sangat lama. Mereka berhubungan dengan mitos modern “Planet X” yang membawa dampak yang paling mengerikan, seperti terjadinya kehancuran planet-planet yang dipercayai terjadi pada waktu perang besar antara Elohim dengan Lucifer ketika malaikat yang berkuasa itu diusir keluar dari surga.

Baca:

Dalam Kitab Ayub di mana sang nabi menggambarkan dengan mendetail bagaimana Elohim menghancurkan tempat kediaman fisik para malaikat yang melakukan pemberontakan melawan Dia (Ayub 26:11-13). Itu secara khusus menyebutkan penghancuran Rahab, planet fisik yang juga disebut ‘Kesombongan,’ yang dari padanya Elohim menghalau “ular naga yang melarikan diri dengan cepat.”

Ayub 26:11-13 (TB) 
tiang-tiang langit bergoyang-goyang, tercengang-cengang oleh hardik-Nya.
Ia telah meneduhkan laut dengan kuasa-Nya dan meremukkan Rahab dengan kebijaksanaan-Nya. [Pembanding: Yes 51:9 (ILT) Bangunlah! Bangunlah! Kenakanlah kekuatan hai lengan YAHWEH! Bangunlah! Seperti pada waktu-waktu yang terdahulu, generasi-generasi yang lampau. Bukankah Engkau yang memotong-motong Rahab, dan yang menikam naga? Mzm 89:11 (ILT) Engkau telah menghancurkan Rahab berkeping-keping, seperti orang yang terbantai; Engkau telah menyerakkan musuh-musuh-Mu dengan kekuatan tangan-Mu.]
Oleh nafas-Nya langit menjadi cerah, tangan-Nya menembus ular yang berlari cepat.

Apakah Vatican Roma dan penguasa-penguasa dunia lainnya menggunakan perangkat LUCIFER untuk mengamati “sesuatu” yang sebagian besar dari kita umat manusia tidak bisa menyaksikannya – sesuatu yang mereka percaya mewakili perang purbakala ini (atau lebih buruk, mengawasi planet atau pesawat-pesawat transportasi malaikat/UFO yang mendekati bumi pada Akhir Zaman, “sesuatu” yang diisyaratkan Pastor Malachi Martin)?

Teori yang terakhir ini sangat menarik, mengingat nama LUCIFER yang disematkan pada perangkat inframerah ini. Teleskop inframerah dapat mendeteksi benda-benda angkasa yang terlalu dingin atau jauh dan terlalu redup untuk diamati oleh teleskop optikal normal pada rentang spektrum cahaya yang kelihatan, contohnya planet yang jauh, beberapa nebula dan Brown Dwarf Star (Bintang Gagal – Nemesis – Sistem Planet X).



Insinyur LBT menunjukkan perangkat LUCIFER dan menjelaskan bagaimana menggunakan Inframerah untuk melihat…


Untuk memungkinkan melakukan observasi spektrum dekat-inframerah, perangkat LUCIFER harus didinginkan hingga mencapai -213 Celcius, atau -351 Fahrenheit. Sistem Planet X secara hipotesis merupakan Brown Dwarf Star (atau bintang gagal, yang tidak memancarkan cahaya), saudari kembar Matahari kita, dengan beberapa planet yang mengorbitnya. Brown Dwarf Star tidak memancarkan cahaya, sehingga paling ideal diobservasi dalam rentang spektrum dekat-inframerah.

Informan Vatican lainnya menyatakan bahwa Observatorium Gunung Graham digunakan untuk mempelajari “benda-benda angkasa anomali yang mendekati bumi.” Dia membandingkannya dengan apa yang dilakukan CIA dengan satelit mata-mata rahasia, yang juga dikenal sebagai saudara kembar teleskop ruang angkasa Hubble, yang diberi nama SkyHole-12 atau KeyHole-12.

Dia menyatakan bahwa selama monitoring radio teleskop Alaska dari satelit pengamatan angkasa jauh (program yang disebut SILOE), sebuah foto telah diambil dari sebuah planet raksasa yang bergerak mendekati tata surya kita. Ini terjadi tahun 1995. Dia diberitahu bahwa informasi ini diklasifikasikan di atas “Top Secret.” Dia lebih lanjut menyatakan bahwa satelit pengintai dibangun di Area 51 dengan motor pulsa elektromagnetik, dan bahwa itu diletakkan ke dalam orbit oleh pesawat ruang angkasa. Tujuannya adalah untuk mendekati Nibiru atau Planet X dan mengirimkan informasi kembali ke teleskop radio.

Radiasi infra merah dari perangkat LUCIFER memiliki panjang gelombang lebih panjang dari cahaya tampak, yang berarti dapat menembus melewati gas astronomi dan debu tanpa terdispersi/terhamburkan.

Objek dan area-area yang tampak kabur dalam spektrum yang kelihatan, termasuk pusat galaksi Bima Sakti, dapat diamati oleh teknologi inframerah LUCIFER ini. Tapi apa yang mempesonakan para peneliti UFO beberapa waktu terakhir ini adalah bagaimana teknologi inframerah ini juga dapat digunakan untuk melokaliasi, menemukan dan melacak Unidentified Flying Objects (UFO) di langit yang tidak bisa dilihat dengan teleskop optikal lain atau dengan mata telanjang.

Bahkan, beberapa UFO yang paling menakjubkan yang pernah tertangkap dalam film telah direkam dengan menggunakan inframerah. Apa ini semua ada hubungannya dengan Petrus Romanus, dan yang terutama, “pemimpin global” – Anti-Kristus – yang kedatangannya akan disambut secara luar biasa dan dengan segera?

Bersambung


Baca:



Referensi:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain

The Life Of Jesus Christ Full Movie (English Version)

David and Goliath 1960 Biblical Story Of David Biblical Movies Full Movies

https://www.youtube.com/watch?v=xMWb0Et8Ht8

The Kingdom of Solomon - English Subtitle - full movie

https://www.youtube.com/watch?v=ODb7EO_Mjmk https://www.youtube.com/watch?v=w7Y-UqJD1Zg&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=4

KING SOLOMON - HOLY BIBLE

ESTHER AND THE KING (1960)

https://www.youtube.com/watch?v=0uJbO34xjkM https://www.youtube.com/watch?v=SQ6qYypfmIo

Greatest Heroes of the Bible The Story of Moses

https://www.youtube.com/watch?v=Q1nUIA2uGMI

Sodom & Gomorrah FULL VIDEO

https://www.youtube.com/watch?v=WWpknxvxLpk https://www.youtube.com/watch?v=Uo82q6ki3bk

THE STORY OF RUTH

JUDAS

https://www.youtube.com/watch?v=r5GUbOadJfQ

Thomas

https://www.youtube.com/watch?v=fwPw3r5D1PY

Mary Mother of Jesus

https://www.youtube.com/watch?v=jHOBYnzIfNY

Mary Magdalene

https://www.youtube.com/watch?v=Gpcja7XIZQQ

The Kingdom of God & The New Jerusalem

https://www.youtube.com/watch?v=zO8t2L9TcAU

Moses - The 10 Comadments

https://www.youtube.com/watch?v=dPIkZ0thPvs&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=58

The Book Of Revelation Full Film

https://www.youtube.com/watch?v=Oco6Jiqh4Eo&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=46

Trip to Heaven

Heaven pictures_A Trip to Heaven(Full version (Full version)

ASTEROID JATUH DAN MENGHANGUSKAN 1/3 BUMI TERJADI PADA SAAT PENGANGKATAN DI AKHIR JAMAN

https://www.youtube.com/watch?v=XksXhuvwC84

World WATERS TURN BLOOD Apocalypse - Australia DUST STORM, FIRE; Russia COLD; China 1.19.13

https://www.youtube.com/watch?v=8A34mJKVATE&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=42

PENGLIHATAN YESUS MENGALAHKAN DOSA, MAUT, PENYAKIT, DLL

PENGANGKATAN/ RAPTURE APAKAH ANDA SUDAH SIAP?